Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran Batik Ramah Anak (Batik Simbut) di SDN Kwagean Wonopringgo Kab. Pekalongan Cahyo, Andri Nur; Mursidah, Mursidah; Rachdantia, Dheasari; Dwirainaningsih, Yustiana
Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Vol 3 No 2: November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/ijiee.v3i2.1239

Abstract

Batik is Indonesia's noble culture and has been attached as an identity as well as national identity. This is important to do so that the Indonesian people do not lose their national identity in the midst of the swift onslaught of foreign cultures in the current era of globalization. The movement to preserve the local wisdom of batik culture must start as early as possible. Batik simbut innovation is one way to introduce batik culture to the younger generation, especially at an early age and elementary school. Batik simbut is child-friendly because it uses a kind of cold paste as a substitute for the function of hot wax. This study discusses learning innovation of Batik simbut that is applied to the Penguatan Profil Pelajar Pancasila program at SDN Kwagean. The method used is descriptive qualitative. The findings from this study are (1) the application of Batik simbut is considered safer, so it can minimize the risk of accidents due to hot nights for students. (2) The application of learning innovations of child-friendly batik in the P5 project is very appropriate and strategic as an effort to build students' curiosity and inquiry abilities through cultural exploration and local wisdom. This is expected to be an effort to strengthen the nation’s character as early as possible.
Penambahan Nilai Estetik Pada Produk Selendang Batik Pesisiran Dengan Aplikasi Manipulating Fabric Mursidah, Mursidah; Cahyo, Andri Nur; Dwirainaningsih, Yustiana; Rachdantia, Dheasari
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v7i1.7181

Abstract

        Penerapan manipulating fabrics pada kain batik dapat memunculkan keunikan dan eksklusifitas untuk menambah value-nya. Aplikasi manipulating fabrics pada kain batik dapat mendukung pengembangan atau penciptaan custome made batik berbasis kreatifitas untuk menciptakan inovasi fashion batik. Hal tersebut dapat mendorong penciptaan desain produk baru untuk menyegarkan pasar. Penerapan manipulating fabrics pada kain batik memberi nilai kebaruan karena menambahkan nilai guna pada produk. Penambahan nilai guna pada produk batik dapat menambah keunggulan produk yaitu selain indah juga mempunyai tampilan tertentu secara fisik. Pengembangan batik penting untuk dilakukan demi menjaga kelestariannya. Batik sebagai warisan budaya, masih perlu terus dikembangkan untuk ditransformasikan kepada generasi muda. Generasi muda masih ada yang menganggap batik adalah pakaian yang kuno. Batik dapat dimodifikasi dengan trend fashion modern saat ini sehingga generasi muda lebih antusias lagi dalam melestarikannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan penerapan manipulating fabric.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain produk baru dengan ide memberikan tambahan nilai guna pada produk batik motif pesisiran dengan mengaplikasikan teknik manipulating fabrics. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan berbasis praktek proses berkarya seni kriya (practice-led research). Hasil penelitian ini adalah berupa kain selendang batik dengan aplikasi manipulating fabric berupa sulam, slashing, dan smock.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DAN VISUAL (BATIK) FRAKTAL DALAM PERKEMBANGAN BATIK NUSANTARA DAN INDUSTRI KREATIF Cahyo, Andri Nur; Rizali, Nanang; Bahari, Nooryan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.429 KB) | DOI: 10.33153/bri.v8i2.1817

Abstract

Jurnal ini akan mendiskusikan tentang bagaimana sebenarnya eksistensi batik fraktal. Fokusnya adalah pada peran batik fractal dalam perkembangan batik Nusantara dan lingkup industry kreatif.Batik fraktal yang merupakan sebuah inovasi baru di dalam percaturan batik Nusantara, berhasil memadukan komputasional digital dengan visualitas fractal sebagai tonggak utama kerja desainnya.Hal itu telah menghasilkan suatu perwujudan batik modern berbasis teknologi dan desain yang membawa pengaruh terhadap industri kreatif batik dan berperan penting dalam membawa batik Nusantara untukmenghadapipersaingan global. Kata Kunci: Batik Fraktal, Batik Nusantara, IndustriKreatif.
Solusi Batik Zero Waste dalam Manajemen Operasional UMKM Batik di Era Industri 5.0 Mursidah, Mursidah; Cahyo, Andri Nur; Mulyapradana, Aria; Anjarini, Ary Dwi
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.649

