Claim Missing Document
Check
Articles

UJI PERFORMA KONTROLER SOFTWARE-DEFINE NETWORK FLOODLIGHT vs ONOS Hanifa, Sizka L.; Kartadie, Rikie
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.504 KB) | DOI: 10.29100/jipi.v3i2.688

Abstract

Komponen yang penting dari Software-Defined Network adalah kontroler yang secara langsung mengontrol data path dari perangkat. Software-Defined Network atau yang sering kita sebut dengan istilah SDN itu sendiri merupakan suatu konsep atau paradigma baru dalam mendesain, mengelola dan mengimplementasikan jaringan dengan memisahkan sistem kontrol (control plane) dan sistem forwarding (forwarding plane) kemudian mengisolasi komponen atau sub sistem dengan mendefinisikan interface yang standard. Sekarang ini, perlu adanya analisis untuk melihat seberapa baiknya performa dari sebuah kontroler tersebut mengingat pentingnya fungsi dari kontroler itu sendiri. Pada uji latency dan throughput ini, akan diperoleh informasi mengenai kemampuan dari kontroler tersebut. Hasil dari uji latency dan throughput pada kontroler Floodlight dan ONOS telah menunjukkan hasil bahwasanya kontroler memberikan nilai latency yang baik pada jumlah switch dibawah 60 switch. Nilai tertinggi respon yang diberikan oleh Floodlight adalah 2780.04 respon/detik pada jumlah 20 switch sedangkan ONOS memberikan nilai latency tertinggi yaitu 5931 respon/detik pada jumlah 30 switch. Untuk nilai throughput Floodlight sendiri memberikan nilai sebesar 1500,38 flow/detik pada jumlah host 450, sedangkan ONOS sendiri memberikan nilai yang lebih rendah yaitu 354,05 flow/detik pada jumlah host 450.
Performance Test of Openflow Agent on Openflow Software-Based Mikrotik RB750 Switch Kartadie, Rikie
Scientific Journal of Informatics Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v3i2.7987

Abstract

A network is usually developed by several devices such as router, switch etc. Every device forwards data package manipulation with complicated protocol planted in its hardware. An operator is responsible for running configuration either to manage rules or application applied in the network. Human error may occur when device configuration run manually by operator. Some famous vendors, one of them is MikroTik, has also been implementing this OpenFlow on its operation. It provides the implementation of SDN/OpenFlow architecture with affordable cost. The second phase research result showed that switch OF software-based MikroTik resulted higher latency value than both mininet and switch OF software-based OpenWRT. The average gap value of switch OF software-based MikroTik is 2012 kbps lower than the value of switch OF software-based OpenWRT. The average gap value of throughput bandwidth protocol UDP switch OF software-based MikroTik is 3.6176 kBps lower than switch OF software-based OpenWRT and it is 8.68 kBps lower than mininet. The average gap throughput jitter protokol UDP of switch OF software-based MiktoTik is 0.0103ms lower than switch OF software-based OpenWRT and 0.0093ms lower than mininet. 
PENGARUH MEDIA VISUAL MENGGUNAKAN APLIKASI LECTORA INSPIRE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SISWA KELAS XI DI SMA ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Ngubaidillah, Ahmad; Kartadie, Rikie
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 35, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v35i2.15060

Abstract

Abstract.  Improving the quality of learning is one of the basic, improvement of education as a whole. Efforts to improve the quality of education into an inte­grated part of efforts to improve human quality, both aspects of ability, per­sonality, and responsibility. One to improve the quality of the learning process is by using an effective media, attract students to learn and explain thoroughly the material to be delivered so that in the end can improve student learning outcomes.The design of this research is Quasi-Experimental Design with Research model of Nonequivalent Pretest-Postest Control Group Design. The sample of the re­search are 60 students selected by Sample Random Sampling.  Data analysis was done with parametric statistic with the prerequisite test included a normality test, homogeneity test, then tested different and influence test.The result showed that the average score of the control group was 70.61, for the experimental group the average score was 74.81. There is the difference of result of student learning between the control group and experiment group after learning using visual media using Lectora application and result of influence test show result of t-count 3,621 t-table equal to 2,052 with it can be concluded that there the influence of learning result after given treatment.
UJI PERFORMA SOFTWARE-BASED OPENFLOW SWITCH BERBASIS OPENWRT Rikie Kartadie; Tommy Suryanto
SISFOTENIKA Vol 5, No 2 (2015): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.658 KB) | DOI: 10.30700/jst.v5i2.83

