Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Evaluasi Higher OrderThinking Skills Pada Materi Kingdom Plantae Nofiana, Mufida; , Sajidan; , Puguh
Pedagogi Hayati Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Pedagogi Hayati
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.273 KB)

Abstract

Abstrak: Evaluasi merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran yang salah satunya adalah penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thingking skills). Penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi membutuhkan kemampuan seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Salah satucara pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dilakukan dengan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question. Penelitian pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tier multiple choicequestion yang dikembangkan, (2) kelayakan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question sebagai evaluasi formatif. Penelitian pengembangan menggunakan model Research and Development (R&D) mengacu pada Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi 4 validator ahli, 20 siswa pada uji terbatas, dan 64 siswa pada uji lapangan. Analisis data dilakukan dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tiermultiple choice question yang dikembangkan antara lain mengacu pada indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi Anderson dan Krathwohl (2001) meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; memiliki validitas dengan interpretasi minimal “cukup”; dan reabilitas “tinggi” (2) kelayakan produk instrumen evaluasi dijamin melalui validitas isi dengan kategori“baik”; validitas konstruk dengan kategori “baik”; validitas butir soal dengan interpretasi minimal “cukup”, tingkat kesukaran soal dengan proporsi 15% mudah: 80% sedang: 5% sulit; daya pembeda soal dengan interpretasi minimal “cukup”, dan kepraktisan penggunaan dengan kategori “baik”.
The Effect of Contextual Teaching and Learning (CTL) Model towards the Student's Science Literacy on Bio Diversity in MAN 2 Banyumas Priyani, Yahnun; Nofiana, Mufida; Julianto, Teguh
Jurnal Kiprah Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kiprah Volume 7 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.959 KB) | DOI: 10.31629/kiprah.v7i1.996

Abstract

This research aimed to find out the effect of CTL model towards the student's science literacy on bio diversity inMAN 2 Banyumas. This quasi experiment research was conducted in September 2018 using posttest only controlgroup design. The samples of this research were the tenth graders of MIPA 3 as the control class and the tenth graders of MIPA 5 as the experiment class that were chosen using cluster random sampling. The data of this research were the student's science literacy score that included content, context, and science process which were collected using written test and observation. The written test was used to measure the content and context of the science literacy, while the observation was used to measure the process. The data were then analyzed using t-test, F-test, and Eta correlation test. The results showed that CTL model has a strong effect toward the student's science literacy with correlation score 0.638. CTL model also had various effects on each aspect. It showed low effect on the aspect of content with correlation score 0.296 and strong effects on the aspect of context and process with correlation score 0.644 and 0.613. Based on the results, it was concluded that CTL model had some effects toward the student's science literacy on bio diversity in MAN 2 Banyumas. Keywords: CTL Model, Student's Science Literacy, Bio Diversity
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains Mufida Nofiana
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 1 No. 2 September 2017
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.66 KB) | DOI: 10.30595/jssh.v1i2.1682

Abstract

Literasi sains menurut PISA (Prgram for international student assessment) adalah kemampuan menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan menggambarkan bukti-bukti yang berdasarkan kesimpulan untuk dapat memahami dan membantu pembuatan kesimpulan tentang alam serta perubahan terhadap alam tersebut akibat aktivitas manusia. Literasi sains bersifat multidimensional. Individu yang “melek sains” adalah orang yang menggunakan konsep sains, keterampilan proses, dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari jika berhubungan dengan orang lain atau dengan lingkungannya, serta memahami interlasi anatara sains, teknologi dan masyarakat, termasuk perkembangan social dan ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan profil capaian literasi sains siswa SMP di kota purwokerto yang ditinjaau dari tigas aspek listerasi sains, yakni konten, proses, dan konteks. Penelitian dilakakukan pada siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Purwokerto, SMP Negeri 8 Purwokerto, dan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan total responden berjumlah 184 siswa. Penelitian dimulai dengan tahap persiapan untuk mendapatkan soal literasi sains tingkat SMP yang valid. Selanjutnya, tahap pengambilan data yang dilakukan dengan mengambil jawaban-jawaban siswa yang mengerjakan soal tes literasi sains selama 90 menit. Tahap terakhir adalah perhitungan presentase capaian per setiap aspek literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prosentase kemampuan literasi sains siswa SMP di kota purwokerto masih rendah pada 3 aspek literasi sains yaitu aspek konten (53,80%), aspek proses (44,038%) dan aspek konteks (35,088%). Rendahnya salah satu aspek literasi sains akan berpengaruh terhadap aspek literasi sains lainnya. Rendahnya pemahaman konsep siswa terhadap pengetahuan sains akan berdampak pada rendahnya aplikasi sains. Saat ini siswa-siswa di tiga SMP di kota purwokerto yang menjadi subyek penelitian hanya memiliki kemampuan mengingat pengetahuan ilmiah berdasarkan fakta sederhana. Hasil pengukuran literasi sains yang dilakukan pada siswa-siswa SMP di kota purwokerto dapat menjadi acuan dalam memetakan kemampuan sains (IPA) dan kualitas pembelajaran sains (IPA) siswa SMP di kota Purwokerto Kata kunci: profil literasi sains; aspek literasi sains
PROFIL LIFE AND CAREER SKILLS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM KONTEKS 21ST CENTURY SKILLS Deka Putri Pratiwi; Listika Yusi Risnani; Mufida Nofiana
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10, No 2 (2019): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v10i2.2460

