Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Perilaku Sedentary lifestyle dengan Tingkat Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Remaja Julliyana, Ressa; Sopiah, Popi; Rosyda, Rafika
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.154

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that is generally suffered by adults, but also suffered by many adolescents. Factors causing the high risk of adolescents suffering from DM are a lack of preventive measures and high sedentary behavior, causing a buildup of sugar in the body due to low muscle work. The purpose of this study was to determine the relationship between a sedentary lifestyle and the risk level of DM in adolescents. This study is a correlational quantitative study with a cross-sectional approach. The sample size of this study was 127 respondents from 674 total population selected using a proportionate stratified random sampling technique. The analysis method used was Spearman's rho correlation test. This study uses two research instruments, which are ASAQ and FINDRISC instruments. The results of the study obtained the highest data in high sedentary behavior (74%) and respondents at low risk of DM (72%) with the results of the correlation test p-value=0.031 (<0.05) and r=0.191. This shows that there is a relationship between a sedentary lifestyle and the level of risk of DM in adolescents, with a positive direction. Therefore, adolescents are advised to avoid sedentary behavior to reduce the risk of suffering from DM.
The Correlation Between CTAS Level and NEWS Score in Patients at the Emergency Department of RSUD Umar Wirahadikusumah Safira Putri Amelia; Hikmat Pramajati; Rafika Rosyda; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Jurnal Vocational Nursing Sciences (VNUS) Vol 8 No 1 (2026): JURNAL VNUS (Vocational Nursing Science)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jvnus.v8i1.938

Abstract

The Emergency Department (ED) requires rapid and accurate evaluation of patients’ clinical conditions to support effective triage and timely intervention. The Canadian Triage Acuity Scale (CTAS) classifies patients based on clinical urgency, while the National Early Warning Score (NEWS) assesses physiological parameters to detect early deterioration. Evidence on the relationship between these tools remains limited, particularly in Indonesia, and discrepancies between them may result in undertriage or overtriage, affecting patient safety. This study aimed to determine the relationship between CTAS levels and NEWS scores among patients in the ED of RSUD Umar Wirahadikusumah. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on 307 patients selected through simple random sampling across different shifts. Data were collected using CTAS and NEWS assessment sheets and analyzed using the Spearman rank correlation test. The results showed a statistically significant but very weak positive correlation between CTAS and NEWS (r = 0.184, p < 0.001), indicating that higher CTAS levels tend to be associated with higher NEWS scores, although not consistently. The presence of undertriage and overtriage reflects inconsistencies between clinical judgment and physiological assessment. These findings suggest that CTAS and NEWS assess complementary aspects of patient acuity, and their integration may improve triage accuracy, reduce misclassification, and enhance patient safety in emergency care.
Correlation Between Fitspiration Content, Physical Activity and Body Image Among Adolescents at SMPN 2 Cimalaka Mahyati Mahyati; Dedah Ningrum; Rafika Rosyda
Jurnal Vocational Nursing Sciences (VNUS) Vol 8 No 1 (2026): JURNAL VNUS (Vocational Nursing Science)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jvnus.v8i1.940

Abstract

This study examined the association between exposure to fitspiration content and physical activity and body image among adolescents at SMPN 2 Cimalaka. Using a quantitative correlational design with a cross-sectional approach, data were collected from 195 students aged 11 to 14 years through a validated questionnaire assessing fitspiration exposure, activity levels, and body image. The results indicated that exposure to fitspiration content was prevalent, with 86.7 percent of respondents reporting exposure. However, a substantial proportion of adolescents still reported low physical activity, accounting for 59.5 percent, and low body image satisfaction, accounting for 76.4 percent. Statistical analysis using the Chi-Square test found a significant positive association between fitspiration content exposure and physical activity, with a p-value of 0.001, suggesting a potential association with increased physical activity. However, fitspiration content exposure was not significantly associated with body image, as indicated by a p-value of 0.120, suggesting that factors beyond social media content play a more substantial role in shaping self-perception. This study highlights the need for comprehensive health interventions that integrate media literacy and support psychosocial well-being to further promote positive active lifestyles and body image among Indonesian adolescents.
Perilaku Mahasiswa Keperawatan UPI Kampus Sumedang tentang Upaya Preventif Sindrom Metabolik: Behavior of Nursing Studentsa at UPI Sumedang Campus Regarding Preventive Efforts for Metabolic Syndrome Siti Fauziyah Al Haq; Ahmad Purnama Hudaya; Rafika Rosyda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.245