Abstract

AbstrakPerkembangan pesat Software-Defined Network telah dirasakan oleh vendor vendor besar. HP, Google dan IBM, mulai merubah pola routing-switching pada network mereka dari pola routingswitching tradisional ke pola infrastruktur routing-switching Software-defined Network. Untuk melakukan eksperimen tentang OpenFlow, para peneliti sering kali harus menggunakan perangkat hardware/dedicated switch OpenFlow yang dikeluarkan oleh beberapa vendor dengan harga yang tinggi. Kenyataannya, software-based switch OpenFlow (selanjutnya dalam penelitian ini digunakan istilah Switch OF software-based) masih belum teruji performanya, sehingga masih belum dapat menjadi acuan/rekomendasi yang tepat untuk dapat menggantikan perangkat dedicated switch OpenFlow yang berharga tinggi. Penelitian ini menguji performa dari switch OF software-based dengan membandingkannya dengan dedicated OpenFlow switch yang dipresentasikan oleh mininet dan dengan switch none OF. Performa switch OF software-based dapat dikatakan baik dengan hasil gap rata-rata pada setiap pengujian menunjukkan angka yang tidak tinggi. Pada pengujian jitter dapat dikatakan sama. Pada pengujian throughput protokol TCP, switch OF software-based memberikan hasil yang rendah dibandingkan dengan pembandingnya. Pada pengujian throughput protokol UDP, bandwidth yang diperoleh nilai gap throughput bandwidth protokol UDP rata-rata switch OF software-based lebih tinggi dibandingkan switch non OF dan lebih rendah dibandingkan mininet. Switch OF software-based dapat digunakan untuk menggantikan dedicated openflow switch untuk mengimplementasikan SDN baik pada sekala menengah dan kampus.Kata kunci: switch OpenFlow software-based, Software-Defined Network, Uji performa
PROTOTIPE SWITCH OPENFLOW SOFTWARE-BASED MIKROTIK RB750 PAKET OPENFLOW VS OPENvSWITCH FIRMWARE Rikie Kartadie
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengimplementasian arsitektur SDN/OpenFlow membutuhkan biaya yang tinggi, walaupun penggunaan emulator mininet memungkinkan, namun kenyataannya dalam implementasinya membutuhkan hardware khusus. Switch OpenFlow Software-based dengan menggunakan firmware OpenWRT dan hardware TPLink WR142nd telah di uji performanya pada implementasi skala jaringan kampus, dalam artikel yang diterbitkan penulis menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara switch OpenFlow bebasis OpenWRT pada TPLink dengan performa yang dihasilkan oleh mininet. Dari artikel tersebut maka menjadi pertanyaan bagaimana performa dari switch OpenFlow software-based berbasis MikroTik. MikroTik  ini telah menambahkan OpenFlow agent pada OS versi 6.17 pada RouterOS nya dan memungkinkan untuk diimplementasikannya arsitektur SDN/OpenFlow dengan biaya yang lebih terjangkau, implementasi OpenFlow agent pada RouterOS MikroTik layak untuk diuji performanya untuk dibandingkan dengan perubahan secara total firmware  MikroTik yang berjalan dengan firmware lain dan menjalankan OpenvSwitch. Kontroller yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontroller Floodlight, data pembanding adalah data mininet dengan topologi yang merupakan representasi dari topologi yang ada di STKIP PGRI Tulungagung. Switch OpenFlow software-based berbasis MikroTik dengan penambahan agen OpenFlow di RouterOS, hasil uji- t menunjukkan bahwa tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada uji througput baik UDP maupun TCP dibandingkan dengan mininet, namum tetap memiliki perbedaan yang signifikan pada uji latency
MIKROTIK RB750 ROUTERBOARD SEBAGAI ALTERNATIF SWITCH OPENFLOW SOFTWARE-BASE Rikie Kartadie
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 2 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.606 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i2.756

