Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANAK SEHAT, MASA DEPAN CERAH: PROGRAM PENGENALAN DIABETES DAN LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN DI KALANGAN ANAK-ANAK H Wada, Fauziah; Mara Imbang Satriawan Hasiolan; Indah Puspitasari; Maratun Shoaliha; Giska Dhea Maharani; Syarifah Meutia Goce
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 11: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i11.8804

Abstract

Peningkatan prevalensi diabetes melitus pada anak-anak meningkat 70 kali lipat dari tahun 2010 hingga 2023. Konsumsi minuman berpemanis yang tinggi di sekolah menjadi perhatian utama karena dampaknya terhadap kesehatan anak-anak. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa Sekolah Dasar tentang bahaya konsumsi gula berlebihan dan minuman berpemanis. Metode: Pengabdian ini menggunakan metode edukasi interaktif dan pemeriksaan kesehatan berbasis komunitas. Hasil: Pemeriksaan Kadar Gula Darah: Dari 112 siswa, 107 siswa memiliki kadar gula darah normal, 4 siswa mengalami hipoglikemia, dan 1 siswa mengalami hiperglikemia. Edukasi tentang Diabetes dan Bahayanya: Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang bahaya diabetes dan pentingnya mengontrol asupan gula. Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya diabetes dan pentingnya pola hidup sehat. Sekolah berperan aktif dalam mendukung kesehatan siswa melalui berbagai media edukasi.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK SEMBUH KOTA BEKASI Shoaliha, Maratun
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i1.517

Abstract

Pelayanan kefarmasian di masa kini orientasinya telah berubah dari drug oriented menjadi patient oriented. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Sembuh Kota Bekasi. Penelitian ini disajikan dengan deskriptif non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup terhadap 95 responden. Teknik analisis data dengan metode servqual untuk mengetahui kepuasan pasien dari tiap dimensi dan metode importance performance analysis (IPA) untuk menunjukkan aspek dari pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan. Hasil karakteristik responden mayoritas berusia 36-45 tahun (36,8%), berjenis kelamin perempuan (63,2%), pendidikan terakhir S1/Diploma (48,4%) dan pekerjaan karyawan swasta/wiraswasta (49,5%). Hasil analisis gap menujukkan terdapat satu dimensi dengan nilai gap negatif yaitu dimensi reliability (-0,05) dan empat dimensi lainnya dengan nilai gap positif yaitu dimensi tangible (0,01), responsiveness (0,09), assurance (0,01), emphaty (0,00). Hasil analisis IPA menujukkan terdapat satu atribut yang berada pada kuadran A. Kesimpulannya yaitu secara keseluruhan pasien sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, dengan rata-rata keseluruhan nilai gap (0,01). Atribut emphaty 1 menjadi prioritas utama perbaikan, artinya petugas apotek kurang peduli akan keperluan pasien sehingga membuat pasien tidak puas dalam memberikan palayanan dengan tujuan demi kesehatan pasien. 
SEMESTA:SKRINING MANDIRI PENYAKIT TIDAK MENULAR UNTUK REMAJA SEHAT DAN TANGGUH Puspitasari, Indah; Fauziah H Wada; Maratun Shoaliha; Amzal Mortin Andas; Tenri Nurwahidah, Andi; Ashar Prima
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 02 (2025): MARET 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat bertajuk SEMESTA: Skrining Mandiri Penyakit Tidak Menular untuk Remaja Sehat dan Tangguh dilaksanakan di Sekolah Strada Budiluhur, Bekasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan remaja SMP dalam mendeteksi risiko penyakit tidak menular (PTM) secara mandiri sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat. Fokus utama kegiatan ini meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, pelatihan tenaga pengabdi, dan penyusunan materi edukasi. Tahap pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif tentang PTM, skrining kesehatan (pengukuran indeks massa tubuh, tekanan darah, dan wawancara terkait pola hidup), serta lokakarya tentang pola makan sehat dan aktivitas fisik. Para peserta juga diajak menyusun komitmen bersama untuk menerapkan gaya hidup sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan serta pemantauan perubahan perilaku sebulan setelah kegiatan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman remaja terkait PTM dengan rata-rata kenaikan skor post-test sebesar 70%. Selain itu, terdapat perubahan perilaku positif, seperti peningkatan konsumsi makanan bergizi dan kebiasaan berolahraga. Program ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah, siswa, dan orang tua karena memberikan dampak yang nyata dalam membentuk remaja yang lebih peduli terhadap kesehatan.
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Kehalalan Obat Di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi Shoaliha, Maratun; Febriani, Riska; Wada, Fauziah H
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.21494

