Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMBINAAN KESADARAN HUKUM DAN HAK POLITIK TERHADAP WARGA BINAAN BAPAS II BUKITTINGGI Riyanda, Riko; Arman, Zuhdi; Haskar, Edi; Jannah, Miftahul
PUAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Puan Indonesia Vol 5 No 2 Januari 2024
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v5i2.175

Abstract

The mentoring process carried out for correctional clients at the Class II Bukittinggi Correctional Center has one aim so that correctional clients can return to society well and not repeat criminal acts. This socialization provides understanding and knowledge for the residents of Bapas II Bukittinggi to obey and adhere to legal awareness and exercise their political rights in public spaces, especially during elections. To support this, the participation of universities is needed to carry out outreach to the community. Therefore, this activity will be beneficial to support government programs in increasing public legal awareness so that they do not repeat criminal acts and obey the law with full responsibility. In politics, citizens who participate actively in elections help overcome election fraud and elect leaders of quality and integrity.
Kuliah Kerja Nyata Menjunjung Tinggi Nilai Kearifan Lokal Menuju Nagari Berkemajuan Novra, Eddi; Riyanda, Riko
PUAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Puan Indonesia vol 6 no 1 Juli 2024
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v6i1.256

Abstract

This article discusses service activities carried out by KKN Implementing Agency Lecturers and Field Supervisors who collaborate to provide community service in the form of providing provision, training and empowerment to KKN students in order to contribute to the community in North Lintau Buo District. This activity has the theme Real Work Lectures Upholding the Value of Local Wisdom Towards a Progressive Nagari. The future achievement is that this service activity in the form of KKN can provide benefits to the surrounding community through the cross-study knowledge that students have obtained and then apply it for 40 days in the field.
Pengaruh Media Sosial Dan Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Bulliying (Perundungan) Pada Siswa SDN 21 Tanjung Bonai, Kecamatan Tanjung Buo Utara Riyanda, Riko; Yandri, Lara Indah; Daswir, Daswir
Menara Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v3i2.4773

Abstract

Abstrak         Perkembangan Teknologi dan media informasi yang begitu pesat sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Diawali dari pandemi covid 19, kecanduan bermain gadjet ini semakin menjadi jadi pada semua kelompok kalangan lapisan masyarakat, tidak terkecuali anak-anak SD N 21 yang nota benenya masih di bawa umur. Anak-anak SD terlalu dipaksakan cepat mengerti tentang media sosial disuianya yang masih sangat labil. Anak-Anak SD N 21 Tanjung Bonai adalah salah korban akibat dampak dari pengaruh media sosial dan penggunaan gadjet terhadap perilaku bullying (perundungan). Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar dampak negatif yang ditimbulkan gedjet ini bisa diantisipasi sejak dini, agar anak-anak SD seusianya belum terlalu jauh terkontaminasi terhadap gedjet ini, kemudian diperbolehkan anak-anak SD paham menggunakan media sosial sejak dini, akan tetapi harus dibatasi penggunaannya dan dikontrol oleh orang tuanya agar dampak gedjet ini tidak mengarah kepada perilaku pembullyan (perundungan). Dari hasil pengabdian bahwa ternyata penggunaan gedjet ini mengakibatkan anak-anak susah diatur ataupun tidak mendengarkan saat sosialisasi, dan suka meniru adegan-adegan yang sering mereka lihat di media sosial. Ada siswa yang kadang ditemukan agresif,  bisa jadi mentalnya terganggu karena terlalu sering menonton adegan-adegan yang tidak mendidik. Mereka sudah mengerti cara memggunakan media sosial, seperti paham dengan  menu facebook dan istagram, cuma pemahaman mereka hanya sebatas konten hiburan, upload foto dan untuk permainan games saja. Ditemukan di lapangan terdpat siswa yang lepas kontrol dalam membuat status di facebook, seperti ucapan-uapan yang mengandung makna sarkasme (kasar). Dengan demikian penggunaan gadjet ini lebih banyak membawa dampak negatif kepada anak-anak diusianya. Oleh karenanya peran orang tua dan wali murid sangat diharapkan dapat mendidik anak-anak nya dengan sebaik-baiknya agar tidak mengalami ganggungan mental/psikis yang bisa sewaktu waktu mengarah pada perilku bullying (perundungan). Cara adalah orang tua dan guru harus bisa memberikan contoh taulada yang baik kepada anak-anaknya baik di rumah maupun di sekolah. Kata kunci: pengaruh, gadjet, media sosial, bulling, anak SD     
Optimalisasi Kebijakan Pemerintah Nagari Kasang Dalam Merealisasikan Peraturan Nagari Nomor 01 Tahun 2023 Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Buzar, Ali; Riyanda, Riko; Putri, Tesha Dwi; Yandri, Lara Indah
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5822

