Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pembinaan Desa Tangguh Asi “ Perawatan Payudara Pada Ibu Menyusui” Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Wastiani, Ima; Berliana, Eva; Trianingsih, Indah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20907

Abstract

Puskesmas Karang Anyar merupakan salah satu puskesmas yang menjadi mitra pusat unggulan (Center of Excellence) Jurusan Kebidanan di bidang manajemen laktasi. Wilayah kerja puskesmas Karang Anyar meliputi 12 Desa, diantaranya yaitu Desa Wayhuwi. Berdasarkan Data Puskesmas Karang Anyar Tahun 2021, Jumlah ibu menyusui sebanyak 549 orang ibu, untuk itu diperlukan upaya pengelolaan kesehatan yang baik dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif di Kecamatan Jati Agung khusunya desa Wayhuwi. Salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif yaitu dengan Perawatan Payudara pada Ibu Menyusui yang dapat meningkatkan produksi ASI. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada kader dan ibu menyusui bagaimana cara Perawatan Payudara pada Ibu Menyusui. Perawatan payudara dilakukan betujuan untuk melancarkan peredaran darah sehingga ASI dapat keluar dengan lancar. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 November 2023 di Posyandu Buegenville Dusun VIII Desa Wayhuwi Kecamatan Jati Agung. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang yang terdiri dari bidan desa, kader, dan ibu menyusui. Peserta mendapatkan penyuluhan perawatan payudara pada ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Diharapkan pendampingan Desa Tangguh ASI dapat terus dilaksanakan sehingga keberhasilan menyusui ASI Eksklusif dapat meningkat dan tidak terjadi stunting di masyarakat.
Unexpected Risk Factors of Premature Rupture of Membranes in Independent Midwife Practice: A Contradiction to Existing Theory Marlina, Marlina; Trinovadela, Nora Isa; Trianingsih, Indah; Putriana, Yeyen
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i1.4753

Abstract

The incidence of premature rupture of membranes (PROM) is still one of the critical problems in obstetrics that increases maternal and neonatal morbidity and mortality. This study aims to investigate the relationship between anemia, parity, and chronic energy deficiency (CED) and the incidence of premature rupture of membranes (PROM) in the Independent Midwife Practice (PMB) setting at the Sukarame Health Center area, Bandar Lampung City. The study design used was cross-sectional. The subjects were 137 mothers giving birth in the PMB area of Sukarame Health Center, Bandar Lampung City in 2024. Data collection was carried out using primary data from interviews with mothers giving birth in PMB in the Sukarame Health Center area, Bandar Lampung City. Data analysis used univariate and bivariate data analysis with the Chi-Square test. The results showed that there was no significant relationship between parity and premature rupture of membranes (p-value: 0.637). However, there were significant relationships between anemia (p-value: 0.017) and CED (p-value: 0.029) and PROM in PMB. Interestingly, the results showed that PROM was more common in mothers without anemia and without CED. Although anemia and CED are conventionally considered risk factors for PROM, this study found a higher incidence of PROM among mothers without anemia and without CED. Therefore, antenatal care should not only focus on preventing anemia and CED but also on identifying other hidden risk factors such as infections, stress, and physical strain, even in seemingly healthy pregnancies.
Utilization Of The E-Kescatin Application By Prospective Brides: A Review Of Demographic, Socio-Cultural, And Organizational Support Perspectives Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Nurlaila, Nurlaila; Aliyanto, Warjidin; Trianingsih, Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20537

