Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Skala Burnout pada Pekerja: Modifikasi Skala The Maslach-Trisni Burnout Inventory Athia Tri Rizkina; Faizah Rizqika; Fiola Rosa; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p672-684

Abstract

Burnout is a prolonged individual response to emotional and interpersonal stressors. Burnout can be experienced by anyone, including workers, the higher a person's workload can increase the likelihood of a burnout condition. Although this is often considered trivial by many people. Burnout can be seen from three aspects, namely emotional exhaustion, depersonalization, and decreased personal achievement. In this research article, researchers modified the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale from an adaptation of the scale to Indonesian called the Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) by adding two aspects, namely low social support and demands. Participants in this study were men and women who were currently working. Modification of the burnout scale was carried out by testing the content validity using the Aiken's V formula, then item analysis using the help of the IBM SPSS 25 application in the form of discriminatory power, spurious overlap, and reliability with the Cronbach alpha formula. After that, categorization was carried out to determine the level of burnout in research participants. Abstrak Burnout merupakan suatu respons individu yang berkepanjangan terhadap stressor emosional dan interpersonal. Burnout dapat dialami oleh siapa saja, salah satunya pekerja, semakin tinggi beban kerja seseorang dapat meningkatkan kemungkinan kondisi burnout. Meskipun hal ini seringkali dianggap sepele oleh banyak orang. Burnout dapat dilihat dari tiga aspek yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Dalam artikel penelitian ini, peneliti melakukan modifikasi terhadap skala Maslach Burnout Inventory (MBI) dari adaptasi skala ke bahasa Indonesia bernama Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) dengan menambahkan dua aspek yaitu rendahnya dukungan sosial dan tuntutan. Partisipan dalam penelitian ini yaitu laki-laki maupun perempuan yang saat ini sedang bekerja. Modifikasi skala burnout dilakukan dengan uji validitas isi menggunakan formula Aiken’s V, kemudian analisis aitem menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS 25 berupa daya diskriminasi, spurious overlap, dan reliabilitas dengan formula alpha cronbach. Setelah itu dilakukan kategorisasi untuk mengetahui tingkat burnout pada partisipan penelitian.
Education in a Post Covid-19: Penyesuaian Diri Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dalam Menghadapi Pembelajaran Luring Dhiya Fauziyyah Sudirman; Fina Alfiah Wulandari; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p713-726

Abstract

In this current post-Covid-19 pandemic era, one of the challenges faced in the field of education is to return engaging or offline learning to the way it was before the Covid-19 pandemic. Changes in learning policies can have both positive and negative impacts, so it is necessary to make adjustments for each individual to face these challenges. Therefore, this study aims to find out about the adjustment of psychology students who undergo engaging learning. The method used in this study is a qualitative research method with a phenomenological model. Data collection used semi-structured interviews with 3 participants who were Psychology students class of 2020, at the State University of Malang, and who were studying offline this year. The findings in the field showed that two of three participants had sufficiently adjusted to offline learning after the Covid-19 pandemic, however, the participants have not been able to see events objectively and realistically. Concurrently, another participant still showed poor self-adjustment, because she could not control her emotions well, experienced feelings of frustration, and could not see events objectively, and there were several conditions that made participants unable to learn optimally. Abstrak Di era post-pandemic Covid-19 saat ini, tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan salah satunya yaitu kembalinya pembelajaran luring atau luar jaringan seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Perubahan kebijakan pembelajaran dapat memiliki dampak positif maupun negatif, sehingga perlu adanya penyesuaian diri dari masing-masing individu untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri mahasiswa psikologi yang menjalani pembelajaran luring. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dengan 3 partisipan yang merupakan mahasiswa Psikologi angkatan 2020 Universitas Negeri Malang yang menjalani perkuliahan secara luring. Hasil temuan di lapangan yaitu dua partisipan cukup menyesuaikan diri dalam pembelajaran luring usai pandemi Covid-19, namun, belum dapat melihat kejadian secara objektif dan realistis. Sedangkan, satu partisipan lainnya menunjukkan penyesuaian diri yang kurang baik, dikarenakan belum dapat mengontrol emosi dengan baik, mengalami perasaan frustasi, dan belum dapat melihat kejadian secara objektif, serta terdapat beberapa kondisi yang membuat partisipan belum dapat belajar secara maksimal.
Hubungan antara Problematic Internet Use dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang Ilviana Yulia Sari; Freya Odelia Affandi; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p697-703