Abstract

PEMANFATAN LOKAWISATA BATURRADEN DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM PENDDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL (PBKL) Mufida Nofiana
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2018): BIOEDUKASI, MEI 2018
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v9i1.1380

Abstract

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE DISKUSI-SIMULASI TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Mufida Nofiana
Khazanah Pendidikan Vol 10, No 1: September 2016
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v10i1.1072

Abstract

This research is a quasy experiment research that focus to identify an effectiveness of discussion-simulation methode to improve basic teaching skills of biology pre-teacher in University Muhammadiyah of Purwokerto. Data of this research colected by observation and evaluation, then analized by T-test and corelation with SPSS 16. The results are students improve their basic teaching skills after implementation this methode. T-test result for evaluation before implementation and after implementation methode is 0,00 and correlation between implementation methode and students basic teaching skills is 0,543. So, a discussion-simulation methode is effectives to improve basic teaching skills of biology pre-teacher in University Muhammadiyah Purwokerto. Keyword: a discussion-simulation methode, basic teaching skills
Efektivitas Penerapan Metode Diskusi-Simulasi Terhadap Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi Mufida Nofiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.322 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.688

Abstract

Pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan tertentu. Proses pembelajaran yang baik khususnya di kelas dapat terlaksana jika seorang guru menguasai keterampilan mengajar. Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki guru meliputi keterampilan pada saat pra pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran (penguasaan materi pembelajaran, penggunaan pendekatan atau strategi pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran, pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa, penilaian proses dan hasil belajar, serta penggunaan bahasa), dan kegiatan penutup. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) yang bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan metode diskusi-simulasi terhadap keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah mikro teaching. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa calon guru biologi Semester 6 yang melakukan praktek pembelajaran mikro sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi simulasi di kelas. Instrumen pengambilan data berupa lembar observasi pengamatan yang berisi indikator-indikator keterampilan dasar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t berpasangan (paired-t test sample) dan uji korelasi menggunakan SPSS 16.  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan mengajar mahasiswa pada awal pembelajaran mikro adalah 69,83, setelah tiga kali perlakuan nilai rata-rata keterampilan mengajar mahasiswa meningkat menjadi 74, 35. Ujian mandiri yang dilakukan pada akhir pembelajaran mikro menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi-simulasi berpengaruh terhadap keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi yang dibuktikan dengan nilai uji t = 0,00 dan nilai korelasi = 0,543. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa metode diskusi-simulasi efektif terhadap peningkatan keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi. 
Kualitas Penulisan Butir Soal Ujian Nasional Biologi Tahun 2014/2015 Ditinjau dari Aspek Teoritik Mufida Nofiana
Saintifika Vol 17 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.071 KB)