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia nikah dan calon pengantin masih tergolong rendah. Pendidikan kesehatan reproduksi memegang peranan penting bagi calon pasangan pengantin sehingga harus dipersiapkan dengan baik. Kesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan hamil dan menjadi ibu. Aplikasi E-Kescatin merupakan inovasi digital dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam aspek kesehatan reproduksi. Keberhasilan implementasi aplikasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat individu, sosial, organisasi, hingga budaya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan aplikasi E-Kescatin oleh calon pengantin di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 13 calon pengantin yang telah menggunakan aplikasi E-Kescatin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor demografi seperti usia dan tingkat pendidikan memengaruhi pemahaman dan kemudahan penggunaan aplikasi. Dukungan sosial dari tenaga kesehatan, keluarga, serta komitmen organisasi terbukti memperkuat adopsi aplikasi. Pengetahuan, motivasi pribadi, dan persepsi manfaat juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan penggunaan. Faktor budaya memiliki pengaruh beragam, di mana norma budaya cenderung mendukung, namun mitos dan kepercayaan tradisional masih menjadi hambatan bagi sebagian responden.Kesimpulan: Pemanfaatan aplikasi E-Kescatin dipengaruhi oleh kombinasi faktor demografi, sosial, pengetahuan, dan budaya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi oleh tenaga kesehatan, peningkatan sosialisasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat penerimaan dan efektivitas program secara berkelanjutan. Kata Kunci: E-Kescatin, Calon Pengantin, Kesehatan Reproduksi, Inovasi Digital, Faktor Sosial Budaya ABSTRACT Background: Knowledge about reproductive health among adolescents of marriageable age and prospective brides is still relatively low. Reproductive health education plays an important role for prospective bridal couples so that it must be well prepared. Reproductive health is the starting point for the development of maternal and child health that can be prepared early, even before a woman becomes pregnant and becomes a mother. The E-Kescatin application is a digital innovation from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia aimed at improving the readiness of prospective brides in the aspect of reproductive health. The successful implementation of this application is influenced by various individual, social, organizational, and cultural factors.Objective: This study aims to identify and analyze the factors that influence the utilization of the E-Kescatin application by prospective brides in the working area of the Pringsewu District Health Office.Methods: This study used a descriptive quantitative approach with a sample of 13 prospective brides who had used the E-Kescatin application. Data were collected through questionnaires and structured interviews, then analyzed thematically.Results: The results showed that demographic factors such as age and education level influenced the understanding and ease of use of the app. Social support from health workers, family, and organizational commitment were shown to strengthen app adoption. Knowledge, personal motivation and perceived benefits were also important factors in continued use. Cultural factors had a mixed influence, with cultural norms tending to be supportive, but myths and traditional beliefs still posing barriers for some respondents.Conclusion: E-Kescatin application utilization is influenced by a combination of demographic, social, knowledge, and cultural factors. This study recommends strengthening education by health workers, increasing policy socialization, and cross-sector collaboration to strengthen program acceptance and effectiveness in a sustainable manner. Keywords: E-Kescatin, Bride-to-be, Reproductive Health, Digital Innovation, Socio-Cultural Factors
Penyuluhan Anemia dan Kesehatan Reproduksi Remaja Di SDN 2 Rawa Laut Bandar Lampung Trianingsih, Indah; Putriana, Yeyen; Marlina, Marlina; Indrasari, Nelly; Asih, Yusari
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1413

Abstract

 Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada remaja putri di SDN 2 Rawa Laut tentang pentingnya mengenal tanda, gejala, dan penanganan anemia, serta persiapan menghadapi menarche, termasuk di dalamnya adalah perawatan kesehatan selama haid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini direncanakan dalam bentuk kegiatan Penyuluhan dan Diskusi. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan edukasi pada Siswi Kelas V SDN 2 Rawa Laut Bandar Lampung. Materi diberikan dengan menggunakan media visual dan leaflet dengan metode ceramah, diskusi dan brainstorming tentang anemia dan perawatan kesehatan selama haid, serta pemberian Tablet Tambah Darah.Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada hari kamis tanggal 26 September 2024 di SDN 2 Rawa Laut Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dihadiri 34 siswi. Adapun materi yang diberikan meliputi Edukasi anemia dan pencegahannya, serta perawatan kesehatan selama haid. Hasil yang didapat adalah meningkatnya pengetahuan remaja putri  mengenai pencegahan anemia dan perawatan kesehatan selama haid dimana sebelum diberikan edukasi terbanyak pada tingkat pengetahuan kurang dengan jumlah jawaban benar kurang dari 50% sebanyak 22 remaja (64,7%). Setelah diberikan edukasi meningkat terbanyak pada tingkat pengetahuan baik dengan jumlah jawaban bernar lebih dari 50% sebanyak 27 remaja (79,4%).Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilkukan secara berkesinambungan sehingga pera remaja putri di SDN 2 Rawa Laut khususnya remaja putri yang memasuki usia pubertas dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi menarche, melakukan perawatan kesehatan selama haid, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk mencegah anemia, termasuk mengkonsumsi tablet tambah darah selama haid.
Management Analysis of Early Initiation of Breastfeeding in The New Habit Era Trianingsih, Indah; Marlina, Marlina; Sari, Adinda Juwita
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.2344