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah persoalan kesejahteraan dan kesenjangan yang masih menjadi masalah krusial di Kenagarian Kasang, untuk itu perlu semacam regulasi berupa peraturan nagari (Perna) untuk mengatur mekanisme membantu masyarakat pra sejahtera yang tertuang dalam Peraturan Nagari Nomor 01 Tahun 2023 Tentang Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Nagari Kasang. Dalam hal ini perlu optimalisasi agar perna ini dapat berjalan efektif, efesien, tepat sasaran dan bantuan tersebut berdaya guna bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan optimalisasi kebijakan peraturan nagari tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat Nagari Kasang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah optimalisasi dari Perna Nagari sudah maksmial dan juga tepat sasaran kepada penerima bantuan. Misalnya bantuan berupa BLT, PKH, dana bantuan sosial seperti beternak sapi, ketahanan pangan, yang dikelola dan disalurkan oleh pemerintah Nagari Kasang kepada masyarakat pra sejahtera. Masyarakat Nagari merasakan manfaat dari optimalisasi dari perna ini untuk kebutuhan mereka sehari hari. Faktor penghambat dan pendukung optimalisasi kesejahteraan masyarakat ialah sumber dananya masih terbatas, penduduk di nagari kasang ini jumlah penduduk pra sejahteranya banyak, sementara sumber dana yang tersedia tidak mencukupi untuk pemerataan, sedang untuk faktor pendukungnya adalah program bantuan sosial yang dimiliki oleh Pemerintah Nagari Kasang ini memiliki data base dan data akurat untuk masyarakat penerima bantuan.Kata Kunci: Optimalisasi, Kebijakan, Peraturan Nagari, Kesejahteraan Masyarakat.
PENYEBAB MINIMNYA KETERWAKILAN CALEG PEREMPUAN DI DPRD KABUPATEN SIJUNJUNG PERIODE 2019-2024 Riyanda, Riko; Arman, Zuhdi; Anggela, Riri
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 11 No 2 (2022): Mimbar Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/jpsp.v11i2.3208

Abstract

Based on data from The Sijunjung Regency Statistics Agency in 2020, the total female population is 115,191 residents out of a total of 235,045 residents of sijunjung regency or around 49,01 percent. This large number is not accompanied by the large number of famale council members in The Sijunjung Regency DPRD, but in fact the womens representation is minimal. The existence of an affirmative action policy does not necessarily make the women able to fulfill the 30% quota for representation in parliament. This study aims to explain the causes of the lack of representation of women candidates in The Sijunjung Regency DPRD for the 2019-2024 period. Methods of data collection is done by interview and documentation, informant selection technique with purposive sampling. The results of this study: (1) The lack of representation of women is due to women having problems in their ability, credibility and accessibility that have not been fully tested in their electoral districts (2) From the recruitment and regeneration carried out by political parties, it is more instant without being planned with the maximum which results in male candidates men are more dominant in grabbing the attention of the people in their constituencies, (3) female candidates are also less creative in getting people’s votes, (4) female candidates do not have a special strategy in attracting public votes like the male candidates who are elected.
Pelatihan Pengindraan Hoaks Untuk Pemilu Melalui Sekola Kebangsaan : Tular Nalar Goes To Scholl Di SMA N 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Riyanda, Riko; Dwi Putri, Tesha; Indah Yandri, Lara; Rahmadi, Didi; Khairiyah, Khairiyah
Menara Pengabdian Vol 4, No 2 (2024): Vol. 4, No. 2, Desember, 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v4i2.6120

