Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Deteksi Jamur Dermatophyta pada Helm Driver Ojek Online di Kecamatan Ciracas Mulyati, Mulyati; Zuraida, Zuraida; Winita, Rawina; Novita, Nishfa Ayu
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1395

Abstract

Penyakit jamur Dermatophyta adalah golongan jamur yang disebabkan penyakit pada kulit yang menyerang bagian keratin seperti pada bagian rambut. Tinea kapitis merupakan kelainan kulit kepala yang disebabkan oleh jamur Dermatophyta dari genus Trichophyton dan Microsporum. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui adanya suatu gambaran keberadaan jamur Dermatophyta pada helm driver ojek online di Kecamatan Ciracas ditinjau dari lama penggunaan helm dan pembersihan helm. Pada penelitian ini menggunakan metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada Juni sampai dengan Agustus 2022. Sampel dengan jumlah 30 helm driver. Pembiakan secara makroskopis dengan menggunakan media Sabouraud Dextrosa Agar (SDA) dan mikroskopis dengan menggunakan larutan Lacto Phenol Cotton Blue (LPCB). Untuk hasil Penelitian didapatkan sebanyak 7 sampel (23,3%) positif (+) jamur Dermatophyta dari spesies Tricophyton mentagrophytes, Microsporum cannis, Microsporum ferrugineum, dan Trichophyton rubrum. Berdasarkan pernah membersihkan helm ditemukan positif (+) 7 responden (43,75%) dan tidak pernah membersihkan helm ditemukan positif (+) 6 responden (42,85%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah helm bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur Dermatophyta penyebab Tinea kapitis ditinjau dari adanya keberadaan jamur pada helm driver dari masing-masing variabel. Kata kunci       : Dermatophyta, Helm driver ojek online 
Pengaruh Air fermentasi Cucian Beras Sebagai Atraktan ovitrap terhadap Jumlah telur Aedes sp. yang terperangkap di Kecamatan Limo Depok Winita, Rawina; Geraldi, Iskandar Purba; Subahar, Rizal
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1804

Abstract

Aedes aegypti (L.) merupakan vektor yang menularkan penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, dan virus zika. Chikungunya merupakan penyakit yang menyebabkan morbiditas dan masih terjadi di kecamatan Limo, Kota Depok pada Juni 2018 lalu. Chikungunya paling baik diatasi melalui pengendalian vektornya. Salah satu upaya pengendalian Ae. aegypti adalah dengan menggunakan perangkap telur nyamuk atau ovitrap. Ovitrap merupakan perangkap telur nyamuk yang menggunakan atraktan untuk menarik nyamuk betina bertelur. Atraktan yang sudah sering digunakan adalah air rendaman jerami namun sulit ditemukan pada keadaan sehari-hari sehingga didapatkan ide untuk memanfaatkan air fermentasi cucian beras sebagai atraktan. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian eksperimental analitik pada lingkungan. Variabel yang diamati terdiri dari konsentrasi air fermentasi cucian beras yang terdiri dari konsentrasi 10%, 30%, dan 60% dengan kontrol air PAM . Variabel lain yang diamati adalah lokasi pemasangan di luar dan di dalam rumah. Terhadap Atraktan dilakukan perhitungan parameter kimia dan fisika. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara jumlah telur pada ovitrap kontrol dengan ovitrap konsentrasi 10%, 30% dan 60%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara konsentrasi air cucian beras terhadap efektivitas ovitrap akan tetapi, terdapat hubungan yang bermakna antara perletakkan ovitrap terhadap efektivitas ovitrap. Hasil Oviposition activity index menunjukkan konsentrasi 30% berpotensi sebagai atraktan. Suhu, kelembapan, parameter kimia, parameter fisika, dan faktor lainnya mempengaruhi hasil penelitianKata kunci: Ovitrap; Atraktan Nyamuk; Aedes aegypti; Air Fermentasi Cucian Beras
Identifikasi Endoparasit Tikus yang Berpotensi Zoonosis di Tiga Desa Kabupaten Bogor Jawa Barat Astuty, Hendri; Winita, Rawina; Firmansyah, Nurhadi Eko; Lestiani, Budi; Zamziar, Hanny
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v10i1.2094

