Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) PADA SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 33 MAKASSAR Pertiwi, Erna Fitriani; Tawil, Muh; Haris, Abd
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 1, No 2 (2013): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa  kelas VIIIC SMP Negeri 33 Makassar  yang berjumlah 36 peserta didik  terdiri atas 19 laki-laki dan 17 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus terdiri atas empat komponen utama, yaitu: 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan tindakan, 3). Observasi, dan 4). Refleksi. Untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar peserta didik  digunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dan untuk data peningkatan keaktifan peserta didik  dalam kelas digunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I skor rata-rata hasil belajar siswa   sebesar  64,97 dengan persentase jumlah siswa  dalam kategori tinggi sebesar 47,22% sedangkan pada siklus II skor rata-rata hasil belajar siswa  sebesar 75,69 dengan persentase jumlah siswa  dalam kategori tinggi sebesar 80,56%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika pada pokok gaya dan penerapannya, energi dan perubahannya, serta pesawat sederhana siswa kelas VIIIC SMP Negeri 33 Makassar dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange. Kata Kunci: pembelajaran aktif, Group to Group Exchange, hasil belajar This research is a classroom action research (classroom action research) that aims to improve student learning outcomes physics class Junior High School 33 Makassar VIIIC the 36 students consisting of 19 men and 17 women. This study was conducted in 2 cycle consists of four major components, namely: 1). Planning, 2). Implementation of the action, 3). Observations, and 4). Reflection. To collect data on learning outcomes of students learning to use the test results in the form of multiple choice and to increase the data active learners in the classroom to use the observation sheet. The results showed in the first cycle an average score of student learning outcomes at 64.97 with the percentage of students in the high category was 47.22%, while in the second cycle average score of student learning outcomes at 75.69 with the percentage of students in a category high of 80.56%. thus it can be concluded that the learning outcomes in basic physics and its application style, energy and change, as well as simple aircraft grade students of SMP Negeri 33 VIIIC Makassar can be enhanced through active learning model type Group to Group Exchange.Keywords: active learning, Group to Group Exchange, learning outcomes
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 13 MAKASSAR (Studi pada Materi Pokok Usaha dan Pesawat Sederhana) Said, Annisa Putri; Tawil, Muh; Rusli, Muhammad Aqil
Jurnal IPA Terpadu Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.459 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v3i2.13158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui seberapa tinggi peningkatan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar setelah dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen, (2) Mengetahui seberapa tinggi peningkatan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar yang dibelajarkan dengan menggunakan metode demonstrasi, (3) Mengetahui keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan dengan metode eksperimen lebih tinggi dibanding keterampilan proses sains peserta didik yang menggunakan metode demonstrasi di kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi-Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar sekaligus sebagai sampel. Instrument penelitian keterampilan proses sains berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 20 item soal yang telah divalidasi ahli. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian pretest dan posttest. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa: (1) Peningkatan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar yang dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen tergolong kategori sedang dengan skor N-Gain sebesar 0,59. (2) Peningkatan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar yang dibelajarkan dengan menggunakan metode demonstrasi tergolong kategori sedang dengan skor N-Gain sebesar 0.40, dan (3) Keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar yang dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen lebih tinggi dibanding dengan peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan metode demonstrasi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik pada materi usaha dan pesawat sederhana
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATA PELAJARAN IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN TERAKREDITASI A DI KABUPATEN GOWA Kartika, Dewi; Maming, Ratnawaty; Tawil, Muh
Jurnal IPA Terpadu Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.892 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v3i2.12035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat miskonsepsi mata pelajaran IPA peserta didik laki-laki kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa, (2) Mengetahui tingkat miskonsepsi mata pelajaran IPA peserta didik perempuan kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa, (3) Mengetahui tingkat miskonsepsi mata pelajaran IPA peserta didik kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa secara keseluruhan. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan desain penelitian survey deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa. Pengambilan sampel dengan teknik Cluster Sampling sehingga diperoleh satu kelas dari masing-masing sekolah yang Terakreditasi A yang terdiri dari 229 peserta didik, 138 peserta didik perempuan dan 91 peserta didik laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat miskonsepsi mata pelajaran IPA peserta didik laki-laki kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa termasuk dalam kategori tinggi, (2) Tingkat miskonsepsi mata pelajaran IPA peserta didik perempuan kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa termasuk dalam kategori tinggi, (3) Tingkat miskonsepsi mata pelajaran IPA peserta didik kelas VIII SMPN Terakreditasi A di Kabupaten Gowa secara keseluruhan termasuk dalam kategori tinggi.
Pelatihan Lesson Study Berorientasi Profil Pelajar Pancasila Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tinggi Bagi Guru SMAN 10 Makassar Tawil, Muh; Tampa, Alimuddin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 11 (2024): February
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10637899