Abstract

Abstrak: Perkembangan demokrasi tidak selalu membawa dampak baik buat edukasi politik masyarakat Indonesia. Di tengah harapan untuk menjadikan pemilu sebagai parameter untuk memilih pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan memahami kondisi kebutuhan masyarakatnya, namun justru dihadapkan pada persolan bahwa pemilu hanyalah sarana penuh dengan kecurangan untuk semata-mata dapat meraih kekuasaan, sehingga yang terjadi bukan lagi pemilu yang berkeadilan tapi penuh dengan intrik (kecurangan) dengan menggunakan berbagai cara untuk menang. Salah satu kecurangan yang tampak nyata adalah dengan menggundakan hoaks untuk mempengaruhi pilihan pemilih pada saat suasna pemilu atau pilkada . Oleh karena nya diperlukan pelatihan dan pendampingan untuk dapat mengantisipasi berita hoaks ini agar pemilih dapat memmilih dengan cerdas supaya melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan bertanggung jawab. Untuk itulah Tular Nalar Mafinfo dan para dosen Ilmu Politik UM Sumatera Barat hadir melakukan pengabdian dalam rangka bertujuan untuk memahami tahapan pemilu, celah informasi, dan konsep demokrasi dan politik di Indonesia, Menanggapi dengan baik informasi dan sumber informasi pemilu, peta empati, dan teknik manipulasi, menjadi pemilih pemula yang tangguh terhadap hoaks pemilu dengan kolaborasi dan negosiasi dan penginderaan hoaks dan melakukan praktik pengindraan hoaks di kala Pemilu. Sasaran dari pengabdian ini adalah pemilih pemula yang diwakili oleh  SMA N 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah pelatihan ini, kawan Tular Nalar akan memahami dan mempraktekkan pengindraan hoaks di pemilu 2024 berikut pengetahuan tentang seputar pemilu, demokrasi dan sanksi yang melakuakn pelanggaran. Sebagai pemilih pemula sangat penting mehami hal-hal yang berkaitan dengan kecurangan pemilu. Pemilih pemula seperti siswa-siswa SMA tetap punya pengaruh yang cukup sigifikan terhada preferensi pemilih. Siswa-Siswa SMA mampu untuk berikir kritis, logis, dan bergaul dengan lingkungan yang bagus untuk menyebarkan informasi tentang bahaya hoaks kepada teman temannya. Dengan demikian pelatihan ini akan memberi kontribusi pada pendidikan politik yang cerdas dan bertanggung jawab bagi pemilih pemula.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA PIK (PENINGKATAN INFRASTRUKTUR KELURAHAN) DI KELURAHAN BULIANG KECAMATAN BATU AJI BATAM Butar Butar, Indah Wani; Riyanda, Riko; Yandri, Lara Indah
Jurnal Suara Politik Vol 4, No 1 (2025): Vol. 4 No. 1 Juni 2025
Publisher : FISIPOL UM Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsp.v4i1.6791

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah implementasi kebijakan soal dana PIK (Peningkatan Infrastruktur Kelurahan) dijumpai pada kurangnya dana yang diperoleh dari Pemerintah Daerah. Kurangnya dana membuat tim pelaksana untuk melakukan pembangunan secara bergiliran, oleh karenanya Partisipasi masyarakat berupa materi atau pembayaran uang kas Swadaya Masyarakat dan gotong royong sangat membantu memsuksesnya implementasi dana PIK di kelurahan Buliang Kecamaatan Batu Aji Kota Batam. Tujuan dari penelitian ini adalahUntuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Implementasi Dana PIK (Peningkatan Infrastruktur Kelurahan) Di Kelurahan Buliang Kecamatan Batu Aji. Hasil penelitian ini adalah Implementasi Dana PIK (Peningkatan Infrastruktur Kelurahan) di Kelurahan Buliang Kecamatan Batu Aji Kota Batam sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari siapa yang terlibat dalam implementasi kebijakan, proses impelementasi kebijakan yang dimulai dari tahap penyusunan rencana kegiatan melalui Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan), tahap pelaksanaan dan penyelesaian, kepatuhan atas suatu kebijakan dan efek atau dampak dari implementasi. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan swadaya gotong royong dan masyarakat memberikan bentuan dana pembangunan melalui Swadaya Masyarakat. Kata kunci: Implementasi, kebijakan, Dana, PIK (Peningkatan Infrastruktur Kelurahan)
Peran Perempuan di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pengambilan Kebijakan (Studi Kasus: Desa Cipang Kanan Rokan Hulu) Zahratih, Salwa; Yandri, Lara Indah; Rahmadi, Didi; Putri, Tesha Dwi; Riyanda, Riko
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6926

