Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERSEPSI DAN PARTISIPASI KTH TERHADAP AGROFORESTRY DI KAWASAN PENYANGGA TAHURA SUTAN SYARIF HASYIM Eni - Suhesti; Hadinoto - Hadinoto
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.624 KB) | DOI: 10.20886/jpsek.2019.16.1.13-23

Abstract

This study aims to measure perceptions and participation of forest farmer group/Kelompok Tani Hutan (KTH)and analyze the influence of their perceptions and participation in agroforestry activities so as to rehabilitate critical land in the buffer zone of Sultan Syarif Hasyim Forest Park (Tahura SSH) Riau Province. Measurement of perceptions and participation of respondents is carried out by using an instrument in the form of a questionnaire that refers to Likert scale. The research instrument is tested for its validity and reliability. Data analysis is carried out descriptively to describe the level of perception and participation, while simple non parametric linear regression analysis is applied to determine the effect of the perceptions on participation. Results of the study reveal that KTH members involved in agroforestry activities for critical land rehabilitation in Sultan Syarif Hasyim Tahura buffer zone have a perception in the category of good 77.78%, moderate as much as 7.49% and bad as much as 14.29% for these activities. While the level of participation in the category of high is 41.27%, moderate category is 39.68%, and low is 19.05%. Their perceptions effect significantly to the participation of KTH members in agroforestry.
PENGEMBANGAN AGROFORESTRY SEDERHANA DI SEKITAR RUMAH Eno Suwarno; Eni Suhesti; Nahlunnisa
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.401 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v2i2.1255

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan Tim IbM Unilak pada kelompok tani ibu-ibu binaan Salimah Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru, masih banyak terdapat lahan-lahan pekarangan dan teras rumah warga yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman, baik ditanam langsung di tanah atau di dalam pot. Kondisi ini memunculkan gagasan untuk memanfaatkan lahan-lahan tersebut guna membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan melalui budidaya agroforestry sederhana berbasis. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam pengembangan agroforestry sederhana sekitar rumah adalah kurangnya pengetahuan, ketersediaan sarana-prasarana, dan tehnik budidaya. Melalui penyuluhan menunjukan terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan antara sebelum dan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Pendampingan lapangan dilakukan sejak mulai penyiapan media tanaman hingga pemeliharaan. Setelah lebih kurang lima bulan sejak penanaman tanaman lidah buaya, sirsak dan binahong tumbuh hampir 100% dengan tingkat pertumbuhannya yang berbeda-beda. Perbedaan pertumbuhan dikarenakan perbedaan intensitas pemeliharaan, pengaruh lokasi penyimpanan, dan tempat penanaman. Tanaman kelor persen tumbuhnya sekitar 45%. Diduga bibit kelor yang dibagikan masih terlalu muda dimana terjadinya perubahan lingkungan dan gangguan fisik dapat menyebabkan terjadinya kematian.
Pendampingan Pengelolaan Agrowisata Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Hadinoto Hadinoto; Eni Suhesti; Dodi Sukma
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): COMSEP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.522 KB) | DOI: 10.54951/comsep.v3i1.218

Abstract

Unilak agro-tourism has the same potential as other agro-tourism, which consists of fruit plants such as; Durian, avocado, longan, honey pumpkin, peanut, long bean, cucumber, red ginger, cassava and livestock catfish and tilapia. Unilak Agrotourism has not been organized as well as Agrotourism in general, the cropping pattern is still not regular, so it is necessary to provide Unilak Agrotourism. Agro-tourism training aims to increase understanding in the context of fostering agro-tourism managers as an alternative tourist attraction. These efforts include community development in realizing synergy and agriculture that can produce social, economic growth and community organization. The method used is mentoring. Assisting the community to have knowledge of how to manage agro-tourism and cropping patterns that have a tourist attraction. The results obtained are community knowledge about agro-tourism management such as: a) the community knows the importance of the benefits of agro-tourism b) the community has understood how to identify potential attractions
Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Pada Tegakan Eucalyptus Pellita Di Fakultas Kehutanan Unilak Riau Sri Rahayu Prastyaningsih; Anna Juliarti; Eni Suhesti; Syatrawati Syatrawati
AGRICA Vol. 16 No. 1 (2023): June
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v16i1.2676

