Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI JARINGAN HEWAN DENGAN BENTUK TWO-TIER MULTIPLE CHOICE QUESTION AGUS PRAYITNO; Mufida Nofiana
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2020): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.889 KB) | DOI: 10.25157/jpb.v8i1.5959

Abstract

Develop HOTS instruments in animal tissue material in the form of TTMCQ. Stages of development using the ADDIE model (Analysis, Determine, Development, Implementation, Evaluation). The research was conducted at SMA Negeri 1 Baturraden in September-October 2019. The subjects of this study were students of class X1 MIPA who had studied animal tissue material. The data analysis technique uses descriptive percentages. Mapping competencies, making learning objectives oriented to HOTS, agreeing on the material to be tested, making analysis of basic competencies, making learning indicators oriented to HOTS, making grids of HOTS questions, making HOTS questions in animal tissue  materials in the form of TTMCQ, set the rubric of the questions, making feedback to students about question, see the responses of students working on the questions, ask for responses from the teacher related to the questions, see the ability of students to work on questions in the form of TTMCQ, asking for continued development of TTMCQ questions for other biological materials including the excellence and weakness of the questions. Based on the results TTMCQ can calculate the HOTS of students, easy to make assessments, easy to process the results of tests compared by description test. In the other hands, there are problems with TTMCQ that are: difficult to develop questions with double questions, many cost for administering tests for questions, and student’s confuse with how to work in TTMCQ although given instructions both oral and written.
PENGARUH MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP HIGH ORDER THINKING SKILLS SISWA KELAS XI Mufida Nofiana
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 5, No 1 (2020): Bio Educatio (The Journal of Science and Biology Education)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.517 KB) | DOI: 10.31949/be.v5i1.1595

Abstract

High Order Thinking Skills (HOTS) are part of the 2013 curriculum provisions in Indonesian. The Guided Discovery Learning (GDL) is one of the learning models that suits in the 2013 curriculum. This research aims to determine the effect of the GDL model on students' HOTS on animal tissue material in class XI MIPA of SMA Negeri 1 Baturraden. The research subjects were students of class XI MIPA 1 as a control class and class XI MIPA 2 as an experimental class. Sampling was done by cluster random sampling technique. The research design uses a post-test only control group design. The time of the research was conducted in August-September 2019. Stages of the research includes: preparation, implementation and evaluation. Data analysis techniques using the T test, F test, and Eta test. The Result of this research are: there are find difference in average value of HOTS students between the experimental class and the control class (sig = 0.01). The application of the Guided Discovery Learning model affects HOTS students (sig = 0.01) with low strength (interaction coefficient = 0.392). Although this power is low, there is certainty about the difference in the average value of HOTS students between the experimental class and the control class caused by differences in the learning model used.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI TWO-TIER MULTIPLE CHOICE QUESTION UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI KINGDOM PLANTAE Mufida - Nofiana; Sajidan - -; Puguh - Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9694

Abstract

Evaluasi merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran yang salah satunya adalah penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada materi kingdom plantae membutuhkan kemampuan seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi kingdom plantae dapat dilakukan dengan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question. Penelitian pengembangan instrumen evaluasi bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tier multiple choice question yang mampu mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, (2) kelayakan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question sebagai evaluasi formatif, (3) respon siswa terhadap instrumen evaluasi two-tier multiple choice question yang diterapkan di SMA. Penelitian pengembangan instrumen evaluasi menggunakan model Research and Development (R&D) mengacu pada Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi 4 validator ahli, 20 siswa pada uji terbatas, 64 siswa pada uji lapangan, dan 64 siswa pada uji korelasi penggunaan instrumen evaluasi. Analisis data dilakukan dengan rumus persentase dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tier multiple choice question antara lain dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi Anderson dan Krathwohl (2001) meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; memiliki validitas dengan interpretasi minimal “cukup”; dan reabilitas “tinggi” (2) kelayakan produk instrumen evaluasi dijamin melalui validitas isi yang “baik”; validitas konstruk yang “baik”; validitas butir soal dengan interpretasi minimal “cukup”, tingkat kesukaran soal dengan proporsi 15% mudah: 80% sedang: 5% sulit; daya pembeda soal dengan interpretasi minimal “cukup”, dan kepraktisan penggunaan yang “baik” (3) respon siswa terhadap penerapan instrumen evaluasi didapatkan melalui uji korelasi antara instrumen bentuk two-tier multiple choice question dengan bentuk multiple choice question. Terdapat korelasi antara kedua bentuk instrumen tersebut dengan nilai sebesar 0,15. Artinya siswa memberikan respon yang sama dalam mengerjakan kedua bentuk soal tersebut. Instrumen evaluasi two-tier multiple choice question dapat digunakan sebagai alternatif instrumen evaluasi formatif di skeolah dengan penerapan lebih lanjut.
Pengaruh PBL terhadap HOTS Siswa pada Materi Kingdom Fungi di MA Negeri 2 Banyumas Epi Awaliyah; Mufida Nofiana
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 2 (2020): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v13i2.38590