Abstract

The development of technology at this time makes everyone easily access the internet, especially college students. College students can easily access the internet to help in finding references for assignments in their lectures. However, the internet also has a negative impact if the internet is used inappropriately. The negative impact of the internet is problematic internet use. This study aims to determine the relationship between problematic internet use and academic procrastination in Malang State University college students. The instruments used in this study were the Generalized Problematic Internet Use Scale-2 (GPIUS-2) scale by Caplan (2010) and the Academic Procrastination Scale (APS) scale by McCloskey (2011). The data analysis used in this study consisted of categorisation tests and correlation tests using statistical calculations through the help of the Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows version 22 computer program. The results showed that there was a positive relationship between the problematic internet use variable and the academic procrastination variable in active internet user college students at State University of Malang Abstrak Perkembangan teknologi membawa dampak terhadap kemudahan mengakses internet, terutama pada mahasiswa. Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses internet untuk membantu dalam mencari referensi untuk tugas dalam perkuliahannya. Namun, internet juga memberikan dampak negatif apabila penggunaan internet dilakukan secara tidak tepat. Dampak negatif dari internet tersebut dinamakan problematic internet use. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara problematic internet use dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Generalized Problematic Internet Use Scale-2 (GPIUS-2) oleh Caplan (2010) dan skala Academic Procrastination Scale (APS) oleh McCloskey (2011). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji kategorisasi dan uji korelasi menggunakan perhitungan statistik dengan program komputer SPSS for Windows versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara variabel problematic internet use dengan variabel prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Universitas Negeri Malang
Makna Qanun Khalwat Bagi Wanita Aceh yang Berpacaran: Studi Fenomenologi Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p152-162

Abstract

Qanun khalwat is a regulation made to regulate the interaction between women and men who are not mahrams, where both are not allowed to be in the same place without a mahram, which is often seen as a form of morality regulation in Acehnese society. However, data shows that adolescents or individuals in the emerging adulthood stage in Aceh continue to have dating relationships. It is recorded those adolescents with higher education or college and upper secondary education levels are known to have free sex behavior. This study aims to explore the meaning of the application of Qanun khalwat for Acehnese women involved in dating relationships. The research method used is qualitative research on phenomenological approaches. The data collection technique was carried out using semi-structured interviews. The participants in this study consisted of two students from Aceh. The results of the study show that the meaning of Qanun formed for Acehnese women who date is Qanun khalwat is positive but often creates a positive stigma in society so that it makes it uncomfortable. AbstrakQanun khalwat merupakan peraturan yang dibuat untuk mengatur interaksi antara wanita dan pria yang bukan mahram, dimana keduanya tidak diperbolehkan berada dalam satu tempat tanpa mahram, yang sering kali dipandang sebagai bentuk pengaturan moralitas dalam masyarakat Aceh. Namun, data menunjukkan bahwa remaja ataupun individu di tahap emerging adulthood di Aceh tetap menjalani hubungan pacaran. Tercatat remaja dengan jenjang pendidikan tinggi atau mahasiswa dan jenjang pendidikan menengah atas diketahui memiliki perilaku free sex. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dari penerapan qanun khalwat bagi wanita Aceh yang terlibat dalam hubungan pacaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa yang berasal dari Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna qanun yang terbentuk bagi wanita Aceh yang berpacaran adalah qanun khalwat itu sebenarnya positif namun seringkali membuat stigma positif dimasyarakat sehingga membuat tidak nyaman.
Efektivitas Permainan Green Generation untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Dharmastuti, Anjarie; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi; Nurmalitasari, Femmi; An-Nisa, Lhulu; Agusdian, Rian
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p286-296

Abstract

Mitigating global warming disasters caused by climate change can be achieved through pro-environmental behavior. Developing such behavior from an early age is considered more effective. However, teaching disaster-related topics to children must be done carefully to avoid fear and confusion. One alternative solution is using educational game media with a disaster theme. This study aimed to design and test the effectiveness of an educational game themed around global warming, as well as to analyze elementary school students’ perceptions of its use. This study used a quantitative pre-experimental approach. The subjects of this study were 90 students of SDN Kotalama. The results of the expert validity test of the material in the game showed that 97.5% of the data was used without revision. Hypothesis analysis with the Paired Samples Test showed that this educational game was effective because there was a significant increase in knowledge from pretest to posttest. All research subjects (100%) felt that their knowledge of global warming had increased and were increasingly motivated to protect the environment. It can be concluded that this educational game media is effective in increasing knowledge of global warming disasters and increasing student motivation related to pro-environmental behavior. AbstrakMitigasi bencana pemanasan global akibat perubahan iklim dapat dilakukan dengan perilaku pro lingkungan. Pembentukan perilaku pro lingkungan sejak dini dinilai akan lebih efektif. Pengajaran materi kebencanaan pada anak-anak harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tidak menimbulkan rasa takut dan bingung. Media permainan edukatif bertema bencana menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji keefektifan permainan edukatif bertema pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa SD terhadap penggunaan permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif praeksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Kotalama sebanyak 90 siswa. Hasil uji validitas ahli terhadap materi dalam permainan menunjukkan 97,5% data terpakai tanpa revisi. Analisis hipotesis dengan Paired Samples Test menunjukkan permainan edukatif ini efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari pretest ke posttest. Seluruh subjek penelitian (100%) merasakan bahwa pengetahuannya tentang pemanasan global menjadi meningkat dan semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa media permainan edukatif ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan akan bencana pemanasan global dan meningkatkan motivasi siswa terkait perilaku pro lingkungan.