Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Asesmen Autentik Keterampilan Abad ke-21 untuk Mahasiswa Pendidikan Biologi Nur Eka Kusuma Hindrasti; Trisna Amelia; Mufida Nofiana
Pedagogi Hayati Vol 4 No 2 (2020): Pedagogi Hayati Volume 4 Nomor 2 2020
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v4i2.2638

Abstract

ABSTRACT. This study aims to analyze the need for the development of authentic 21st century skills assessment instruments for biology education students. This needs analysis research is an early stage of development research consisting of stages 1) need assessment, 2) identification of component scale (literature study), 3) developing and writing items' component, and 4) field testing, validity, and reliability analysis. This descriptive study uses a questionnaire technique to collect data in the form of lecturer and student responses regarding the need for authentic assessment instruments for 21st century skills. Data analysis was performed using simple statistics, namely percentage and also qualitatively. Based on the results of the research, it was found that prospective biology teacher students admitted that lecturers had already assessed 21st century skills, but the lecturers considered that they had not been maximal in assessing 21st century skills because the instruments used were modest, not developed properly (not validated), and have not measured the real skills of students. So that it is important to do research and development of authentic assessment instruments for 21st century skills. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21 untuk mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian analisis kebutuhan ini merupakan tahapan awal penelitian pengembangan yang terdiri dari tahap 1) need assessment, 2) identification of component scale (studi literatur), 3) developing and writing items’ component, dan 4) field testing, validity, and reliability analysis. Penelitian deskriptif ini menggunakan teknik angket untuk mengumpulkan data berupa respon dosen dan mahasiswa terkait kebutuhan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21. Analisis data dilakukan dengan statistik sederhana yaitu persentase dan juga secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa mahasiswa calon guru biologi mengaku dosen sudah melakukan penilaian keterampilan abad ke-21, namun dosen menganggap belum maksimal dalam menilai keterampilan abad ke-21 karena instrumen yang digunakan dibuat sekedarnya, tidak dikembangkan sebagaimana mestinya (tidak dilvalidasi), dan belum mengukur keterampilan mahasiswa yang sesungguhnya. Sehingga penelitian dan pengembangan instrumen asesmen autentik untuk keterampilan abad ke-21 penting untuk dilakukan.
Pengembangan Blended Learning Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Biologi dengan Menggunakan Model ADDI Mufida Nofiana
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan. E-learning (electronic learning) sebagai salah satu inovasi dalam duniapendidikan menyebabkan pembelajaran mengalami evolusi dengan pola pembelajaran digital yang memungkinkan proses pembelajaran tidak terbatas ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konten pembelajaran blended learning pada mata kuliah strategi belajar mengajar biologi  dengan model ADDIE yang dapat meningkatkan kompetensi dan kemandirian mahasiswa pada mata kuliah tersebut. Ruang lingkup dari penelitian ini antara lain: perancangan dan pengembangan program e-learning yang terdiri dari perumusan capaianpembelajaran, pemetaan dan pengorganisasian materi pelajaran, pemilihan dan penentuan setting pembelajaran, pembuatan rancangan aktivitas dan konten pembelajaran e-learning, penyusunan alur pembelajaran e-learning, dan perancanaan diskusi, tugas, tes/ quiz berbasis e-learning ; pelaksanaan pembelajaran e-learning sesuai denganketentuan yang telah ditetapkan; dan evaluasi proses pembelajaran e-learning. Hasil pelaksanaan blended learning menunjukkan bahwa pembelajaran blended learning menarik bagi mahasiswa yang dibuktikan dengan peningkatan partisipasi mahasiswa sebesar 80% pada forum diskusi yang dikembangkan dosen dan terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui kuis yang diberikan. Umpan balik terhadap pengembangan konten menyarankan perlu  adanya peningkatan variasi alur pembelajaran untuk menghindari kebosanan terhadap penyajian konten. Refleksi untuk kegiatan pengembangan konten selanjutnya adalah melakukan pengembangan konten yang mampu melihat ketuntasan mahasiswa dalam belajar seperti penggunaan resource dalam bentuk “lesson”. Untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam belajar mandiri, dosen juga perlu memberikan reward bagi mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi online.  Kata Kunci :. Blended learning, Model ADDIE
