Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Perendaman Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Terhadap Kualitas Eksterior dan Interior Telur Konsumsi R. Riskayanti; Firdaus Husein; Nur Fitri Ramadhan; Fitri Armianti Arief; Irma; Stefani F. Hayati; Rizki Prasetya
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v8i1.2975

Abstract

Telur ayam merupakan produk peternakan yang mudah rusak sehingga memerlukan metode pengawetan, salah satunya melalui perendaman dengan ekstrak bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) yang mengandung tanin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak (30, 40, 50%) dan lama perendaman (12, 24, 36 jam) dengan dua ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi signifikan (P>0,05) antara konsentrasi dan lama perendaman terhadap sebagian besar parameter kualitas telur. Namun, secara deskriptif ekstrak bawang dayak mampu menekan peningkatan pH albumin dan yolk melalui peran tanin dan fenolik dalam menghambat penguapan CO₂ serta mencegah kontaminasi mikroba. Rataan pH albumin berkisar 7,16–7,42, sedangkan pH yolk menurun pada konsentrasi 30–40% dan relatif stabil selama perendaman. Yolk score meningkat pada konsentrasi 30% dengan nilai 8,56 dibanding kontrol 7,72, menunjukkan perbaikan intensitas warna kuning telur. Secara umum, perendaman dalam ekstrak bawang dayak mampu memperlambat penurunan kualitas eksterior dan interior telur serta berpotensi memperpanjang masa simpan telur konsumsi
POTENSI DAYA SAING PETERNAKAN RAKYAT SAPI POTONG DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH BAGIAN BARAT Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Erlina Astuti; Donatalia Desi Hadu; Florida Sina
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7261

Abstract

ABSTRACT Beef cattle farming plays a vital role in national meat supply and regional economic development. The western region of Central Kalimantan, comprising Kotawaringin Barat, Lamandau, and Sukamara Regencies, holds substantial potential for the development of this sector due to its abundant land and feed resources. This study aims to analyze the competitive and comparative advantages of beef cattle farming using the Policy Analysis Matrix (PAM) approach. The research was conducted from January to March 2025 using a census method involving 45 farmers (15 farmers per regency) with a minimum herd size of 15 head. Data collected included production costs, revenues, input–output prices, and policy factors influencing the farming system. The PAM analysis was employed to assess competitive advantage (Private Cost Ratio/PCR) and comparative advantage (Domestic Resource Cost Ratio/DRCR), as well as the impact of policy on profitability. The results showed that beef cattle farming in the western region of Central Kalimantan possesses a competitive advantage, with a PCR value of 0.65, and a comparative advantage, with a DRCR value of 0.58, indicating efficiency both financially and economically. Government support in the form of local feed subsidies and cattle vaccination programs has enhanced profitability, although price distortions remain for certain production inputs. Optimizing oil palm–cattle integration, improving feed quality, and strengthening market access were identified as key strategies to further enhance competitiveness in the future.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENGETAHUAN GIZI PRODUK PADA USIA DINI DI SD MUTIARA ILMU KABUPATEN LAMANDAU Firdaus Husein; Monasdir; Lailatun Nisfimawardah; Erlina Astuti; Antonius Adhityawan Nugroho; Riskayanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/sjdeza08

Abstract

Abstrak  Asupan gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Anak-anak membutuhkan beragam zat gizi seperti karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan terutama protein. Protein dapat diperoleh dari konsumsi produk hasil ternak seperti daging, susu, dan telur. Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, anak-anak dapat terhindar dari risiko stunting dan gizi buruk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi SD Mutiara Ilmu mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, sekaligus memperkenalkan produk peternakan sebagai sumber pemenuhan gizi tersebut. Kegiatan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2025 selama kurang lebih 60 menit, bertempat di SD Mutiara Ilmu, Kabupaten Lamandau. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan, dilanjutkan dengan penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan aksi gizi berupa pembagian produk peternakan, yaitu susu dan sosis daging sapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, banyak siswa mulai mengenal dan menunjukkan ketertarikan terhadap konsumsi produk peternakan. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan status gizi anak-anak di wilayah tersebut. Kata Kunci : Peternakan, Gizi, Siswa.  
Optimalisasi limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture dengan dukungan inovasi digital pada kelompok tani Sumber Usaha Muda Firdaus Husein; Erlina Astuti; Ika Fitriani Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40449

