Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

LATIHAN GERAKAN SAYANG GINJAL DI POSYANDU LANSIA RT 53 KELURAHAN BUKIT LAMA KECAMATAN ILIR BARAT I PALEMBANG Susanti, Eva; Endriyani, Sri
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.976 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i3.934

Abstract

Di Indonesia, penyakit ginjal termasuk penyakit yang ditakuti dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah penyakit jantung. Dalam kurun waktu 2014-2015,jumlah penderita penyakit ginjal kronis meningkat hampir 100%, di mana 56% penderitanya merupakan penduduk usia produktif atau di bawah 55 tahun. Mengingat biaya perawatan bagi penderita penyakit ginjal tidak murah, alangkah baiknya kita mulai menerapkan hidup sehat dengan cara menjaga ginjal kita agar tetap sehat tanpa menggunakan obat. Permasalahan yang dihadapi peserta Posyandu Lansia Rt 53 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Wilayah Kerja Puskesmas Padang Selasa, belum mengetahui tentang Konsep Umum Ginjal : Fungsi ginjal, manfaat ginjal serta cara menjaga agar Ginjal tetap sehat, belum pernah dilakukan Latihan Gerakan Sayang Ginjal pada peserta Posyandu Lansia Rt 53 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Wilayah Palembang Palembang. Metode pendekatan berupa penyuluhan tentang ginjal, cara menjaga agar ginjal tetap sehat, dan Latihan Gerakan Sayang Ginjal bagi lansia. Untuk melihat pengetahuan dilakukan dengan menggunakan pre-post design, lansia diberikan kuesioner tentang pengetahuan umum terhadap penyakit ginjal sebelum dilakukan penyuluhan, dan setelah dilakukan penyuluhan. Hasil dari pelaksanaannya dapat meningkatkan pengetahuan tentang ginjal dan cara menjaga agar ginjal tetap sehat setelah penyuluhan, lansia mendemonstrasikan latihan gerakan sayang ginjal
Implementation of “Positive Affirmation Therapy” in Depression Patients with Low Self Esteem Problems Endriyani, Sri; Febriani, Indra; Pastari, Marta; Martini, Sri; Destrianah, Muthi’ah
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i12.7399

Abstract

Low self-esteem can be caused by health problems, which are linked to poor interpersonal relationships and an increased risk of depression. Low self-esteem is accompanied by negative feelings which are the root cause of loss of self-confidence and represent weak self-esteem. The aim of this research is to find out how positive affirmation therapy is implemented to reduce levels of depression and improve low self-esteem. The type of research is descriptive in the form of a case study to explore the implementation of positive affirmation therapy in depressed patients with low self-esteem problems in the Ariodilah Public Health Center area of Palembang and the research subjects to be studied are 3 patients, namely depressed patients with low self-esteem problems. The results of the study showed that positive affirmation therapy in depressed patients with low self-esteem problems showed a decrease in depression levels and an increase in low self-esteem
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Masalah pada Keluarga dengan Diabetes Gangguan Kenyamanan Febriani, Indra; Erman, Imelda; Yunisa, Yunisa; Endriyani, Sri; Athiutama, Ari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4223

Abstract

Diabetes is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia due to abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. This case study uses a descriptive method with a nursing approach. This research was carried out from March 15 to March 21 2023 and continued from March 25 to March 31 2023. The research subjects were 2 people who were given nursing progressive muscle relaxation therapy for 6 consecutive days. This research was conducted in the work area of the Palembang Community Health Center. The research results after progressive muscle relaxation therapy showed that the client's comfort situation improved and showed significant differences in blood sugar levels on the first and sixth days after progressive muscle relaxation therapy. Client 1 was 242 mg/dL on day 1 and 200 mg/dL on day 6, while client 2 was 224 mg/dL on day 1 and dropped to 195 mg/dL on day 6. Sir. Conclusion: Progressive muscle relaxation can increase comfort and also reduce blood sugar in diabetes patients.
TEKNIK DISTRAKSI MENGHARDIK UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN Octa Labina, Fenni; Kusumawaty, Ira; Yunike; Endriyani, Sri
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.968 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.356

Abstract

Halusinasi pendengaran jika tidak diatasi dengan cepat maka dapat mengakibatkan dampak yang sangat buruk pada pasien yaitu memunculkan perilaku kekerasan sehingga membahayakan orang-orang disekitarnya. Tehnik distraksi menghardik merupakan terapi modalitas yang dapat digunakan untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Tujuan penelitian ini menilai kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizoprenia yang dirawat dirumah sakit dengan terapi distraksi menghardik. Penelitian dilakukan di klinik rawat inap bagi ODGJ dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan jiwa. Sample berjumlah tiga orang diambil menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi mengalami halusinasi pendengaran tahap I (Comforting) dan tidak menderita sakit fisik. Data hasil wawancara dan observsi di analisis menggunakan narrative inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pasien yang terlibat studi kasus mampu menerapkan teknik menghardik dalam mengontrol suara bisikan yang dialami pasien. Faktor penghambat adalah tidak dapat mengevaluasi ketika pasien sedang menerapkan teknik menghardik saat halusinasinya muncul. Menghardik halusinasi sambil menutup telinga dapat mengalihkan konsentrasi dari sumber halusinasi ke fakta yang sebenarnya.