Abstract

This study aims to determine the understory in Eucalyptus pellita's stands. Understory are one of the elements of the ecosystem which are hold rainwater into the soil, prevent erosion,  runoff and soil organic matter. The  method used 20 x 20 m of 5 plots with 10 the number of sub-plots in the sample size of 2 x 2 m (50 sub-plots). All of understory  were  identified. There are 18 species from 17 families classified into 4 groups of the understory (grasses, sedges, ferns and broad-leaved plants). The results showed  18 types of understory which classified in 13 species of broadleaf plants, 3 species of grasses, 1 species of sedges and 1 species of ferns. The understory  was dominated by Alang-Alang (Imperata cylindrica) with INP  61.33%, followed by Teki Grass (Cyperus sp) with INP 35.67% then Acacia (Acacia sp) with INP 21.67% and ferns (Neprolepsis sp) INP 17.8%. The Diversity of understory in Eucalyptus pellita was 1.76 in the medium category.
Perencanaan Tapak (Site Plan) Desa Ekowisata Pengambangan Kelurahan Limbungan Kota Pekanbaru Hadinoto Hadinoto; Eni Suhesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 5 (2023): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i5.78

Abstract

Ekowisata adalah kegiatan perjalanan wisata yang dikemas secara profesional, terlatih, dan memuat unsur pendidikan, sebagai suatu sektor/usaha ekonomi, yang mempertimbangkan warisan budaya, partisipasi dan kesejahteraan penduduk lokal serta upaya-upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan.  Dusun Pengambangan merupakan salah satu dusun yang ada di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur yang memiliki potensi untuk pengembangan wisata melalui desa ekowisata.  Desa ekowisata tidak cukup hanya dengan semangat dan keinginan warga masyarakatnya, tetapi perlu didukung oleh hal lain seperti penyusunan site plan sebagai panduan dalam perencanaan dan pengelolaannya.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, praktek, pendampingan dan evaluasi kegiatan.  Hasil kegiatan bagi mitra : meningkat pengetahuannya tentang tentang konsep site plan ekowisata; memiliki keterampilan dalam menyusun site plan ekowisata; memiliki kemampuan untuk menerapkan site plan ekowisata dan memiliki kemampuan memilih dan menanam jenis pohon yang sesuai dengan kondisi lahan.
Etnobotani Masyarakat Desa Tanjung Belit Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ridho Chandra; Eno Suwarno*; Eni Suhesti
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.638 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v2i1.9157

Abstract

The people of Tanjung Belit Village are one of the ethnic Malays who live on the edge of the forest. They still use plants from the forest and the surrounding environment for their daily needs. The purpose of this research is to inventory and describe the entnobotany of the Tanjung Belit Village community. The research method used is interviews, distribution of questionnaires, and observation. The results of the study found that 215 types of plants were used by the people of Tanjung Belit Village for various purposes. The highest utilization was for medicinal ingredients as much as 43.9%, followed by food-producing plants as much as 19.1%, and the least was for natural pesticides and toxic substances, namely 1.7%. Abstrak Masyarakat Desa Tanjung Belit merupakan salah satu etnis Melayu yang tinggal di pinggir hutan. Mereka masih memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dari hutan dan lingkungan sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan entnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, pembagian quisioner, dan observasi. Hasil penelitian menemukan 215 jenis tumbuhan digunakan oleh masyarakat Desa Tanjung Belit untuk berbagai keperluan. Pemanfaatan terbanyak adalah untuk bahan obat sebanyak 43.9%, diikuti dengan tumbuhan penghasil pangan sebanyak 19.1%, dan yang paling sedikit adalah untuk pestisida alami dan bahan racun yaitu 1.7%.
Potensi dan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu di Desa Merangin Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk Riau Eni Suhesti; Risky Rahmad Hidayat; Enny Insusanty
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.553 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v2i2.9732