Abstract

Rats (Rattus sp) are rodents that play an important role in public health as zoonoses. In the world there are 29 rodent and 171 species of the Muridae. Rats can potentially be a reservoir of infectious diseases such as from Toxocara, Capillaria hepatica and protozoan groups. Among the worms found in the intestines of rats can infect humans and animals including Echinostomes cause severe gastrointestinal, epigastric or abdominal pain accompanied by diarrhea, fatigue and malnutrition. The purpose of this study was to determine the type of rat endoparasite that has the potential to be zoonotic in the residential environment of residential of 3 villages in Bogor Regency, namely Batu City, Mekar Jaya and Parakan. This type of research is Cross-sectional   approach. Sampling using random sampling technique by collecting various rat habitats as many as 100 traps. The trap success value is 11%.  Rat that were caught for 3 days were 33 consisting of Rattus tanezumi (15.15%), R. norvegicus (18.2%), R.tiomanicus (12.1%), Bandicota indica (24.2%) and Mus musculus (12.1%). Microscopic results of endoparasite found hookworm eggs and larvae, Entamoeba histolytica  cyst, E.coli cyst, Chilomatrix mesnili, Hymenolepis diminuta, H.nana, Trychostrongylus sp, Blastocystis hominis . The community around location should always  pay attention to sanitation and maintain cleanliness to avoid the risk  transmission of diseases caused rats                                                                                                                                                                                                                           Keyword: Endoparasite, Zoonoses, Rat
Multivariate Analysis of Personal Hygiene, Residential Density, Socioeconomic Status, and Knowledge Toward Scabies Prevalence At the Serang City Islamic Boarding School Trasia, Reqgi First; Faruqi, Azzam; Winita, Rawina; Muhammad Tola, Sakura; Keumala Dewi, Intan
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v6i2.6345

Abstract

Introduction: Scabies is an infectious disease of the skin caused by the mite Sarcoptes scabiei var. hominis. This disease is often ignored because it is not life-threatening, but the itching that occurs can interfere with daily life. Scabies is often found in densely populated environments such as Islamic boarding schools, places where students study. Borrowing each other's personal items, living in rooms with high occupancy rates, and having poor habits regarding personal hygiene are risk factors for contracting scabies among students. Objective: Through this background, this research aims to determine the relationship between the level of personal hygiene, housing density, socioeconomic status, and the level of knowledge about scabies among students at the Islamic Boarding School, Serang, Banten. Methods: The research was carried out at the Islamic Boarding School, Serang, Banten with a sample size of 167 respondents. The research design used was a cross-sectional analytical design with a sampling technique using the simple random sampling method. Univariate analysis was carried out by assessing frequencies and percentages. Bivariate analysis of variables was carried out using the chi-square test. Multivariate analysis was performed using multiple linear regression. Results: Respondents in this study totaled 167 respondents. The results of the analysis show that the prevalence of scabies in Islamic boarding schools in Serang City is 47.3%. There is no significant relationship between personal hygiene and scabies prevalence (P = 0.603), and there is a significant relationship between housing density (P = 0.018), socioeconomic status (P = 0.002), and level of knowledge (P = 0.035) on scabies prevalence. at the Serang City Islamic Boarding School. Based on multivariate analysis, a relationship was found between residential density, socioeconomic status, and level of knowledge on scabies prevalence simultaneously. Conclusions: These research results show that factors such as housing density, socioeconomic status, and level of knowledge play an important role in the spread of scabies in Islamic boarding schools even though the students show good results in personal hygiene.
Potensi Propolis dan Kombinasi Dengan Klorokuin Sebagai Antimalaria Pada Mencit (Mus Musculus) yang Terinfeksi Plasmodium berghei Astuty, Hendri; Farhan, Muhamad; Winita, Rawina
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2610

