Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EARLY INTERVENTION OF SPEECH AND LANGUAGE DEVELOPMENT PROBLEMS IN CHILDREN WITH CLEFT LIP AND PALATE Anggi Resina Putri; Nadya Susanti; Alviani Vivi Sutanto
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14200

Abstract

Children with cleft lip and palate (CLP) can have language and speech difficulties. This happens because of changes in the orofacial anatomical structure, so there are some limitations in articulation abilities. In addition to speech-sound disorders, children with cleft lip and palate often experience problems with language skills due to a limited vocabulary as well as syntactic and morphological abilities. Children with CLP can experience problems with sentence structure and speech speed (words per minute), so children with cleft lip and palate often experience language delays. The research conducted is a systematic research review. This research was conducted by searching for and selecting five types of data from the results of previous studies and from the results of clinical trials conducted on different ethnicities, races, and locations around the world. Research information was retrieved from databases, including PubMed, Wiley, and Google Scholar. The data analysis technique used in this systematic review is the data extraction method. The results showed that the search for articles that matched the searches and explanations about early handling of language development in children with cleft lip and palate, namely. Early intervention with parental assistance. There were five articles on the results of interventions in children with cleft lip and palate, namely, early intervention after the cleft lip and palate fusion process and educational support for parents.
Hubungan Intensitas Menonton Televisi terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 4-6 Tahun di TK Muslimat Nu Demak Isnadia Mega Zulfiani; Nadya Susanti; Anisyah Dewi Syah Fitri
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 1 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v1i1.27

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan Bahasa disebabkan oleh banyak faktor, dan salah satunya karena diakibatkan terlalu seringnya anak menonton televisi. Hampir di setiap daerah dapat ditemui anak-anak yang menghabiskan banyak waktunya di depan televisi. Sedangkan kasus permasalahan bahasa dan bicara semakin meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton televisi terhadap kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-6 tahun di TK Muslimat NU Demak. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif serta menggunakan deskriptif korelasional sebagai desain penelitiannya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden yang terlibat terdiri dari 50 anak yang berusia 4-6 tahun di TK Muslimat NU Demak. Data yang terkumpul akan diolah menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariate menggunakan metode Kendall- Tau dengan aplikasi komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) seri ke 21. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara intensitas menonton televisi terhadap kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-6 tahun di TK Muslimat NU Demak yaitu semakin tinggi intensitas menonton televisi maka kemampuan bahasa reseptif anak semakin kurang dari usianya. Nilai signifikansi yang didapat adalah sebesar 0.000 dan memiliki koefisien korelasi sebesar 0.853 yang menandakan kekuatan korelasi sangat kuat antar kedua variabel. Kesimpulan: Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa intensitas menonton televisi dapat mempengaruhi kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-6 tahun.
Hubungan Antara Bilingual dengan Kemampuan Kosakata pada Anak Usia Pra Sekolah di TK Bilingual Global Mentari Kota Depok Ghina Shofwati; Nadya Susanti
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v1i2.49

Abstract

Latar Belakang: Bilingualisme merupakan kemampuan seorang penutur untuk menggunakan dua bahasa dengan sama baiknya. Penggunaan bilingual berdampak pada perkembangan kosakata. Kebingungan bahasa antar B1 dan B2 yang dikuasai anak, mempersulit untuk berkomunikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memberikan gambaran tentang “Hubungan Antara Bilingual Dengan Kemampuan Kosakata Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Bilingual Global Mentari Kota Depok”. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, populasi yang tedapat dalam TK tersebut adalah 52 anak dan jumlah sampel yang digunakan adalah 30 responden. Data penelitian ini dianalisis secara univariate dan bivariate, uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji spearman rank. Hasil Penelitian : Pada hasil uji spearman rank diperoleh hasil nilai ρ sebesar 0.031 atau nilai ρ < 0.05, memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0.395 yang berada pada kategori lemah, dan memiliki arah korelasi yang searah. Kesimpulan : Terdapat korelasi atau hubungan positif dan lemah antara bilingual dengan nilai ρ sebesar 0.031, dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.395 pada anak usia pra sekolah di TK Bilingual Global Mentari.
Relationship between Cognitive Ability and Storytelling in Posyandu Lansia Sejahtera Mojosongo Surakarta Nurul Dwi Rahmawati; Nadya Susanti
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 7 No. 2 (2024): Vol 7, No 2, 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v7i2.277

Abstract

Storytelling is a form of spoken language used to convey information or experiences experienced by the communicator to others. Storytelling activities call on cognitive functions such as the ability to think, absorb, capture, and concentrate. Declining cognitive functions certainly have a major impact on older people's ability to think, remember, learn, and use language. This study aims to determine whether there is a relationship between cognitive ability and the ability to tell stories in the elderly. The research design used was cross-sectional. The respondents in this study were 38 people aged 60, and the collection technique used was purposive sampling. The data analysis used was the contingency coefficient test. The results of this study showed a significant value of 0.003 (p<0.05), meaning that there is a relationship between cognitive ability and storytelling ability in the elderly.
Pengaruh Respiration Training Terhadap Kemampuan Fonasi Pasien Dengan Unilateral Vocal Fold Paralysis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat Yekti Mahanani; Nadya Susanti; Anggi Resina Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4361