Abstract

Software-Defined Networking (SDN) merupakan cara untuk mengurangi kompleksitas konfigurasi jaringan dan manajemen jaringan. Solusi yang ditawarkan oleh SDN memberikan nuansa baru pada jaringan komputer. Pengimplementasian arsitektur SDN/OpenFlow membutuhkan biaya yang tinggi, sedangkan penggunaan emulator mininet mampu memberikan simulasi yang baik pada skala penelitian, namun dalam kenyataannya implementasinya membutuhkan hardware. Pengimplementasian OpenFlow pada switch telah merambah kebeberapa vendor, diantaranya MikroTik yang telah menambahkan OpenFlow agent pada OS versi 6.17 pada RouterOS nya dan memungkinkannya untuk dapat diimplementasikan pada arsitektur SDN/OpenFlow dengan biaya yang lebih terjangkau. Implementasi OpenFlow agent pada RouterOS MikroTik layak untuk diuji performanya, sebagai alternatif switch OpenFlow software-base. Penelitian ini adalah penelitian awal dari rangkaian penelitian yang akan dilakukan. Langkah-langkah penelitian adalah: (1)Merancang topologi, (2)Simulasi menggunakan emulator mininet sebagai data pembanding (dianggap sebagai representatif dari hardware-base switch), (3)Memodifikasi MikroTik RB750 sebagai prototipe switch OpenFlow software-base, (4) Pengujian prototipe, (5) Analisis hasil dan menarik kesimpulan. Dari hasil uji latency, prototipe memberikan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pembandingnya, nilai throughput TPC dan UDP 1937.5 kbps dan 8.64 kbps dan nilai jitter 0.0093 msec lebih rendah dibandingkan nilai pembandingnya. Prototipe dapat dijadikan alternatif pengganti switch OpenFlow Software-based, walaupun prototipe masih memberikan nilai performa yang rendah. Kata kunci: mininet, mikrotik, software-defined network, openflow.
PKM Pendampingan Sadar Wisata dan Pengembangan Website Desa Nanis Hairunisya; Hari Subiyantoro; Rikie Kartadie
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v2i2.442

Abstract

Tujuan studi ini adalah (1) meningkatkan pengelolaan pariwisata oleh  Pokdarwis ; (2) meningkatkan perilaku sadar wisata masyarakat; (3) update website desa. Penelitian kualititatif ini menggunakan pendekatan  partisipatif, kelompok,  individual, ceramah, & diskusi. Tehnik Analisis yang digunakan adalah triangulasi. Berdasarkan musyarawarah desa  yang dihadiri oleh pokdarwis, PKK,  Gapoktan, peternak, tokoh masyarakat, Bumdes, Kepala Desa, Dinas Pemberdayaan, Dinas Pariwata, Dinas Koperasi serta Ketua  STKIP PGRI Tulungagung, ditemukan bahwa komunikasi dan koordinasi antar kelompok belum transparan.  Kegiatan ini menghasilkan peningkatan partisipasi masyarakat dilihat dari aktivitas membersihkan area wisata, terbentuknya kelompok kebersihan dan keamanan area wisata. Sebelumnya pengelolaan wisata hanya  dilakukan  oleh Pokdarwis, sekarang Bumdes juga ikut berpartisipasi dengan pengadaan dana untuk perbaikan fasilitas dan hotspot wisata. Secara berkala  ibu-ibu PKK bergiliran dengan karang taruna dan pokdarwis membersihkan area wisata, mengadakan lomba, senam bersama dan praktik masak di lokasi wisata. Pelatihan website juga sukses, karena tingkat kehadiran  mencapai 80% dari undangan, konten website semakin informatif  dan telah dibentuk kelompok untuk update konten website, juga telah dibuat proposal kegiatan diajukan pada Dinas Koperasi oleh tim pengusaha desa..
UJI PERFORMA KONTROLER SOFTWARE-DEFINE NETWORK FLOODLIGHT vs ONOS Sizka L. Hanifa; Rikie Kartadie
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v3i2.688

Abstract

Komponen yang penting dari Software-Defined Network adalah kontroler yang secara langsung mengontrol data path dari perangkat. Software-Defined Network atau yang sering kita sebut dengan istilah SDN itu sendiri merupakan suatu konsep atau paradigma baru dalam mendesain, mengelola dan mengimplementasikan jaringan dengan memisahkan sistem kontrol (control plane) dan sistem forwarding (forwarding plane) kemudian mengisolasi komponen atau sub sistem dengan mendefinisikan interface yang standard. Sekarang ini, perlu adanya analisis untuk melihat seberapa baiknya performa dari sebuah kontroler tersebut mengingat pentingnya fungsi dari kontroler itu sendiri. Pada uji latency dan throughput ini, akan diperoleh informasi mengenai kemampuan dari kontroler tersebut. Hasil dari uji latency dan throughput pada kontroler Floodlight dan ONOS telah menunjukkan hasil bahwasanya kontroler memberikan nilai latency yang baik pada jumlah switch dibawah 60 switch. Nilai tertinggi respon yang diberikan oleh Floodlight adalah 2780.04 respon/detik pada jumlah 20 switch sedangkan ONOS memberikan nilai latency tertinggi yaitu 5931 respon/detik pada jumlah 30 switch. Untuk nilai throughput Floodlight sendiri memberikan nilai sebesar 1500,38 flow/detik pada jumlah host 450, sedangkan ONOS sendiri memberikan nilai yang lebih rendah yaitu 354,05 flow/detik pada jumlah host 450.
INTEGRASI SENSOR GERAK DAN PONSEL PADA ARDUINO SEBAGAI SISTEM KONTROL KEAMANAN RUMAH Eddy Putra Dewa; Rikie Kartadie
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 1, No 02 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v1i02.37

