Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IbM Pelatihan Pembelajaran E-Learning bagi Guru di SMP Muhammadiyah Sumbang Mufida Nofiana; Muhammad Hamka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.077 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum yang ada saat ini harus disesuaikan dengan perkembangan tersebut. Pembelajaran berbasis teknologi informasi akhirnya menjadi hal yang penting. Salah satu bentuk model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi adalah E-learning (electronic learning). Keunggulan e-learning antara lain: pembelajaranlebih realistis dan kontekstual karena guru dapat mengunggah video ke dalam sistem, menghemat biaya terutama untuk pengadaan media belajar dan sumber belajar, memudahkan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, serta pembelajaran menjadi lebih meyenangkan dibandingkan pembelajaran konvensional. Pengabdian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sumbang pada bulan Juli - Agustus 2018. Tujuan pengabdian adalah membantu guru mengenal program Moodle yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran e-learning, mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran e-learning di sekolah, serta membantu guru dalam membuat konten-konten pembelajaran e-learning. Kegiatan dilakukan dengan metode workshop/pelatihan pembelajaran e-learning berbasis moodle. Kesimpulan dari pengabdian yang telah dilakukan antara lain: guru mengenal aplikasi Moodle beserta fitur yang ada di dalamnya sebagai penunjang pembelajaran e-learning, guru mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran e-learning di sekolah termasuk membuat kelas virtual, guru mampu membuat konten-konten yang mendukung pembelajaran pembelajaran e-learning seperti materi ajar, media ajar, dan evaluasi pembelajaran e-learning berbasis moodle.
TINGKAT KESIAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO DENGAN MODEL ELR AYDIN-TASCI Mufida Nofiana; Teguh Julianto; Muhammad Hamka
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.714 KB)

Abstract

Penyelenggaraan Pembelajaran Berbasis E-Learning di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menerapkan sistem Blended Learning berbasis Learning Management System (LMS) Moodle. Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2016 telah mengatur aktivitas kegiatan pembelajaran E-Learning di UMP. Tujuan peneltian yang dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan dosen, mahasiswa, dan teknologi (LMS Moodle) yang digunakan untuk menunjang  pelaksanaan pembelajaran  e-learning  pada  awal  masa  pandemic  covid-19.  Penelitian  yang  dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa di UMP. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel yang digunakan dihitung menggunakan rumus Slovin. Aspek-aspek penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan pembelajaran e-learning meliputi: aspek teknologi, aspek inovasi, aspek sumber daya manusia, dan aspek pengembangan diri dari Aydin dan Tasci. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Dosen di lingkungan UMP secara umum tidak siap melaksanakan pembelajaran e-learning di awal pandemic covid-19 dibuktikan dengan skor kesiapan pembelajaran e- learning masih berada pada rentang 2,09-2,98 (tidak siap, membutuhkan banyak bantuan untuk persiapan). Mahasiswa di lingkungan UMP secara umum tidak siap melaksanakan pembelajaran e-learning di masa pandemic covid 19 pada aspek teknologi, inovasi, dan pengembangan diri dengan skor kesiapan berada pada rentang 1,98-3,1 (tidak siap, membutuhkan banyak bantuan untuk persiapan). Namun pada aspek sumber daya manusia, mahasiswa telah siap melaksanakan proses pembelajaran e-learning dengan skor 3,4 (siap). Kesiapan teknologi (LMS Moodle) yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran e-learning di portal e-learning UMP (http://onclass.ump.ac.id) juga belum siap digunakan pada masa awal pandemic covid 19. Teknologi masih membutuhkan banyak bantuan terutama pada penambahan kapasitas server dan bandwith agar tidak sering terjadi error atau down.
PENGARUH STRATEGI BRANDING TERHADAP PENINGKATAN OMSET PENJUALAN SIOMAY DI DESA KARANGCEGAK-KECAMATAN SUMBANG Mufida Nofiana; Restu Frida Utami
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.794 KB)