Abstract

There are still a number of Independent Midwives who have not implemented the early initiation of breastfeeding management in the New Normal Era. As early as 2020, newborns should be separated from their Covid-19 infected mothers. This study aims to analyze the management of the early initiation of breastfeeding in the New Normal Era from the point of view of the midwives' knowledge and the relationship between Midwives' knowledge and the implementation of the early initiation of breastfeeding in the New Normal Era. The research method used is quantitative analysis with a cross-sectional design. The design of this study is quantitative analytic with a cross-sectional research design. The population was all Operative Independent Midwives in East Tanjungkarang District of Bandar Lampung City, which amounted to 42 people, and the entire population was sampled. Data analysis used frequency distribution and bivariate analysis using chi-square. Based on the research results from 42 respondents, most had good knowledge about the early initiation of breastfeeding in the new habit era of 29 people (69%), and most midwives had implemented the early initiation of breastfeeding by complying with the Covid-19 protocol, of which 28 people (66.7%). The results of the chi-square analysis obtained a p-value of 0.015, which shows a relationship between midwives' knowledge of the suitability of the early initiation of breastfeeding implementation and the Covid-19 protocol in the New Habit Era of 2022. It is expected that midwives can consistently increase their knowledge and follow the overall developments as the health workers who play a role in the implementation of the early initiation of breastfeeding so that they can implement the early initiation of breastfeeding following the management of newborns babies in Indonesia as a first step to succeeding in exclusive breastfeeding.
Analysis of The Management of Early Breastfeeding Initiation in The Era of New Habits from The Mother's Side Trianingsih, Indah; Marlina, Marlina; Wastiani, Ima; Sari, Adinda Juwita
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i2.3521

Abstract

Introduction: Early breastfeeding initiation is vital for newborn health, particularly during the COVID-19 pandemic, which has necessitated new health protocols. This study examines the management of early breastfeeding initiation from the mother's perspective, focusing on their knowledge and attitudes toward adherence to COVID-19 safety measures. Methods: A cross-sectional quantitative study was conducted with 109 mothers giving birth at midwives' independent practices in Bandar Lampung in 2023, using purposive sampling. Data were collected on maternal knowledge, attitudes, and compliance with COVID-19 protocols during early breastfeeding. Frequency distribution and Spearman Rank's Correlation were used for data analysis. Results: Out of 102 respondents, 91.7% demonstrated good knowledge about early breastfeeding initiation, and 90.8% had a positive attitude towards its management. Compliance with COVID-19 protocols was observed in 64.2% of the participants. The Spearman Rank’s Correlation analysis showed a p-value of 0.000, indicating a significant relationship between maternal knowledge and attitudes and the management of early breastfeeding. Conclusion:The findings suggest that better knowledge and positive attitudes among mothers are associated with greater adherence to COVID-19 protocols in early breastfeeding initiation. These factors are crucial for effective breastfeeding practices during the pandemic.
OVERVIEW OF EARLY BREASTFEEDING INITIATION (IMD) MANAGEMENT IN THE ERA OF NEW HABITS FROM THE MOTHER'S SIDE Trianingsih, Indah; Marlina, Marlina; Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Indrasari, Nelly
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.319

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki peran penting dalam menyukseskan ASI Ekslusif. Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia di tahun 2019, terjadi banyak perubahan di segala sektor, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Pada Desember 2022, dengan pencabutan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Indonesia status pandemi beralih menjadi endemi. Meskipun demikian, Tata laksana IMD pada era kebiasaan baru masih diterapkan, IMD dapat dilaksanakan dengan kesepakatan orang tua, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum IMD. Hal ini dikarenakan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir termasuk dalam golongan berisiko tinggi yang masih memerlukan protokol kesehatan (prokes). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk melihat  gambaran pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru dari sisi ibu bersalin. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap ibu bersalin terhadap pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin normal di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di Kota Bandar Lampung periode April sampai dengan Oktober 2023 yang berjumlah 971 orang. Adapun jumlah sampel yang diambil setelah menggunakan rumus slovin didapatkan 109 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu berada pada usia reproduksi sehat 80 responden (73,4%), berpendidikan rendah 92 responden (84,4%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah tangga 76 responden (69,7%). Sedangkan untuk pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan IMD sebagian besar ibu memilki pengetahuan yang baik 100 responden (91,7%), dan sikap yang positif 99 responden (9,2%) terhadap tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru. Sebagian besar ibu bersalin juga telah me`laksanakan IMD sesuai tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru, yaitu sebanyak 70 responden (64,2%).
Apgar Score and the Amount of Blood of Mother in Labour in Delayed Cord Clamping Period Marlina, Marlina; Trianingsih, Indah; Sari, Adinda Juwita; Rosmadewi, Rosmadewi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 2 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss2.1053