Abstract

Unilateral vocal fold paralisis merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan suara. Di RSPAD Gatot Soebroto, prevalensi terjadinya unilateral vocal fold paralysis sekitar 86% dari jumlah total pasien disfonia. Kondisi ini terjadi ketika posisi pita suara terbuka selama fonasi, sehingga udara yang dialirkan tidak dapat menggetarkan pita suara, menyebabkan suara serak dan terengah-engah, terjadinya penurunan durasi fonasi dan penurunan kenyaringan (Boone et al., 2020). Respiration training adalah salah satu latihan yang dapat membantu seseorang dengan gangguan suara untuk dapat meningkatkan kemampuan pernafasan yang kuat dalam berfonasi, sehingga dapat meringankan ketegangan yang terjadi pada pita suara dan memperbaiki pola pernafasan yang salah saat digunakan untuk mengkompensasi disfungsi laring (Desjardins & Bonilha, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian respiration training dalam meningkatkan kemampuan berfonasi bagi pasien suara  unilateral vocal fold paralysis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Penulis menggunakan  pre- Experimental Designs (non design) yang merupakan desain penelitian tanpa adanya variable kontrol dan sampel tidak dipilih secara random sebanyak 10 responden. Bentuk desain yang digunakan yaitu “One Groups Pretest-Posttest Design". Hasil uji hipotesis dengan Paired T test dengan nilai ρvalue adalah 0.006 yang artinya jika ρvalue < dari 0.05 maka disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Terdapat pengaruh respiration training terhadap kemampuan fonasi pasien dengan unilateral vocal fold paralysis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat.
Studi Komparatif Kualitas Suara Guru Sekolah Dasar dan Guru Sekolah Luar Biasa di Surakarta Putri Aprisilia; Anisyah Dewi Syah Fitri; Nadya Susanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53302

Abstract

Guru merupakan salah satu pengguna suara di tempat kerja yang memiliki risiko tinggi mengalami permasalahan suara. Studi terdahulu menunjukkan bahwa prevalensi gangguan suara pada guru mencapai 57,7%  jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok non-guru yang hanya 28,8%. Gangguan suara yang bersifat multifaktoral dapat menghambat komunikasi guru dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kualitas suara pada guru SD dan guru SLB di Surakarta berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, dan durasi mengajar. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif komparatif, dan desain cross sectional. Menggunakan teknik purposive sampling, sehingga melibatkan 129 responden (n = 129), terdiri dari 77 guru SD dan 52 guru SLB. Hasil uji mann whitney dan uji Spearmann rank correlation menunjukkan nilai (p = 0,100) sehingga tidak terdapat perbandingan diantara kedua kelompok, dengan rata-rata skor VHI guru SLB (1,13) lebih tinggi dibandingkan guru SD (1,05). Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, dan durasi mengajar dengan kualitas suara guru dengan nilai (p = 0,05).
Hubungan Kemampuan Sintaksis dengan Pemahaman Membaca pada Anak Kelas 3 Sekolah Dasar di Kecamatan Serengan Surakarta Sindy Ramadani Ritonga; R. Asto Soesyasmoro; Nadya Susanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan sintaksis dengan pemahamanmembaca pada anak kelas 3 sekolah dasar di Kecamatan Serengan Surakarta. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikpurposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 115. Instrumen penelitian yang digunakan adalah TesKemampuan Sintaksis dan Tes Pemahaman Membaca. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat danbivariat. Pengolahan data menggunakan uji statistik spearman rank. Berdasarkan hasil analisis data ujikorelasi menggunakan spearman rank diperoleh nilai signifikansi (ρ) sebesar 0,000, sehingga menunjukkanadanya hubungan antara kemampuan sintaksis dengan pemahaman membaca pada anak kelas 3 sekolah dasardi Kecamatan Serengan Surakarta. Besarnya hubungan tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi(r) = sebesar 0,645 yang berarti mempunyai hubungan positif dalam kategori kuat.Terdapat hubungankemampuan sintaksis dengan pemahaman membaca pada anak kelas 3 sekolah dasar di Kecamatan SerenganSurakarta.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DAN ORANGTUA DALAM MELAKUKAN DETEKSI PERMASALAHAN ARTIKULASI DI SLB NEGERI BOYOLALI Rizki Husadani; Dian Atnantomi Wiliyanto; Nadya Susanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37566