Abstract

Ujian nasional (UN) merupakan alat evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa di seluruh Indonesia, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat. Ujian nasional adalah program evaluasi tingkat nasional yang memiliki standar penilaian bertaraf nasional. Sebelum digunakan, butir-butir soal tes ujian nasional harus memenuhi syarat sebagai alat evaluasi yang berkualitas, baik dari segi substansi, konstruksi, maupun bahasa. Salah satu cara menganalisis kualitas butir soal dapat dilakukan dengan mencocokkan butir-butir soal UN dengan pedoman penulisan butir soal dari Depdiknas, analisis ini disebut dengan analitis teoritis atau kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas penulisan butir soal UN Biologi Utama Tahun 2014/2015. Sampel diperoleh dari 2 paket soal UN Biologi Rayon Purwokerto, Jawa Tengah dengan masing-masing paket terdiri dari 40 butir soal. Hasil analisis butir soal Ujian Nasional Biologi Utama Tahun 2014/ 2015 pada paket A dan B adalah terdapat 12 soal (30%) dari 40 soal pada paket A dan 10 soal (25%) dari 40 soal pada paket B yang memiliki kesalahan dalam penulisan butir soal. Kesalahan tersebut meliputi: pokok soal yang tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, terdapat penulisan pokok soal dan pilihan jawaban yang bukan merupakan pernyataan yang diperlukan saja, terdapat pilihan jawaban yang tidak homogen, panjang alternatif atau pilihan jawaban tidak sama, pokok soal yang memberi petunjuk atau mengarah kepada pilihan jawaban yang benar, pilihan jawaban dalam bentuk angka/ waktu yang tidak diurutkan, terdapat jawaban yang tidak logis dan pengecohnya tidak berfungsi, terdapat rumusan kalimat yang tidak komunikatif, terdapat kalimat yang tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar, dan terdapat rumusan kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI JARINGAN HEWAN DENGAN BENTUK TWO-TIER MULTIPLE CHOICE QUESTION AGUS PRAYITNO; Mufida Nofiana
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2020): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.889 KB) | DOI: 10.25157/jpb.v8i1.5959

Abstract

Develop HOTS instruments in animal tissue material in the form of TTMCQ. Stages of development using the ADDIE model (Analysis, Determine, Development, Implementation, Evaluation). The research was conducted at SMA Negeri 1 Baturraden in September-October 2019. The subjects of this study were students of class X1 MIPA who had studied animal tissue material. The data analysis technique uses descriptive percentages. Mapping competencies, making learning objectives oriented to HOTS, agreeing on the material to be tested, making analysis of basic competencies, making learning indicators oriented to HOTS, making grids of HOTS questions, making HOTS questions in animal tissue  materials in the form of TTMCQ, set the rubric of the questions, making feedback to students about question, see the responses of students working on the questions, ask for responses from the teacher related to the questions, see the ability of students to work on questions in the form of TTMCQ, asking for continued development of TTMCQ questions for other biological materials including the excellence and weakness of the questions. Based on the results TTMCQ can calculate the HOTS of students, easy to make assessments, easy to process the results of tests compared by description test. In the other hands, there are problems with TTMCQ that are: difficult to develop questions with double questions, many cost for administering tests for questions, and student’s confuse with how to work in TTMCQ although given instructions both oral and written.
PENGARUH MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP HIGH ORDER THINKING SKILLS SISWA KELAS XI Mufida Nofiana
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 5, No 1 (2020): Bio Educatio (The Journal of Science and Biology Education)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.517 KB) | DOI: 10.31949/be.v5i1.1595

Abstract

High Order Thinking Skills (HOTS) are part of the 2013 curriculum provisions in Indonesian. The Guided Discovery Learning (GDL) is one of the learning models that suits in the 2013 curriculum. This research aims to determine the effect of the GDL model on students' HOTS on animal tissue material in class XI MIPA of SMA Negeri 1 Baturraden. The research subjects were students of class XI MIPA 1 as a control class and class XI MIPA 2 as an experimental class. Sampling was done by cluster random sampling technique. The research design uses a post-test only control group design. The time of the research was conducted in August-September 2019. Stages of the research includes: preparation, implementation and evaluation. Data analysis techniques using the T test, F test, and Eta test. The Result of this research are: there are find difference in average value of HOTS students between the experimental class and the control class (sig = 0.01). The application of the Guided Discovery Learning model affects HOTS students (sig = 0.01) with low strength (interaction coefficient = 0.392). Although this power is low, there is certainty about the difference in the average value of HOTS students between the experimental class and the control class caused by differences in the learning model used.