Abstract

Obat halal menjadi isu yang sangat penting untuk di bahas mengingat masih banyak ditemukannya obat-obatan yang diduga mengandung bahan-bahan haram dan belum bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 130 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Sosiodemografi responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,5%), usia 26-35 tahun (31,5%), pendidikan SMA/SMK (43,8%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,2%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (51,5%). Hasil dari persepsi responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (60%). Hasil dari sikap responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (53,1%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,009) dan ada hubungan antara persepsi terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,000).Obat halal menjadi isu yang sangat penting untuk di bahas mengingat masih banyak ditemukannya obat-obatan yang diduga mengandung bahan-bahan haram dan belum bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 130 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Sosiodemografi responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,5%), usia 26-35 tahun (31,5%), pendidikan SMA/SMK (43,8%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,2%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (51,5%). Hasil dari persepsi responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (60%). Hasil dari sikap responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (53,1%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,009) dan ada hubungan antara persepsi terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,000).
Exploring the Relationship Between Procrastination and Academic Stress in University Students Pangestu, DWI; Puspitasari, Indah; Woro Listyorini, Meria; Shoaliha, Maratun
Nursing Genius Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Nursing Genius Journal Vol. 2 No. 2 April 2025
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v2.i2.2025.112

Abstract

Background: Academic procrastination is commonly observed among university students, often associated with academic stress, particularly in health sciences programs where academic demands are substantial.  Methods: A pre-experimental study was conducted at Siloam Hospitals Lippo Village involving 39 participants meeting specific inclusion criteria (PIVAS score 2–3, age ≥3 years, and consent to participate). Additionally, a cross-sectional survey was administered to 178 university students from Bani Saleh University to assess levels of procrastination and academic stress. Data were analyzed using univariate and bivariate statistical methods, including paired t-tests and Wilcoxon signed-rank tests for clinical measures, and correlation analysis for student responses. Results: The majority of student participants were late adolescents (98.3%), female (88.4%), and enrolled in undergraduate programs (55.2%). Procrastination levels were predominantly moderate (95.6%), as were academic stress levels (59.7%). Age was found to have a moderating effect on stress management capacity, with older students exhibiting better coping mechanisms. Although female students dominated nursing programs due to cultural and personal factors favoring caregiving roles, they also reported higher stress levels, potentially influenced by hormonal and psychosocial factors. Conclusion: No statistically significant association was found between procrastination and academic stress (P = 0.417). These findings suggest that while both variables are prevalent, they may operate independently, influenced by distinct underlying factors.
Hubungan Persepsi Mahasiswa Keperawatan Terhadap Pola Asuh Orangtua Dengan Tingkat Percaya Diri Mara Imbang Satriawan Hasiolan; Fauziah H Wada; Maratun Shoaliha; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dalam rentan usia 10-21 tahun, merupakan kelompok usia yang dapat dikatakan sebagai remaja. Pada usia ini remaja akan cenderung merasa labil dan emosional serta perasaan yang dapat berubah degan cepat, misalnya, rasa kepercayaan diri seseorang yang tiba-tiba berubah menjadi ragu-ragu. Aspek penting dalam diri seorang remaja adalah kepercayaan diri yang terkadang akan mengalami banyak masalah dalam dirinya, dan tidak semua orang memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi. Dalam mebentuk rasa kepercayaan diri seorang anak pasti tidak terlepas dari peran dan pola asuh yang diberikan oleh orangtua. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua terhadap tingkat percaya diri pada mahasiswa prodi S1 Keperawatan di STIKES Bani Saleh Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menjelaskan korelasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian 89 mahasiswa prodi S1 Keperawatan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisa data menggunakan Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini sebanyak (65.2%) remaja mendapatkan pola asuh demokratis memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan (21.3%) memiliki kepercayaan diri sedang dibanding dengan yang mendapatkan pola asuh permisif (7.9%) memiliki kepercayaan diri sedang dan (5.5%) memiliki kepercayaan diri tinggi dengan nilai P value 0.017 <a= 0.05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orangtua dengan tingkat percaya diri pada mahasiswa prodi S1 Keperawatan di STIKES Bani Saleh Kota Bekasi
The Relationship Between Pregnant Women's Knowledge About Antenatal Care and Their Antenatal Visit Behavior in the Working Area Public Health Center Bekasi Sari, Leni Permata; Sunirah, Sunirah; Puspitasari, Indah; Shoaliha, Maratun; Irwanto, Moh. Firman
Nursing Genius Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Nursing Genius Journal Vol. 2 No. 1 Januari 2025
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v2.i1.2025.79