Abstract

Permasalahan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah karena proses dan produk pembelajaran kurang berkualitas, sehingga outcome-nya rendah. Tujuan Kegiatan ini  untuk meningkatkan kualitas proses, hasil pembelajaran, keterampilan berpikir tingkat tinggi khsusunya kegiatan lesson study berorientasi profil pelajar pancasila (LS-P3) berbasis kurikulum merdeka guru fisika di SMAN 10 Makassar. Solusi/metode pelaksanaan ini terdiri dari 1) persiapan pelaksaanaan LS-P3; 2) pelaksanaan dan observasi; 3) refleksi; 4) dan monitoring dan evaluasi. Hasil dan dampak pelaksanaan LS-P3: 1) 100% peserta menyatakan sangat bermanfaat; 2). 100% banyak memberi keterampilan; 3) 100% sangat banyak tersedia bahan LS-P3, 4) 70% sangat mengatasi kekurangan LS-P3, 20% kurang mengatasi dan 10% banyak mengatasi; 5) 14 % sangat membantu proses belajar mengajar fisika, dan 86% dapat membantu. Luaran kegiatan menghasilkan produk perangkat LS-P3 yang berkualitas. Kesimpulan: Peserta PKM sudah sangat terampil dalam hal:1) mengidentifikasi; mendisain; membuat LS-P3; 2). menggunakan LS-P3; 3) LS-P3 dapat mengatasi ketersedian di sekolah dan dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar. LS-P3 efektif dalam meningkatkan proses dan produk pembelajaran dan keterampilan berpikir tinggi siswa sebesar 95% termasuk kategori tinggi.
ANALISIS SIKAP ILMIAH, AKTIVITAS, DAN RESPON CALON GURU TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN PROJEK DI MASA PANDEMI COVID-19 Tawil, Muh; Rusli, Muhammad Aqil; Bakara, Hasanuddin
Jurnal IPA Terpadu Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v7i3.52048

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sikap ilmiah, aktivitas, dan respon terhadap   menerapkan pembelajaran projek. Jumlah sampel penelitian 98 calon guru  tahun ajaran 2022/2023  di Program Studi Pendidikan IPA di FMIPA Universitas Negeri Makassar.  Metode penelitian yang diterapkan adalah metode pra eksperimen semu, Instrumen penelitian: 1) angket sikap ilmiah dengan skala liker dan 2) lembar observasi keterlaksaaan pembelajaran projek.  Hasil analisis statistis deskriptif ditemukan bahwa: 1) 100 persen calon guru IPA  aktif dalam mengikuti pembelajaran projek pada masa pandemic covid-19; 2) tanggapan calon guru IPA terhadap pelaksanaaan pembelajaran projek berbasis sangat positif; 3) skor rata-rata sikap ilmiah 49,49 termasuk kategori tinggi. Kesimpulan pembelajaran projek dapat 1) mengaktifkan calon guru belajar, 2) tanggapan calon guru terhadap pelaksanaaan pembelajaran projek berbasis sangat positif, 3)  menunmbuhkembangkan sikap ilmiah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN READING, CONNECTING, OBSERVING, DISCUSSING, EVALUATING (ReCODE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP IT NURUL FIKRI Fahriani, Alfira; Arsyad, Arie Arma; Saenab, Sitti; Tawil, Muh; Samputri, Salma
Jurnal IPA Terpadu Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v7i3.53599

