Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Kawakib

PENDIDIKAN ISLAM DI THAILAND Rini Rahman; Indah Muliati
Jurnal Kawakib Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Al-Kawakib
Publisher : Program studi Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.887 KB) | DOI: 10.24036/kwkib.v1i1.10

Abstract

Di Thailand, negeri yang mayoritasnya beragama Budha aliran Teravada (agama resmi kerajaan), terdapat lebih dari 10% penduduk muslim dari seluruh populasi penduduk Thailand. Penduduk muslim Thailand sebagian besar berdomisili di bagian selatan Thailand, seperti di propinsi Pha Nga, Songkhla, Narathiwat dan sekitarnya yang dalam sejarahnya adalah bagian dari Daulah Islamiyyah Pattani. Dengan jumlah umat yang menjadi minoritas ini, walau menjadi agama kedua terbesar setelah Budha, umat Islam Thailand sering mendapat serangan dari umat Budha (umat Budha garis keras), intimidasi, bahkan pembunuhan masal. Pattani (patani) adalah nama sebuah “Muslim minoritas” yang mendiami empat wilayah selatan Thailand, yaitu Patani, Naratiwat, Satun, dan Jala. Masuknya agama Islam ke Selatan Thailand (Patani) tidak bisa dilepaskan dengan masuknya Islam ke Asia Tenggara. Rentetan penyiaran Islam di Nusantara ini merupakan satu kesatuan dari mata rantai peroses Islamisasi di Nusantara. Pendidikan Islam yang dijalankan di Thailand memiliki persamaan dengan pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Seperti, di Thailand juga ada pondok dan madrasah yang mana sistem pendidikannya sama dengan yang ada di Indonesia. Perbedaannya terdapat pada jumlah mata pelajaran yang diujikan pada UN dan kewajiban mempelajari bahasa Thai.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN MUHAMMAD ABDUH Indah Muliati; Sulaiman Sulaiman; Hoktaviandri Hoktaviandri; Rini Rahman
Jurnal Kawakib Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Al-Kawakib
Publisher : Program studi Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.051 KB) | DOI: 10.24036/kwkib.v1i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas dan mengkaji pemikiran Muhammad Abduh tentang pendidikan. Metode yang digunakan adalah library research, yang menggunakan data kepustakaan sebagai sumber. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat 7 (tujuh) point penting pemikiran M. Abduh yang terkait dengan pendidikan, yaitu ; (1) Pengertian pendidikan, pendidikan adalah sarana perubahan, (2) Tujuan pendidikan, adalah mendidik akal dan jiwa serta menyampaikan pada batas-batas kemungkinan seseorang mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, (3) Kurikulum pendidikan, di mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah dan tingkat atas, (4) Metode pendidikan yang paling banyak beliau gunakan adalah diskusi dan keteladanan, (5) Sarana pendidikan, menurut Abduh sarana pendidikan adalah semua yang berguna untuk mempermudah tercapainya tujuannya pendidikan, (6) Pendidik, menurut Abduh perlu campur tangan pemerintah dalam mempersiapkan pendidik, (7) Pendidikan Wanita, menurut Abduh wanita berhak mendapatkan pendidikan.
PERAN IBU SEBAGAI PENDIDIK DALAM KELUARGA Mislaini Mislaini; Hoktaviandri Hoktaviandri; Indah Muliati
Jurnal Kawakib Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Al-Kawakib
Publisher : Program studi Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.962 KB) | DOI: 10.24036/kwkib.v1i1.14

Abstract

Ibu adalah sekolah yang sangat penting dalam membangun integritas anak-anak dalam rumah tangga. Oleh sebab itu ia harus mampu memberikan contoh baik bagi anak-anaknya. Anak belajar dengan cara meniru dari orang tuanya. Jika orang tua mencontohkan yang baik maka anak akan menjadi baik. Sebaliknya, jika ibu memberikan contoh yang buruk maka anak juga akan menjadi buruk karakternya. Dalam penanaman nilai-nilai yang baik kepada anak harus dimulai sejak usia anak. Sebab membentuk karakter anak lebih efektif ketika ia masih kecil. Namun jika sudah besar maka akan sulit dalam membentuk kebiasaan yang baik. Ibu juga perlu memberikan dorongan belajar bagi anak-anak dengan mendidik mereka menggunakan metode cerita. Karena metode ini ikut serta dalam menanamkan nilai-nilai agama seperti menceritakan kisah-kisah nabi agar melahirkan pengaruh-pengaruh baik pada jiwa anak-anak. Selanjutnya pengaruh hiburan dalam mendidik anak juga sangat perlu diperhatikan oleh seorang ibu, agar anak-anak dapat memperoleh kegairahan roda kehidupan dalam belajar sesuai dengan usia anak dan tidak meleset dari nilai-nilai Islam. Semua metode pendidikan ini akan berdampak besar dan jelas dalam menumbuhkembangkan kekuatan-kekuatan potensial yang ada pada anak, lebih-lebih potensi fisik, afektif dan kognitifnya.