Pengembangan Media Pembelajaran Audiovisual Berbasis Aplikasi Canva Materi Bioteknologi Kelas X SMA Negeri 4 Purwokerto Erica Yuniar Atriana; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audiovisual berbasis aplikasi canva materi bioteknologi kelas X di SMA Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang terdiri dari (1) define (2) design (3) develop dan (4) disseminate. Metode pengumpulan data menggunakan lembar angket atau kuisioner. Instrumen pada penelitian menggunakan lembar angket validasi ahli, lembar angket validasi guru dan lembar uji kepraktisan peserta didik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan cara menghitung jumlah skor dari angket yang diperoleh menggunakan presentase. Hasil penilaian dari ahli media dan materi memperoleh rata- rata 79,22% dengan kategori sangat layak. Penilaian dari ahli guru memperoleh 90,00% dengan kategori sangat layak. Penilaian dari uji kepraktisan peserta didik memperoleh 83,66% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian produk media audiovisual berbasis aplikasi canva materi bioteknologi kelas X di SMA Negeri 4 Purwokerto yang dibuat peneliti sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kebutuhan Guru Rumpun IPA Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Kabupaten Banyumas Devi Avrida Dheafriska; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru IPA dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian adalah metode campuran. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat setuju (82,5%) dengan perlunya beberapa perangkat pembelajaran dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Perangkat pembelajaran yang dibutuhkan guru antara lain dokumen rencana pembelajaran (74%) yang berisi pembelajaran interaktif (85%), Penilaian (85%), dan laporan kemajuan belajar siswa (84%).
Implementasi Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dasar Siswa Kelas 8A di SMPN 2 Jatilawang Putri Sabiq Shidiqia Rabany; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dasar siswa kelas 8A di SMPN 2 Jatilawang melalui model Predict-Observe- Explain (POE) dan mengetahui peningkatan aspek KPS setelah diterapkan model POE. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah kelas 8A tahun ajaran 2022/2023 berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, test, angket dan wawancara. Pengambilan data menggunakan triangulasi data. Kesimpulan rata-rata nilai KPS pra siklus 43,09% dengan kategori kurang sekali dan mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 50,36% kategori kurang sekali dan meningkat pada siklus II 63,65% dengan kategori cukup. Rata-rata respon siswa 77,35% dengan kategori positif. Aspek KPS yang meningkat yaitu mengamati, meramalkan, mengkomunikasikan. Hal ini menunjukkan bahwa model POE dapat meningkatkan keterampilan proses sains dasar siswa dengan peningkatan aspek yang optimal pada aspek mengamati, meramalkan dan mengkomunikasikan.
Profil Pembelajaran IPA Berbasis Socio-Saintific Issues dan Kesadaran Lingkungan Siswa di SMA Swasta Kabupaten Banyumas Isti Wardani; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil pembelajaran IPA berbasis SSI dan kesadaran lingkungan siswa di SMA Swasta kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif dengan Metode survey. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, wawancara, dan observasi, Data dianalisis dengan teknik presentase. Populasi pada penelitian ini adalah SMA swasta di kabupaten Banyumas, sample diambil dengan teknik Cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pembelajaran IPA berbasis SSI dengan persentase 85% termasuk kategori tinggi yang artinya guru di SMA swasta di kabupaten Banyumas sudah menerapkan pembelajaran SSI. Hasil Enviromental Awarness siswa di SMA swasta kabupaten Banyumas dengan persentase 70% termasuk kategori sedang yang artinya siswa SMA swasta di kabupaten Banyumas sudah cukup memiliki kesadaran lingkungan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terhadap kesadaran lingkungan siswa anatara lain menunjukan sikap peduli terhadap kerusakan dan kesehatan lingkungan, sikap rasa keingnitahuan terhadap upaya pelestarian linkgungan, dan kritis dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
Profil Pembelajaran IPA Berbasis Socio-Saintific Issues dan Sikap Kesadaran Lingkungan Siswa di SMA Negeri Kabupaten Banyumas Nurul Hidayah; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1262

