Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Metode Tafsir Maudhui dalam Kitab Tafsir Al-Insan Fi Alqur’an Karya Abbas Mahmud Al-‘Aqqad Amalia, Ilma
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25239

Abstract

Tafsir adalah cara untuk memahami isi Al-Qur'an, dan metode penafsiran Al-Qur'an beragam, salah satunya adalah metode tematik atau maudhui. Metode ini memungkinkan kita untuk merespons fenomena saat ini dengan menggabungkan ayat-ayat Al-Qur'an dalam satu tema tertentu, memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan melalui ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang memfokuskan pada metode tafsir maudhui dan contohnya dalam kitab "Al-Insan fi Al-Qur'an" karya Abbas Mahmud al-'Aqqad. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran ringkas tentang metode penafsiran maudhui dan mengilustrasikan penggunaan praktis metode ini dalam tafsir kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode maudhui tetap menjadi metode populer yang digunakan oleh banyak mufassir, karena metode ini memiliki fleksibilitas dan relevansi dengan tuntutan zaman.
Manhaj Tafsir Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithiy dalam Adwa` al-Bayan fi Idlah al-Qur`an bi al-Qur`an Asy-Syakir, Muhammad Imam; Amalia, Ilma
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 3 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i3.34539

Abstract

Dewasa ini, penggunaan metode penafsiran qur`an bil-qur`an kembali menggeliat, dan salah satu mufasir yang melakukan upaya ini adalah Muhammad al-Amin asy-Syinqithiy, yang menulis tafsir Adwa` al-Bayan fi Idlah al-Qur`an bi al-Qur`an. Artikel ini secara khusus meneliti penafsiran asy-Syinqithiy yang mampu menghadirkan penafsiran ayat dengan ayat lain dengan bersandar kepada 25 kaidah penafsiran qur`an bil-qur`an yang ia jelaskan dalam pendahuluan. Sekalipun tidak semua ayat al-Qur`an ditafsirkan, tetapi upaya yang dilakukannya secara spesifik merupakan suatu langkah besar yang jarang dilakukan mufasir sebelumnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan analisis-deskriptif. Penelitian ini bertujuan melakukan elaborasi terhadap metode tafsir asy-Syinqithiy, baik yang umum dari kitab tafsir ini, dan yang khusus dengan meninjau uslub tafsirnya, dengan berfokus pada penafsirannya terhadap surat al-Baqarah ayat 131 sampai 145. Tafsir ini menggunakan metode tahlili, dengan kecenderungan ahkami atau fiqhi, dan merujuk sumber penafsiran dari ayat-ayat al-Qur`an itu sendiri secara ijtihadi berdasar kaidah-kaidah penafsiran, lalu sumber lainnya dari hadits, qira`ah sab’ah dan kaidah kebahasaan.
Abu Thanâ' Shihâbuddîn Al-Alûsî's Interpretation of the Self-Harm (Ẓālim Li Nafsih) Verses Amalia, Ilma; Komarudin, Edi
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2025): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v4i1.43832

Abstract

This study explores Abu Thanâ' Shihâbuddîn Al-Alûsî's interpretation of Qur'anic verses addressing self-harm (ẓālim li nafsih) and its relevance to the modern phenomenon of self-inflicted harm. Using a qualitative, descriptive-analytical method, the research examines Al-Alûsî's tafsir in Rūh al-Ma'ānī, particularly regarding verses such as Qs. Al-Baqarah: 195, Qs. Ali-Imran: 117, and others. Al-Alûsî interprets ẓālim li nafsih as actions violating divine commands, encompassing spiritual, moral, and physical dimensions. He emphasizes that such acts result in self-inflicted harm both in this world and the hereafter. The research draws parallels between ẓālim li nafsih and self-harm, illustrating how the latter reflects a crisis of spirituality and morality. Al-Alûsî highlights the importance of repentance, spiritual reflection, and maintaining a strong relationship with Allah SWT to heal spiritual wounds caused by self-harm. His interpretation underscores the Qur'an's guidance for addressing internal struggles through a holistic approach combining spiritual, social, and moral support. The study concludes that Al-Alûsî's insights provide a meaningful framework for understanding and addressing self-harm within an Islamic context, offering hope and a path to redemption for individuals affected by this issue.
KORELASI ANTARA PEMBELAJARAN AKHLAK MATERI MENGHINDARI PERTENGKARAN ANTAR TEMAN DENGAN PENERAPANNYA (PENELITIAN DI SMP MUSTIKA PADALARANG) Amalia, Ilma; Maliki, Muhammad; Abdul Kholiq, Muhammad
Sinergi Aksi Inovasi Budaya Menulis Inspiratif Vol. 1 No. 2 (2023): Saibumi
Publisher : Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan korelasi antara materi Pendidikan Agama Islam pada segi akhlak (afeksi) dengan implementasinya yaitu bagaimana pendapat peserta didik terhadap fenomena pertengkaran yang terjadi di sekitar mereka yang penulis tanyakan melalui angket. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang mana teknik analisis datanya mengunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan analisis korelasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adanya korelasi sebesar 17% antara materi akhlak mengenai menghindari pertengkaran yang didapat dari nilai ulangan harian dengan implementasi menghindari pertengkaran yang didapat dari angket.  Hal ini berarti jika materi akhlak mengenai menjauhi pertengkaran dinaikkan sebanyak 17% maka akan berpengaruh terhadap sikap anak dalam menghindari pertengkaran sebanyak 17%. Hal ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan faktor lain sebanyak 83% yang mempengaruhi anak untuk menghindari pertengkaran   The aim of this research is to reveal the correlation between Islamic Religious Education material in terms of morals (affection) and its implementation, namely how students think about the phenomenon of quarrels that occur around them, which the author asked about through a questionnaire. The research method used is quantitative where the data analysis technique uses descriptive statistics and inferential statistics using correlation analysis. The results of this research are that there is a correlation of 17% between the moral material regarding avoiding quarrels obtained from daily test scores and the implementation of avoiding quarrels obtained from the questionnaire. This means that if the moral material regarding avoiding fights is increased by 17%, it will have an effect on children's attitudes in avoiding fights by 17%. This is still very small compared to other factors, as much as 83%, which influence children to avoid fighting.