Abstract

HOTS (higher order thinking skills) adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu kemampuan berpikir kompleks meliputi kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di MA Negeri 2 Banyumas menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru meskipun telah menggunakan model yang direkomendasikan Kurikulum 2013. Hal tersebut membuat siswa menjadi kurang aktif serta kurang terlatih dalam mengembangkan HOTS. HOTS merupakan kemampuan yang dapat dicapai melalui kegiatan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Salah satu model yang dapat digunakan untuk melatih HOTS adalah problem based learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh model PBL terhadap HOTS siswa pada materi kingdom fungi; 2) perbedaan HOTS siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen; serta 3) model pembelajaran yang lebih baik dalam mempengaruhi HOTS siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA Tahun Ajaran 2018/ 2019 yang akan menempuh materi kingdom fungi. Desain penelitian menggunakan post-test only control design. Instrumen penelitian berupa tes tertulis dalam bentuk two-tier multiple choice question (pilihan ganda bertingkat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model PBL terhadap HOTS siswa pada materi kingdom fungi dengan koefisien korelasi uji eta yaitu 0,512, artinya memiliki pengaruh yang cukup. Ada perbedaan HOTS siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen berdasarkan nilai signifikansi uji t dua pihak yaitu 0,000. Model  PBL yang diterapkan di kelas eksperimen lebih baik dalam mempengaruhi HOTS siswa daripada model discovery learning (DL) yang diterapkan di kelas kontrol berdasarkan nilai signifikansi uji t satu pihak yaitu 0,000.
IbM Pelatihan Pembelajaran E-Learning bagi Guru di SMP Muhammadiyah Sumbang Mufida Nofiana; Muhammad Hamka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.077 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum yang ada saat ini harus disesuaikan dengan perkembangan tersebut. Pembelajaran berbasis teknologi informasi akhirnya menjadi hal yang penting. Salah satu bentuk model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi adalah E-learning (electronic learning). Keunggulan e-learning antara lain: pembelajaranlebih realistis dan kontekstual karena guru dapat mengunggah video ke dalam sistem, menghemat biaya terutama untuk pengadaan media belajar dan sumber belajar, memudahkan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, serta pembelajaran menjadi lebih meyenangkan dibandingkan pembelajaran konvensional. Pengabdian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sumbang pada bulan Juli - Agustus 2018. Tujuan pengabdian adalah membantu guru mengenal program Moodle yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran e-learning, mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran e-learning di sekolah, serta membantu guru dalam membuat konten-konten pembelajaran e-learning. Kegiatan dilakukan dengan metode workshop/pelatihan pembelajaran e-learning berbasis moodle. Kesimpulan dari pengabdian yang telah dilakukan antara lain: guru mengenal aplikasi Moodle beserta fitur yang ada di dalamnya sebagai penunjang pembelajaran e-learning, guru mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran e-learning di sekolah termasuk membuat kelas virtual, guru mampu membuat konten-konten yang mendukung pembelajaran pembelajaran e-learning seperti materi ajar, media ajar, dan evaluasi pembelajaran e-learning berbasis moodle.
TINGKAT KESIAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO DENGAN MODEL ELR AYDIN-TASCI Mufida Nofiana; Teguh Julianto; Muhammad Hamka
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.714 KB)