Abstract

Abstact Non-timber forest products (NTFPs) are considered increasingly important after the productivity of wood from natural forests has decreased. One of the forest areas that has NTFPs that are important to know for its species and potential is the Bukit Bungkuk Nature Reserve, Riau Province. The existence of such data will greatly assist the area manager in managing the forest according to its objectives and functions. The purpose of this study was to identify and inventory the types of NTFPs found in Merangin Village, Bukit Bungkuk Nature Reserve, this study used the roaming method with systematic sampling with purposive start for flora, while fauna data collection used data and information about fauna potential from local residents. and make direct observations in the research path as well as when moving between lanes. The types of NTFPs found consisted of 14 species groups, namely: resin group 1 plant species, essential oil group 2 types, fatty oil group 1 species, starch group (carbohydrates) 1 species, group Fruits as many as 15 types, tannin group as many as 12 types, coloring group of 1 type, sap group of 3 types, group of medicinal plants as many as 14 type, group of ornamental plants as many as 4 types, group of rattan as many as 6 species plants, groups of bamboo as many as 2 types of plants, other groups as many as 3 types of plants, groups of game animals and animal products as many as 3 types. Keywords: Bukit Humpback Nature Reserve, fauna, flora, NTFPs. Abstrak Saat ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) dianggap semakin penting setelah produktivitas kayu dari hutan alam semakin menurun. Salah satu Kawasan hutan yang memiliki HHBK yang penting untuk diketahui jenis dan potensinya adalah Cagar Alam Bukit Bungkuk Provinsi Riau. Keberadaan data tersebut akan sangat membantu pihak pengelola Kawasan dalam pengelolaan hutan sesuai tujuan dan fungsinya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi jenis HHBK yang terdapat di Desa Merangin Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk, penelitian ini menggunakan metode jelajah dengan sistematik sampling with purposif start untuk flora, sedangkan pengambilan data fauna menggunakan data dan informasi tentang potensi fauna dari penduduk sekitar dan melakukan pengamatan secara langsung didalam jalur penelitian maupun saat perpindahan antar jalur. Jenis HHBK yang ditemukan di kawaan Desa Marangin Cagar Alam Bukit Bungku tediri dari 14 kelompok jenis yaitu: kelompok resin 1 jenis tumbuhan, kelompok minyak atsiri sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok minyak lemak 1 jenis tumbuhan, kelompok pati (karbohidrat) 1 jenis tumbuhan, kelompok Buah-buahan sebanyak 15 jenis tumbuhan, kelompok tanin sebanyak 12 jenis tumbuhan, kelompok bahan pewarna 1 jenis tumbuhan, kelompok getah sebanyak 3 jenis tumbuhan, kelompok tumbuhan obat sebanyak 14 jenis tumbuhan, kelompok tanaman hias sebanyak 4 jenis tumbuhan, kelompok rotan sebanyak 6 jenis tumbuhan, kelompok bambu sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok lainnya sebanyak 3 jenis tumbuhan, Kelompok hewan buruan dan hasil hewan sebanyak 3 jenis. Kata kunci: Cagar Alam Bukit Bungkuk, fauna, flora, HHBK.
Peranan Pohon dalam Membentuk Iklim Mikro: Peranan Pohon Dalam Membentuk Iklim Mikro Erva Yenri; Eni Suhesti; Azwin Said
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.12 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v3i1.12752

