Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Systematic Literature Review: Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dalam Memfasilitasi Literasi Numerasi Siswa Sekolah Menengah Adnan Bakti Maulana; Hepsi Nindiasari; Ria Sudiana
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4994

Abstract

Kemampuan literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang menjadi tolak ukur kualitas pendidikan melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Namun, rendahnya kemampuan bernalar dan memecahkan masalah kontekstual masih menjadi tantangan utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, variasi integrasi, efektivitas, serta tantangan implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam memfasilitasi literasi numerasi siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berpedoman pada protokol PRISMA. Data dikumpulkan menggunakan Publish or Perish dari database Google Scholar dan SINTA, dimulai dari SINTA 1,2,3,4 dengan rentang tahun 2022–2026, yang menghasilkan 32 artikel relevan untuk diekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Riset dominan dilakukan pada jenjang SMP dan SMA/SMK dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Kuasi-Eksperimen; (2) Implementasi PBL berkembang melalui inovasi integrasi dengan teknologi digital, pendekatan multidisiplin (STEM atau STEAM), dan kearifan lokal (etnomatematika dan media komik); (3) PBL terbukti sangat efektif dan signifikan dalam mendongkrak ketuntasan belajar serta skor rata-rata literasi numerasi dibandingkan metode konvensional. Meski demikian, penerapan PBL masih dihadapkan pada tantangan pedagogis berupa rendahnya kemampuan awal dan literasi membaca siswa (memicu modeling paralysis), benturan dengan budaya belajar pasif, serta kesulitan merumuskan masalah pada materi berabstraksi tinggi. Kesimpulannya, PBL terbukti efektif mendongkrak literasi numerasi melalui integrasi inovatif, meski masih terkendala oleh ketidakmampuan pemodelan matematis siswa di tahap awal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk berfokus pada strategi mitigasi pemodelan, eksplorasi domain afektif, dan integrasi asesmen berbasis gamifikasi virtual (metaverse).
Enhancing mathematical communication skills through cooperative learning model-based worksheets of talking stick type Eka Fitri Kurniawati; Ria Sudiana
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v11i3.15104

Abstract

This study addresses the deficiency in students' mathematical communication skills attributed to teaching materials that do not effectively contribute to their development. The unappealing presentation of teaching materials leads to student boredom during learning activities and the adoption of inappropriate learning models. Therefore, enhancing communication skills through worksheets (LKPD) based on the cooperative talking stick model is essential. This research is research and development (R&D) using the research design of the development model of Borg and Gall (1983) with ten stages. However, in this study, only nine stages are considered, including 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) product validation, 5) product revision, 6) initial trials, 7) revisions, 8) usage trials, 9) Final revision, because this model has high validation that has been tested by several experts and produces an effective product. The research subjects comprised 35 ninth-grade students for the small-scale trials and 70 eighth-grade students for the large-scale trials. Data collection techniques in the form of questionnaires, tests, and documentation. The results of the feasibility test conducted by material experts, considering content, presentation, and language feasibility, yielded a score of 83.5%, and the results of media experts with aspects of model size, cover design, content design, component suitability obtained a value of 86.8% so that very feasible criteria were obtained. Based on teacher responses, the practicality test results yielded a score of 86.67%, and the results of the student's response obtained a value of 82.55%, so the response obtained very practical criteria. The effectiveness test results, employing N-Gain to measure student improvement after using the developed products to enhance mathematical communication skills, yielded 61.14%, indicating moderate effectiveness. Based on this, the products developed meet the criteria of feasibility, practicality, and effectiveness in the learning process.
Pengaruh Pendekatan Kontekstual Berbantuan Alat Peraga Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Fajira Adila; Yani Setiani; Ria Sudiana
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 7 Kota Serang dengan populasi seluruh siswa kelas VII. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga papan Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV), sedangkan kelas kontrol menerapkan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga yang sama. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis yang diberikan melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berbantuan alat peraga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dibandingkan dengan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05).