Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Untuk Meningkatkan Kesehatan Bagi Santri Dayah Nurul Huda Ajee Cut Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar: Penelitian Ambia Nurdin; Zamzami; Zahrul Fuadi; Mulyadi; Ricky Dear Fitria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.440

Abstract

perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pra expriemental jenis one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah santri di Dayah Nurul Huda Ajee Cut Aceh Besar, jumlah Sempel yang diambil sebanyak 18 responden. Diketahui bahwa pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dikategorikan tinggi sebanyak 5 responden atau 27%. dapat diketahui bahwa pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan dikategorikan tinggi sebanyak 18 responden atau 100%. perbedaan penyuluhan tentang pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebelum dan sesudah sebagian besar responden meningkat dari nilai rata-rata 1.00 menjadi 2.00. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil positif dari proses penyuluhan yang dilakukan
THE RELATIONSHIP BETWEEN STUNTING AND STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL/MINISTRY IN THE WORKING AREA OF LIGAN PUSKESMAS, ACEH JAYA DISTRICT Ambia Nurdin; Fauzan; Muhammad; Zamzami; Bukhari; Murtadhahadi; Mohd Isa T.Ibrahim; Mulyadi; Zahrul Fuadi; Mahyuddin
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v3i1.592

Abstract

The incidence of stunting (short) under five is a major nutritional problem in all countries. Based on three years of nutritional status monitoring (PSG) data, stunting in Indonesia shows that stunting has the highest prevalence compared to other nutritional problems such as malnutrition, wasting, and obesity. This is due to the pregnancy process of mothers who experience malnutrition during pregnancy, low Early Breastfeeding Initiation (IMD), and inadequate provision of MP-ASI. This study aims to determine the relationship between stunting and student achievement in SD/MIN schools in the work area of ​​the Ligan Health Center, Aceh Jaya Regency. This study uses a type of quantitative research. The population of this study were all SD/MIN students in the working area of ​​the Ligan Health Center, Aceh Jaya Regency in 2022. The respondents used were students aged 7-12 years and had complete report cards. Researchers took samples using the consecutive sampling method. The samples obtained were 49 samples from different schools. This research was conducted in 3 schools in the working area of ​​SD/MIN Puskesmas Ligan, Aceh Jaya Regency. There were 18 children from SD 12, 15 children from SD 2 and 17 children from MIN 8. The statistical test analysis used the Chi-Square Test, while the student measurements used a meter, then plotted onto the CDC-2000 curve to see TB according to age. The research results obtained 49 students as respondents. The average respondent was found at the age of 7 years (30.6%), and the least was found at the age of 12 years (6%). The results of the analysis test showed that there was no significant relationship between stunting and learning achievement (0.452 > 0.05). Conclusion: There is no significant relationship between stunting and student achievement.
Penyuluhan Tentang Kenakalan Remaja, Bahaya Gedget, Bahaya Merokok Dan Bahaya Bergadang Pada Siswa-Siswi Sma Negeri Jangka Buya Pidie Jaya Ambia Nurdin; Idal Bahri; Yunida Pangastuti; Cut Megawati; Tarmizi; Zakiyuddin
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 1 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i1.195

Abstract

Dampak negatif gadget, bahaya rokok dan bahaya begadang bagi siswa dapat dicegah dengan memberikan penyuluhan. Diharapkan setelah diberikan penyuluhan, siswa dapat memahami bahaya gadget, bahaya rokok dan bahaya ganda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan tentang bahaya gadget, bahaya merokok, dan bahaya begadang dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SMA Negeri Jangka Buya Pidie Jaya. Desain penelitian adalah pre-experimental design dengan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri Jangka Buya Pidie Jaya yang berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling, sebanyak 60 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik paired simple t-test dengan taraf signifikansi 94% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan berada pada kategori sedang sebanyak 23 siswa (43,8) dan pada kategori tinggi sebanyak 37 siswa (56,3%), setelah diberikan penyuluhan pengetahuan siswa meningkat yaitu kategori sedang. 14 siswa (12,5%) dan kategori tinggi sebanyak 46 siswa (87,5%). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji t sederhana berpasangan menunjukkan nilai p = 0,01 sehingga dapat dikatakan ada perbedaan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang bahaya gadget, bahaya merokok, dan bahaya begadang di SMA Negeri Jangka Buya Pidie Jaya.
Efektivitas Pemberian Bubur Instan Berbasis Labu Kuning terhadap Peningkatan Berat Badan dan Tinggi Badan Baduta dengan Risiko Stunting di Wilayah Puskesmas Gunung Meriah, Aceh Singkil Indah Sari Bancin; Ambia Nurdin; Dian Rahayu; Khairuman Khairuman
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7699