Abstract

Low levels of knowledge about Antenatal Care (ANC) among pregnant women contribute to reduced participation in antenatal visits. Adequate knowledge is expected to strongly motivate pregnant women to take care of themselves and their pregnancies by adhering to the advice provided by antenatal care providers. Objective: This study aims to examine the relationship between pregnant women's knowledge about ANC and their antenatal visit behavior.Methods: This research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 104 respondents, selected through accidental sampling. The variables analyzed included pregnant women's knowledge about ANC, their antenatal visit behavior, and family support.Results: The highest proportion of respondents demonstrated good knowledge about ANC (95.2%). A majority also exhibited good antenatal visit behavior (78.8%), and most received moderate family support (83.7%). Conclusion: The study findings indicate a positive relationship between pregnant women's knowledge of ANC and their antenatal visit behavior at the Karang Kitri Public Health Center in Bekasi City, with a generally favorable outcome.
PELATIHAN SATUAN TUGAS (SATGAS) REMAJA SIGAP PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL MENGGUNAKAN BONEKA (BOoklet daN pEta sKemA) H Wada, Fauziah; Puspitasari, Indah; Shoaliha, Maratun; Hasiolan, Mara Imbang Satriawan; Andas, Amzal Mortin
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual pada anak dan remaja merupakan permasalahan serius yang membutuhkan upaya preventif berbasis pendidikan dan pemberdayaan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mencegah kekerasan seksual melalui pembentukan dan pelatihan Satuan Tugas (Satgas) Remaja Sigap menggunakan media edukatif inovatif BONEKA (BOoklet daN pEta sKemA). Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu studi pendahuluan, persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Margahayu IX, Bekasi, dengan peserta perwakilan siswa dari setiap kelas. Media BONEKA digunakan sebagai alat bantu visual dan informatif dalam memahami jenis kekerasan seksual, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap isu kekerasan seksual, terbentuknya lima kelompok Satgas yang aktif melakukan edukasi sebaya, serta meningkatnya keberanian siswa dalam menyampaikan kasus atau tanda kekerasan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dengan media BONEKA efektif dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan partisipasi remaja terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual berbasis sekolah dan komunitas.
Edukasi dan Deteksi Dini Anemia pada Siswa SMA: Meningkatkan Kesadaran Gizi untuk Generasi Sehat Nurwahidah , Andi Tenri; Fauziah H Wada; Maratun Shoaliha; Indah Puspitasari; Rizma Yogi Putri Wiyadi; Arisca Wanda Ramadhani
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.703

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi tinggi pada remaja, khususnya remaja putri. Intervensi berbasis sekolah direkomendasikan sebagai strategi promotif-preventif yang efektif. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi anemia serta melakukan deteksi dini melalui edukasi interaktif dan skrining hemoglobin. Sebanyak 100 siswa SMA jurusan farmasi mengikuti pre-test, edukasi, post-test, dan pemeriksaan hemoglobin. Analisis menggunakan uji t berpasangan menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p < 0,001). Skrining menunjukkan 30% siswa mengalami anemia ringan–sedang. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan skrining efektif meningkatkan kesadaran gizi serta mendeteksi kasus anemia secara dini. Program ini direkomendasikan sebagai model intervensi berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Loneliness in the Elderly: A Community-Based Assessment of Prevalence and Demographic Correlates in Bekasi, Indonesia Prima, Ashar; Rahayu, Istiana; Andas, Amzal Mortin; Firman Irwanto, Moh; Lanahdiana, Lu’lu; Shoaliha, Maratun; Romantika, I Wayan
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 1 (2026): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 1 January 2026
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v1.i1.2026.180

Abstract

Background: Loneliness among the elderly is a critical public health concern associated with adverse mental and physical health outcomes. In Indonesia, rapid urbanization and shifting family structures may exacerbate this issue, yet data on its prevalence at the primary healthcare level remain limited. Objective: This study aimed to assess the prevalence of loneliness and identify key demographic correlates among community-dwelling elderly in the working area. Methods: A community-based cross-sectional study was conducted from March to June 2024. Using consecutive sampling, 109 elderly participants aged ≥60 years were enrolled. Data were collected using the validated Indonesian version of the UCLA Loneliness Scale (Version 3) and a structured demographic questionnaire. Descriptive statistics and frequency distributions were used for data analysis. Results: The study revealed that 74.3% of participants experienced mild loneliness, while 16.5% reported no loneliness, 8.3% had moderate loneliness, and 0.9% experienced severe loneliness. Significant demographic correlates included female gender (72.5%), age 60-69 years (78.9%), elementary education level (47.7%), unemployment status (69.7%), widowhood (51.4%), and low income (<IDR 1,500,000; 87.2%).Conclusion: Mild loneliness is prevalent among the elderly in this community, with distinct demographic correlates. These findings emphasize the need for targeted, community-based psychosocial interventions integrated into primary healthcare services to address loneliness among vulnerable elderly populations.