Abstract

Industri batik, khususnya pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghadapi tantangan serius terkait limbah produksi yang berdampak pada lingkungan dan efisiensi operasional. Prinsip zero waste menawarkan solusi strategis melalui pengurangan limbah sejak tahap perancangan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji potensi penerapan prinsip zero waste dalam manajemen operasional batik di era Industri 5.0. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif di beberapa UMKM batik Pekalongan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan zero waste dapat dilakukan melalui integrasi desain pola efisien (misalnya draping dan modular), pemanfaatan aplikasi digital untuk perancangan motif, penggunaan teknologi sederhana dan pengelolaan limbah kolektif. Namun, implementasi menyeluruh masih terhambat oleh keterbatasan modal, minimnya pelatihan desain berkelanjutan, serta belum meratanya dukungan infrastruktur. Kesimpulannya, prinsip zero waste berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat daya saing UMKM batik Pekalongan, terutama jika didukung oleh kebijakan, kolaborasi, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DAN VISUAL (BATIK) FRAKTAL DALAM PERKEMBANGAN BATIK NUSANTARA DAN INDUSTRI KREATIF Cahyo, Andri Nur; Rizali, Nanang; Bahari, Nooryan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v8i2.1817

Abstract

Jurnal ini akan mendiskusikan tentang bagaimana sebenarnya eksistensi batik fraktal. Fokusnya adalah pada peran batik fractal dalam perkembangan batik Nusantara dan lingkup industry kreatif.Batik fraktal yang merupakan sebuah inovasi baru di dalam percaturan batik Nusantara, berhasil memadukan komputasional digital dengan visualitas fractal sebagai tonggak utama kerja desainnya.Hal itu telah menghasilkan suatu perwujudan batik modern berbasis teknologi dan desain yang membawa pengaruh terhadap industri kreatif batik dan berperan penting dalam membawa batik Nusantara untukmenghadapipersaingan global. Kata Kunci: Batik Fraktal, Batik Nusantara, IndustriKreatif.
PRODUKSI BATIK MALAM DINGIN MENGGUNAKAN APLIKASI DESAIN MOTIF BERBASIS MOBILE Cahyo, Andri Nur; Dwirainaningsih, Yustiana; Mursidah, Mursidah
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v6i2.6805

Abstract

   Katakunci:Batik, Batik Malam Dingin, Aplikasi Desain MobileBatik malam dingin merupakan pengembangan proses produksi batik dengan menggunakan malam/ lilin batik yang diencerkan secara kimia dan bersifat dingin untuk pemalaman batik. Cara kerjanya dengan system cetak saring seperti sablon. Pada batik malam dingin proses desain motif dibuat dengan bantuan computer desktop menggunakan software desain seperti  Adobe Photoshop dan Corel Draw. Namun fakta di lapangan menunjukkan ada beberapa kendala dalam memanfaatkan teknologi computer grafis berbasis desktop terkait kompleksitas software yang cukup tinggi dan butuh dukungan hardware yang cukup mahal. Tulisan ini mencoba menawarkan solusi atas permasalahan tersebut dengan mencari tahu aplikasi desain berbasis mobile apa saja yang banyak tersedia di layanan distribusi digital memungkinkan digunakan untuk proses desain motif batik malam dingin. Fokus penelitian adalah mengkaji desain visual motif batik dan karakter teknis yang dihasilkan tiap aplikasi desain berbasis mobile, kemudian menganalisis hasil visual dan kelayakannya untuk proses produksi batik malam dingin. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan desain. Hasil yang dicapai diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja desain, sehingga meningkatkan daya saing global. 
Penambahan Nilai Estetik pada Produk Selendang Batik Pesisiran dengan Aplikasi Manipulating Fabric Mursidah, Mursidah; Cahyo, Andri Nur; Dwirainaninsih, Yustiana; Rachdantia, Dheasari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.5080