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) Besar peningkatan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP IT Nurul Fikri setelah dibelajarkan model pembelajaran ReCODE, 2) Besar skor kategori effect size penggunan model pembelajaran ReCODE terhadap peningkatan kemampuan literasi sains literasi sains peserta didik kelas VIII SMP IT Nurul Fikri, 3) Besar kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII sebelum dan setelah dibelajarkan model pembelajaran ReCODE, 4) Mengetahui tidak adanya perbedaan rata-rata peningkatan yang signifikan kemampuan literasi sains kelas VIII B dan kelas VIII D setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran ReCODE. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan N-Gain pada kelas eksperimen pada kategori sedang, analisis Effect Size pada kelas eksperimen pada kategori redah. Hasil analisis inferensial menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran ReCODE serta tidak terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik antara kelas VIII B dan kelas VIII D.
Ekstrapolasi Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas VI Sekolah Dasar di Kabupaten Gowa Tawil, Muh
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.7130

Abstract

Keterampilan proses sains (KPS)  sangat urgen dikuasai oleh murid SD di abad 21 saat sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengektrapolasi KPS peserta didik kelas VI SDN. Metode adalah survey. Jumlah total sampel 856 murid SDN dengan teknik pengambilan sampel stratafied random sampling. Instrumenya tes KPS terdiri 30 butir soal dengan nilai validitas internal 0.8 dan  tingkat reliabiltasnya 98%. Hasil penelitian tingkat KPS peserta didik kelas VI: kategori sedang 57(6,65%), tinggi 7243(84,57%), sangat tinggi 75(8.78%). Persentase setiap indicator KPS: 1) observasi, rata-rata skor 235 (73%) kategori tinggi, 2) klasifikasi, rata-rata skor  242 (75%), kategori tinggi, 3) memprediksi), rata-rata skor 276 (86%) kategori tinggi, 4). mengukur, rata-rata skor 223(69%) kategori sedang, 5) menyimpulkan, rata-rata skor 237 (74%) kategori tinggi, 6) komunikasikan, rata-rata skor 215(67%) kategori sedang, 7) mengontrol, rata-rata skor 253(79%), kategori tinggi, 8) interpretasi data, rata-rata skor 244(76%) kategori tinggi, 9)  merumuskan hipotesis, rata-rata skor 267(83%) kategori tinggi, 10) merancang eksperimen, rata-rata skor 284(88%)  kategori tinggi. Kesimpulan/dampak penelitian: KPS peserta didik sekolah dasar negeri di kabupaten Gowa termasuk kategori tinggi
Analisis Kemampuan Literasi Numerik Peserta Didik Kelas VI di Sekolah Dasar Tawil, Muh
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.7929