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk pada kalangan dewasa muda, sehingga perilaku preventif menjadi hal penting bagi mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku preventif mahasiswa Sarjana Keperawatan Kampus UPI Sumedang pada kejadian sindrom metabolik.               Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan total sampling sebanyak 134 mahasiswa angkatan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Metabolic Syndrome Instrument (MSI) 2017 yang telah dimodifikasi, terdiri dari 17 item dengan skala Likert 4 poin, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (92,5%) dan berusia 21 tahun (67,16%), dengan kategori perilaku preventif baik (85,8%), sedang (13,4%), dan kurang (0,8%), yang tercermin dalam praktik terkait kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, asupan cairan, tidur dan istirahat, aktivitas fisik, pola makan, serta manajemen stres. Kesimpulan: Secara keseluruhan, mahasiswa keperawatan menunjukkan perilaku preventif yang baik terhadap sindrom metabolik, mengindikasikan bahwa pendidikan keperawatan mendukung peningkatan kesadaran dan praktik promotif kesehatan.
DIABETANI OPTIMALISASI KEBUN SEHAT UNTUK KENDALI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Imam Tri Sutrisno; Rafika Rosyda; Rifqi Asy'ari; Yusnita Lismaya; A. Ario Mandehe; Muhammad Fajar Nurfalah; Risma Indriani Putri; Annisa Afifah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1022

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup, terutama pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, masih banyak pasien Diabetes Mellitus yang memiliki keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap bahan pangan sehat yang mendukung pengendalian kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemandirian pasien dalam menerapkan pola hidup sehat melalui pemanfaatan kebun sayur rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan bercocok tanam sayuran rendah indeks glikemik, pendampingan mingguan selama ±5 minggu, serta evaluasi melalui observasi praktik berkebun dan pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP). Sebanyak 43 peserta mengikuti skrining awal kegiatan, dan 26 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian program hingga tahap evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 90% peserta yang menyelesaikan program berhasil menanam dan merawat minimal dua jenis tanaman hingga tumbuh atau mencapai tahap panen sesuai kriteria yang ditetapkan, serta aktif terlibat dalam kegiatan pendampingan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan respons positif terhadap materi edukasi dan mampu mempraktikkan teknik berkebun yang diberikan. Hasil pemeriksaan GDP menunjukkan adanya variasi perubahan kadar glukosa darah, dengan rerata meningkat dari 236 mg/dL menjadi 279 mg/dL; dari 26 peserta, 6 mengalami penurunan, 4 relatif stabil, dan 16 mengalami peningkatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kebun sayur rumah tangga berpotensi mendukung perubahan perilaku dalam pengelolaan Diabetes Mellitus, khususnya dalam aspek pemanfaatan pangan sehat dan aktivitas fisik ringan. Namun, diperlukan durasi intervensi yang lebih panjang dan evaluasi yang lebih terstruktur untuk menilai efektivitas program secara klinis.
Efektivitas kompres hangat pada dismenore remaja perempuan: Narative literatur review Rinrin Dila Nuryanti; Popi Sopiah; Rafika Rosyda
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 10 No 2 (2023): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v10i2.539

Abstract

Dismenore adalah hari pertama kram menstruasi yang disertai nyeri perut, suatu kondisi ginekologi yang sering terjadi pada wanita. Nyeri haid sering disertai rasa mual, lemas, kurang tenaga, berkeringat, dan sakit kepala yang dialami wanita saat haid. Penelitian dari World Health Organization (WHO) membuktikan bahwa jumlah penderita dismenore di dunia sangat tinggi. Sementara nyeri haid dipengaruhi oleh faktor haid yaitu; siklus menstruasi yang tidak teratur, kebiasaan merokok, kebiasaan sarapan, kualitas tidur dan asupan gula yang berlebihan, serta kehidupan, termasuk hal sekolah dan keluarga. Suhu yang digunakan adalah 40º C, suhu ini menyebabkan pelebaran relatif pembuluh darah. Secara teoritis upaya untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri sering dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi, dilakukan kompres hangat salah satunya. Penurunan intensitas dismenore menunjukkan dampak positif dengan dilakukannya terapi kompres hangat. Metode pada penelitian ini menggunakan literature review dengan data sekunder. Penelitian ini adalah untuk menelaah analisis literature review dengan tujuan penelitian literatur mengulas hasil penelitian sebelumnya untuk mendapatkan data sesuai dengan topik. Peneliti menggunakan dua basis data (yaitu Google Shcolar dan Scopus) untuk menggunakan kata kunci dalam melakukan jurnal pancari. Jurnal yang dicari sebelum 2017-2022, peneliti telah memperoleh 7 artikel untuk tinjauan literatur. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa kompresi hangat dapat membantu mengurangi intensitas dismenore pada anak perempuan remaja
Pengaruh rebusan ketumbar untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi : Narrative Literature Review Indri Kartika Dewi; Popi Sopiah; Rafika Rosyda
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 10 No 2 (2023): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v10i2.541