Abstract

The application of manipulating fabrics to batik can create uniqueness and exclusivity to increase its value. The application of manipulating fabrics on batik can support the development or creation of custom made batik based on creativity to create batik fashion innovation. This can encourage the creation of new product designs to refresh the market. The application of manipulating fabrics to batik provides novelty value because it adds use value to the product. Adding use value to batik products can add to the superiority of the product, namely that apart from being beautiful it also has a certain physical appearance. It is important to develop batik to maintain its sustainability. Batik as a cultural heritage still needs to continue to be developed to be transformed to the younger generation. There are still younger generations who think batik is old fashioned clothing. Batik can be modified to suit current modern fashion trends so that the younger generation is even more enthusiastic about preserving it. One way that can be done is by applying manipulating fabric. The aim of this research is to produce a new product design with the idea of providing additional use value to coastal motif batik products by applying the technique of manipulating fabrics. The method used is qualitative research with a practice-based approach to the creative arts creation process (practice-led research). The result of this research is a batik shawl with fabric manipulation applications in the form of embroidery, slashing and smocking.
Transisi Menuju Batik Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Serat Alam sebagai Media Alternatif dan Penerapan Konsep Zero Waste Yustiana Dwirainaningsih; Mursidah; Andri Nur Cahyo; Aria Mulyapradana
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v3i1.243

Abstract

The batik industry's dependence on conventional textile raw materials and production patterns that produce high waste (fast fashion) poses serious challenges to environmental and sustainability aspects. This Community Service (PkM) activity aims to facilitate the transition towards more environmentally friendly batik production in the Independent Women's Community. The implemented solutions focus on two main pillars: (1) Substitution of Conventional Media with Sustainable Natural Fibers and (2) Application of Zero Waste Fashion Principles in design and production. The PkM method involves intensive training, technical assistance, and demonstrations of batik making on natural fiber media (pineapple fiber) as well as zero waste cutting pattern design workshops. The results of the activity demonstrated a significant increase in partners' understanding and skills in processing natural fibers into high-quality batik materials, while also enabling them to design fashion products that minimize fabric waste to below 5%. This implementation successfully created a prototype batik product with high sales value, based on renewable materials, and aligned with green market demands. Overall, this Community Service Program not only increased the technical and economic capacity of the Independent Women's Group but also demonstrated that a sustainable and waste-free batik production model is realistic and feasible, making a real contribution to environmental preservation and the development of a responsible creative economy.
Implementasi Nilai Nilai Pancasila Dalam Program CSR Perusahaan Untuk Keberlanjutan Lingkungan Pada PT Telkom Pekalongan Dwirainaningsih, Yustiana; Mursidah; Andri Nur Cahyo
Diktum: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/vd5ccm50

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Pancasila values within the Corporate Social Responsibility (CSR) programs of PT Telkom Pekalongan, particularly those oriented toward environmental sustainability. The research is grounded in the urgency of integrating corporate social responsibility with the foundational philosophy of the state, which emphasizes a balanced interplay among social, economic, and environmental dimensions in sustainable development. Employing a qualitative method with a case study approach, the study seeks to obtain an in-depth and contextual understanding of the phenomenon. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation analysis of the company’s CSR initiatives. The findings demonstrate that the value of Divinity is reflected in the ethical commitment to environmental preservation, the value of Humanity is manifested in efforts to enhance public awareness of a healthy environment, the value of Unity is realized through multi-stakeholder collaboration, the value of Democracy is evidenced by community participation in planning and implementation processes, and the value of Social Justice is embodied in the equitable and sustainable distribution of program benefits. These findings affirm that the internalization of Pancasila values in CSR policies functions not merely as normative legitimacy but also as an effective institutional strategy for strengthening corporate sustainability governance and contributing substantively to sustainable development.
KOMPARASI ESTETIK BATIK FRAKTAL DENGAN BATIK NUSANTARA TRADISI Andri Nur Cahyo; Amin Sulistiyowati
Canthing Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Batik fractal is a modern batik made refer to the tradition motif combined with fractal visual in computational way. As an innovation in the arena batik Nusantara, batik fractal managed to integrate the digital technology with fractal visuality as a major milestone work design. It has produced a form of batik modern that play an important role in bringing batik Nusantara to face the global competition. This journal will discuss the relationship between batik fractal with batik tradition in the constellation batik Nusantara through the aesthetic comparative study. Keyword: Batik Fractal, Batik Nusantara, Comparative Study.