Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Children with Special Needs In the Eyes of Islamic Law and the State Fitriah, Siti
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 1 No. 2 (2021): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.31 KB) | DOI: 10.37481/jmh.v1i2.231

Abstract

This study aimed to analyze the legal view Islam and law Positive on the rights of children with disabilities. This research is categorized as field research, and is a type of qualitative research. Then this research also uses an empirical sociological approach, namely non-doctrinal research that is based on primary data. The results of this study show that children with disabilities in South Tangerang City are divided into two categories, namely adults and children. The number for adults is 28 people and for children there are 22 people. People with disabilities are given various trainings that can foster creativity and increase their confidence so they don't feel isolated. In addition, people with disabilities are assisted to open up and undergo the skills process free of charge during the training. The law for the protection of children with disabilities in the Qur'an is contained in two verses, namely: Qs. Abasa 1-10 and Qs. Al-Fath 17. Then the Positive law is contained in Article 5 Paragraph (1) of the Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities.
Kode Semiotika Roland Barthes dalam Cerpen “Man Rabuka” Karya A.A. Navis Putra, Yoga Mestika; Amri, Ulil; Fitriah, Siti; Putri, Aprilia Kartika; Triandana, Anggi
Puitika Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v21i2.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memahami penerapan lima kode semiotika Roland Barthes dalam cerpen A.A. Navis, “Man Rabuka”, yang dipilih karena kekayaannya akan tanda-tanda sosial dan simbol-simbol budaya. Penelitian kualitatif deskriptif ini menerapkan pendekatan objektif dalam menganalisis kata, frasa, dan klausa yang mengandung lima kode Barthes: hermeneutik, konotatif (semes), simbolik, aksian, dan budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kode-kode tersebut beroperasi secara berlapis untuk membongkar makna tersembunyi dan kritik sosial narasi. Kode hermeneutik menciptakan misteri melalui pertanyaan tentang keheningan desa dan stigma pengkhianat. Kode konotatif mengungkapkan kekosongan spiritual karakter Jamain melalui ekspresi penderitaan batin dan atribusi ironis kualitas surgawi pada keburukan duniawi (opium, tuak). Kode simbolik menyajikan oposisi biner yang runtuh antara Pahlawan (sang kakak) dan narator (Aku), yang pada akhirnya ditiadakan oleh kekuatan Kelupaan. Kode aksian memetakan urutan peristiwa penting, terutama penyiksaan sang pahlawan dan tindakan satir Jamain menyuap Malaikat Kubur. Terakhir, Kode budaya diwujudkan melalui istilah agama dan Minangkabau seperti Tuanku, malin, dan frasa judul Man Rabuka. Kesimpulannya, pendekatan semiotika Barthes berhasil mendekonstruksi “Man Rabuka” sebagai sistem tanda yang kompleks, merefleksikan pandangan dunia penulis dan kritik sosial terhadap masyarakat yang terjebak dalam formalisme dan materialisme.