Abstract

Salah satu lembaga penting di desa adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang merupakan lembaga perwakilan di tingkat desa dengan mengumpulkan unsur keterwakilan masyarakat, termasuk perempuan di wilayah. Keterlibatan aktif perempuan pada organisasi organisasi di desa seperti LKD, PKK, Koperasi, dan sebagainya menunjukkan   bahwa   perempuan memegang peran sentral dalam pembangunan dan kemajuan desa. Sebagaimana diketahui bahwa proporsi BPD yang berjumlah 5 orang, diantaranya diisi oleh perempuan. Asumsinya dengan posisi strategis tersebut, kebijakan yang dihasilkan termasuk lebih diperhatikan. Penelitian ini mengambil lokasi di desa Cipang Kanan, dimana salah satu anggota BPD yakni Trify Suhelny menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan teori Harbany Pasolonguntuk  dijadikan patokan dalam proses pengambilan kebijakan/keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan  peran  perempuan  di  BPD Cipang Kanan dalam  pengambilan kebijakan terealisasi dengan baik, dilihat dari realisasi kebijakan yang dilahirkan oleh keterwakilan  perempuan  dan  didukung  penuh oleh  seluruh anggota kerja yang mayoritas laki-laki. Kebijakan yang dihasilkan, seperti program penganyaman daun pandan duri, program kesehatan, dan program keagamaan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi perempuan. Program- program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan perempuan, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam pembangunan desa. Melalui partisipasi aktif, perempuan dapat menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi dalam merumuskan kebijakan yang relevan dan bermanfaat.Kata Kunci: Kebijakan, Perempuan, Partisipasi.
Implementasi Kebijakan Revitalisasi Pasar Tradisional Padang Luar Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Jannah, Miftahul; Yandri, Lara Indah; Putri, Tesha Dwi; Riyanda, Riko; Khairiyah, Khairiyah
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.7371

Abstract

Dalam menjaga eksistensi pasar tradisional diperlukan regulasi dan revitalisasi dengan membangun sarana dan prasarana yang diperlukan. Salah satu pasar tradisional yang telah mengalami revitalisasi di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam adalah Pasar Padang Lua. Tujuan penelitian yaitu untuk peningkatan fasilitas dan pelayanan, serta mengatasi permasalahan kemacetan yang kerap terjadi di sekitar area pasar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Van Meter dan Van Horn untuk dijadikan patokan dalam menganalisis implementasi kebijakan revitalisasi pasar tradisional Padang Lua. Hambatan utama berupa ketidakpastian legalitas lahan harus diatasi sebagai prioritas untuk membuka ruang pengelolaan sumber daya lain secara optimal dan menjamin keberlanjutan program. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian ini menemukan bahwa proses revitalisasi belum sepenuhnya berhasil mencapai semua tujuan yang diharapkan. Keberhasilan implementasi revitalisasi Pasar Padang Lua sangat bergantung pada sinergi optimal pengelolaan sumber daya, disposisi pelaksana yang mendukung, komunikasi efektif antar pelaku, serta penciptaan lingkungan eksternal yang kondusif, dengan penyelesaian masalah legalitas lahan sebagai prioritas utama.                               Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Revitalisasi
Strategi Pengembangan Atraksi Wisata Budaya Di Kampung Wisata Saribu Gonjong Novra, Eddi; Riyanda, Riko; Suita, Nelya
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.4879

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah lemahnya SDM dalam pengembangan atraksi wisata budaya dan tidak banyaknya mengetahui tentang wisata budaya di Kampung Wisata Seribu Gonjong Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pengembangan atraksi wisata budaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang terdiri dari pembuka adat maupun masyarakat yang tidak memiliki status di kaum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan komunikasi langsung melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan diantara lain, Faktor-faktor Internal yang menjadi kelemahan Atraksi Wisata Budaya di Kawasan Kampung Wisata Saribu Gonjong: a) tidak banyak yang mampu meyelenggarakan acara adat ini, seperti pembuatan makanan adat yang lama hingga biaya yang besar menjadi kelemahan pada setiap acara, b) kurangnya regenerasi penyambung/penerus adat. Faktor-faktor eksternal yang menjadi peluang Atraksi Wisata Budaya di kawasan Saribu Gonjong ialah: a) sanggar-sanggar seni yang ada di daerah Kampung Wisata Sarugo dapat menjadi salah satu peluang untuk memeriahkan setiap acara yang ada di kawasan tersebut, b) peran serta pemerintah  dapat membantu terselenggaranya acara adat dalam pendanaan. Faktor-faktor Eksternal yang menjadi Ancaman Atraksi Wisata Budaya di Kawasan Kampung Wisata Sarugo ialah tidak banyak remaja-remaja yang mau meneruskan dan melestarikan acara-acara adat.Kata kunci: strategi, pengembangan, atraksi wisata, wisata budaya