Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Faktor Sosial Demografi dan Sosial Ekonomi terhadap Tindakan Pemilihan Obat Tradisional dalam Upaya Pengobatan Mandiri di Kalangan Masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru: Influence of Social Demographic and Social Economic Factors on Traditional Medicine Selection Actions in Independent Treatment Efforts in Communities in Landasan Ulin District, Banjarbaru City Rahmayanti Fitriah; Noormalisa Noormalisa
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.200

Abstract

Penggunaan obat tradisional semakin berkembang baik sebagai obat maupun untuk tujuan yang lain, terlebih dengan adanya anjuran untuk kembali kealam. Permasalahan akan timbul apabila tindakan pemilihan obat tradisional tersebut adalah sebagai bentuk pelarian dari pelayanan medis. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor sosial demografi dan sosial ekonomi terhadap tindakan pemilihan obat tradisional dalam upaya pengobatan mandiri di kalangan masyarakat Kecamatan Landasan Ulin. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Tahun 2019 yang berjumlah 67,535 orang dengan sampel 100 orang. Metode pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan telah dilaksanakan pada bulan januari – maret 2019. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0.005) dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh antara sosial demografi dan sosial ekonomi terhadap tindakan pemilihan obat tradisional.
PARADIGMA MASYARAKAT TENTANG KHASIAT DAUN BALIK ANGIN (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. ex Kurz) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Ramadhan, Hafiz; Akbar, Depy Oktapian; Ramadhani, Syahrizal; Yanie, Akhmad; Fitriah, Rahmayanti; Alfi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.632

Abstract

Pentingnya pemahaman masyarakat tentang tanaman obat, khususnya daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. ex Kurz), yang diketahui memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Tanaman ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional, namun pengetahuan masyarakat tentang manfaatnya masih perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik masyarakat di Kawasan Bukit Tahura Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, dan untuk mengetahui paradigma masyarakat tentang daun Balik Angin sebagai antioksidan di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah survei dengan melibatkan 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap daun Balik Angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat sebagian besar adalah perempuan sebanyak 60 orang (60%), dengan rentang umur 37-47 tahun sebanyak 42 orang (42%). Sebagian besar responden bekerja sebagai wirausaha atau pedagang sebanyak 30 orang (30%), dan pendidikan sebagian besar adalah SMA sebanyak 46 orang (46%). Selain itu, 84% responden memiliki pengetahuan baik mengenai manfaat daun Balik Angin sebagai antioksidan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa masyarakat di Kawasan Bukit Tahura memiliki paradigma positif terhadap penggunaan daun Balik Angin, namun masih diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai cara pengolahan pemanfaatan tanaman secara optimal.
Pengetahuan Dan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi : Pasien Di RSUD Brigjend H.Hasan Basry Kandangan Fitriah, Rahmayanti; Faisal, Muhammad; Akbar, Depy Oktapian
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 1 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i1.530

Abstract

Hypertension is the third cause of death after stroke and tuberculosis, accounting for 6.7% of all deaths of all ages in Indonesia. Knowledge is the level of patient behavior during treatment and behavior recommended by doctors. Hypertension sufferers must be aware of the importance of high blood pressure, the causes of high blood pressure, the symptoms that are often associated with it, the importance of taking medication regularly and continuously in the long term and the dangers of not taking medication. Patient adherence to treatment is very important because hypertension cannot be cured but must be controlled to avoid fatal complications. The aim of the researchers was to determine the relationship between knowledge level and medication adherence (hypertension patients at Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Hospital). The method used is analytic observational with a cross sectional research design using a purposive sampling technique of 300 respondents with a questionnaire measuring instrument. The results of this study indicate that the level of knowledge of hypertension patients at Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Hospital from 300 respondents included in the Good category as many as 279 respondents (93%), Enough 21 respondents (7%), and Less 0 respondents (0%). Compliance with taking medication in the high category was 69 respondents (23%), moderate 136 respondents (45.3%), and low 95 respondents (31.7%). The conclusion obtained using the Chi Square test states that there is a significant relationship between the level of knowledge and adherence to taking medication for hypertension patients at Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Hospital.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG OBAT TRADISIONAL DAN OBAT MODERN DENGAN TINDAKAN PEMILIHAN OBAT UNTUK PENGOBATAN MANDIRI Fitriah, Rahmayanti
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.174

Abstract

Pengobatan akan dilakukan disaat mengalami gangguan kesehatan. Tindakan yang dilakukan oleh tiap individu berbeda, mulai dari mencari bantuan pada pelayanan kesehatan sampai dengan melakukan pengobatan secara mandiri, termasuk dalam pemilihan obat tradisional ataupun obat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obat tradisional dan obat modern dengan tindakan pemilihan obat untuk pengobatan mandiri dikalangan masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Data dikumpulkan dari masyarakat Kecamatan Landasan Ulin sebanyak 100 responden dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validasi dan reliabilitas. Analisa data menggunakan Uji Chi Square. Hasil yang diperoleh dari pengetahuan responden tentang obat tradisional dan obat modern yaitu pengetahuan baik 42 %, pengetahuan cukup 34 % dan pengetahuan kurang 24 % serta hasil dari tindakan pemilihan obat untuk pengobatan mandiri yaitu baik 15 %, cukup 40 % dan kurang 45 %. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan terhadap pengetahuan tentang obat tradisional dan obat modern dengan tindakan pemilihan untuk pengobatan mandiri di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Indonesia dengan nilai signifikan yaitu 0,000 < 0,05.
Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan Jamu Di Desa Jawa Laut Kota Martapura: Studi Cross-Sectional Fitriah, Rahmayanti; Sihombing, Yuliana; Wahyudi, Wahyudi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v12i2.388

Abstract

Herbal medicine is one form of traditional medicine that is still widely used by the Indonesian people. The perception that herbal medicine is safer than modern medicine is one of the reasons for the high demand for its use. However, the trend of increasing consumption of herbal medicine among the public has brought new challenges, particularly regarding safety, quality, and efficacy claims. Without adequate knowledge, the use of jamu carries the risk of side effects, interactions with modern medications, or improper dosing. Therefore, a good understanding of the proper and safe use of jamu is crucial to prevent potential hazards and ensure optimal benefits. The objective of this study is to investigate the relationship between knowledge levels and jamu use in Jawa Laut Village, Martapura City. This study employed an analytical observational method with a cross-sectional approach using non-random sampling, specifically accidental sampling, conducted from January to March 2022. In this study, univariate and bivariate data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the community's knowledge was in the good category, with 79 respondents (79%), and herbal medicine use was in the high category, with 76 respondents (76%). Thus, there is a relationship between knowledge and herbal medicine use in Jawa Laut Village, Martapura City, South Kalimantan, Indonesia.