Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimizing Natural Resources: Dye Plant Conservation For the Harungguan Muara Ulos Weaving Industry Dahlia Nopelina Siallagan; Rina Handayani; Sariayu Sibarani
International Journal of Information Technology and Business Vol. 7 No. 1 (2024): November: International Journal of Information Techonology and Business
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/ijiteb.712024.09-16

Abstract

Plant dyes are used in the Harungguan Muara ulos weaving industry to optimize local natural resources. Synthetic dyes have become a fast option along with the increasing demand for ulos. However, synthetic dyes adversely affect the quality and sustainability of the environment. This research used observational methods, in-depth interviews, also gaining an understanding of current and applicable conservation practices. The research showed some local plant species are well suited to be used as a source of natural dyes, but their populations are threatened by overexploitation, lack of conservation efforts and emphasized the importance of traditional knowledge with contemporary conservation methods. The proposed recommendations educate ulos weavers on the importance of using natural dyes, and conduct follow-up research to find more efficient cultivation methods.This research make efforts to preserve Batak cultural heritage and support sustainability to strengthen the ulos weaving industry as an environmentally friendly and economically valuable cultural product.
Revitalisasi Anyaman Baion : Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas di Desa Pearaja Dahlia Nopelina Siallagan; Berliana Simanjuntak; Rini T Simangunsong; Trimey Liria Hutauruk; Rina Handayani; Alkausar Saragih; Meslin Silalahi; Meliarta Saragih; Jaktri Okto Lumban Gaol; Togu Sitorus
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.9684

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to revitalize Baion weaving as a form of local cultural heritage while strengthening community-based creative economy in Pearaja Village. The main challenges faced by the artisans include low product value addition, limited design innovation and branding, restricted market access, and weak regeneration and institutional capacity. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach combined with Asset-Based Community Development (ABCD) through a co-creation framework between the service team and the artisan community. The implementation focused on institutional strengthening, enhancement of digital literacy and entrepreneurship, product design innovation, and digital-based marketing assistance. The results indicate a significant improvement in artisans’ capacity to produce more functional and market-oriented woven products, the establishment of digital marketing identities through social media platforms, and the growing awareness of institutional management and youth regeneration. Overall, the program demonstrates that integrating cultural preservation with community-based creative economy strategies can enhance business independence and ensure the sustainability of traditional crafts. These findings offer a practical empowerment model that can be replicated in other rural communities with similar cultural assets.
Strategi Branding Dan Pemasaran Kreatif Produk Baion (Pondamus Tectorius) Dari Kearifan Lokal Ke Pasar Global Di Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Dahlia Nopelina Siallagan; Joan Berlin Damanik; Delviana Sihombing; Hendri Sihombing; Meristina Lase
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2930

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Baion (Pondamus tectorius) dari Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan, melalui penerapan strategi branding dan pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal. Produk Baion yang selama ini diproduksi secara tradisional memiliki potensi ekonomi dan budaya yang tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam akses pasar dan penguatan identitas merek. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi potensi lokal, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan usaha, serta evaluasi. Pelatihan diberikan dalam bentuk pengembangan identitas merek (logo, kemasan, dan storytelling), pemanfaatan media sosial dan digital marketing, serta inovasi produk. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pelaku usaha lokal terkait branding dan pemasaran digital. Produk Baion kini memiliki identitas merek yang lebih kuat, kemasan yang menarik, serta promosi yang lebih efektif melalui media sosial dan platform daring lainnya. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah penjualan, perluasan jangkauan pasar, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pameran produk lokal maupun nasional. Kegiatan ini membuktikan bahwa strategi branding dan pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan daya saing produk desa di pasar global sekaligus memperkuat identitas budaya dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di era digital.
Pemberdayaan Anggota Persekutuan Perempuan Distrik XVI Humbang Habinsaran Melalui Konsep Dapur Sehat dan Mandiri Berbasis Teknik Preservasi Modern Dahlia Nopelina Siallagan; Erlianti Simanjuntak; Hotlan Purba; Nurlinawati Simanjuntak; July Manurung; Ferdinan Silaban
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2152

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) XVI Humbang Habinsaran melalui konsep Dapur Sehat dan Mandiri serta teknik preservasi modern guna meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis gereja. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di HKBP Pariksabungan. Dari 150 peserta yang terdaftar, sebanyak 138 orang (92%) hadir, dan 135 orang mengikuti evaluasi lengkap (pre-test dan post-test). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pelatihan praktik langsung pembuatan saus. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan pada seluruh aspek materi. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman teknik preservasi modern (55%), diikuti oleh tata kelola usaha (50%) dan konsep KUBG (47%). Peserta juga berhasil mempraktikkan pembuatan saus yang higienis, aman, dan bernilai ekonomi tinggi. Kesimpulannya, pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai teologis dan keterampilan teknis terbukti efektif mengubah paradigma dapur domestik menjadi pusat produksi mikro yang menguntungkan. Program ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan serta pembentukan Kelompok Usaha Berbasis Gereja (KUBG) di tingkat jemaat untuk menjamin keberlanjutan ekonomi rumah tangga.