Abstract

Stunting remains a major chronic nutritional problem in Indonesia, including Aceh, and has serious impacts on children’s physical growth and cognitive development. Prevention efforts require appropriate, practical, and sustainable nutritional interventions, including the use of local foods such as pumpkin, which is rich in beta-carotene, vitamin A, carbohydrates, and fiber, and can be combined with animal and plant protein sources. This study aimed to evaluate the effectiveness of an instant pumpkin-based porridge in improving the weight and height of children aged 6–24 months who are at risk of stunting in the Gunung Meriah Health Center area. The study used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group involving 41 children divided into intervention and control groups. The intervention group received the instant porridge for 21 days. Data analyzed using paired t-tests and independent t-tests showed significant improvements in the intervention group’s weight and height (p<0.05). The pumpkin-based instant porridge proved effective as a local food–based nutritional intervention and has the potential to be integrated into supplementary feeding programs and regional nutrition policies with broader coverage and longer duration..
Efektivitas Penyuluhan Stunting Pada Anak di Desa Meugit Kaye Panyang Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Ambia Nurdin; Mutadhahadi Mutadhahadi; Rizka Auva Rafiqi; Amiruddin Amiruddin; Zakiyuddin Zakiyuddin; Ricky Dear Fitria; Fauzi Aldina; Hendra Cipta; Muhammad Haikal
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v3i1.2181

Abstract

According to the WHO report quoted from Riskesdas in 2018 the target of stunting in Indonesia was 20% but in 2013 the stunting rate was 37.2% but in 2018 there was a decrease to 30.8%. This study used a pre-experimental design with the type of one group pretest-posttest design. In the study the independent variable was the provision of education about stunting, while the dependent variable was the knowledge of the women of Meugit kaye panyang village, kec. City of two, district. Pidie triumph. The questionnaire in this study was used to examine the effect of counseling about stunting on increasing the knowledge of meugit kaye panyang village women. The number of samples taken was 17 respondents. It is known that knowledge before being given counseling is categorized as high by 5 respondents or 29%. It can be seen that knowledge after being given counseling is categorized as high by 17 respondents or 100%. It is known that there was an increase in the average knowledge of the respondents after being given counseling where the measurement results showed that all respondents obtained scores in the high category, these results showed positive results from the counseling process carried out.
Basmi Scabies Dan Faktor Yang Menyebabkan TertularnyaScabies Pada Santri Dita Safira Bustamam; Ambia Nurdin; Kiki Asrifa; Khairuman; Meylissa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): April–June, Community Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xaxqa658

Abstract

Skabies merupakan infeksi ektoparasit pada manusia yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Sarcoptes scabies termasuk ke dalamfilum Artropoda, kelas Arachnida, dan ordo Acarina. Infeksi skabies terjadi akibat kontak langsung kulit ke kulit atau transmisi dari tungau yang melekat pada pakaian, selimut, atau handuk. Skabies terjadi di seluruh dunia dengan prevalensi sekitar 300 juta kasus per tahun. Infeksi skabies menjadi endemik di kalangan masyarakat miskin, namun tingkat pervalensinya bervariasi. Manifestasi klasik skabies adalah gatal yang lebih sering pada malam hari dengan wajah dan leher yang tidak terpengaruh. Temuan khas pada penyakit ini adalah terowongan yang mungkin tidak selalu terlihat. Masa inkubasi sebelum gejala terjadi adalah 3-6 minggu. Individu yang didiagnosis skabies dan setiap orang yang kontak dengannya harus mendapatkan terapi meskipun tidak disertai tanda dan gejala. Skabisid harus digunakan ke seluruh tubuh dari mulai daerah dagu dan telinga ke bawah. Pasien dengan imunokompromais dan dengan krusta skabies dapat menunjukkan resistensi terhadap terapi topikal dan membutuhkan terapi insektisida sistemik seperti ivermektin oral.