Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Ikan Kecil Karya Ossy Firstan Rahmayori, Annisa; Karim, Maizar; Fitriah, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.26903

Abstract

This study aims to describe how the main character's psychological disturbances in the novel Ikan Kecil by Ossy Firstan use Aaron Beck's cognitive theory. The disorder is a depressive disorder which is divided into three sets of cognitive patterns, namely looking at oneself, interpreting experiences, and looking at the future negatively. Then the disorder also has depressive symptoms which are divided into four depressive symptoms, namely emotional symptoms, cognitive symptoms, motivational symptoms, and physical symptoms. The method used in this research is descriptive qualitative with the study of literary psychology. The results of the study found that the main character experienced all psychological disorders in the form of depressive disorders based on a triad of cognitive patterns and all depressive symptoms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gangguan psikologis yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ikan Kecil karya Ossy Firstan menggunakan teori kognitif Aaron Beck. Gangguan tersebut berupa gangguan depresi yang terbagi menjadi tiga serangkai pola kognitif yaitu memandang diri, menginterpretasikan pengalaman, serta memandang masa depan secara negatif. Kemudian gangguan tersebut juga memiliki simtom depresi yang terbagi menjadi empat simtom depresi yaitu simtom emosional, simtom kognitif, simtom motivasional, dan simtom fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan kajian psikologi sastra. Hasil dari penelitian adalah ditemukan bahwa tokoh utama mengalami seluruh gangguan psikologis berupa gangguan depresi berdasarkan tiga serangkai pola kognitif dan seluruh simtom depresi.
Resistensi terhadap Stereotipe Gender dalam Novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Fitriani, Dian; Warni, Warni; Fitriah, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.27404

Abstract

This research aims to describe gender stereotypes and explain resistance to gender stereotypes in the novel "Kita Pergi Hari Ini" (We Leave Today) by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, using a literary sociology approach with a focus on gender studies. The research is qualitative in nature, and the data consists of sentences, paragraphs, dialogues, and narratives containing elements of gender stereotypes sourced from the novel "Kita Pergi Hari Ini" by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. The method used in the research is qualitative descriptive, and data collection is done through literature study using reading and note-taking techniques. The research findings reveal gender stereotype elements found in the characters as follows: 1) Women are obedient creatures, 2) women must be polite and well-mannered, 3) women can play with anyone, 4) women are emotional beings. Meanwhile, the male stereotypes include: 1) Men like to rebel and freely express their opinions, 2) men tend to be less polite, and 3) men don't play with women. However, resistance to gender stereotypes is depicted in the character Fifi, who shows resistance by being 1) polite and well-mannered, 2) obedient, and 3) playing with anyone. The character Fufu also exhibits resistance by 1) playing freely on the field, 2) being rebellious, and 3) daring to express opinions, as portrayed by the author through the children characters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stereotipe gender dan menjelaskan resistensi terhadap stereotipe gender dalam novel Kita Pergi Hari Ini (KPHI) karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan fokus kajian gender. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan data berupa kalimat, paragraf, dalam dialog maupun narasi yang mengandung unsur stereotipe gender. Sumber data pada penelitian ini yaitu novel KPHI karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka menggunakan teknik baca dan catat. Dari hasil penelitian unsur stereotipe gender yang terjadi pada tokoh berupa: 1) Perempuan adalah makhluk penurut, 2) perempuan harus sopan santun, 3) perempuan bermain dengan siapa saja, 4) perempuan makhluk emosional. Sedangkan stereotipe laki-laki yaitu 1) laki-laki suka memberontak dan bebas mengemukakan pendapatnya, 2) laki-laki bersikap kurang sopan, dan 3) tidak bermain dengan perempuan.  Sementara itu, adanya resistensi terhadap stereotipe gender yaitu: dalam karakter Fifi sebagai bentuk resistensi mampu bersikap 1) sopan santun, 2) penurut, dan 3) bermain dengan siapa saja. Begitu juga karakter Fufu yang memiliki sikap 1) bermain bebas di lapangan, 2) suka memberontak, 2) berani mengungkapkan pendapat yang juga dideskripsikan oleh penulis melalui tokoh anak-anak.
Ujaran Kebencian Netizen Indonesia dalam Kolom Komentar Instagram NM: Kajian Linguistik Forensik Prameswari, Egi Cahya; Putri, Aprilia Kartika; Fitriah, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i1.42161

