Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengendalian Kualitas Produk Sablon Souvenir Keramik dengan Metode Seven Tools Windyaningrum, Theresia Liris; Indrawati, Chatarina Dian; Murdapa, Petrus Setya
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9270

Abstract

Pengendalian kualitas menjadi salah satu faktor penting untuk meminimasi kecacatan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cacat produk sablon souvenir keramik pada Ina Souvenir. Metode analisis menggunakan pendekatan seven tools yang dapat membantu menganalisis penyebab kecacatan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama terjadinya cacat produk pada pengerjaan sablon souvenir keramik adalah stiker sobek saat penempelan pada media keramik (41%), warna stiker buram (28%), serta pemasangan stiker yang miring (22%). Permasalahan ini terjadi dikarenakan tenaga kerja yang kurang teliti, penggunaan kertas stiker decal dan tinta printer yang kurang berkualitas, serta pelapisan clear cover coating pada kertas stiker decal yang kurang merata. Usulan perbaikan untuk meminimasi tingkat kecacatan pada sablon souvenir keramik yaitu pengawasan produksi secara lebih intensif, penggunaan kertas stiker dan tinta printer premium, serta proses pelapisan clear cover coating pada kertas decal yang diulang beberapa kali agar stiker tidak mudah sobek
Pemodelan Proses Assembly Menggunakan Bahasa System Dynamics Windyaningrum, Theresia Liris; Murdapa, Petrus Setya
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.925

Abstract

Proses assembly (perakitan) umum digunakan dalam berbagai sistem keindustriaan manufaktur. Selama ini, pemodel menggunakan teknik matematis, ataupun simulasi diskrit untuk memenuhi keperluan analisis kinerja sistem tersebut. Paper ini mencoba memberikan bukti dan gambaran bahwa metode system dynamics yang selama ini dikenal sebagai sarana pemodelan simulasi kontinyu dapat pula digunakan untuk pemodelan sistem lintasan assembly yang adalah suatu sistem diskrit. Sistem yang dikaji sebagai bahasan dalam paper ini adalah sistem proses assembly, di mana ada proses-proses pabrikasi komponen-komponen assembly yang diperlukan yang mendahului proses assembly tersebut. Dari dua pengujian yang dilakukan terhadap hasil yang diberikan oleh model yang tersusun dapat disimpulkan bahwa proses assembly dapat dimodelkan dengan bahasa system dynamics.
Edukasi Pemanfaatan Biomassa Menjadi Arang dan Briket Skala Rumah Tangga Menggunakan Reaktor Double Barrel Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3070

Abstract

Sampah organik kering seperti serpihan kayu, bambu, ranting, dan daun kering masih banyak dijumpai di lingkungan permukiman, tetapi pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah biomassa menjadi arang menggunakan reaktor double barrel serta memanfaatkannya sebagai bahan baku briket. Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 di RW 11 Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan arang dan briket, serta diskusi interaktif. Reaktor terdiri atas dua tabung koaksial, yaitu tabung bagian dalam sebagai ruang pirolisis dan tabung luar sebagai ruang pembakaran. Sebanyak 10 peserta yang terdiri atas 6 ibu rumah tangga, 3 bapak-bapak, dan 1 Ketua RW mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Hasil uji coba menunjukkan bahwa reaktor mampu menghasilkan arang dari biomassa bambu, meskipun masih menghasilkan asap dalam jumlah cukup banyak akibat kadar air biomassa dan bahan bakar yang belum benar-benar kering. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan modifikasi reaktor dengan menambahkan ventilasi udara pada tabung luar untuk meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna dan produksi asap berkurang. Demonstrasi pembuatan briket juga memperoleh respons positif karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung proses pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Kegiatan ini menunjukkan bahwa reaktor double barrel merupakan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan pada skala rumah tangga. Penerapan teknologi ini berpotensi mendukung pengelolaan limbah biomassa yang lebih produktif, menghasilkan bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah secara ramah lingkungan.
Perhitungan Ketinggian Tambahan Optimal Pada Sistem Filtrasi Pasir Dua Tabung Terbuka Seri Petrus Setya Murdapa; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i2.1448