Abstract

Abstrak Limbah peternakan sapi potong memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik, namun pemanfaatannya masih belum optimal di Kelompok Tani Sumber Usaha Muda, Kabupaten Lamandau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata pre-test 58,4 menjadi 86,7 pada post-test. Peserta juga mampu memproduksi pupuk organik granul secara mandiri melalui proses fermentasi, granulasi, pengeringan, dan pengemasan. Selain itu, kelompok tani berhasil menerapkan pemasaran digital melalui Instagram dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Penerapan konsep agrosilvopasture mampu menciptakan sistem pertanian terintegrasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan nilai tambah limbah sapi potong, memperkuat kapasitas kelompok tani, serta mendukung transformasi digital dalam pemasaran produk pertanian. Kata kunci: limbah sapi potong; pupuk organik granul; agrosilvopasture; digital marketing; pemberdayaan masyarakat. Abstract Beef cattle manure has great potential as raw material for organic fertilizer; however, its utilization in the Sumber Usaha Muda Farmer Group, Lamandau Regency, is still not optimal. This Community Service Program (PKM) aims to improve the knowledge and skills of group members in processing cattle waste into agrosilvopasture-based organic granular fertilizer and in utilizing digital technology for product marketing. The methods include extension activities, training, technology demonstration, hands-on practice, and continuous mentoring. The results show an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score rising from 58.4 to 86.7 in the post-test. Participants were also able to independently produce organic granular fertilizer through fermentation, granulation, drying, and packaging processes. In addition, the farmer group successfully implemented digital marketing through Instagram and Shopee to expand market reach. The application of the agrosilvopasture concept has created an integrated, environmentally friendly, and sustainable farming system. Overall, this program successfully increased the added value of livestock waste, strengthened the capacity of farmer groups, and supported digital transformation in agricultural product marketing. Keywords: cattle waste; organic granular fertilizer; agrosilvopasture; digital marketing; community empowerment.
PENYULUHAN DETEKSI BERAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DI DESA SUMBER MULYA KABUPATEN LAMANDAU Lailatun Nisfimawardah; Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Riskayanti Riskayanti; Erlina Astuti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5115-5121

Abstract

Potensi Sumber daya Alam (SDA) pada bidang peternakan terus mengalami peningkatan di Desa Sumber Mulya Kabupaten Lamandau. Peningkatan terjadi sebab masyarakat di Desa Sumber Mulya Kabupaten Lamandau mulai mengembangkan usaha peternakan. Meningkatnya keinginan masyarakat terhadap usaha ternak selaras dengan kebutuhan konsumsi protein hewani yang terus meningkat dari tahun ke tahun.  Hal tersebut akan berjalan selaras dengan adanya pengelolaan manajemen peternakan dengan baik. Permasalahan yang sering timbul ialah ternak tidak selalu bunting dalam tiap tahunnya. Rata-rata masyarakat masih menggunakan kawin alam sebagai alternatif pengembangan usaha peternakan khususnya sapi potong. Permasalahan ini semakin di perkuat dengan melemahnya deteksi berahi dan sistem rekording. Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu teknologi reproduksi ternak apabila diterapkan akan efisien dan sistem kawin dan kebuntingan pada ternak dapat diatur. Perbandingan kawin alam 1 pejantan hanya bisa mengawinin 1 ekor betina akan tetapi jika menggunakan IB masyarakat tidak perlu membeli pemacek/pejantan cukup dilakukan secara inseminasi. Hal tersebut tentunya harus didukung oleh perencanaan IB dengan baik agar target kebuntingan tercapai. Metode partisipatif masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi bersama masyarakat akan menghasilkan studi kasus dan dapat dipecahkan bersama melalui penjelasan gambar dalam brosur akan memberikan pemahaman lebih sederhana dan dipahami masyarakat.