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan profil pembelajaran IPA berbasis Socio-saintific Issues dan sikap kesadaran lingkungan siswa di SMA Negeri Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi dari penelitian ini adalah SMA Negeri di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 14. Sampel yang digunakan dalam penelitian diambil 20% dari populasi sehingga diperoleh 4 SMA Negeri yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Subyek penelitian adalah guru IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia) dan siswa kelas X. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengisian kuisioner/angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik persentase, hasil angket dikuatkan dengan hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa profil pembelajaran IPA berbasis SSI di SMA Negeri Kabupaten Banyumas berada pada kategori tinggi (84%) dan sikap kesadaran lingkungan siswa berada pada kategori sedang (71%). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPA berbasis SSI sudah diterapkan di SMA Negeri Kabupaten Banyumas dan siswa di SMA Negeri Kabupaten Banyumas masih kurang sadar terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Enhancing Classroom Learning through Hybrid Teaching and Learning: Insights from a Four-Session Training Program Badarudin, Badarudin; Wiarsih, Cicih; Nofiana, Mufida; Risnani, Listika Yusi; Tek, Ong Eng
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 15 No. 1 (2023): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v15i1.16923

Abstract

Hybrid learning, with a focus on facilitating students’ problem-solving skills, is a new and innovative approach which teachers can employ to inculcate higher-level thinking among their students. Accordingly, the purpose of this hybrid training program is to equip teachers with the skills to create hybrid learning instruments that facilitate problem-solving in their classrooms. The training methods include presentations, Q&A sessions, discussions and performances in the form of direct exercises guided by a facilitator (or resource person). Offline teachers from Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Kramat and online teachers from a primary school, or Sekolah Dasar (SD) MI Muhammadiyah Se-Banyumas attended the training. In general, training activities are structured into 4 stages, namely (1) training on creating instruments and implementing hybrid learning to support problem-solving; (2) assisting in the creation of hybrid learning instruments; 3) monitoring, testing, and implementing hybrid learning in the classroom; and 4) reflecting on the outcomes of implementing hybrid learning. Insights gained from the training program that aims to create hybrid learning instruments, are presented and discussed.
UPAYA PENINGKATAN LITERASI SAINS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL Nofiana, Mufida; Julianto, Teguh
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9 No 1 (2018): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v9i1.2876

Abstract

Hasil penelitian terdahulu tentang profil literasi sains siswa SMP di kota purwokerto menunjukkan bahwa literasi sains siswa dalam aspek konten, konteks, maupun proses masih tergolong rendah. Rendahnya literasi sains menyebabkan siswa menjadi kurang tanggap terhadap perkembangan dan permasalahan yang ada di sekitar lingkungan terutama yang berkaitan dengan fenomena alam, keunggulan lokal daerah, maupun permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah strategi untuk meningkatkan literasi sains siswa menggunakan model pembelajaran berbasis keunggulan lokal. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana implementasi   pembelajaran   berbasis   keunggulan   lokal   yang terintegrasi pada materi pembelajaran biologi beserta peningkatan  literasi  sains  siswa  setelah  pelaksanaan  pembelajaran berbasis keunggulan lokal.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan subyek penelitian adalah siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Sokaraja. Prosedur penelitian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, pengolahan/ analisis data, dan pelaporan. Penelitian tentang penerapan pembelajaran berbasis keunggulan lokal mendapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan literasi sains pada aspek konten, konteks, maupun proses sains siswa. Sebelum diterapkan pembelajaran berbasis keunggulan lokal, kemampuan literasi sains siswa pada aspek konten dan konteks sains termasuk dalam kategori sangat rendah dengan persentase aspek konten 12, 78% dan aspek konteks 28,75%, sedangkan penguasaan aspek proses sains adalah 68,2%. Setelah dilakukan pembelajaran berbasis keunggulan lokal aspek konten sains meningkat menjadi 70,62% dan termasuk dalam kategori baik, konteks sains meningkat menjadi 43, 87% dan termasuk dalam kategori rendah, serta aspek proses sains meningkat menjadi 77, 18%  dan termasuk kategori baik. Meskipun peningkatan tersebut belum signifikan, namun dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis keunggulan lokal dapat meningkatkan kemampuan konten, konteks, dan proses sains siswa. 
IbM Pelatihan Pembelajaran E-Learning bagi Guru di SMP Muhammadiyah Sumbang Nofiana, Mufida; Hamka, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum yang ada saat ini harus disesuaikan dengan perkembangan tersebut. Pembelajaran berbasis teknologi informasi akhirnya menjadi hal yang penting. Salah satu bentuk model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi adalah E-learning (electronic learning). Keunggulan e-learning antara lain: pembelajaranlebih realistis dan kontekstual karena guru dapat mengunggah video ke dalam sistem, menghemat biaya terutama untuk pengadaan media belajar dan sumber belajar, memudahkan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, serta pembelajaran menjadi lebih meyenangkan dibandingkan pembelajaran konvensional. Pengabdian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sumbang pada bulan Juli - Agustus 2018. Tujuan pengabdian adalah membantu guru mengenal program Moodle yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran e-learning, mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran e-learning di sekolah, serta membantu guru dalam membuat konten-konten pembelajaran e-learning. Kegiatan dilakukan dengan metode workshop/pelatihan pembelajaran e-learning berbasis moodle. Kesimpulan dari pengabdian yang telah dilakukan antara lain: guru mengenal aplikasi Moodle beserta fitur yang ada di dalamnya sebagai penunjang pembelajaran e-learning, guru mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran e-learning di sekolah termasuk membuat kelas virtual, guru mampu membuat konten-konten yang mendukung pembelajaran pembelajaran e-learning seperti materi ajar, media ajar, dan evaluasi pembelajaran e-learning berbasis moodle.