Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

RAGAM HIAS DAN WARNA TRADISI MINANGKABAU PADA DESAIN INTERIOR RESTORAN PADANG DI JAKARTA Susy Irma Adisurya; Elda Franzia Jasjfi; Resky Annisa Damayanti; Mukamilatun Nisa
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.616 KB) | DOI: 10.25105/dim.v18i2.12772

Abstract

AbstractRestaurants with Indonesian cuisine commonly exist in Jakarta, one of them is Padang restaurant that comes from Minangkabau culture and tradition in West Sumatra. Padang restaurant visited by various consumers, including Jakarta residents, local and international travelers. To be recognized by consumers and prospective consumers, Padang restaurants have a unique characteristic in their design. This research focused on three restaurants as research objects which are Sederhana Padang Restaurant, Pagi Sore Restaurant, and Padang Merdeka Restaurant. The research was conducted to understand how Minangkabau ornaments and colors can be applied in Padang restaurants in Jakarta. The research method is qualitative descriptive. Data was collected through field research and photo documentation. Analysis was conducted by triangulated data from observation with visual data and references about Minangkabau tradition, including (1) architectural facade design, (2) applied ornaments in the interior, (3) applied colors in the interior. The result concluded that not all restaurants applied Minangkabau ornaments and colors in the restaurant’s interior. The architectural facade had a unique and interesting form to attract consumers to come to the restaurant. Minangkabau ornaments, motives, and colors in restaurants were not shown explicitly but conveyed through the adaptation process by modern architectural and interior style inlined with restaurant’s concept so every restaurant had a different approach applying Minangkabau’s culture in the interior design. Keyword: padang restaurant, interior design, restaurant interior, Minangkabau cuisine   AbstrakRestoran dengan menu makanan selera nusantara banyak ditemui di kota Jakarta, salah satu di antaranya adalah restoran dengan menu masakan Padang yang berasal dari tradisi budaya Minangkabau, di Sumatra Barat. Restoran Padang dikunjungi oleh konsumen yang beragam, termasuk penduduk Jakarta, wisatawan nusantara dan mancanegara. Agar mudah dikenali oleh konsumen dan calon konsumennya, Restoran Padang memiliki karakteristik tertentu pada desainnya. Penelitian ini terbatas pada tiga restoran yang menjadi objek penelitian, yaitu Restoran Padang Sederhana, Restoran Pagi Sore dan Padang Merdeka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan ragam hias dan warna tradisi Minangkabau pada interior Restoran Padang di Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi lapangan dan dokumentasi foto. Analisis dilakukan pada data hasil observasi secara triangulasi terhadap data visual dan kepustakaan terkait tradisi budaya Minangkabau, meliputi (1) desain fasad bangunan, (2)  penerapan ragam hias dalam interior, (3) penerapan warna dalam interior. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa tidak semua restoran menerapkan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di dalam interior restorannya. Fasad arsitektur yang memiliki bentuk unik dan menarik dapat dikenali dan menarik minat masyarakat untuk datang ke restoran tersebut. Penerapan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di restoran tidak ditampilkan secara eksplisit, namun telah mengalami proses adaptasi dengan gaya arsitektural dan interior modern sesuai dengan konsep restoran tersebut sehingga setiap restoran memiliki perbedaan dalam penerapan budaya Minangkabau dalam desain interiornya. Kata Kunci: restoran padang, desain interior, interior restoran, kuliner Minangkabau
PELATIHAN PEMANFAATAN KEMBALI (REUSE) SAMPAH ANORGANIK UNTUK PELENGKAP DESAIN INTERIOR DI LAHAN SEMPIT, KELURAHAN KALIANYAR Resky Annisa Damayanti; Susy Irma Adisurya; Asih Retno Dewanti; Suci Nanda
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.852 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i1.6107

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia. Pengelolaan sampah yang baik diharapkan mampu mengurangi dan menangani sampah. Kelurahan Kalianyar Kecamatan Tambora dikenal dengan wilayah pemukimannya yang padat. Tidak bisa dipungkiri sampah-sampah yang dihasilkan oleh warganya pun menumpuk setiap harinya meski Lurah setempat telah menyediakan Bank Sampah. Adapun sampah anorganik yang menjadi fokus kali ini dikarenakan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat terurai, sebagai contohnya yaitu sampah kotak sisa kemasan makanan dan karton. Dengan mengadakan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan kembali (reuse) sampah kepada warga di sekitar kelurahan Kalianyar, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk alternatif terbaik karena dengan cara reuse atau pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya, maka produksi sampah dapat dikurangi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini juga dirasakan bermanfaat bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK dalam mengelola interior rumah tinggalnya yang umumnya berada di lahan sempit sekitar kelurahan Kalianyar sehingga pengorganisasian peralatan rumah tangganya menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan kembali sampah anorganik tersebut untuk storage/tempat penyimpanan secara vertikal atau digantung
PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN MENGHIAS STOPLES BEKAS MENJADI TEMPAT AKSESORIS Susy Irma Adisurya; Resky Annisa Damayanti; Asih Retno Dewanti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.491 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i2.7444