Abstract

Siomay adalah makanan populer dan favorit di masyarakat dengan harga yang terjangkau. Banyaknya penjual siomay menyebabkan persaingan antar pedagang siomay yang berimbas pada omset penjualan, disisi lain banyaknya produk sejenis menyebabkan konsumen sulit membedakan kualitas masing-masing siomay yangdiproduksi. Hasil observasi yang dilakukan di Desa Karangcegak menemukan bahwa usaha siomay milik Bu komalasari bersifat home industry dengan kapasitas produksi rata-rata 300 buah siomay per hari. Produk siomay yang dihasilkan adalah siomay ikan. Produk tersebut tidak memiliki merek dagang meskipun masyarakat sekitarmengenal Bu komalasari sebagai pedagang siomay. Omset penjualan bersih siomay berkisar Rp.45.000,00 per hari, omset penjualan tersebut tidak selalu tetap karena penjualan hanya di sekitar wilayah Karangcegak saja. Untuk membantu mitra dalam meningkatkan omset pejualan, maka dilakukan branding produk. Kegiatan inimerupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Maret – September 2019. Tahapan pelaksanaan meliputi: persiapan untuk branding, pelaksanaan branding, serta evaluasi. Evaluasi kegiatan yang dilakukan selama dua bulan setelah branding mendapatkan hasil bahwa rata-rata omset penjualan siomaymeningkat biaya operasional produksi menjadi Rp. 211.140,- per hari. Kuantitas volume produk juga meningkat menjadi 1200 butir siomay, ditambah 250 pangsit dan 250 tahu isi. Dapat disimpulkan bahwa strategi branding yang diterapkan dapat meningkatkan omset penjualan produk siomay.
Kualitas Penulisan Butir Soal Ujian Nasional Biologi Tahun 2014/2015 Ditinjau dari Aspek Teoritik Mufida Nofiana
saintifika Vol 17 No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.071 KB)

Abstract

Ujian nasional (UN) merupakan alat evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa di seluruh Indonesia, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat. Ujian nasional adalah program evaluasi tingkat nasional yang memiliki standar penilaian bertaraf nasional. Sebelum digunakan, butir-butir soal tes ujian nasional harus memenuhi syarat sebagai alat evaluasi yang berkualitas, baik dari segi substansi, konstruksi, maupun bahasa. Salah satu cara menganalisis kualitas butir soal dapat dilakukan dengan mencocokkan butir-butir soal UN dengan pedoman penulisan butir soal dari Depdiknas, analisis ini disebut dengan analitis teoritis atau kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas penulisan butir soal UN Biologi Utama Tahun 2014/2015. Sampel diperoleh dari 2 paket soal UN Biologi Rayon Purwokerto, Jawa Tengah dengan masing-masing paket terdiri dari 40 butir soal. Hasil analisis butir soal Ujian Nasional Biologi Utama Tahun 2014/ 2015 pada paket A dan B adalah terdapat 12 soal (30%) dari 40 soal pada paket A dan 10 soal (25%) dari 40 soal pada paket B yang memiliki kesalahan dalam penulisan butir soal. Kesalahan tersebut meliputi: pokok soal yang tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, terdapat penulisan pokok soal dan pilihan jawaban yang bukan merupakan pernyataan yang diperlukan saja, terdapat pilihan jawaban yang tidak homogen, panjang alternatif atau pilihan jawaban tidak sama, pokok soal yang memberi petunjuk atau mengarah kepada pilihan jawaban yang benar, pilihan jawaban dalam bentuk angka/ waktu yang tidak diurutkan, terdapat jawaban yang tidak logis dan pengecohnya tidak berfungsi, terdapat rumusan kalimat yang tidak komunikatif, terdapat kalimat yang tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar, dan terdapat rumusan kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
The Effect of Hybrid Learning Learning Strategies Applied to the Discovery Learning Model on Student High Order Thinking Skills Meliana Paryanti; Mufida Nofiana
Journal of Biology Learning Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v5i1.2853