Abstract

Penyelenggaraan Pembelajaran Berbasis E-Learning di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menerapkan sistem Blended Learning berbasis Learning Management System (LMS) Moodle. Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2016 telah mengatur aktivitas kegiatan pembelajaran E-Learning di UMP. Tujuan peneltian yang dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan dosen, mahasiswa, dan teknologi (LMS Moodle) yang digunakan untuk menunjang  pelaksanaan pembelajaran  e-learning  pada  awal  masa  pandemic  covid-19.  Penelitian  yang  dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa di UMP. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel yang digunakan dihitung menggunakan rumus Slovin. Aspek-aspek penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan pembelajaran e-learning meliputi: aspek teknologi, aspek inovasi, aspek sumber daya manusia, dan aspek pengembangan diri dari Aydin dan Tasci. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Dosen di lingkungan UMP secara umum tidak siap melaksanakan pembelajaran e-learning di awal pandemic covid-19 dibuktikan dengan skor kesiapan pembelajaran e- learning masih berada pada rentang 2,09-2,98 (tidak siap, membutuhkan banyak bantuan untuk persiapan). Mahasiswa di lingkungan UMP secara umum tidak siap melaksanakan pembelajaran e-learning di masa pandemic covid 19 pada aspek teknologi, inovasi, dan pengembangan diri dengan skor kesiapan berada pada rentang 1,98-3,1 (tidak siap, membutuhkan banyak bantuan untuk persiapan). Namun pada aspek sumber daya manusia, mahasiswa telah siap melaksanakan proses pembelajaran e-learning dengan skor 3,4 (siap). Kesiapan teknologi (LMS Moodle) yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran e-learning di portal e-learning UMP (http://onclass.ump.ac.id) juga belum siap digunakan pada masa awal pandemic covid 19. Teknologi masih membutuhkan banyak bantuan terutama pada penambahan kapasitas server dan bandwith agar tidak sering terjadi error atau down.
PENGARUH STRATEGI BRANDING TERHADAP PENINGKATAN OMSET PENJUALAN SIOMAY DI DESA KARANGCEGAK-KECAMATAN SUMBANG Mufida Nofiana; Restu Frida Utami
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.794 KB)

Abstract

Siomay adalah makanan populer dan favorit di masyarakat dengan harga yang terjangkau. Banyaknya penjual siomay menyebabkan persaingan antar pedagang siomay yang berimbas pada omset penjualan, disisi lain banyaknya produk sejenis menyebabkan konsumen sulit membedakan kualitas masing-masing siomay yangdiproduksi. Hasil observasi yang dilakukan di Desa Karangcegak menemukan bahwa usaha siomay milik Bu komalasari bersifat home industry dengan kapasitas produksi rata-rata 300 buah siomay per hari. Produk siomay yang dihasilkan adalah siomay ikan. Produk tersebut tidak memiliki merek dagang meskipun masyarakat sekitarmengenal Bu komalasari sebagai pedagang siomay. Omset penjualan bersih siomay berkisar Rp.45.000,00 per hari, omset penjualan tersebut tidak selalu tetap karena penjualan hanya di sekitar wilayah Karangcegak saja. Untuk membantu mitra dalam meningkatkan omset pejualan, maka dilakukan branding produk. Kegiatan inimerupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Maret – September 2019. Tahapan pelaksanaan meliputi: persiapan untuk branding, pelaksanaan branding, serta evaluasi. Evaluasi kegiatan yang dilakukan selama dua bulan setelah branding mendapatkan hasil bahwa rata-rata omset penjualan siomaymeningkat biaya operasional produksi menjadi Rp. 211.140,- per hari. Kuantitas volume produk juga meningkat menjadi 1200 butir siomay, ditambah 250 pangsit dan 250 tahu isi. Dapat disimpulkan bahwa strategi branding yang diterapkan dapat meningkatkan omset penjualan produk siomay.
Kualitas Penulisan Butir Soal Ujian Nasional Biologi Tahun 2014/2015 Ditinjau dari Aspek Teoritik Mufida Nofiana
saintifika Vol 17 No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.071 KB)