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bagian dari tri darma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kali ini, tim dosen dari Program Studi Desain Interior memberikan pelatihan tentang upaya pemanfaatan material bekas, berupa stoples plastik bekas kemasan kue kering dan limbah kain perca, menjadi produk fungsional berupa tempat aksesori sekaligus elemen dekorasi interior. Metode yang digunakan dalam program ini dimulai dengan survei lokasi dan wawancara, yang dilanjutkan dengan  metode demonstrasi (peragaan) oleh instruktur pada saat pelaksanaan. Para peserta yang terdiri dari para pramuniaga toko di Pasar Tebet Barat, kemudian mempraktikkan apa yang sudah dicontohkan oleh instruktur. Peserta juga dibekali dengan pemahaman dan pengarahan tentang berbagai aspek desain seperti: komposisi bentuk, proporsi, ukuran, teknik yang dipakai dan komposisi warna. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini kemudian disusun dalam bentuk artikel ilmiah yang bersifat deskriptif kualitatif. Dari hasil kegiatan pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun dengan latar belakang pendidikan yang terbatas, para peserta dapat mengikuti program ini dengan baik dan mampu menerapkan teori-teori desain yang telah dijelaskan, sehingga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai estetis, fungsional, dan bernilai jual.
PEMANFAATAN KAIN PERCA DENGAN TEKNIK QUILT MENJADI PRODUK BARU YANG BERNILAI JUAL Asih Retno Dewanti; Susy Irma Adisurya; Resky Annisa Damayanti; Atridia Wilastrina; Meyka Septira Utami Putri; Putri Vania Elizabeth
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.479 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i1.7621

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengurangi limbah adalah dengan menerapkan 3R (Reuse, Reduce and Recycle) yaitu menggunakan kembali, mengurangi dan mengolah kembali dari limbah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari setiap mahluk hidup. Tetapi tidak semua juga hal tersebut dapat dilakukan. Seperti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM Mono dengan judul ‘Pelatihan Pemanfaatan Kain Perca dengan Teknik Quilt menjadi Produk Baru yang Bernilai Jual’ dimana dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang dilakukan secara daring. Masyarakat sasaran adalah beberapa teman Ikatan Alumni SMP Tarakanita  IV dengan lintas angkatan. Beberapa teman alumni yang selama pandemi  Covid -19 ini terpaksa melakukan aktivitas dari rumah saja sangat antusias untuk mengikuti kegiatan PKM walau secara daring. Pelatihan pemanfaatan limbah kain dengan teknik Quilt secara manual sangat mudah diikuti dan menggunakan modul bentuk Segitiga     ; Kotak     dan Lingkaran. Kegiatan ini diharapkan selain dapat mengisi waktu luang juga dapat menambah wawasan untuk memanfaatkan limbah kain menjadi produk baru yang bernilai jual.
SOSIALISASI DAN EDUKASI RUANG KERJA EFEKTIF DAN ERGONOMIS SELAMA WFH UNTUK GURU DAN ORANGTUA SISWA TK QIIS CIBUBUR Resky Annisa Damayanti; Yudhisman Imran; Susy Irma Adisurya
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.303 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i1.8562

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan kelompok sasaran guru dan orang tua murid di TK Qolbu Ilmi Islamic School (QIIS) Cibubur, yang didasari permasalahan yang banyak ditemui selama masa pandemi Covid-19. Pandemi membuat siswa, orang tua, dan guru terpaksa harus bekerja dari rumah atau yang dikenal dengan istilah work from home(WFH). WFH menimbulkan adaptasi baru yang mengharuskan siswa dan guru untuk belajar dan bekerja dari rumah, sehingga perlahan memunculkan permasalahan baru, yaitu tidak tersedianya ruang kerja di rumah yang efektif dan ergonomis. Di sini terlihat betapa pentingnya sosialisasi dan edukasi agar orang tua dan guru dapat lebih peka akan pentingnya area kerja yang efektif, tidak hanya terkait faktor kenyamanan, melainkan juga ergonomi untuk kesehatan. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi yang berbentuk penyuluhan dan konsultasi ini, para guru dan orang tua siswa dapat memperoleh informasi dan edukasi yang mendalam, bahkan terlihat adanya perubahan ke arah positif setelah sebulan dilaksanakannya kegiatan ini, yaitu perubahan penataan dan desain ruang kelas yang lebih efektif untuk belajar dan ergonomis. Dapat disimpulkan dari hasil kegiatan ini ternyata tidak hanya bermanfaat bagi yang melaksanakan WFH, tetapi juga dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, bahkan ketika pandemi ini benar-benar telah berakhir. 
RUANG KOMUNAL UNTUK KEBERLANJUTAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MINANGKABAU Resky Annisa Damayanti; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.669