Abstract

This research aims to describe speech acts and types of hate speech in NM's Instagram comment section. The approach used in this research is descriptive qualitative, in answering the problem formulation in this thesis the researcher uses forensic linguistic theory with the scalpel of speech act theory. Then the Chief of Police Circular Letter (SE) Number SE/06/X/2015 to find the form of hate speech. Based on the research results, there are 49 data of hate speech. Namely, expressive illocutionary speech acts and hate speech of the type of provoking or inciting are mostly found, namely 22 data. Other findings show that hate speech defamation is 2 data, unpleasant actions 18 data, insult 3 data, blasphemy 3 data and spreading false news 1 data. Assertive illocution 15 data, directive illocution 10 data, commissive 2 data. Netizens freely criticize, reject, deny, identify, and report NM which causes many expressive illocutionary speech acts. Many provocative or inciting hate speeches were found due to interpersonal conflicts.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur dan jenis-jenis ujaran kebencian dalam kolom komentar Instagram NM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dalam menjawab rumusan masalah pada skripsi ini peneliti menggunakan teori linguistik forensik dengan pisau bedahnya teori tindak tutur. Kemudian Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/06/X/2015 untuk menemukan bentuk ujaran kebencian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat  49 data ujaran kebencian. Yaitu, tindak tutur ilokusi ekspresif dan ujaran kebencian jenis memprovokasi atau menghasut paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 22 data. Temuan lain menunjukkan ujaran kebencian pencemaran nama baik sebanyak 2 data, perbuatan tidak menyenangkan 18 data, penghinaan 3 data, penistaan 3 data dan menyebarkan berita bohong 1 data. Ilokusi asertif 15 data, ilokusi direktif 10 data, komisif 2 data. Netizen secara bebas mengkritik, menolak, menyangkal, mengidentifikasi, dan melaporkan NM yang menyebabkan banyaknya tindak tutur ilokusi ekspresif. Ujaran kebencian memprovokasi atau menghasut banyak ditemukan karena adanya konflik antar pribadi. 
The Discourse Movement Analysis of Hashtags Supporting the Legalization of Same-Sex Marriage Putri, Aprilia Kartika; Fitriah, Siti; Triandana, Anggi; Amri, Ulil; Putra, Yoga Mestika
Vivid: Journal of Language and Literature Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : English Department, Faculty of Humanities, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/vj.14.1.93-100.2025

Abstract

The legalization of same-sex marriage in the United States on June 26, 2015 inflicted rooms for debates. The contra side included the conservative Christian groups. Meanwhile, the Pro side celebrated the ruling by waving rainbow flags in front of the Supreme Court building and using #LoveWins and #Pride hashtags in their social media, such as Twitter and Instagram. This paper describes the analysis of these discourses movements by using Sawirman’s BREAK theory (2014; 2016). #LoveWins was considered as the primary discourse while #Pride as the secondary because of their political power. Both hashtags were used to show the joy and support for the gay community. As the time goes on, the secondary disourse is used more frequent than the primary, which is only used in the moments of equality of right between the gay and straight community.
Peningkatan Keterampilan Menulis Fiksi Remaja melalui Pelatihan bagi Siswa SMPN 1 Muaro Jambi Kartika Putri, Aprilia; Mestika Putra, Yoga; Fitriah, Siti; Triandana, Anggi; Amri, Ulil
Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2025): Estungkaran: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/est.v4i2.48921