Abstract

Berbagai macam persoalan kehidupan dihadapi masyarakat di era modern ini. Persoalan yang dihadapi salah satunya adalah mengenai keamanan, khususnya pencurian yang terjadi di kompleks perumahan. Pelaku tindak kejahatan ini pun tidak segan – segan melakukan kekerasan sampai melukai penghuni rumah agar bisa mendapatkan hasil atau juga untuk melindungi diri dari serangan balik korban. Untuk mengatasi persoalan tersebut, para pemilik rumah menggunakan model sistem keamanan seperti siskamling, satpam maupun penggunaan CCTV (Closed Circuit Television). Penggunaan sistem – sistem keamanan tersebut tentu belum menjadi solusi efektif untuk pencegahan awal. Pencegahan awal dimaksudkan agar niat pelaku melanjutkan aksinya dapat dicegah. Dari permasalahan tersebut, maka akan dipaparkan rancangan sebuah sistem pengontrol keamanan rumah yang diharapkan dapat menghadirkan perasaan aman baik saat berada di rumah maupun jauh dari rumah. Sistem ini juga dapat menjadi alat bantu pencegahan sehingga pelaku kehilangan niat untuk melakukan kejahatan. Sistem ini menggunakan beberapa perangkat utama dan tambahan, seperti PIR, buzzer, Arduino sebagai pengendali sistem, handphone sebagai penyampai informasi serta beberapa komponen pendukung lainnya. Sistem ini bekerja apabila ada gerakan manusia yang terdeteksi oleh sensor maka langsung mengirimkan pesan ke nomor yang telah diprogram dan beberapa detik kemudian akan mengaktifkan buzzer. Perangkat utama sistem dan pendukung berfungsi efektif dalam melakukan pengamanan. Jarak jangkau PIR mencapai lebih dari tujuh meter dan kecepatan respon antara 0,2 sampai 3 detik, begitu juga dengan waktu pengiriman pesan yang dibutuhkan sekitar 4 detik yang efektif sebagai peringatan dini. Sistem ini dapat diaplikasikan bersama komputer, modul kamera atau modul – modul sensor lain sehingga keamanan lebih terjaga.
FLOODLIGHT VS ONOS DALAM UNJUK KERJA Rikie Kartadie; Vertika Panggayuh
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v4i2.1409

Abstract

Kontroler yang secara langsung melakukan kontrol terhadap data path dari perangkat adalah komponen utama dari Software-Defined Network (SDN). Kontroler bertanggung jawab untuk menentukan bagaimana menangani paket dan mengelola flow table (tabel flow) dengan menambahkan dan menghapus isi flow table melalui secure channel. Kontroler pada dasarnya memusatkan dan menjadi pusat kecerdasan jaringan, sedangkan jaringan mempertahankan data plane forwarding yang didistribusikan melalui Switch OpenFlow. Untuk alasan ini kontroler menyediakan antarmuka untuk mengelola, mengendalikan dan administrasi flow table Switch ini. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat throughput dan latency dari kontroler dan diuji menggunakan cbance tool yang akan menguji pada protokol TCP dan UDP. Pengujian dilaksanakan dengan memaksa kontroler pada titik maksimal kemampuannya tanpa melakukan setingan tambahan (Setingan standar), sehingga diperoleh informasi yang tepat kemampuan dari kontroler yang akan digunakan. Karena kebutuhan ini, perlu di uji unjuk kerja dari kontroler yang digunakan. pada penelitian ini pengujian dilakukan pada kontroler floodlight dan ONOS. Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa kontroler floodlight lebih stabil dalam mengatasi beban switch dan host lebih baik dibandingkan dengan kontroler ONOS.