Abstract

Kajian ini mengusulkan metode perhitungan untuk menentukan ketinggian tambahan minimal pada sistem filtrasi pasir dua tabung terbuka yang disusun seri. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan persamaan Ergun dan pendekatan Darcy–Weisbach untuk menghitung penurunan tekanan saat aliran air melewati media pasir. Tekanan hidrostatis pada masing-masing tabung kemudian dikaitkan dengan hasil perhitungan tersebut guna menetapkan kenaikan ketinggian yang diperlukan agar aliran tetap lancar tanpa menimbulkan luapan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tambahan ketinggian minimal yang dibutuhkan adalah sekitar 12,1 cm untuk tabung pertama dan 11,2 cm untuk tabung kedua, yang kemudian dibulatkan menjadi 13 cm untuk implementasi di lapangan. Pengujian fisik menunjukkan bahwa aliran berlangsung lancar tanpa luapan, menegaskan keandalan metode ini dalam perancangan sistem filtrasi pasir dua tabung terbuka. Temuan ini memberikan dasar numerik penting dalam desain sistem filtrasi pasif berbasis gravitasi.
Pemodelan System Dynamics Untuk Adopsi Teknologi Wearable Berbasis Dinamika Perilaku dan Konstruk TAM Didik Joko Pitoyo; Petrus Setya Murdapa; Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2239

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur model System Dynamics yang dibangun mampu mendeskripsikan mekanisme dasar adopsi wearable sebagaimana dikonstruksikan melalui interaksi promosi, perceived usefulness, word-of-mouth, dan social influence. Dengan menggunakan data ilustratif, simulasi memperlihatkan bahwa intensitas promosi dan peningkatan persepsi manfaat menghasilkan akselerasi adopsi pada fase awal, sementara WOM dan social influence yang lebih kuat mendorong pertumbuhan yang lebih bertahap dan menyerupai pola S-curve. Perilaku tersebut mencerminkan konsekuensi logis dari struktur loop penguatan dan penyeimbang yang dibangun di dalam model, sehingga lebih menekankan validitas konseptual daripada representasi empiris.Temuan-temuan yang dihasilkan bersifat eksploratif karena parameter dan data yang digunakan hanyalah contoh kasus. Oleh karena itu, hasil simulasi belum dapat diinterpretasikan sebagai gambaran kondisi populasi pengguna wearable yang sesungguhnya. Meski demikian, model ini menyediakan kerangka awal yang dapat digunakan untuk menguji berbagai intervensi promosi, penguatan jaringan sosial, dan strategi peningkatan persepsi manfaat dalam konteks adopsi teknologi digital.Untuk memperoleh rekomendasi kebijakan yang lebih definitif, penelitian selanjutnya perlu menggunakan data empiris, melakukan kalibrasi parameter secara sistematis, serta menambahkan mekanisme perilaku lain yang relevan. Dengan demikian, model dapat berkembang dari kerangka konseptual menjadi alat analisis kebijakan yang lebih representatif terhadap dinamika adopsi teknologi di lapangan.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Divisi Logistik Industri Manufaktur dengan Metode Full Time Equivalent Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum; Petrus Setya Murdapa; Wahyu Prabawati Putri Handayani
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2914

