Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGGUNAAN MULTIPLE ACCOUNT DI INSTAGRAM TERHADAP MANAJEMEN SELF DISCLOSUR Kaila Natania; Hudi Santoso; Leonard Dharmawan
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan multiple account di Instagram terhadap manajemen self-disclosure pada pengguna Generasi Z. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 67 responden yang memiliki lebih dari satu akun Instagram. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji linearitas, dan regresi linier sederhana untuk melihat hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara penggunaan multiple account dan kemampuan mengelola keterbukaan diri. Semakin sering individu menggunakan akun ganda, semakin baik mereka dalam menyesuaikan informasi pribadi yang ditampilkan pada ruang publik maupun ruang privat. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications dan dramaturgi yang menjelaskan bahwa pemisahan akun utama dan akun kedua merupakan strategi sadar dalam memenuhi kebutuhan ekspresi diri, interaksi sosial, serta pengaturan identitas digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai bagaimana fitur multiple account berperan dalam pengelolaan privasi dan self-disclosure di media sosial.
STRATEGI BRAND MARKETING FAS DALAM MENINGKATKAN AWARENESS DI INSTAGRAM @fas.fulfillment Anggi Dwi Kusumawardani; Hudi Santoso
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2177

Abstract

The background of this research lies in the growing role of social media particularly Instagram as a strategic platform for companies to build a credible and engaging brand image, especially for B2B-based businesses like FAS. This study aims to analyze the brand marketing strategy of FAS in enhancing brand awareness through its Instagram account @fas.fulfillment. This study applies a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with the FAS brand marketing team and content analysis of the brand’s Instagram account. The findings indicate that FAS’s brand marketing strategy focuses on balancing entertaining and educational content with a light, relatable, and visually consistent communication style. “Pak Bos”-themed and Gen Z–related posts generated the highest engagement, showing the audience’s preference for humorous and authentic storytelling. The application of the AISDALSLove model is evident from the attention to love stages, where audiences not only consume the content but also engage, share, and build emotional attachment to the brand. This strategy demonstrates that human-centered, consistent, and storytelling-driven communication effectively strengthens FAS’s image as a modern, adaptive, and audience-oriented fulfillment service provider.
Penggunaan Media Sosial Instagram Sebagai Pendorong Keinginan Berolahraga Pada Komunitas Pelarian IPB Novi Kristiawati; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Fahmi Fuad Cholagi; Hadiyanto
Bahasa Indonesia Vol 7 No 1 (2026): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Juni 2026
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v7i1.1908

Abstract

The development of digital technology has increased the use of social media as a means of communication and motivation, including in sports activities. Instagram, as a visual platform, is widely used to build identity and encourage interaction between users. This study aims to analyze the use of Instagram and the level of desire to exercise, as well as to test the relationship between the two in the IPB Running Community, a student running community that actively uses Instagram for documentation and member motivation. The study used a quantitative approach with a correlational descriptive method. Data were obtained through an online questionnaire administered to 89 respondents selected using the Slovin formula. The results showed that Instagram usage was in the good category in terms of information, identity, personal motivation, social integration, and entertainment. The members' desire to exercise was also in the high category. Spearman's correlation test showed a significant relationship between Instagram usage and the desire to exercise in this community. This study contributes theoretically to the study of digital communication and has practical implications for sports communities in optimizing social media to increase member motivation and participation in a healthy lifestyle.
Penerapan Manajemen Komunikasi dalam Koordinasi Operasional Program Literasi Kecerdasan Buatan Pada Lembaga Pelatihan Balyan Firjatullah; Hudi Santoso
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No 3 September 2026
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/ef70kj61

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi kecerdasan buatan mendorong kebutuhan program literasi AI berskala nasional yang terkelola secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen komunikasi dan koordinasi operasional dalam pelaksanaan Program Literasi Kecerdasan Buatan pada sebuah lembaga pelatihan di Indonesia yang mengelola target 9.000 peserta secara nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, partisipasi aktif, dan studi literatur. Data diperoleh dari lima informan yang merepresentasikan berbagai lapisan organisasi, meliputi project leader, staf operasional, event organizer, dan peserta program. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi diterapkan melalui technical meeting, WhatsApp Group sebagai platform utama, sistem PIC sebagai penghubung informasi antarwilayah, serta evaluasi berbasis KPI dan pendekatan Kirkpatrick Level 3. Koordinasi operasional dijalankan melalui tracking jadwal harian, pemantauan LMS, pengelolaan kuota peserta per batch, dan mekanisme follow up aktif. Kedua aspek tersebut berkontribusi langsung terhadap pencapaian target peserta dan peningkatan literasi kecerdasan buatan di masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan standardisasi sistem komunikasi dan penguatan peran koordinator wilayah pada program serupa berskala nasional. Kata Kunci: manajemen komunikasi, literasi AI, koordinasi operasional, program pelatihan, organisasi   Abstract The rapid development of artificial intelligence technology has driven the need for effectively managed national-scale AI literacy programs. This study aims to analyze the implementation of communication management and operational coordination in the AI Literacy Program at a training institution in Indonesia managing a national target of 9,000 participants. The study employs a descriptive qualitative approach, collecting data through semi-structured interviews, observation, active participation, and literature review. Data were obtained from five informants representing various organizational layers, including a project leader, operational staff, regional coordinator, event organizer, and program participant. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, strengthened by source triangulation. The results show that communication management is implemented through technical meetings, WhatsApp Group as the primary platform, a PIC system as an information liaison across regions, and KPI-based evaluation using the Kirkpatrick Level 3 approach. Operational coordination is carried out through daily schedule tracking, LMS monitoring, per-batch participant quota management, and active follow-up mechanisms. Both aspects directly contribute to achieving participant targets and improving AI literacy in society. This study recommends standardizing communication systems and strengthening the role of regional coordinators in similar national-scale programs. Keyword: communication management, AI literacy, operational coordination, training program, organization
Manajemen Konten Instagram Sebagai Media Informasi dan Promosi UMKM di Rumah BUMN Bogor Cinta Ing Larasati; Wahyu Budi Priatna; Hudi Santoso
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17343

Abstract

Perkembangan media sosial mendorong perubahan strategi informasi dan promosi UMKM, salah satunya melalui Instagram sebagai platform visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konten Instagram sebagai media informasi dan promosi UMKM di Rumah BUMN Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, partisipasi aktif, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konten dilakukan secara terstruktur melalui tahap perencanaan, produksi, publikasi, dan evaluasi. Konten disesuaikan dengan tren dan audiens, serta dipublikasikan secara konsisten dengan memanfaatkan format visual seperti Reels. Evaluasi dilakukan menggunakan insight Instagram untuk mengukur performa konten. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen konten Instagram efektif dalam meningkatkan keterlibatan audiens dan visibilitas UMKM, sehingga berperan sebagai media informasi sekaligus promosi di era digital.