Abstract

Ujian nasional (UN) merupakan alat evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa di seluruh Indonesia, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat. Ujian nasional adalah program evaluasi tingkat nasional yang memiliki standar penilaian bertaraf nasional. Sebelum digunakan, butir-butir soal tes ujian nasional harus memenuhi syarat sebagai alat evaluasi yang berkualitas, baik dari segi substansi, konstruksi, maupun bahasa. Salah satu cara menganalisis kualitas butir soal dapat dilakukan dengan mencocokkan butir-butir soal UN dengan pedoman penulisan butir soal dari Depdiknas, analisis ini disebut dengan analitis teoritis atau kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas penulisan butir soal UN Biologi Utama Tahun 2014/2015. Sampel diperoleh dari 2 paket soal UN Biologi Rayon Purwokerto, Jawa Tengah dengan masing-masing paket terdiri dari 40 butir soal. Hasil analisis butir soal Ujian Nasional Biologi Utama Tahun 2014/ 2015 pada paket A dan B adalah terdapat 12 soal (30%) dari 40 soal pada paket A dan 10 soal (25%) dari 40 soal pada paket B yang memiliki kesalahan dalam penulisan butir soal. Kesalahan tersebut meliputi: pokok soal yang tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, terdapat penulisan pokok soal dan pilihan jawaban yang bukan merupakan pernyataan yang diperlukan saja, terdapat pilihan jawaban yang tidak homogen, panjang alternatif atau pilihan jawaban tidak sama, pokok soal yang memberi petunjuk atau mengarah kepada pilihan jawaban yang benar, pilihan jawaban dalam bentuk angka/ waktu yang tidak diurutkan, terdapat jawaban yang tidak logis dan pengecohnya tidak berfungsi, terdapat rumusan kalimat yang tidak komunikatif, terdapat kalimat yang tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar, dan terdapat rumusan kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
The Effect of Hybrid Learning Learning Strategies Applied to the Discovery Learning Model on Student High Order Thinking Skills Meliana Paryanti; Mufida Nofiana
Journal of Biology Learning Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v5i1.2853

Abstract

This study aims to determine the effect of hybrid learning strategies applied to the discovery learning model on students' high order thinking skills. This type of research is quantitative research using quasi-experimental methods. The research design used was post test only control group design. The data collection methods used are tests and documentation. The research instrument used is a test question sheet in the form of multiple-choice questions developed based on the HOTS question grid. There are 2 data analysis techniques used, namely 1) Prasyarta tests include homogeneity tests and normality tests, 2) Hypothesis tests include T-tets tests, F tests, and eta tests. The results showed that from the T-test there was a difference in the average HOTS score of control and experimental class students with sig scores. 0.000, the F test shows that there is an influence with the sig value. 0.000, and the Eta test shows that there is a moderate influence that can be seen from the correlation value of 0.544. It can be concluded from the use of Hybrid learning strategies on students' High Order Thinking Skills shows that there is a moderate influence on increasing student HOTS between control and experimental classes.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Higher OrderThinking Skills Pada Materi Kingdom Plantae Mufida Nofiana; Sajidan; Puguh
Pedagogi Hayati Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pedagogi Hayati
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v1i1.37

Abstract

Abstrak: Evaluasi merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran yang salah satunya adalah penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thingking skills). Penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi membutuhkan kemampuan seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Salah satucara pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dilakukan dengan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question. Penelitian pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tier multiple choicequestion yang dikembangkan, (2) kelayakan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question sebagai evaluasi formatif. Penelitian pengembangan menggunakan model Research and Development (R&D) mengacu pada Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi 4 validator ahli, 20 siswa pada uji terbatas, dan 64 siswa pada uji lapangan. Analisis data dilakukan dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tiermultiple choice question yang dikembangkan antara lain mengacu pada indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi Anderson dan Krathwohl (2001) meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; memiliki validitas dengan interpretasi minimal “cukup”; dan reabilitas “tinggi” (2) kelayakan produk instrumen evaluasi dijamin melalui validitas isi dengan kategori“baik”; validitas konstruk dengan kategori “baik”; validitas butir soal dengan interpretasi minimal “cukup”, tingkat kesukaran soal dengan proporsi 15% mudah: 80% sedang: 5% sulit; daya pembeda soal dengan interpretasi minimal “cukup”, dan kepraktisan penggunaan dengan kategori “baik”.