Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS APLIKASI CANVA UNTUK MAHASISWA TADRIS BAHASA INGGRIS STAIN MANDAILING NATAL Rica Umrina Lubis; Sartika Dewi Harahap; Nur Haira; Asmaul Husna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.515-521

Abstract

Pelatihan penyusunan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis aplikasi canva adalah sebuah metode modern dalam pengembangan materi pelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan canva sebagai platform desain grafis yang user-friendly memungkinkan pendidik untuk membuat materi ajar yang menarik dan berkualitas tinggi sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara membuat desain visual yang menarik, menggunakan berbagai elemen desain seperti teks, gambar, dan ikon serta mengoptimalkan tata letak untuk memberikan pesan yang jelas dalam bahan ajar Bahasa Inggris short functional text. Peserta pelatihan ini adalah mahasiswa semester VI Tadris Bahasa Inggris berjumlah 17 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil dari pelatihan ini adalah 1) mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang penggunaan aplikasi canva dalam menyusun bahan ajar Bahasa Inggris. 2) mahasiswa dapat membuat bahan ajar short functional text seperti notice, announcement, warning, dan invitation card menggunakan aplikasi canva.
Cegah Pernikahan Dini untuk Cita-cita Masa Depan Siswa-siswi SMPN 3 Lembah Melintang Siti Hawa Lubis; Siti Maisyaroh Nasution; Tuti Alawiyah; Nabilah Ayu; Nur Azizah; Niranda Alfani; Dian Azhari Nasution; Luhud Nasution; Hidayatul Abror; Rica Umrina Lubis
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk menambah wawasan masyarakat Koto Rajo tentang bahaya dari pernikahan yang dilakukan di usia dini. Pengabdian ini dilakukan dalam bntuk seminar menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) dengan langkah pertama penjelasan materi mengenai pengenalan  hak anak, konsekuensi pernikahan dini, pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, hukum dan kebijakan pernikahan. Pelatihan ini dilakukan sehari pada tanggal 1 Agustus 2024  di SMPN 3 Lembah Melintang yang dhadiri oleh 60 siswa se Jorong Koto Sawah Tengah, Nagarai Koto Sawah. Pemateri dalam seminar ini adalah Siti Hawa Lubis. Materi yang disampaikan hanya poin-poin pentingnya saja agar lebih mudah memahami tentang pernikahan dini. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa siswi SMPN 3 Lembah Melintang mengenai bahaya pernikaan dini.
The Use of the Syllable Method to Improve Early Reading Skills of Second Grade Students at SD Panyabungan Nur Kholijah; Rica Umrina Lubis; Ali Yusron
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38371

Abstract

Abstract: This study was motivated by the low early reading ability of second-grade students at SD Negeri 088 Panyabungan. The purpose of this research is to describe the implementation of the syllable (syllabic) method in improving students’ early reading skills. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects were 27 second-grade students. Data were collected through classroom observations and reading ability tests. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis to identify improvements in students’ learning outcomes across the research cycles. The results showed that the implementation of the syllable method significantly improved students’ early reading ability. In the pre-cycle stage, the average score was 61.11 with a learning mastery level of 44% (12 students). After the implementation of Cycle I, the average score increased to 74.6 with a mastery level of 67% (18 students). Improvements in the learning process during Cycle II resulted in a more significant increase, with the average score reaching 80 and the mastery level rising to 89% (24 students). These findings indicate that the syllable method is effective in improving the early reading ability of second-grade students at SD Negeri 088 Panyabungan.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SD Negeri 088 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode silabel dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes kemampuan membaca, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode silabel mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Pada tahap pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 61,11 dengan tingkat ketuntasan belajar 44% (12 siswa). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 74,6 dengan ketuntasan belajar 67% (18 siswa). Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 80 dan ketuntasan belajar 89% (24 siswa). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode silabel efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 088 Panyabungan. 
the peran pendidikan keluarga dalam pengamalan nilai-nilai pancasila di kelas 5 SD Negeri 258 Aek Nangali: Metode Pendidikan dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Faktor Pendukung dan Penghambat Pendidikan Keluarga nanda wahyu saputra nasution; rica umrina lubis; rahmi seri hanida
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 5 No 2 (2025): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v5i2.988

Abstract

This study aims to analyze the role of family education in improving the practice of Pancasila values in fifth-grade students of SD Negeri 258 Aek Nangali. This study uses a qualitative approach with a case study type that allows researchers to explore in depth specific phenomena in a limited context. Data collection was carried out through observation, structured interviews, and documentation involving parents, teachers, and 20 fifth-grade students as research subjects. Data analysis techniques using the Miles and Huberman model include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through source triangulation and method triangulation to ensure the validity and reliability of the research results. The results show that: parents mostly use hiwar education methods with a percentage of 40%, habituation 20%, exemplary 45%, where parents apply communicative, religious, and contextual approaches in instilling Pancasila values; Family education in instilling Pancasila values faces complex dynamics between supporting and inhibiting factors. The main supporting factors include the active role of parents as role models, stable socio-economic conditions, parental education level, and a conducive social environment. Meanwhile, the main inhibiting factors are incorrect or negative parenting patterns, socio-economic problems, external environmental influences, psychological conditions, and family stability. This study confirms that family education plays a very significant role in shaping students' character and serves as the initial foundation for the internalization of Pancasila values. This research provides an important contribution to the development of character education strategies that involve the active role of families as school partners in creating a generation with Pancasila character.
PELATIHAN ENGLISH FOR TOURISM BERBASIS COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING TERHADAP DUTA PARIWISATA KABUPATEN MANDAILING NATAL Sri Wahyuni Hasibuan; Rica Umrina Lubis; Apriyanti Hasibuan; Nur Aisyah Dlt; Uswatun Hasanah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.943-950

Abstract

Pelatihan English for Tourism berbasis Communicative Language Teaching yang dilaksanakan untuk duta pariwisata Kabupaten Mandailing Natal bertujuan untuk meningkatkan kecakapan dan pemahaman mereka dalam berbahasa Inggris, khususnya kemampuan dasar yang diperlukan untuk berkomunikasi secara efektif dalam industri pariwisata, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan wisatawan asing dengan lebih percaya diri dan efisien. Program ini dilaksanakan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari Tahap to Know (observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta), dilanjutkan dengan Tahap to Understand (sosialisasi konsep English for Tourism berbasis Communicative Language Teaching), kemudian Tahap to Plan (perancangan materi pelatihan sesuai kebutuhan peserta), Tahap to Act (pelaksanaan pelatihan), dan diakhiri dengan Tahap to Change (evaluasi hasil). Pelatihan ini berlangsung selama dua hari di aula Dinas Pariwisata Mandailing Natal dengan menghadirkan empat narasumber dan diikuti oleh 12 duta pariwisata. Melalui program ini, diharapkan kemampuan berbahasa Inggris para duta pariwisata meningkat secara signifikan, sehingga mereka dapat menjalankan tugas mereka di sektor pariwisata dengan lebih baik.