Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ETNOBOTANI DAN ETNOZOOLOGI DALAM MELESTARIKAN TRADISI DAN ADAT DI PULAU PAHAWANG, LAMPUNG Winati Nurhayu; Kurnia Wahyu; Novriadi; Gres Maretta; Yanti Ariyanti
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian etnobiologi khususnya etnobotani dan etnozoologi dapat menggali potensi pemanfaatan tumbuhan dan hewan oleh suatu etnis yang ada pada tradisi adat. Kearifan lokal merupakan modal untuk melestarikan ekosistem yang bertujuan untuk menjaga kelestarian adat istiadat dan meneliti keunikan yang ada pada tradisi adat yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis variasi tumbuhan dan hewan yang digunakan pada tradisi adat di Pulau Pahawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2024. Sebanyak 100 responden diambil datanya menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kuisioner. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu tumbuhan sambiloto (Andrographis paniculata) yang dimanfaatkan untuk mengobati hipertensi dan penambah nafsu makan serta tumbuhan lagon (Crotalaria pallida) yang dimanfaatkan untuk mengobati demam, panas dalam, dan penambah nafsu makan. Hewan yang paling banyak digunakan adalah kambing (Capra aegagrus) yang digunakan pada tradisi adat akikah dan pernikahan.
Dampak Kualitas Tidur terhadap Sindrom Pramenstruasi pada Perempuan di Tiga Kecamatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat Rara Mulia Sari; Winati Nurhayu; Iffa Afiqa Khairani; Andy Darmawan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13021

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) significantly impacts reproductive-age females, yet the interplay of lifestyle factors in rural contexts remains under-researched. This study aimed to analyze the relationship between sleep quality and PMS severity among females in Agam Regency, West Sumatra. A quantitative survey was conducted with 124 participants selected via purposive sampling. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the Premenstrual Symptoms Screening Tool (PSST), then analyzed using Linear Models (LM) in R. Results showed that 84.67% of respondents reported poor sleep quality. LM analysis revealed that poor sleep quality significantly predicted severity across all PMS categories: PMDD (p = 0.0054), psychological/somatic symptoms (p = 0.0013), and daily dysfunction (p = 0.0007). Additionally, higher BMI was linked to increased PMDD symptoms (p = 0.0290), while stress significantly influenced daily functional impairment (p = 0.0234). In conclusion, poor sleep quality is a primary predictor of severe PMS, exacerbated by high BMI and stress. These findings suggest that sleep hygiene and stress management are critical non-pharmacological interventions for improving menstrual health in rural populations.
Pemeliharaan Lebah Tanpa Sengat Sebagai Usaha Peningkatan Imunitas Tubuh Masyarakat Bumisari, Natar Dian Anggria Sari; Jeane Siswitasari Mulyana; Elisa Nurma Riana; Erma Suryanti; Winati Nurhayu; Gres Maretta; Antonius Antonius; Anisa Mumtaz Zahra; Gebriel Nurcahya
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): TEKNOKREATIF : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 4 No 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v4i2.1121

Abstract

ABSTRAK Pandemi global mengharuskan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan daya tahan tubuh agar tidak mudah terpapar berbagai penyakit terutama Covid-19. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan dari produk alami bebas bahan kimia berbahaya yang mengandung nutrisi seimbang. Salah satu produk alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah madu. Madu merupakan salah satu produk alami lebah yang dapat langsung dikonsumsi dan berkhasiat untuk kesehatan. Lebah yang umumnya dipelihara untuk menghasilkan madu adalah jenis lebah madu Apis sp. yang memiliki sengat. Hal ini yang menyebabkan madu hanya bisa diperoleh dari peternak lebah dan distributor madu. Namun, jenis lebah liar tanpa sengat dapat mempermudah masyarakat untuk memperoleh madu dan dapat dipelihara langsung dari rumah. Pengetahuan pemeliharaan lebah madu dapat membantu masyarakat untuk memastikan tersedianya asupan nutrisi yang dapat menjaga daya tahan tubuh keluarga. Pelaksanaan pelatihan pemeliharaan lebah tanpa sengat dilaksanakan dengan metoda ceramah di Desa Bumisari, Natar, Lampung Selatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakasanakan pelatihan. Ketercapaian target diketahui dapat berdasarkan hasil analisis kuesioner yang dilakukan, dimana ditemukan peningkatan pemahaman masyarakat hingga 87.096%. Berdasarkan hasil akhir kegiatan, diharapkan masyarakat semakin baik mengelola lingkungan sekitar sehingga sumber tanaman penghasil nektar untuk madu lebah tanpa sengat tetap terus tersedia. Kata kunci: daya tahan tubuh, lebah tanpa sengat, madu, desa Bumisari ABSTRACT People need to focus more on strengthening their immune systems in order to avoid being easily exposed to numerous diseases, including COVID-19. There are many things that can be done to increase the body's immunity, one of which is by consuming foods derived from natural products that free of harmful chemicals and contain a balanced of nutrients. Honey is one of the natural bee products that can be consumed right away and is good for human health. Apis spp., is the common insect species of bees with sting, are typically kept to generate honey. Because of this, good quality honey is only available from professional beekeepers and honey suppliers. However, wild stingless bees can help people to obtain honey and can be kept at home. Knowledge of honey bee maintenance can help the community to ensure the availability of nutritional intake that can maintain the family's immune system. The implementation of stingless beekeeping training was carried out using the lecture method in Bumisari Village, Natar, South Lampung. The stages of implementing this activity include filling out pre-test and post-test questionnaires to determine community knowledge before and after the training. The achievement of the target can be known based on the results of the questionnaire analysis conducted, which found an increase in public understanding of up to 87.096%. Based on the final results of the activity, it is hoped that the community will better manage the surrounding environment so that sources of nectar-producing plants for stingless bee honey will continue to be available. Keywords: immune system, stingless bee, honey, Bumisari village