Abstract

:  Fiction writing skills represent an important form of creative expression that contributes significantly to the development of youth literacy. However, some junior high school students still struggle to express their ideas in a structured and imaginative way through short stories. This community service activity aimed to improve the fiction writing skills of students at SMP Negeri 1 Muaro Jambi through a structured and practical short story writing training for teenagers. The implementation methods included interactive lectures, writing trainings, individual mentoring, and work evaluation sessions. The activity involved 15 students from grades VIII and IX who demonstrated an interest in fiction writing. The results showed an improvement in participants’ ability to develop plots, characters, and the use of figurative language in their short stories. This activity had a positive impact on strengthening the school’s literacy culture and encouraged the emergence of new interests in the field of teen fiction writing. Therefore, this fiction writing training can serve as a sustainable model for developing youth literacy at the junior high school level
Pelatihan Teknik Penerjemahan Untuk Meningkatkan Kualitas Terjemahan Cerita Rakyat Daerah Melayu Jambi Fitriah, Siti; Aprilia Kartika Putri; Anggi Triandana; Ulil Amri; Yoga Mestika Putra
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i2.48825

Abstract

Indonesia terdiri dari berbagai suku yang memiliki beragam budaya. Kekayaan budaya tersebut dapat kita ketahui salah satunya melalui cerita rakyat daerah. Nilai-nilai kehidupan, adat-istiadat, dan pandangan hidup tertuang di dalamnya. Akan tetapi, adanya perbedaan bahasa menyebabkan penyebaran cerita rakyat daerah terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penerjemahan untuk menjembataninya. Kegiatan penerjemahan bukanlah suatu hal yang sulit, namun tanpa adanya pemahaman terkait teknik-teknik penerjemahan tentu akan memberikan kendala bagi seorang penerjemah. Atas dasar itulah, pelatihan teknik penerjemahan diadakan. Sasaran peserta pada pelatihan ini dikhususkan kepada para mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Universitas Jambi yang memiliki andil untuk menyebarluaskan karya sastra. Kegiatan pelatihan ini diadakan pada hari Senin, tanggal 17 Maret 2025 secara luring. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, tanya jawab dan quiz. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari para mahasiswa. Hal ini dapat diketahui dari hasil penyebaran angket kepada mahasiswa, yang mayoritas jawabannya menyatakan kebermanfaatan pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas terjemahan cerita rakyat daerah.
Racial Swearing in Compliments on X: A Pragmatic Perspective Putri, Aprilia Kartika; Triandana, Anggi; Fitriah, Siti; Putra, Yoga Mestika; Sirait, Jeliana Veronika
Puitika Vol. 20 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i1.593

Abstract

Abstract  Few realize that swearing is not always used to express negative emotions. It can also be utilized to convey positive feelings, such as compliments. Swearing in compliments is a phenomenon identified on X, the social media platform that was formerly known as Twitter. The purpose of this study is to examine the pragmatic meaning and the pragmatic function of racial swearing in compliments on X. This study is classified as descriptive qualitative research. The data of this study consisted of racial swearing in the compliment utterances on X. The observational method was used to gather the data. In the meantime, the data were analyzed using the identity method by referring to the theories of Hughes (2006), Kreidler (2002), Ljung (2011), and Spears (2000). The results of the data analysis are presented by using informal method. The study's findings demonstrate that the racial swearing in compliments on social media X has the pragmatic meaning of ‘guy’. In addition, it has pragmatic functions as noun supports and anaphoric use of epithets. As a noun support, the racial swearing was used to assist the compliment word, which was usually in the form of an adjective. On the other hand, as the anaphoric use of epithets, the racial swearing was used as an anaphoric pronoun, a pronoun that refers back to another noun in the utterance. It is anticipated that this study would lessen the misunderstanding that Indonesian EFL (English as a Foreign Language) students may have when interacting with other English speakers on social media X. 
Implementasi Model Pembelajaran Project based Learning (PJbL) pada Mata Kuliah Pragmatik untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi Izar, Julisah; Nasution, Muhammad Muslim; Fitriah, Siti; Wilyanti, Liza Septa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa pada mata kuliah Pragmatik dengan menggunakan model pembelajaran PJbL(Project Based Learning). Adapun metode penelitian yang diguanakan adalah dengan menerapkan metode peneitian tindakan kelas, dimana hasil tulisan dideskripsikan dengan pendekatan kulitatif dan hasil nilai dideskripsikan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penerapan model pembelajaran PJbl menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa semakin baik terbukti dnegan nilai rata-rata pada pre test sebesar 69,0 dan hasil pot test 1 72,70 dan hasil post test 2 80,84 dan hasil belajar meningkat. Maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaraN PJbL berhasil meingkatkan kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa sastra Indonesia pada mata kuliah Pragmatik.
KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK TAMAN RIMBO JAMBI Fitriah, Siti; Kartika Putri, Aprilia
El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2023): El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STAI Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54125/elbanar.v6i2.154

