Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penyuluhan Potensi Bisnis Mango Sago Untuk Meningkatkan Kreatifitas UMKM Rambe, Yasir Maulana; Risdam Habibi Hasibuan; Monika Sari
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): Maret 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v3i3.391

Abstract

Abstrak Pengembangan ekonomi masyarakat harus dilakukan dengan serius. Kreatifitas adalah kunci dalam meningkatkan geliat ekonomi ditengah era modernisasi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan ekonomi dan meningkatkan kreatifitas masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini merupakan penyuluhan dengan tiga tahap yakni, pra penyuluhan, penyuluhan, dan pasca penyuluhan. Tingkat keberhasilan dalam kegatan pengabdian ini dilakukan dengan proses kualitatif mencakup bentuk produk yang dihasilkan, kemampuan dalam memasarkan, serta wawancara terhadap para peserta. Kegiatan ini akan memberikan pengalaman yang berarti kepada masyarakat mengenai pembuatan minuman mango sago. Kemampuan dalam memproduksi minuman mango sago dapat digunakan oleh masyarakat sebagai modal utama dalam membuka usaha. Masyarakat dapat membuka peluang usaha yang baik dengan memanfaatkan produk mango sago secara khusus atau usaha-usaha kuliner lainnya secara umum. selain itu edukasi yang diberikan dalam pemanfaatan teknologi dalam proses pemasaran akan mampu menciptakan masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi terutama social media.Kata Kunci: Mango Sago, UMKM, Modernisasi, Kreatifitas, Penyuluhan. AbstractCommunity economic development must be carried out seriously.Creativity is the key to increasing economic activity in the era of modernization.This community service activity is expected to help the community in dealing with economic problems and increase community creativity. The method of implementing this community service activity is counseling with three stages, namely, pre-counseling, counseling, and post-counseling. The level of success in this community service activity is carried out through a qualitative process including the form of the product produced, the ability to market, and interviews with participants. This activity will provide meaningful experience to the community regarding making drinks mango sago. Ability to produce beverages mango sago can be used by the community as the main capital in opening a business. The community can open up good business opportunities by utilizing products mango sago specifically or other culinary businesses in general. In addition, the education provided in the use of technology in the marketing process will be able to create a smart and wise society in using and utilizing technology, especially social media..Keywords: Mango Sago, UMKM, Modernization, Creativity, Counseling
IMPLEMENTASI EDUPRENEUR MAHASISWA DALAM MENUMBUHKAN LITERASI ANAK USIA DINI MELALUI BIMBEL CALISTUNG DI KAVLING KAMBOJA KEC. SAGULUNG Dewi, Yusra; Arnesih, Arnesih; Tarwiyani, Tri; Yanti, Fitri; Sari, Monika; Hutagaol, Novita Mandasari; Navisa, Sayyida; Nainggolan, Tionom; Lobang, Jamaluddin; Amilya, Amilya
JURNAL DIMENSI Vol 14, No 3 (2025): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2025)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v14i3.8460

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi edupreneur mahasiswa dalam menumbuhkan literasi anak usia dini melalui program bimbingan belajar (bimbel) calistung di kavling kamboja kecamatan sagulung. Peningkatan minat literasi pada anak-anak dapat didorong melalui dukungan bimbingan belajar calistung di Kavling Kamboja, Kecamatan Sagulung. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik analisa data yaitu: observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa keterlibatan mahasiswa dalam mengelola edupreneur bidang pendidikan melalui bimbel calistung memberikan dampak positif dalam menumbuhkan literasi anak usia dini di kavling kamboja kecamatan sagulung, serta pengembangan keterampilan edupreneur mahasiswa.
Penyuluhan Ilmu Hukum Dalam Kehidupan Masyarakat Guna Meminimalisir Potensi Konflik Rambe, Yasir Maulana; Sari, Monika
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.702