Abstract

Abstract: Communal activity done by Minangkabau society until now. The need of communication and social activity with internal community and the change of places are meaningful to nation sustainability. Human needs to interior activities can be analyzed through cultural and interior design approach, to know the communal room’s role in Rumah Gadang and Minangkabau people’s house in urban area. This research aims to understand the concept of communal room in Rumah Gadang at West Sumatera including its meaning and philosophy, and to know the implementation of communal room in Minangkabau people’s house in urban area as social interaction sustainability of Minangkabau peoples nowadays. This research used qualitative method to describe the meaning, function, and philosophy of Rumah Gadang in Minangkabau and its sustainability in Minangkabau people’s houses in urban area. The data collecting method is documentation and interview with resources to know how they used the communal rooms in the Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung and two houses as study cases of this research. The result is description of Minangkabau people’s communal room in traditional Rumah Gadang to urban houses that carries Minangkabau philosophy in their implementation activities.Abstrak: Aktivitas komunal dilakukan oleh masyarakat Minangkabau sejak dulu hingga saat ini. Adanya kebutuhan masyarakat Minangkabau untuk tetap melakukan aktivitas komunikasi dan sosial bersama saudara sekaum, dan adanya perubahan tempat di mana kegiatan tersebut dilakukan merupakan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang bermakna penting untuk keberlanjutan bangsa. Kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas di dalam ruang dapat dikaji melalui pendekatan budaya dan desain interior, sehingga dapat diketahui peran ruang komunal pada Rumah Gadang dan rumah tinggal masyarakat Minangkabau di perantauan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami konsep ruang komunal pada Rumah Gadang di Sumatera Barat meliputi makna dan filosofinya, serta mengetahui bagaimana implementasi ruang komunal pada rumah tinggal orang Minangkabau perantauan sebagai bentuk keberlanjutan interaksi sosial masyarakat Minangkabau saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan makna, fungsi dan falsafah ruang komunal Rumah Gadang di Minangkabau dan keberlangsungannya di rumah tinggal masyarakat Minangkabau di perkotaan. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara dengan narasumber untuk mengetahui pemanfaatan ruang komunal Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dan dua buah rumah tinggal yang menjadi studi kasus penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah deskripsi ruang komunal masyarakat Minangkabau dari Rumah Gadang tradisional ke rumah tinggal di perantauan yang masih membawa falsafah adat Minangkabau dalam implementasi penggunaannya.
ANALISIS KONSEP, ERGONOMI, DAN PENCAHAYAAN PADA RUANG KERJA KANTOR DITJEN BIMAS BUDDHA KEMENTERIAN AGAMA, JAKARTA: Analysis of Concepts, Ergonomics, and Lighting in the Office Workspace of the Directorate General of Buddhist Community Guidance, Ministry of Religious Affairs, Jakarta Jelly Tan; Fathya Aulia Shabrina; Shofiyah Hisyam Lenggana; Resky Annisa Damayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i1.17087

Abstract

The use of interior design has become a complement to a main factor of building aesthetics. Apart from prioritizing aesthetics, interior design also prioritizes comfort and harmony to make the design more efficient and help the user's productivity. This research focuses on interior concepts, ergonomics studies and lighting in the workspace of the Buddhist Ministry of Religion which currently feels unfulfilled, such as furniture and circulation that are currently not in accordance with ergonomics studies which causes workers to complain because of discomfort while working. This research aims to produce a comfortable and efficient workspace for users. Therefore, a descriptive qualitative method is used in this study to obtain data to improve interior concepts, ergonomics studies and lighting in workspaces for a long period of time. The data obtained are interior concepts, ergonomics, and lighting in the work space which are still lacking and can be further developed to create comfort for workers. Keywords: workspace, the Ministry of Buddhism office, interior concept, ergonomic studies, lighting
Analisis Kesesuaian Desain Rumah Tinggal Orang Minangkabau Perantauan terhadap Konsep Greenship Home Resky Annisa Damayanti; Elda Franzia Jasjfi; Erlina Novianti
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 9 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i9.1429