Abstract

Malaria is still a public health problem both in Southeast Asia and other regions of the world. The emergence of resistance to several malaria drugs, including chloroquine. With the increase in malaria resistance, including chloroquine. With the increase in malaria drug resistance, many studies have been conducted to find new antimalarial compounds. One of them is propolis which contains luteolin 7-O glucoside which can inhibit the biosynthesis of parasitic type 2 fatty acids and chalcone can inhibit the hemolysis process. This study aims to examine the therapeutic potential of propolis single and combination with chloroquine in male Mus musculus infected with Plasmodium berghei. The single propolis tested were 30 mg/kgBW, 60 mg/kgBW and a combination of propolis.  This study is an experimental laboratory study with a post-test control group-only design. Comparison of parasitemia density with the 4-day suppression test method in all treatment groups with the Kruskal-Wallis test found a p-value <0.001. The results study showed that single propolis at a dose of 30 mg/kg BW was better than a dose of 60 mg/kg BW. Combination therapy between propolis and chloroquine at doses of  30 mg/kg BB and 60 mg/kg BB had significant results. The conclusion of this study shows that combination therapy of propolis at a dose of 30 mg/kg WB or a dose of 60 mg/kg BB with chloroquine has better antimalarial potential, so propolis is synergistic with chloroquine as an antimalarial.  Keywords: Propolis , Chloroquine, Plasmodium berghei, Parasitemia
Targeting Detoxifying Enzymes in the Lymphatic Filariasis Vector: An In Silico Study on Curcumin, Camphor, and Menthol Subahar, Rizal; Winita, Rawina; Dwira, Surya; El Bayani, Gulshan Fahmi
Indonesian Journal of Medical Chemistry and Bioinformatics Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vector control remains a critical component in the prevention of lymphatic filariasis, a disease transmitted by insect vectors. Natural compounds such as curcumin, camphor, and menthol are being explored for their bio-insecticidal properties due to their potential to inhibit key detoxification and neurological enzymes in insects, including acetylcholinesterase (AChE), glutathione S-transferase (GST), and cytochrome P450 oxidases (CYP450). A molecular docking study using SwissDock was conducted to evaluate the interaction of curcumin, camphor, and menthol with AChE, GST, and CYP450 enzymes. Binding affinity (ΔG), hydrogen bonding, and active site interactions were analyzed to assess the inhibitory potential of each compound. Curcumin showed the highest binding affinity across all target enzymes. AChE (-8.2 kcal/mol), GST (-7.9 kcal/mol), and CYP450 (-7.5 kcal/mol). It formed strong hydrogen bonds with key catalytic residues, suggesting effective inhibition of neurotoxicity and detoxification pathways. Camphor displayed moderate binding affinities with AChE (-7.1 kcal/mol), GST (-6.5 kcal/mol), and CYP450 (-7.2 kcal/mol), primarily through hydrophobic interactions. Menthol exhibited the weakest binding, with limited hydrogen bonding and lower affinities (AChE: -6.4 kcal/mol, GST:-5.9 kcal/mol, CYP450: -6.3 kcal/mol). The findings suggest that curcumin is a promising candidate for insect vector control through inhibition of critical enzyme systems involved in neurotransmission and detoxification. Camphor may offer moderate bioactivity, while menthol appears less potent. These insights support further exploration of phenolic compounds as environmentally friendly, natural insecticidal agents against vectors of lymphatic filariasis.
Deteksi Jamur Malassezia spp. pada Kulit Pekerja Bangunan di Daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok Mulyati, Mulyati; Geni, Lenggo; Winita, Rawina; Silitonga, Madonia Fakum
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1200

Abstract

Penyakit infeksi jamur pada kulit kerap ditemukan pada daerah iklim tropis seperti di Indonesia, salah satunya adalah penyakit panu (Pityriasis versicolor) yang disebabkan oleh jamur superfisialis Malassezia spp. Penularan panu terjadi apabila kontak dengan spora jamur penyebabnya. Salah satu kelompok yang rentan terinfeksi jamur ini yaitu pekerja bangunan. Meskipun panu tidak berbahaya tetapi keluhan rasa gatal pada waktu berkeringat dan alasan tidak nyaman oleh adanya bercak di lapisan kulit menyebakan penderita merasa terganggu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya jamur Malassezia spp. pada kerokan kulit pekerja bangunan di Perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pada populasi pekerja bangunan yang bekerja di Perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok sebanyak 43 pekerja. Jumlah sampel pada penelitian adalah 30 pekerja yang dipilih secara simple random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu jamur Malassezia spp. pada kerokan kulit pekerja bangunan di perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas MH Thamrin sesuai prosedur pemeriksaan serpihan kulit secara makroskopis dengan mengamati secara langsung (pemeriksaan fisik) dan mikroskopis dengan menggunakan larutan KOH 10%. Penelitian menunjukkan sebanyak 13,33% pekerja bangunan kulitnya terinfeksi jamur Malassezia spp. dan terdapat 66,6% pekerja bangunan dengan hipopigmentasi kulitnya ditemukan jamur Malassezia spp. Faktor kebiasaan mandi 1x dalam sehari dan penggunaan pakaian yang tidak diganti merupakan faktor yang berperan terhadap adanya jamur Malassezia spp pada pekerja bangunanKata Kunci: Malassezia spp., Pekerja Bangunan, Pityriasis versicolor
Deteksi Jamur Dermatophyta pada Helm Driver Ojek Online di Kecamatan Ciracas Mulyati, Mulyati; Zuraida, Zuraida; Winita, Rawina; Novita, Nishfa Ayu
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1395