Abstract

Di era abad 21 sangat urgen melatihkan literasi numeric untuk menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan literasi numerik peserta didik kelas VI SDN Se-KabupatenGowa, Indonsia tahun pelajaran 2022/2023 pada aspek kompetensi numerik. Metode penelitian survey dengan populasinya peserta didik kelas VI SDN di Kabupaten Gowa dengan jumlah sampel 856 dipilih dengan teknik StratefiedRandom Sampling. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 butir. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pemberian tes secara langsung di sekolah. Data dianalisis secarastatistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tingkat kemampuan literasi numerik peserta didik kelas VI SDN Se-Kabupaten Gowa berada pada kategori “sangat rendah” dengan persentase 32.95% dan skor rata-rata sebesar 6.59.tingkat kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VI SDN Se-KabupatenGowaberada pada kategori “sangat rendah” dengan persentase 32,95% dan skor rata-rata sebesar 6,59; hanya SDN di Tombolo Pao, berada pada kategori sedang dengan persentase 64,4% dan skor rata-rata sebesar 12,88.
Efektivitas Metode Saintifik Berbasis Laboratorium Virtual Terhadap Keterampilan Proses Sains Dikaitkan dengan Gender Tawil, Muh; Tampa, Alimuddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.73643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi bagaimana: (1)  aktivitas calon guru IPA (CG-IPA) mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual, (2) respons CG-IPA dalam mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual,  dan (3) keterampilan proses sains CG-IPA laki-laki dan perempuan dalam mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual, dan (4) perbedaan keterampilan proses sains CG-IPA  laki-laki dan perempuan dalam mengikuti  metode saintifik berbasis laboratorium virtual. Metode: eksperimen semu, dengan jumlah  populasi 53 CG-IPA angkatan 2018 di Program Studi Pendidikan IPA di FMIPA Universitas Negeri Makassar, terdiri dari 44  orang perempuan dan 9 laki-laki yang dipilih secara acak. Angket terdiri dari 10 pernyataan, lembar observasi dan tes keterampilan proses sains berbentuk pilihan ganda 10 butir soal yang valid dan reliabel. Hasil: (1) CG-IPA aktif dalam mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual, (2) tanggapan CG-IPA  terhadap pelaksanaan metode saintifik berbasis laboratorium virtual dari 53 responden, ditemukan bahwa pada umumnya CG-IPA  sangat tertarik, sangat baru, sangat berminat mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual  dan sangat mudah mempelajari seluruh komponen-komponen pendukung metode saintifik berbasis laboratorium virtual, (3) keterampilan proses sains CG-IPA perempuan termasuk dalam kategori tinggi dan laki-laki termasuk dalam kategori sangat tinggi, (4) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara CG-IPA perempuan dan laki-laki. Kesimpulan:  metode saintifik berbasis laboratorium virtual sangat efektif  diterapkan dalam menumbuhkembangkan  keterampilan proses sains.
Efektivitas Metode Saintifik Berbasis Laboratorium Virtual Terhadap Keterampilan Proses Sains Dikaitkan dengan Gender Tawil, Muh; Tampa, Alimuddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.73643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi bagaimana: (1)  aktivitas calon guru IPA (CG-IPA) mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual, (2) respons CG-IPA dalam mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual,  dan (3) keterampilan proses sains CG-IPA laki-laki dan perempuan dalam mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual, dan (4) perbedaan keterampilan proses sains CG-IPA  laki-laki dan perempuan dalam mengikuti  metode saintifik berbasis laboratorium virtual. Metode: eksperimen semu, dengan jumlah  populasi 53 CG-IPA angkatan 2018 di Program Studi Pendidikan IPA di FMIPA Universitas Negeri Makassar, terdiri dari 44  orang perempuan dan 9 laki-laki yang dipilih secara acak. Angket terdiri dari 10 pernyataan, lembar observasi dan tes keterampilan proses sains berbentuk pilihan ganda 10 butir soal yang valid dan reliabel. Hasil: (1) CG-IPA aktif dalam mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual, (2) tanggapan CG-IPA  terhadap pelaksanaan metode saintifik berbasis laboratorium virtual dari 53 responden, ditemukan bahwa pada umumnya CG-IPA  sangat tertarik, sangat baru, sangat berminat mengikuti metode saintifik berbasis laboratorium virtual  dan sangat mudah mempelajari seluruh komponen-komponen pendukung metode saintifik berbasis laboratorium virtual, (3) keterampilan proses sains CG-IPA perempuan termasuk dalam kategori tinggi dan laki-laki termasuk dalam kategori sangat tinggi, (4) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara CG-IPA perempuan dan laki-laki. Kesimpulan:  metode saintifik berbasis laboratorium virtual sangat efektif  diterapkan dalam menumbuhkembangkan  keterampilan proses sains.