Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Menjembatani Komunitas Tuli dan Dengar melalui Pelatihan Komunitas untuk Kesehatan Mental: Penelitian Lintuuran, Rivo Mario Warouw; Wijaya, Laura Lesmana; Klein, Herbert; Moodoeto, Adhesatya Ningsih; Layanto, Michelle
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5252

Abstract

Masalah kesehatan mental lebih banyak ditemukan pada komunitas Tuli dibandingkan populasi dengar, namun banyak kebutuhan belum terpenuhi akibat keterbatasan pengetahuan kesehatan mental di kalangan Tuli serta kurangnya pemahaman tentang bahasa dan budaya Tuli di kalangan profesional kesehatan mental dengar. Pelatihan bersama berbasis komunitas dilakukan di Jakarta, Indonesia, dengan melibatkan 18 pemimpin Tuli serta 13 ahli (psikolog dan psikiater) untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjawab kebutuhan kesehatan mental Tuli. Metode pelatihan menggunakan edukasi kesehatan dengan pre/post-test tentang pengetahuan dan refleksi diri, skrining kesehatan mental peserta Tuli, dan diskusi bersama bertema kesehatan mental. Data dikumpulkan melalui Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), diskusi kelompok Tuli–dengar, serta tes pengetahuan dan refleksi diri pra dan pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 77% pemimpin Tuli terindikasi memiliki masalah kesehatan mental dan 32% melaporkan ide bunuh diri. Diskusi menyoroti tema antara lain kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan mental yang aksesibel, program dukungan sebaya, dan kebijakan layanan kesehatan yang inklusif. Pascapelatihan, terdapat perbaikan rata-rata skor pengetahuan  (4% Tuli, 43,65% profesional), dan pemahaman atau refleksi diri antara lain pemimpin Tuli terhadap gejala kesehatan mental meningkat dari 65% menjadi 90%, sementara kesadaran profesional tentang pentingnya bahasa dan budaya Tuli dalam konsultasi meningkat dari 75% menjadi 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan bersama berbasis komunitas bagi pemimpin Tuli dan profesional kesehatan mental dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan mental, pemahaman bersama, dan kolaborasi lintas komunitas. Pendekatan ini penting untuk memperkuat dukungan sebaya, meningkatkan akses layanan, serta mendorong kebijakan layanan kesehatan yang inklusif dan lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan mental komunitas Tuli.
ANALISIS KLINIS DAN SOSIAL PADA PASIEN LANSIA DI KRENDANG DENGAN HNP (HERNIA NUCLEUS PULPOSUS) Primaresti, Arella Fina; Nugraha, Alfajri Febri; Susetyo, Angela Excellcia Larasaty; Faza, Arnira Nailah; Asral, Akasyah Muhammad; Arsy, Alinda; Roza, Alzhika Khalisha; Ardillah, Dinda Rizky; Atmaja, Egi Martvi; Sorfina, Akialyn Naznin; Agustina, Almalia Rachma; Saubaki, Elisa Kezia; Thalia, Anita; Arumdytha, Amanda Syadzwina Mecca; Lintuuran, Rivo Mario Warouw
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25517

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan kondisi patologis di mana bagian dari nucleus pulposus menonjol melalui annulus fibrosus dan dapat menekan akar saraf tulang belakang, sehingga menimbulkan nyeri punggung bawah yang signifikan dan keterbatasan fungsional pada penderitanya. Prevalensi HNP meningkat seiring bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan faktor mekanis serta degeneratif. Pekerjaan sebagai kuli angkut pada masa produktif pasien dapat memberikan beban mekanis kronis pada struktur tulang belakang dan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya HNP pada usia lanjut. Selain itu, kondisi komorbid seperti hipertensi dan riwayat penyakit jantung yang umum ditemukan pada lansia juga berkontribusi terhadap kompleksitas manajemen pasien dan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kemampuan fungsional lansia dalam aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kebutuhan intervensi kesehatan yang tepat. Salah satu bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kondisi klinis dan sosial seorang lansia penderita HNP di Kecamatan Krendang yang juga memiliki hipertensi dan riwayat penyakit jantung. Pendekatan dilakukan melalui asesmen klinis, wawancara dengan pasien dan keluarga, serta edukasi promotif dan preventif terkait penanganan non-farmakologis yang sesuai.