Abstract

Abstrak Hukum memliki fungsi positif dalam menghasilkan kestabilan pada lingkungan sosial Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan sosialisasi hukum kepada masyarakat. Penyuluhan hukum dilakukan dengan memberikan ceramah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat pada tingkat RW. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui tiga tahap yaitu, tahap pra penyuluhan, tahap penyuluhan, tahap pasca penyuluhan. Tingkat keberhasilan diukur berdasarkan tingkat pemahaman warga terhadap hukum yang mengatur interaksi warga. Materi penyuluhan yang disampaikan berupa aturan-aturan hukum yang mengatur interaksi dalam kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan sendiri diikuti oleh segenap unsur masyarakat. kegiatan sendiri dilakukan berdasarkan metode yang telah disusun sebelumnya. Kegiatan ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat akan hukum. Kedepannya deharapkan tidak ada lagi konflik-konflik horizontal ditengah lingkungan sosial agar keharmonisan dan toleransi dapat tercapai dengan maksimal. Kata Kunci: Penyuluhan, Ilmu Hukum, Kehidupan Sosial, Masyarakat, Konflik Abstact Law has a positive function in producing stability in the social environment.The purpose of this activity is to educate the community about the law. Legal education is provided through lectures involving all elements of society at the neighborhood unit (RW) level. The education activities are conducted in three stages: pre-education, education, and post-education. Success is measured by the level of community understanding of the laws governing community interactions. The education materials presented include legal regulations governing interactions in social life. The activities themselves are attended by all elements of the community. The activities themselves are carried out based on a previously developed method. This activity has a significant impact on increasing community understanding of the law. In the future, it is hoped that there will be no more horizontal conflicts in the social environment so that harmony and tolerance can be achieved optimally. Keywords: Counseling, Legal Science, Social Life, Society, Conflict
Islamic History: The Dynamics of Social Reconstruction Towards the Realization of an Egalitarian Society 611-633 AD Rambe, Yasir Maulana; Sari, Monika
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v9i2.26901

Abstract

Islam always conveys universal messages. It embodies the values of humanity and strong egalitarianism. This study will provide an in-depth examination of traditional Mecca culture and the process of social reconstruction toward an egalitarian society in Mecca, Medina's traditional culture and the process of social reconstruction in Medina, and the relevance of an egalitarian Islamic society in the modern era. This research uses historical research to uncover events that occurred in the past. The noble values of Islam conveyed during the da'wah process in Mecca failed to be realized. Complex problems were the main basis for this failure. The Medina period demonstrated the success of social reconstruction carried out by Islam. Human equality, religious tolerance, social justice, and other human rights were truly upheld. The points of agreement contained in the Medina Charter were truly implemented and adhered to by all residents of Medina at that time. The values of egalitarianism in Islam, the democratic process of social reconstruction, the persistent struggle for humanitarian values, and the consistency and firmness in upholding agreed-upon rules, as practiced by the Prophet Muhammad and his companions in the early Islamic period, both in Mecca and Medina, are concrete examples of what modern societies can do to realize an egalitarian society. Upholding human rights is a necessity, as every human being is inherently born free.
SEJARAH JEPANG DI SEMBULANG TAHUN 1942 – 1945 Simorangkir, Lenny Sri Mariati; Tarwiyani, Tri; Arnesih, Arnesih; Yanti, Fitri; Sari, Monika; Siahaan, Adela; Nabela, Nabela; Kuswara, Deni; Amilya, Amilya; Anwar, Fachrul
JURNAL DIMENSI Vol 12, No 2 (2023): JURNAL DIMENSI (JULI 2023)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v12i2.4866

Abstract

Sembulang berada di Kecamatan Galang terdapat arsip lokal yaitu monumen Jepang di Sembulang dapat memberikan sumbangan terhadap penulisan sejarah Nasional Indonesia (SNI) terutama tentang penjajahan Jepang di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah Jepang di Sembulang tahun 1942-1945. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Metode ini dilakukan dengan 4 tahap yaitu : 1. Heuristik adalah pengumpulan sumber. 2. Kritik sumber adalah tahapan menentukan kebenaran dan keauntetikan data. 3. Interpretasi adalah proses penelahaan, penafsiran terhadap data – data yang diteliti. 4. Historiografi adalah penulisan sejarah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Kedatangan Jepang di Sembulang pada tahun 1942 akibat peristiwa Perang Dunia II berlangsung yang melibatkan Perang Jepang melawan Sekutu. 2. Jepang ketika di Sembulang selama satu tahun yaitu Jepang pembuka pertama di Sembulang, Jepang menanam pohon, dan Jepang membuat jalan. 3. Dampak kedudukan Jepang yakni dibukanya Sembulang oleh Jepang, adanya pohon kelapa dan mangga serta adanya jalan yang dibuat oleh Jepang.