Abstract

Peningkatan volume pemesanan dan kompleksitas aktivitas logistik berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja pada Divisi Logistik PT XYZ. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keterlambatan penyelesaian pekerjaan, meningkatnya lembur, dan menurunnya kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja dan menentukan kebutuhan tenaga kerja optimal menggunakan Workload Analysis (WLA) dengan pendekatan Full Time Equivalent (FTE). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 15 karyawan Divisi Logistik. Data waktu siklus diolah menjadi waktu normal dan waktu baku dengan mempertimbangkan performance rating dan allowance sebesar 7%. Selanjutnya dilakukan perhitungan beban kerja dan nilai FTE untuk setiap karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karyawan memiliki nilai FTE di atas 1,00 yang mengindikasikan kondisi overload. Nilai FTE tertinggi terdapat pada staf pengadaan jasa dan investasi sebesar 2,65, diikuti staf gudang sebesar 2,43 dan staf logistik sebesar 1,92. Tingginya beban kerja terutama ditemukan pada aktivitas pengadaan dan pengelolaan gudang. Meskipun demikian, kebutuhan tenaga kerja tidak sepenuhnya mengikuti hasil pembulatan nilai FTE karena masih terdapat peluang redistribusi pekerjaan dan pengoptimalan aktivitas administratif. Berdasarkan hasil evaluasi, kebutuhan tenaga kerja optimal direkomendasikan bertambah 4 orang, terdiri atas 1 orang pada bagian logistik, 1 orang pada bagian ekspedisi dan gudang, serta 2 orang pada bagian pengadaan.
Dari Pabrik hingga Layanan: Teknik Industri sebagai Rekayasa Organisasi Produktif Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 101 No. 101 (2026): Special Issue Seminar Konstelasi Bali
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v101i101.13981

Abstract

Praktik Teknik Industri tidak lagi dapat dipahami semata sebagai rekayasa sistem manufaktur. Ia lahir dari pabrik, tetapi tidak berhenti di sana. Teknik Industri hidup dan berkembang dalam layanan, institusi publik, rantai pasok, serta tatanan sosial yang lebih luas. Paper ini mengajukan argumen bahwa Teknik Industri pada hakikatnya adalah rekayasa organisasi produktif, yakni rekayasa sistem sosial-teknis yang memungkinkan manusia, teknologi, proses, dan kebijakan berinteraksi secara terstruktur, adil, dan berkelanjutan. Dengan menjadikan asas-asas Teknik Industri sebagai jiwa metodologis, paper ini menegaskan posisi Teknik Industri sebagai disiplin nasional yang memiliki relevansi lintas sektor dan lintas generasi. Kontribusi utama paper ini adalah penyusunan kerangka konseptual yang memosisikan Teknik Industri bukan sebagai kumpulan alat, melainkan sebagai pendekatan sistemik terhadap keorganisasian produktif dalam konteks manufaktur, jasa, pemerintahan, dan sistem sosial.
Reformulasi Metode Holt Dalam Kerangka System Dynamics Untuk Peramalan Adaptif Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Chatarina Dian Indrawati
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i1.2406

Abstract

Metode Holt merupakan salah satu pendekatan pemulusan eksponensial yang luas digunakan untuk peramalan deret waktu bertendensi. Namun, formulasi klasiknya memperlakukan parameter pemulusan sebagai konstanta eksogen yang tidak bereaksi terhadap performa model. Penelitian ini mengusulkan reformulasi metode Holt dalam kerangka system dynamics (SD), dengan merepresentasikan komponen level, tren, serta parameter pemulusan sebagai variabel level yang saling berinteraksi melalui mekanisme umpan balik berbasis kesalahan peramalan. Dua kasus simulasi numerik digunakan untuk membandingkan perilaku dinamis Holt konvensional dan SD Holt. Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun kedua pendekatan memiliki struktur matematis dasar yang ekuivalen, keberadaan umpan balik adaptif pada SD Holt menghasilkan respons dinamis yang berbeda secara struktural, terutama pada kondisi data yang volatil. Dalam konteks rekayasa sistem produksi, formulasi SD Holt memungkinkan mekanisme peramalan yang terintegrasi dengan pengendalian kapasitas dan persediaan, sehingga lebih sesuai untuk dianalisis sebagai bagian dari sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang bersifat dinamis. Kontribusi utama penelitian ini adalah perluasan metode Holt dari algoritma statistik rekursif menjadi model sistem dinamis adaptif yang eksplisit secara struktural.