Abstract

Climate affects the metabolism and behavior of living things, on the other hand, the state of the microclimate is affected by the presence of living things. Microclimate components include; air temperature, solar radiation intensity, air humidity, and wind speed. The purpose of this study was: to analyze the role of trees in shaping the microclimate in the Lancang Kuning University campus area. This research was conducted using a survey method and observation of microclimatic conditions through direct measurements in the field. The components of the microclimate that were observed and measured were temperature, sunlight intensity, humidity and wind speed. The results showed that all elements of the microclimate that were measured were better (lower air temperature, higher humidity, lower solar radiation intensity and lower wind speed) under the trees compared to the results of measurements in open places. It is recommended to maintain a good microclimate in the Unilak campus environment to maintain existing trees, and carry out enrichment planting in the Unilak campus area.
IbM Penerapan Lubang Resapan Biopori Sebagai Alternatif Untuk Meminimalisir Genangan Air Di Sma Al Ittihad Rumbai Pekanbaru rina novia yanti; Eni Suhesti; Ambar Tri Ratnaningsih
Journal of Social Work and Empowerment Vol 2 No 3 (2023): Journal of Social Work and Empowerment - Mei 2023
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Al Ittihad yang terletak disamping stadion Rumbai, merupakan sekolah yang mempunyai aktifitas di dalam ruangan dan di luar ruangan. Aktifitas di luar ruangan seperti melaksanakan upacara dan belajar kelompok di lapangan. Jika malan hujan dan paginya lapangan tergenang air, sehingga siswa tidak bisa melakukan aktifitas di lapangan. Untuk mengatasi genagan air dan memanfaatkan daun-daun yang berguguran maka dilakukan pembuatan lubang resapan biopori (LRB). Tujuan dari pelatihan pembuatan LRB ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru dalam pembuatan LRB. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian, peserta sudah paham apa dan manfaat lubang resapan biopori, tetapi belum pernah melakukan pembuatan LRB. Hasil kusionar sebelum kegiatan dilaksanakan 92% peserta sudah paham LRB. Yang belum mareaka katahui adalah cara pembuatan LRB. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan para siswa telah membuat LRB dari 2 lubang menjadi 5 lubang.
Pelatihan Budidaya Lebah Kelulut (Heterotrigona itama) Bagi DKM Masjid Ash-Shiddiq Rumbai Pekanbaru Eni Suhesti; Hadino Hadinoto*; Sri Utami Lestari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i5.15937

Abstract

Abstract Breeding the kelulut honey bee (Heterotrigona itama) is relatively easy, not difficult to breed and care for, and produces quite a lot of honey. Breeding kelulut can be done on land that is not large, as long as the feed source in the form of sufficient nectar, pollen and resin. The Ash-Shiddiq Mosque in Umban Sari Village, Rumbai District, Pekanbaru City fulfills these requirements. The problem is that mosque DKM members do not have the knowledge and skills to do this business. The service team provides counseling, training and evaluation of activities and results. The results of partner activities have knowledge, skills in kelulut beekeeping and have obtained results in the form of honey which is one of the sources of income for the mosque. This activity has succeeded in empowering the mosque's DKM, so that it is expected to contribute to the smooth operation of the mosque. Keywords: Beekeeping, kelulut bees (Heterotrigona itama), mosque's DKM empowerment Abstak Budidaya lebah madu kelulut (Heterotrigona itama) tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia, relatif lebih mudah dibudidayakan karena tidak menyengat dan jinak, tidak sulit perbanyakan dan perawatannya, serta dapat menghasilkan madu yang cukup banyak. Kegiatan budidaya kelulut dapat dilakukan pada lahan yang tidak terlalu luas, asalkan sumber pakan mencukupi berupa tanaman sumber nektar, pollen dan resin. Masjid Ash-Shiddiq di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru Riau memenuhi persyaratan tersebut. Permasalahannya adalah anggota DKM masjid belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan usaha budidaya lebah madu kelulut. Tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan dengan melakukan 3 tahapan kegiatan, yaitu: penyuluhan, pelatihan dan evaluasi kegiatan dan hasilnya. Hasil kegiatan pengabdian ini, mitra telah memiliki pengetahuan, keterampilan dalam budidaya lebah kelulut dan telah memperoleh hasil berupa madu yang menjadi salah satu sumber pamasukan masjid. Kegiatan ini telah berhasil memberdayakan DKM masjid, sehingga diharapkan dapat berkontribusi untuk kelancaran operasional masjid. Kata kunci: Budidaya lebah, Lebah kelulut (Heterotrigona itama), pemberdayaan DKM Masjid.