Abstract

This study aims to determine the effect of hybrid learning strategies applied to the discovery learning model on students' high order thinking skills. This type of research is quantitative research using quasi-experimental methods. The research design used was post test only control group design. The data collection methods used are tests and documentation. The research instrument used is a test question sheet in the form of multiple-choice questions developed based on the HOTS question grid. There are 2 data analysis techniques used, namely 1) Prasyarta tests include homogeneity tests and normality tests, 2) Hypothesis tests include T-tets tests, F tests, and eta tests. The results showed that from the T-test there was a difference in the average HOTS score of control and experimental class students with sig scores. 0.000, the F test shows that there is an influence with the sig value. 0.000, and the Eta test shows that there is a moderate influence that can be seen from the correlation value of 0.544. It can be concluded from the use of Hybrid learning strategies on students' High Order Thinking Skills shows that there is a moderate influence on increasing student HOTS between control and experimental classes.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Higher OrderThinking Skills Pada Materi Kingdom Plantae Mufida Nofiana; Sajidan; Puguh
Pedagogi Hayati Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pedagogi Hayati
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v1i1.37

Abstract

Abstrak: Evaluasi merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran yang salah satunya adalah penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thingking skills). Penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi membutuhkan kemampuan seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Salah satucara pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dilakukan dengan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question. Penelitian pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tier multiple choicequestion yang dikembangkan, (2) kelayakan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question sebagai evaluasi formatif. Penelitian pengembangan menggunakan model Research and Development (R&D) mengacu pada Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi 4 validator ahli, 20 siswa pada uji terbatas, dan 64 siswa pada uji lapangan. Analisis data dilakukan dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tiermultiple choice question yang dikembangkan antara lain mengacu pada indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi Anderson dan Krathwohl (2001) meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; memiliki validitas dengan interpretasi minimal “cukup”; dan reabilitas “tinggi” (2) kelayakan produk instrumen evaluasi dijamin melalui validitas isi dengan kategori“baik”; validitas konstruk dengan kategori “baik”; validitas butir soal dengan interpretasi minimal “cukup”, tingkat kesukaran soal dengan proporsi 15% mudah: 80% sedang: 5% sulit; daya pembeda soal dengan interpretasi minimal “cukup”, dan kepraktisan penggunaan dengan kategori “baik”.
Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Asesmen Autentik Keterampilan Abad ke-21 untuk Mahasiswa Pendidikan Biologi Nur Eka Kusuma Hindrasti; Trisna Amelia; Mufida Nofiana
Pedagogi Hayati Vol 4 No 2 (2020): Pedagogi Hayati Volume 4 Nomor 2 2020
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v4i2.2638

