Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI WAKTU PEMBERIAN KOMBINASI CACING SUTERA DAN PAKAN PASTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN GURAMI Siagian, Desi Rahmadani; Aryani, Netti; Heltonika, Benny; Tartila, Shobrina Silmi Qori
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.4.2022.265-277

Abstract

Salah satu penyebab tingginya mortalitas larva ikan gurami (Osphronemus goramy Lac.) adalah ketersediaan pakan alami secara berkelanjutan. Hal ini memerlukan upaya untuk mencari pakan pengganti yang dapat tersedia secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi waktu pemberian pakan kombinasi antara cacing sutera dan pakan buatan pasta terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan gurami. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu pemberian cacing sutera selama 40 hari (P1), cacing sutera selama 10 hari + pasta selama 30 hari (P2), cacing sutera selama 20 hari + pasta selama 20 hari (P3), cacing sutera selama 30 hari + pasta selama 10 hari (P4), dan pemberian pasta selama 40 hari (P5). Larva (0,8 ± 0,01 cm) dipelihara di akuarium (30x30x30 cm3) dengan kepadatan 2 ekor L-1. Larva dipelihara selama 40 hari dan diberi pakan tiga kali sehari secara ad satiation. Parameter penelitian terdiri dari pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik menurun seiring berkurangnya waktu pemberian pakan berupa cacing sutera (P<0,05). Perlakuan P4 memberikan sintasan yang lebih baik dibanding perlakuan P2, P3, dan P5. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu penggantian cacing sutera ke pakan buatan pasta berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan dan sintasan larva ikan gurami. Kombinasi yang disarankan yaitu penggunaan cacing sutra selama 30 hari dan pakan buatan pasta selama 10 hari.A factor causing high mortality in gourami larvae (Osphronemus goramy Lac.) is availability of sustainable live feed. This condition needs an effort to find continuous artificial feeds. This study aimed to evaluate feeding periods of combination between tubificid worms and formulated feed paste on growth and survival of giant gourami larvae. This study used a complete randomized design with five treatments and three replications, namely tubificid worms for 40 days (P1), tubificid worms for 10 days + formulated feed paste for 30 days (P2), tubificid worms for 20 days + formulated feed paste for 20 days (P3), tubificid worms for 30 days + formulated feed paste for 10 days (P4), and formulated feed paste for 40 days (P5). Larvae used (0.8±0.01 cm) were reared in aquariums (30x30x30 cm3) with a stocking density of 2 individuals L-1. Larvae were reared for 40 days and fed three times a day through ad satiation method. Experimental parameters consisted of absolute weight growth, absolute length growth, specific growth rate, and survival. The results showed that absolute weight growth, absolute length growth, and specific growth rate decreased with the decrease of feeding periods in the form of tubificid worms (P<0.05). The P4 treatment obtained the best survival, compared to P2, P3, and P5 treatments. This study concludes that the shift feeding period from tubificid worms to formulated feed paste affects growth performances and survival of giant gouramy larvae. The suggested combination is 30 days application of tubificid worms and formulated feed paste for 10 days.
PERAN MONOSODIUM GLUTAMAT PADA PAKAN TERHADAP KINERJA HATI BENIH IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Suharman, Indra; Siagian, Desi Rahmadani; Aryani, Netti; Halil, Fitrahadi; Subiantoro, Yusuf
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 4 (2023): (Desember, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.4.2023.259-267