Abstract

Penyakit jamur Dermatophyta adalah golongan jamur yang disebabkan penyakit pada kulit yang menyerang bagian keratin seperti pada bagian rambut. Tinea kapitis merupakan kelainan kulit kepala yang disebabkan oleh jamur Dermatophyta dari genus Trichophyton dan Microsporum. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui adanya suatu gambaran keberadaan jamur Dermatophyta pada helm driver ojek online di Kecamatan Ciracas ditinjau dari lama penggunaan helm dan pembersihan helm. Pada penelitian ini menggunakan metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada Juni sampai dengan Agustus 2022. Sampel dengan jumlah 30 helm driver. Pembiakan secara makroskopis dengan menggunakan media Sabouraud Dextrosa Agar (SDA) dan mikroskopis dengan menggunakan larutan Lacto Phenol Cotton Blue (LPCB). Untuk hasil Penelitian didapatkan sebanyak 7 sampel (23,3%) positif (+) jamur Dermatophyta dari spesies Tricophyton mentagrophytes, Microsporum cannis, Microsporum ferrugineum, dan Trichophyton rubrum. Berdasarkan pernah membersihkan helm ditemukan positif (+) 7 responden (43,75%) dan tidak pernah membersihkan helm ditemukan positif (+) 6 responden (42,85%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah helm bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur Dermatophyta penyebab Tinea kapitis ditinjau dari adanya keberadaan jamur pada helm driver dari masing-masing variabel. Kata kunci       : Dermatophyta, Helm driver ojek online 
Pengaruh Air fermentasi Cucian Beras Sebagai Atraktan ovitrap terhadap Jumlah telur Aedes sp. yang terperangkap di Kecamatan Limo Depok Winita, Rawina; Geraldi, Iskandar Purba; Subahar, Rizal
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1804

Abstract

Aedes aegypti (L.) merupakan vektor yang menularkan penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, dan virus zika. Chikungunya merupakan penyakit yang menyebabkan morbiditas dan masih terjadi di kecamatan Limo, Kota Depok pada Juni 2018 lalu. Chikungunya paling baik diatasi melalui pengendalian vektornya. Salah satu upaya pengendalian Ae. aegypti adalah dengan menggunakan perangkap telur nyamuk atau ovitrap. Ovitrap merupakan perangkap telur nyamuk yang menggunakan atraktan untuk menarik nyamuk betina bertelur. Atraktan yang sudah sering digunakan adalah air rendaman jerami namun sulit ditemukan pada keadaan sehari-hari sehingga didapatkan ide untuk memanfaatkan air fermentasi cucian beras sebagai atraktan. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian eksperimental analitik pada lingkungan. Variabel yang diamati terdiri dari konsentrasi air fermentasi cucian beras yang terdiri dari konsentrasi 10%, 30%, dan 60% dengan kontrol air PAM . Variabel lain yang diamati adalah lokasi pemasangan di luar dan di dalam rumah. Terhadap Atraktan dilakukan perhitungan parameter kimia dan fisika. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara jumlah telur pada ovitrap kontrol dengan ovitrap konsentrasi 10%, 30% dan 60%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara konsentrasi air cucian beras terhadap efektivitas ovitrap akan tetapi, terdapat hubungan yang bermakna antara perletakkan ovitrap terhadap efektivitas ovitrap. Hasil Oviposition activity index menunjukkan konsentrasi 30% berpotensi sebagai atraktan. Suhu, kelembapan, parameter kimia, parameter fisika, dan faktor lainnya mempengaruhi hasil penelitianKata kunci: Ovitrap; Atraktan Nyamuk; Aedes aegypti; Air Fermentasi Cucian Beras
Identifikasi Endoparasit Tikus yang Berpotensi Zoonosis di Tiga Desa Kabupaten Bogor Jawa Barat Astuty, Hendri; Winita, Rawina; Firmansyah, Nurhadi Eko; Lestiani, Budi; Zamziar, Hanny
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v10i1.2094

Abstract

Rats (Rattus sp) are rodents that play an important role in public health as zoonoses. In the world there are 29 rodent and 171 species of the Muridae. Rats can potentially be a reservoir of infectious diseases such as from Toxocara, Capillaria hepatica and protozoan groups. Among the worms found in the intestines of rats can infect humans and animals including Echinostomes cause severe gastrointestinal, epigastric or abdominal pain accompanied by diarrhea, fatigue and malnutrition. The purpose of this study was to determine the type of rat endoparasite that has the potential to be zoonotic in the residential environment of residential of 3 villages in Bogor Regency, namely Batu City, Mekar Jaya and Parakan. This type of research is Cross-sectional   approach. Sampling using random sampling technique by collecting various rat habitats as many as 100 traps. The trap success value is 11%.  Rat that were caught for 3 days were 33 consisting of Rattus tanezumi (15.15%), R. norvegicus (18.2%), R.tiomanicus (12.1%), Bandicota indica (24.2%) and Mus musculus (12.1%). Microscopic results of endoparasite found hookworm eggs and larvae, Entamoeba histolytica  cyst, E.coli cyst, Chilomatrix mesnili, Hymenolepis diminuta, H.nana, Trychostrongylus sp, Blastocystis hominis . The community around location should always  pay attention to sanitation and maintain cleanliness to avoid the risk  transmission of diseases caused rats                                                                                                                                                                                                                           Keyword: Endoparasite, Zoonoses, Rat