Abstract

Hipertensi adalah problem kesehatan global serta adalah faktor risiko primer penyakit kardiovaskular. Hipertensi jua dianggap menjadi penyakit tidak menular sebab, tidak dapat ditularkan asal orang ke orang. Prevalensi dengan usia lebih dari delapan belas tahun yang berada di beberapa pulau dengan angka yang cukup besar. Penyebab hipertensi terdiri dari beberapa factor seperti obesitas dan merokok. Pencegahan bisa dilakukan dengan terapi secara medis atau secara tradisional dengan obat obatan atau dengan bahan alami seperti rebusan ketumbar yang banyak kandungan manfaat didalamnya. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang cukup signifikan pada penurunan tekanan darah dengan menggunakan rebusan ketumbar. Tujuan mengetahui efek pemberian rebusan ketumbar untuk menurunkan tekanan darah di penderita hipertensi. Metode yang dipergunakan buat menulis artikel ini merupakan naratif riview, artinya sebuah proses pencarian serta penelitian yang melibatkan membaca serta mengumpulkan data asal aneka macam buku serta jurnal dengan memakai basis data google scholar serta semantic scholar. akibat berasal analisis lima artikel membuktikan adanya efek pemberian rebusan ketumbar terhadap penurunan tekanan darah di penderita hipertensi. menggunakan mengonsumsi secara teratur supaya tekanan darah bisa terkontrol. Konsumsi rebusan ini bisa dengan takaran satu sendok makan ketumbar yang direbus dengan air panas dan tunggu hingga dingin. Dianjurkan agar di konsumsi secara rutin
Literature Review: Potential of Secang Wood (Caesalpinia Sappan L) Decoction on Lowering Blood Pressure in Hypertension Sufferers Mira Nurazizah; Popi Sopiah; Rafika Rosyda
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 11 No 1 (2024): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v11i1.542

Abstract

Known as the silent killer because it frequently has no symptoms, hypertension, also known as high blood pressure, is a condition of the heart and blood vessels marked by a rise in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. The World Health Organization reports that Indonesia is seeing an increase in hypertension patients. According to Riskesdas data, West Java is the second-most hypertensive province, with 39.6% of cases, behind South Kalimantan's 44.1%. Indonesia still has a high rate of hypertension, making it a public health issue. Antihypertensive medications are one method that hypertension patients utilize to control or treat their condition. However, using too many chemicals or medications over an extended period of time can have negative health effects and be rather expensive. There are further methods of treating hypertension, such as administering secang wood decoction, which has strong antioxidant effects and lowers blood pressure in hypertensive individuals. Using the narrative review model and the literature review approach, we searched for relevant articles both domestically and globally using Google Scholar and PubMed. which only includes 4 journals that meet the sample inclusion criteria and the last 8 years, from 2016 to 2023. Additionally, the articles used as samples were listed in a table and described in detail to clarify the current approaches. This research review's conclusion is that secang wood decoction can be utilized to treat hypertension in patients, in addition to treating diarrhea, fighting cancer, and decreasing cholesterol
Knowledge, Attitude, and Practice Among Nurses Regarding Nutrition Management of Diabetes Mellitus Patients Imam Tri Sutrisno; Rafika Rosyda; Nandar Wirawan; Sandi Alfa Wiga Arsa
Journal of Ners and Midwifery Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v11i3.ART.p276-285

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that contributes significantly to the global health burden, with a rising prevalence globally. Understanding nurses' knowledge, attitudes, and practices (KAP) is crucial because knowledge provides essential insights into how diet affects blood glucose levels, a positive attitude encourages support for patient adherence, and efficient practices ensure the consistent application of dietary management strategies. This study aimed to assess the KAP among nurses about the nutritional management of Diabetes. This descriptive study involved 100 nurses working in medical and surgical wards of a hospital, with 99 respondents included in the analysis following the dropping out of one respondent. Data was collected using a structured questionnaire designed to evaluate the KAP of nurses concerning diabetes nutritional management. The study found disparities in the levels of knowledge among nurses: 14.1% demonstrated high knowledge, 49.5% demonstrated intermediate knowledge, and 36.4% demonstrated poor knowledge. Despite these variations, none demonstrated a bad attitude, a lousy 11.1% demonstrated an intermediate attitude, and the majority of nurses (88.9%) exhibited high attitudes towards Diabetes nutritional management. Additionally, 0% engaged in harmful practices, 4% demonstrated intermediate practices, and nearly all respondents (96%) reported engaging in good practices. These results underscore the need for targeted educational interventions to bridge knowledge gaps. Enhancing nurses' knowledge in Diabetes nutritional management is essential to improve the quality of care and health outcomes for patients with Diabetes.
Hubungan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Ujian Klinik dengan Kejadian Dispepsia pada Mahasiswa Profesi Ners Muhammad Galang Maulana; Dedah Ningrum; Rafika Rosyda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1035

Abstract

Kecemasan dalam menghadapi ujian klinik merupakan stresor akademik yang banyak dialami mahasiswa profesi Ners dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk memicu gangguan saluran cerna seperti dispepsia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan menghadapi ujian klinik dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 53 mahasiswa yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian mencakup Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang dikembangkan oleh Taylor dan telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Utari, dengan koefisien reliabilitas 0,87 yang menunjukkan konsistensi internal sangat baik, serta kuesioner PADYQ yang telah diuji validitas konstruk dan reliabilitasnya oleh Sander et al. dengan nilai Cronbach’s alpha 0,87 dan korelasi item–total 0,61–0,83. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan kategori sedang (62.3%). Seluruh responden mengalami dispepsia dengan variasi tingkat keparahan. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kejadian dispepsia (r = 0.740; p = 0.001). Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan menghadapi ujian klinik berhubungan dengan gejala dispepsia pada mahasiswa.