Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Infrastructure and Civil Engineering

Kuat Tekan Paving Block Campuran Limbah Plastik, Styrofoam dan Oli Menggunakan SNI 03-0691-1996 Apriani, Widya; Lubis, Fadriza; Rahmat, Hendri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i3.45

Abstract

Penggunaan plastik semakin meningktak seiring bertambahnya populasi penduduk. sementara sifat plastik yang sulit terdergradasi dan sesakan para ahli lingkungan yang menginginkan penggunaannya dikurangi maka perlu upaya untuk mereduksi jumlah plastik menjadi produk lain yang bermanfaat. salah satu alternatif yang digunakan adalah dengan menjadikan salah satu bahan campuran dari paving block dengan campuran limbah plastik jenis PET (polyethilene terephthalate) serta bahan tambahan seperti batu koral dan styrofoam. perlakuan yang digunakan dengan perbandingan 50: 25: 25 . percobaan kedua yaitu 50:20:30 , percobaan ketiga yaitu 50:15:35 dan percobaan keempat yaitu 50:10:40. Hasil pengujian kuat tekan didapatkan hpaling tinggi terdapat pada percobaan 1 mencapai 5,96 MPA. Selanjutunya berdasarkan syarat mutu SNI 03-0691-1996 perbandingan belum memenuhi syarat dan masuk ke kategori mutu baik digunakan untuk paving block.
Kuat Tekan Paving Block Campuran Limbah Plastik, Styrofoam dan Oli Menggunakan SNI 03-0691-1996 Apriani, Widya; Lubis, Fadriza; Rahmat, Hendri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i3.45

Abstract

Penggunaan plastik semakin meningktak seiring bertambahnya populasi penduduk. sementara sifat plastik yang sulit terdergradasi dan sesakan para ahli lingkungan yang menginginkan penggunaannya dikurangi maka perlu upaya untuk mereduksi jumlah plastik menjadi produk lain yang bermanfaat. salah satu alternatif yang digunakan adalah dengan menjadikan salah satu bahan campuran dari paving block dengan campuran limbah plastik jenis PET (polyethilene terephthalate) serta bahan tambahan seperti batu koral dan styrofoam. perlakuan yang digunakan dengan perbandingan 50: 25: 25 . percobaan kedua yaitu 50:20:30 , percobaan ketiga yaitu 50:15:35 dan percobaan keempat yaitu 50:10:40. Hasil pengujian kuat tekan didapatkan hpaling tinggi terdapat pada percobaan 1 mencapai 5,96 MPA. Selanjutunya berdasarkan syarat mutu SNI 03-0691-1996 perbandingan belum memenuhi syarat dan masuk ke kategori mutu baik digunakan untuk paving block.
Construction Actors' Perception and Readiness for Environmentally Friendly Soil Improvement in Green Infrastructure Practices Soehardi, Fitridawati; Rahmat, Hendri; Idris, Marlaily
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.125

Abstract

This study aims to assess the perceptions and readiness of construction practitioners regarding the implementation of environmentally friendly soil improvement methods in green infrastructure practices. The study used a descriptive quantitative approach, using a 20-item questionnaire involving 51 respondents active in construction projects. The validity and reliability of the instrument were tested using Pearson correlation and Cronbach's Alpha coefficients, with the majority of items being declared valid (r-value> 0.278) and very high reliability (? = 0.940). The descriptive analysis showed that respondents' understanding of the basic principles of environmentally friendly soil improvement methods was high (mean = 4.08), reflecting a growing awareness of sustainability concepts in geotechnical engineering. However, respondents also identified several implementation barriers, both technical, such as limited equipment and a lack of operational standards, and non-technical, such as budget constraints, resistance to innovation, and minimal local stakeholder participation. Policy support was also deemed insufficiently concrete to encourage the widespread adoption of these methods. The correlation analysis demonstrated a positive relationship between understanding and awareness of implementation challenges. These findings underscore the importance of a collaborative approach and stronger regulatory support to accelerate the adoption of green technologies in the construction sector. The study recommends strengthening technical training, enhancing the capacity of project actors, and developing sustainability-based incentive policies.