Abstract

ABSTRACT. This study aims to analyze the need for the development of authentic 21st century skills assessment instruments for biology education students. This needs analysis research is an early stage of development research consisting of stages 1) need assessment, 2) identification of component scale (literature study), 3) developing and writing items' component, and 4) field testing, validity, and reliability analysis. This descriptive study uses a questionnaire technique to collect data in the form of lecturer and student responses regarding the need for authentic assessment instruments for 21st century skills. Data analysis was performed using simple statistics, namely percentage and also qualitatively. Based on the results of the research, it was found that prospective biology teacher students admitted that lecturers had already assessed 21st century skills, but the lecturers considered that they had not been maximal in assessing 21st century skills because the instruments used were modest, not developed properly (not validated), and have not measured the real skills of students. So that it is important to do research and development of authentic assessment instruments for 21st century skills. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21 untuk mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian analisis kebutuhan ini merupakan tahapan awal penelitian pengembangan yang terdiri dari tahap 1) need assessment, 2) identification of component scale (studi literatur), 3) developing and writing items’ component, dan 4) field testing, validity, and reliability analysis. Penelitian deskriptif ini menggunakan teknik angket untuk mengumpulkan data berupa respon dosen dan mahasiswa terkait kebutuhan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21. Analisis data dilakukan dengan statistik sederhana yaitu persentase dan juga secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa mahasiswa calon guru biologi mengaku dosen sudah melakukan penilaian keterampilan abad ke-21, namun dosen menganggap belum maksimal dalam menilai keterampilan abad ke-21 karena instrumen yang digunakan dibuat sekedarnya, tidak dikembangkan sebagaimana mestinya (tidak dilvalidasi), dan belum mengukur keterampilan mahasiswa yang sesungguhnya. Sehingga penelitian dan pengembangan instrumen asesmen autentik untuk keterampilan abad ke-21 penting untuk dilakukan.
Pengembangan Blended Learning Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Biologi dengan Menggunakan Model ADDI Mufida Nofiana
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan. E-learning (electronic learning) sebagai salah satu inovasi dalam duniapendidikan menyebabkan pembelajaran mengalami evolusi dengan pola pembelajaran digital yang memungkinkan proses pembelajaran tidak terbatas ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konten pembelajaran blended learning pada mata kuliah strategi belajar mengajar biologi  dengan model ADDIE yang dapat meningkatkan kompetensi dan kemandirian mahasiswa pada mata kuliah tersebut. Ruang lingkup dari penelitian ini antara lain: perancangan dan pengembangan program e-learning yang terdiri dari perumusan capaianpembelajaran, pemetaan dan pengorganisasian materi pelajaran, pemilihan dan penentuan setting pembelajaran, pembuatan rancangan aktivitas dan konten pembelajaran e-learning, penyusunan alur pembelajaran e-learning, dan perancanaan diskusi, tugas, tes/ quiz berbasis e-learning ; pelaksanaan pembelajaran e-learning sesuai denganketentuan yang telah ditetapkan; dan evaluasi proses pembelajaran e-learning. Hasil pelaksanaan blended learning menunjukkan bahwa pembelajaran blended learning menarik bagi mahasiswa yang dibuktikan dengan peningkatan partisipasi mahasiswa sebesar 80% pada forum diskusi yang dikembangkan dosen dan terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui kuis yang diberikan. Umpan balik terhadap pengembangan konten menyarankan perlu  adanya peningkatan variasi alur pembelajaran untuk menghindari kebosanan terhadap penyajian konten. Refleksi untuk kegiatan pengembangan konten selanjutnya adalah melakukan pengembangan konten yang mampu melihat ketuntasan mahasiswa dalam belajar seperti penggunaan resource dalam bentuk “lesson”. Untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam belajar mandiri, dosen juga perlu memberikan reward bagi mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi online.  Kata Kunci :. Blended learning, Model ADDIE
Pengembangan Media Pembelajaran Audiovisual Berbasis Aplikasi Canva Materi Bioteknologi Kelas X SMA Negeri 4 Purwokerto Erica Yuniar Atriana; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audiovisual berbasis aplikasi canva materi bioteknologi kelas X di SMA Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang terdiri dari (1) define (2) design (3) develop dan (4) disseminate. Metode pengumpulan data menggunakan lembar angket atau kuisioner. Instrumen pada penelitian menggunakan lembar angket validasi ahli, lembar angket validasi guru dan lembar uji kepraktisan peserta didik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan cara menghitung jumlah skor dari angket yang diperoleh menggunakan presentase. Hasil penilaian dari ahli media dan materi memperoleh rata- rata 79,22% dengan kategori sangat layak. Penilaian dari ahli guru memperoleh 90,00% dengan kategori sangat layak. Penilaian dari uji kepraktisan peserta didik memperoleh 83,66% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian produk media audiovisual berbasis aplikasi canva materi bioteknologi kelas X di SMA Negeri 4 Purwokerto yang dibuat peneliti sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kebutuhan Guru Rumpun IPA Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Kabupaten Banyumas Devi Avrida Dheafriska; Mufida Nofiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru IPA dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian adalah metode campuran. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat setuju (82,5%) dengan perlunya beberapa perangkat pembelajaran dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Perangkat pembelajaran yang dibutuhkan guru antara lain dokumen rencana pembelajaran (74%) yang berisi pembelajaran interaktif (85%), Penilaian (85%), dan laporan kemajuan belajar siswa (84%).