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan komoditas budidaya yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu sistem budidaya yang digunakan adalah tanpa pergantian air selama masa pemeliharaan. Kondisi ini dapat menyebabkan amoniak yang berasal dari sisa pakan dan feses meningkat dalam wadah pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan monosodium glutamat (MSG) terhadap kinerja hati benih ikan baung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu P0 sebagai kontrol (0,0 g MSG), P1 (0,5 g MSG), P2 (1,0 g MSG), P3 (1,5 g MSG), dan P4 (2,0 g) dengan tiga ulangan. Dua puluh ekor ikan baung didistribusikan secara acak ke setiap akuarium dan dipelihara dalam kondisi tanpa ganti air selama 50 hari. Ikan diberi pakan tiga kali sehari secara ad satiation pada pukul 08:00, 13:00, dan 18:00. Dalam penelitian ini, observasi visual pada warna hati digunakan untuk menunjukkan kondisi hati. Hati ikan berwarna abnormal (berwarna pucat) ditemukan memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi yaitu sebesar 5,2% sedangkan hati ikan berwarna normal (berwarna merah) sebesar 3,76% pada perlakuan P0. Persentase hati berwarna merah pada kontrol (46,67%) lebih rendah dibandingkan kelompok perlakuan MSG (50-76,67%). Selanjutnya nilai hepatosomatic index (HSI) pada P0 (2,51) lebih tinggi dibandingkan P4 sebesar 2,15. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan MSG pada pakan dapat memperbaiki kinerja hati benih ikan baung karena menghasilkan perubahan warna jaringan hati, kadar lemak hati lebih rendah, dan nilai HSI yang lebih rendah.Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) is a cultivated commodity that is widely cultivated in Indonesia. One of the cultivation systems used is without water replacement during the rearing period. This condition can cause ammonia from leftover feed and feces to increase in the rearing container. This study aimed to evaluate the effects of adding monosodium glutamate (MSG) on the liver performance of Asian redtail catfish fry. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments, namely P0 as control (0.0 g MSG), P1 (0.5 g MSG), P2 (1.0 g MSG), P3 (1.5 g MSG), and P4 (2.0 g) with three replications. Twenty Asian redtail catfish were randomly distributed into each container and reared without changing the water for 50 days. Fish were fed three times a day ad satiation at 08:00, 13:00, and 18:00. In this study, visual observation of liver color was used to indicate liver condition. Abnormal colored fish liver (pale colored) was found to have a higher fat content, (5.2%), while normal colored fish liver (red colored) was 3.76% in the P0 treatment. The percentage of red liver in the control (46.67%) was lower than in the MSG treatment groups (50-76.67%). Furthermore, the hepatosomatic index (HSI) value at P0 (2.51) was higher compared to P4 at a value of 2.15. In conclusion, this experiment shoed that the addition of MSG to feed can improve the liver performance of Asian redtail catfish fry because it produces changes in liver tissue color, lower liver fat content, and lower HSI values. 
Pemanfaatan Tepung Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L) yang Difermentasi Menggunakan Rhyzopus sp dalam Pakan Benih Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) Samuel LG, Febri; Suharman, Indra; Siagian, Desi Rahmadani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Daun mengkudu (Morinda citrifolia L) merupakan sumber protein nabati yang menjanjikan untuk pakan ikan karena kandungan protein kasarnya yang tinggi, berkisar antara 15% hingga 22,11%. Namun, karena kandungan serat kasar yang tinggi pada daun mengkudu, hal ini dapat mengurangi daya cerna nutrisi. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan untuk meningkatkan kualitas daun mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun mengkudu yang difermentasi dengan Rhyzopus sp dalam pakan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Lima jenis pakan diformulasikan mengandung 35% protein, dengan pakan P0 yang mengandung 100% tepung kedelai (pakan kontrol), dan pakan P1, P2, P3, dan P4 yang menggantikan tepung kedelai dengan tepung fermentasi daun mengkudu (TFDM) masing-masing pada tingkat 25%, 50%, 75%, dan 100%. Benih ikan patin (dengan rata-rata berat tubuh 3,15 - 3,42 g) ditebar dalam keramba jaring apung berukuran 1 × 1 × 1 (m) dengan kepadatan 30 ikan per keramba. Pakan percobaan diberikan sebanyak 10% dari biomassa ikan uji dengan frekuensi tiga kali sehari pada pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 WIB, selama 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TFDM dalam pakan berpengaruh nyata terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan TFDM sebanyak 75% dapat menggantikan tepung kedelai dalam pakan ikan patin, dengan kecernaan pakan (59,32%), kecernaan protein (81,05%), retensi protein (25,29%), efisiensi pakan (43,34%), dan laju pertumbuhan spesifik (3,62%).
Pemberdayaan UMKM Pesisir Melalui Model Intervensi Terpadu: Diversifikasi Produk Mangrove, Digitalisasi Pemasaran, dan Formalisasi Usaha di Kampung Kayu Ara Permai Siagian, Desi Rahmadani; Jhonnerie, Romie; Nisaa, Fadhiilatun; Sirait, Putriana Sari; Fatmawati, Riska
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.46-54

Abstract

Potensi ekonomi sumber daya mangrove di Kampung Kayu Ara Permai, sebuah desa dengan visi wisata edukasi, belum termanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan ini terhambat oleh tiga kendala utama yang saling terkait: keterbatasan teknis dalam pengolahan buah mangrove akibat tingginya kandungan tanin, jangkauan pemasaran yang masih bersifat konvensional dan terbatas pada lingkup lokal, serta ketiadaan legalitas usaha formal yang menghalangi akses ke pasar yang lebih luas dan permodalan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi sebuah model pemberdayaan terpadu yang dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut secara holistik. Model ini mencakup intervensi di sektor hulu (produksi), hilir (pemasaran), dan penunjang (legalitas) guna meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kemandirian ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Metode yang digunakan adalah participatory action yang melibatkan serangkaian kegiatan penyuluhan, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan intensif. Intervensi ini terbagi ke dalam lima bidang utama: (1) pelatihan teknik reduksi tanin dan diversifikasi produk olahan mangrove menjadi sirup dan dodol; (2) perancangan ulang label produk untuk meningkatkan identitas merek; (3) pelatihan pemasaran digital melalui pemanfaatan marketplace Shopee; (4) pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB); dan (5) fasilitasi pengurusan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis peserta dalam mengolah buah mangrove, yang dibuktikan dengan kemampuan mitra memproduksi sirup dan dodol yang layak jual. Selain itu, terjadi adopsi awal platform pemasaran digital oleh UMKM mitra, dan yang paling fundamental, keberhasilan UMKM mitra dalam memperoleh legalitas usaha formal berupa NIB dan P-IRT. Hasil ini menunjukkan adanya transformasi kapasitas UMKM dari level informal dan lokal menjadi formal dan berpotensi menjangkau pasar nasional. Model intervensi terpadu hulu-hilir terbukti efektif dalam memberdayakan UMKM pesisir secara holistik. Dengan mengatasi hambatan produksi, pemasaran, dan legalitas secara simultan dan sinergis, program ini tidak hanya memberikan solusi praktis tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.