Abstract

Deteksi dini permasalahan artikulasi anak disabilitas yang perlu dilakukan oleh guru dan orang tua di Sekolah maupun di rumah untuk menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dan orang tua dalam melakukan deteksi dini dalam hal ini adalah identifikasi awal sebagai Langkah awal dalam mengenali anak yang mengalami gangguan artikulasi. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Peserta pengabdian ini terdiri dari 7 guru dan 10 orang tua di SLB N Boyolali. Pada pelaksanaan sosialisasi diberikan pre-post test kepada peserta pengabian dimana tes terdiri dari 8 soal tentang pengetahuan awal konsep gangguan artikulasi yaitu definisi artikulasi, karakteristik gangguan artikulasi, penanganan awal gangguan artikulasi. Analisis data menggunakan T-test yang diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil pengabdian terjadi peningkatan keterampilan atau pengetahuan guru dan orang tua tentang deteksi dini masalah artikulasi pada anak disabilitas. Nilai rata-rata pengetahuan guru dan ibu tentang permasalahan artikulasi sebelum mengikuti kegiatan adalah 80 kemudian mengalami peningkatan dengan rata-rata 91,7 setelah mengikuti kegiatan. Keterampilan atau pengetahuan tentang deteksi dini artikulasi mengalami peningkatan, dari rata-rata 71, 4 menjadi rata-rata 98,2 analisis uji Wilcoxon adalah nilai p = 0.000 (p < 0,05). Hal tersebut menujukkan terdapat perbedaan keterampilan atau pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Dengan peningkatan keterampilan atau pengetahuan guru dan orang tua terhadap masalah artikulasi anak disabilitas sangat penting, karena permasalahan artikulasi bisa menghambat komunikasi anak di sekolah maupun masyarakat.
Pembelajaran Membaca Awal dan Risiko Disleksia: Preliminary Study Praktik Pengenalan Phonic Sound di Kelas 1 Sekolah Dasar Nadya Susanti; Rizki Husadani
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v4i2.322

Abstract

Background: Early reading was a critical foundation for children’s literacy development, particularly in helping them recognize the relationship between letters and sounds as the basis for decoding. Limited mastery of these early reading skills may increase the risk of reading difficulties, including dyslexia. Objectives: This study aimed to describe teachers’ profiles, knowledge, phonics teaching practices, and factors influencing the implementation of phonics in early reading instruction for children aged 6–7 years. Methods: This study used a quantitative approach with a descriptive design. The respondents were 35 teachers who taught children aged 6–7 years and were selected using purposive sampling. The instrument consisted of a teacher profile form and a checklist covering teachers’ knowledge, beliefs, phonics teaching practices, and factors influencing the implementation of phonics. The data were analyzed using descriptive statistics. Results: Most teachers have more than five years of teaching experience (69%); however, 53% have never attended phonics training and 86% have never attended early reading training. Teachers’ knowledge of phonics varies, with very low and low categories each accounting for 23%. Phonics teaching practices are also not optimal, as 43% of teachers are in the very low category. The main implementation barriers are the need for further phonics training and difficulties in teaching speech sounds. Conclusion: Phonics-based early reading instruction needs to be strengthened through practical teacher training, learning media, instructional guidelines, and early reading identification to support the prevention of reading difficulties and dyslexia risk.   Keywords: Dyslexia Risk, Early Reading Instruction, Elementary School, Phonics Method, Teacher Practice.
Pengembangan dan Validasi Instrumen Health Belief Model untuk Pencegahan Stroke pada Pasien Hipertensi Wiwik Setyaningsih; Nadya Susanti
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v4i2.345

Abstract

Background: Stroke is one of the most serious complications of hypertension and remains a leading cause of mortality and long-term disability worldwide. Effective stroke prevention among patients with hypertension requires an understanding of health perceptions and preventive behaviors. Therefore, a valid and reliable instrument based on the Health Belief Model was needed to assess these constructs accurately. Objectives: This study aimed to develop and evaluate the validity and reliability of a Health Belief Model-based instrument for measuring health perceptions and stroke prevention behaviors among patients with hypertension. Methods: This quantitative study employed an instrument development design. Primary data were collected through a questionnaire developed based on the constructs of the Health Belief Model, including perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, self-efficacy, and stroke prevention behaviors. The study involved 20 older adults diagnosed with hypertension who were selected using purposive sampling. Item validity was assessed using Pearson Product Moment correlation, while reliability was evaluated using Cronbach’s Alpha coefficient. Results: The findings indicate that 20 of the 25 health perception items meet the validity criteria, while five items are not valid. All 10 items measuring stroke prevention behaviors are valid. The instrument demonstrates excellent internal consistency, with a Cronbach’s Alpha value of 0.947 for the health perception scale and 0.925 for the stroke prevention behavior scale. These findings indicate that the developed instrument adequately measures the intended constructs. Conclusion: The Health Belief Model-based instrument demonstrates satisfactory validity and reliability for assessing health perceptions and stroke prevention behaviors among patients with hypertension. The instrument can serve as a useful tool for future research and health promotion programs aimed at reducing stroke risk in hypertensive populations. Keywords: Health Belief Model, Validity, Reliability, Hypertension, Stroke Prevention.