Abstract

Currently, there are still many who build housing without thinking about the green concept. This causes the problem of global warming. With the very fast development process, especially in Jakarta, it will have an impact on environmental damage. The way to solve this problem is to implement the greenship home concept to residential. The greenship home concept is a development of sustainable development goals (SDG's). The homes of overseas Minangkabau people are said to carry the concept of social sustainability, which is a link between the design of the physical world and the social world, which means that even the comfortable housing is important, home design that is able to maintain social relations and cultural development must also be considered. The culture and traditions of the Minangkabau people who have migrated are still preserved for the sake of continued social interaction or what is known as social sustainability. This research aims to analyze and validate the suitability of residential designs for overseas Minangkabau people, especially those living in Jakarta, to the greenship home concept. The method used is mix-method/combined research which combines qualitative and quantitative approaches. Qualitative with a cultural approach to describe and compare with the standard greenship home assessment system, while quantitative because the data is in the form of numbers. Data was collected through observation and interview methods. The findings of this research are related to the level of suitability of the design of spatial arrangements in the homes of overseas Minangkabau people to the greenship home concept, especially in upper middle class housing in Jakarta, which is in accordance with a percentage of suitability value of 73%, or equivalent to the minimum value at platinum rank (the highest rank ) namely with a score of 56. This research is also expected to become a basis for criticism and evaluation for developers when designing housing in the future.
ANALISIS KONSEP, ERGONOMI, DAN PENCAHAYAAN PADA RUANG KERJA KANTOR DITJEN BIMAS BUDDHA KEMENTERIAN AGAMA, JAKARTA: Analysis of Concepts, Ergonomics, and Lighting in the Office Workspace of the Directorate General of Buddhist Community Guidance, Ministry of Religious Affairs, Jakarta Jelly Tan; Fathya Aulia Shabrina; Shofiyah Hisyam Lenggana; Resky Annisa Damayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 1 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i1.17087

Abstract

The use of interior design has become a complement to a main factor of building aesthetics. Apart from prioritizing aesthetics, interior design also prioritizes comfort and harmony to make the design more efficient and help the user's productivity. This research focuses on interior concepts, ergonomics studies and lighting in the workspace of the Buddhist Ministry of Religion which currently feels unfulfilled, such as furniture and circulation that are currently not in accordance with ergonomics studies which causes workers to complain because of discomfort while working. This research aims to produce a comfortable and efficient workspace for users. Therefore, a descriptive qualitative method is used in this study to obtain data to improve interior concepts, ergonomics studies and lighting in workspaces for a long period of time. The data obtained are interior concepts, ergonomics, and lighting in the work space which are still lacking and can be further developed to create comfort for workers. Keywords: workspace, the Ministry of Buddhism office, interior concept, ergonomic studies, lighting
PENERAPAN KONSEP SOCIAL SUSTAINABILITY PADA RUMAH TINGGAL ORANG MINANGKABAU PERANTAUAN: The Application Of Social Sustainability Concept In The House Of The Overseas Minangkabau People Resky Annisa Damayanti; Elda Franzia Jasjfi; Atridia Wilastrina; Jelly Tan; Rosidianti Alifah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i2.17226

Abstract

The culture of gathering is still practiced by the Minangkabau people, both those who still live in hometowns and those who have migrated. A number of traditions are still carried out by Minangkabau people today. The culture and traditions must be maintained and preserved for the sake of social interaction (social sustainability). The concept of social sustainability is a link between design of the physical world and social world, which means that although comfortable housing is important, residential design that is able to maintain social relations, social networks, and cultural development must also be considered. This study aims to classify zoning and grouping to produce recommendations for layouts. That way, the scope of interior design in solving residential problems is expected to be solved systematically so as to produce a layout that facilitates the needs of its inhabitants. The method used is qualitative with cultural approach (cultural studies) to describe spatial divisions in residential houses based on cultural activities of the overseas Minangkabau people. Data was collected using documentation and interviews. The findings of this study are related to spatial arrangements in the house of the overseas Minangkabau people in providing space to fulfill the activities carried out by Minangkabau people today. The layout of the overseas Minangkabau people has a shape in the front has an area of ​​space that can accommodate the number of residents and relatives of same clan. This research is able to become the basis for criticism and evaluation for developers to design housing in the future.