Abstract

A delay in cutting the umbilical cord in infants can increase the Apgar score in infants who experience asphyxia. Besides that, it can prevent postpartum hemorrhage from occurring. Most deaths from postpartum hemorrhage occur during the first 24 hours after delivery. This increase in the Apgar value proves that the longer the delay in the umbilical cord is carried out, even until it doesn't pulsate, the better the baby's body will be, which results in an increase in hemoglobin in the baby's body. The population in this study were all mothers in the 3-4 stage of labor in the city area. Bandar Lampung. The sample is part of the number and characteristics possessed by the population with 120 maternal. It is known the length of time delayed cord Clamping is performed on babies born (<30 seconds) as many as 3 (2.5%) respondents, while umbilical cord clamping is delayed for 30-180 seconds as many as 117 (97.5%) respondents, the Apgar score in newborns in the category of mild asphyxia - not asphyxia as much as 100%, the amount of blood that came out <250 grams was 93 (77.5% ) respondents and the amount of blood that came out 250 grams were 27 (22.5%) respondents. Delayed cord clamping does not increase the incidence of asphyxia and bleeding in laboring mothers, so immediate umbilical cord clamping can be performed by observing the baby's birth condition.
Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Burger & Grill Kalimalang Mansur; Trianingsih, Indah
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i1.2267

Abstract

Burger & Grill merupakan salah satu restoran yang berada di kawasan Kalimalang Jakarta Timur yang menyediakan berbagai macam fasilitas selain tempat makan, diantaranya adalah hot spot area, open area, smoking area, no smoking area, toilet, tempat parkir, dan musik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion) terhadap keputusan pembelian secara parsial dan simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu dengan subjek penelitian pelanggan Burger & Grill Kalimalang. Objek penelitian ini adalah 4 bauran pemasaran. Metode pengumpulan data terdiri dari kuesioner, observasi dan studi pustaka. Tehnik keabsahan data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Pengujian statistik dengan analisis uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas, dan kolmogorov. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda, uji f, uji t, dan uji r2. Hasil dari penelitian secara parsial dengan menggunakan uji t didapat nilai t hitung product sebesar 2,326 dengan signifikansi 0,022, price 6,175 dengan signifikansi 0,000, promotion 2,214 dengan signifikansi 0,029 dan place 2,763 dengan signifikansi 0,007. Berdasarkan hasil t hitung diperoleh nilai t tabel sebesar 1.985, karena t hitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dan hasil penelitian secara simultan dengan uji F menunjukkan nilai f hitung sebesar 14,044 dengan signifikansi 0,000. Berdasarkan tingkat signifikansi 0,05 dan penghitungan rumus maka diperoleh f tabel sebesar 2.467. Karena f hitung > f tabel maka dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel bauran pemasaran yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah price (harga) dengan signifikansi 0,000 dan t hitung sebesar 6,175. Hal ini dikarenakan price (harga) merupakan pertimbangan yang paling diutamakan oleh para konsumen di burger & grill Kalimalang sebelum melakukan keputusan pembelian.
Penyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue Pada Ibu Menyusui Di Desa Binaan ASI Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan Sudarmi, Sudarmi; Aliyanto, Warjidin; Nurlaila, Nurlaila; Trianingsih, Indah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i1.1038

Abstract

Pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun atau lebih termasuk dalam Resolusi World Health Assembly (WHA) No: 55.25 tahun2002 tentang Global Strategy on Infant and Young Child Feeding. Oleh karena itu dengan pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue pada ibu diharapkan dapat meningkatkan kualiatas dan kuantitas ASI yang pada akhirnya mempengaruhi kecukupan gizi pada bayi dan anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pada Ibu Menyususi di Desa Binaan Tangguh ASI untuk dapat memanfaatkan penggunaan tanaman laktagogue dalam menunjang pemberian ASI Ekslusif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan ibu menyusui tentang pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue untuk menunjang pemberian ASI Ekslusif. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan masyarakat mengenai ASI Ekslusif khususnya ibu menyusui dapat meningkat, ibu dapat memanfaatkan tanaman laktagoue disekitarnya untuk menunjang pemberian ASI EKslusif.