Abstract

Maraknya penggunaan bahasa asing serta kesalahan ejaan penulisan bahasa Indonesia di ruang publik menunjukkan bahwa bahasa Indonesia jauh dari kata martabat. Pemartabatan bahasa Indonesia di ruang publik perlu diperkuat, mengingat bahasa Indonesia merupakan suatu identitas yang menunjukan jati diri bangsa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan ejaan Bahasa Indonesia pada ruang publik di Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi. Hal ini menarik untuk diteliti karena kebun binatang tersebut dikelola langsung oleh pemerintah daerah setempat. sehingga, penelitian ini juga dapat dijadikan sebuah rujukan untuk mengetahui bagaimana potret penggunaan bahasa Indonesia di ruang lingkup pemerintahan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik turunan dari metode simak milik Mahsun (2017) yaitu teknik simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik foto. Hasil data menunjukkan bahwa penggunaan ejaan bahasa Indonesia di ruang lingkup pemerintah perlu diperkuat, karena masih terdapat beberapa kesalahan, seperti penulisan bahasa asing, penggunaan kata depan ‘di’, penggunaan tanda baca, penulisan kata baku, serta penulisan kalimat.
Keris dalam Masyarakat Melayu Jambi: Kajian Etnolinguistik Fikriya, Maisan Ashfa; Khotimah, Khusnul; Tampubolon, Gita Novelia; Fitriah, Siti
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the lexical and cultural meanings of various traditional keris of the Jambi Malay community, such as Keris Siginjei, Keris Cundrik, and Keris Singa Merjaya, along with supporting photos and texts, using an ethnolinguistic approach. This study aims to reveal the cultural, historical, and spiritual values attached to these keris and their role in shaping the identity of the Malay community in Jambi. The method used is qualitative descriptive analysis, which examines both the literal (lexical) and symbolic (cultural) meanings of each object of study. The results of the study show that the keris is not merely a physical tool, but also a symbol of power, resistance, spirituality, and diplomatic relations in the context of the Jambi Sultanate. In conclusion, the keris as an artifact is a concrete manifestation of the interconnection between language, symbols, and culture that deeply reflects the identity and noble values of the Jambi Malay community. Abstrak Penelitian ini membahas makna leksikal dan kultural dari berbagai keris tradisional masyarakat Melayu Jambi dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai budaya, sejarah, dan spiritual yang melekat pada keris-keris tersebut serta peranannya dalam membentuk identitas masyarakat Melayu Jambi. Metode yang dipakai adalah analisis deskriptif kualitatif yang memeriksa makna harfiah (leksikal) sekaligus makna simbolis budaya (kultural) dari setiap objek studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keris bukan sekadar alat fisik, melainkan juga merupakan simbol kekuasaan, perlawanan, spiritualitas, dan hubungan diplomatik dalam konteks Kesultanan Jambi. Kesimpulannya, keris sebagai artefak adalah manifestasi konkrit dari keterkaitan antara bahasa, simbol, dan budaya yang mencerminkan identitas serta nilai-nilai luhur masyarakat Melayu Jambi secara mendalam.