Claim Missing Document
Check
Articles

Determination of Resultant Forces for 2D Hyperstatic Frames using Android-Based Frame Design Application and Finite Element Analysis Hasibuan, Samsul A Rahman Sidik; Prayuda, Hakas
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 3 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v3i3.109

Abstract

The slope deflection method assumes all joints are considered rigid, which means the angle does not change under any loads. This ensures that compatibility and deflection are neglected due to shear and axial stress. The numerical determination of forces and deformation in structures through applying the slope deflection method necessitates a relatively extended computational time and demands high-precision results. An effective tool can efficiently and precisely determine internal forces and structural deformations. This study utilizes the Frame Design Application version 5177, initially released on 24 June 2012 and has since been updated as of 2 February 2022, an Android-based application. Utilizing the Frame Design Application facilitates the expeditious and precise determination of internal forces and structural deformations. It is a valuable tool for professionals in civil engineering, mechanical engineering, and architecture, as well as students seeking to build 2D hyperstatic frames through Finite Element Analysis (FEA). The primary objective of this paper is to evaluate the precision of the Frame Design Application to determine its suitability for educational purposes. This paper will also evaluate the precision of the analysis outcomes by manual calculations and the utilization of SAP2000 Software. The provided analysis results exhibit negligible disparities. The Frame Design Application is a highly recommended tool for those in civil engineering, mechanical engineering, architecture and students seeking to design 2D hyperstatic frames through Finite Element Analysis (FEA).
Survai Analisis Sarana dan Prasarana LRT Sumatera Selatan Dalam Menghadapi Covid-19 FADHILA FIRDAUSA; Sri Rezki Artini; Hakas Prayuda
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1741

Abstract

ABSTRACTArticle title in English:The Covid 19 pandemic that has occurred for one year has made all activities experience social restrictions and the application of strict health protocols. Besides that, through this pandemic the community is expected to continue their activities as usual. This of course causes new habits and has a huge impact on the pattern of life today. The spread of covid 19 has made the use of public facilities a major highlight during this pandemic. South Sumatra Light Rail Transit (LRT) is a mode of public transportation in Palembang city. This LRT connects from the Sultan Mahmud Badarudin II airport station in Palembang City to the DJKA station in Banyuasin Regency. This study discusses the analysis of South Sumatra LRT facilities and infrastructure in the face of the Covid 19 pandemic. The methods used are survey and interview methods. The guidelines used refer to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number Hk.01.07 / Menkes / 382/2020 concerning Health Protocols for Communities in Places and Public Facilities in the Context of Prevention and Control of Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). The survey method was carried out in each LRT station, namely 13 stations and within the LRT itself. From the results obtained, it can be concluded that the facilities and infrastructure of the South Sumatra LRT have implemented the proper health protocol and in great shape.Keywords: covid 19; analysis; facilities and infrastructure; LRT, South Sumatera.ABSTRAKPandemi covid 19 yang telah terjadi selama satu tahun membuat seluruh aktivitas mengalami pembatasan sosial dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Disamping itu dalam melalui pandemi ini masyarakat diharapkan tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hal ini tentu menyebabkan kebiasaan baru dan sangat berakibat besar dalam pola kehidupan saat ini. Penyebaran covid 19 membuat penggunaan fasilitas umum menjadi sorotan utama dalam masa pandemi ini. Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan merupakan moda transportasi umum yang ada di perkotaan Palembang. LRT ini menghubungkan dari stasiun bandara Sultan Mahmud Badarudin II yang berada di Kota Palembang ke stasiun DJKA yang berada di Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini membahas mengenai analisis sarana dan prasarana LRT Sumatera Selatan dalam menghadapi pandemi Covid 19. Metode yang digunakan menggunakan metode survey dan wawancara. Pedoman yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat Dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Metode survey dilakukan disetiap stasiun LRT yaitu sebanyak 13 stasiun dan didalam LRT itu sendiri. Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana LRT Sumatera Selatan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dalam kondisi sangat baik.Kata Kunci: covid 19; analisis; sarana prasarana; LRT; Sumatera Selatan
Besar Sudut Potongan Pada Balok Baja Castella Beam Terhadap Optimalisasi Tegangan Lentur Zega, Berkat Cipta; Imaduddin, Muhammad; Prayuda, Hakas
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v1n1.p30-36

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja dalam konstruksi bangunan akhir-akhir ini semakin meningkat. Bahkan baja merupakan material pokok dalam sebuah struktur bangunan. Baja bisa digunakan sebagai balok, kolom, dan konstruksi atap. Dengan semakin banyaknya pengguna baja dalam konstruksi bangunan, maka semakin banyak juga jenis dan bentuk yang ditawarkan oleh pasar. Salah satunya adalah balok yang terbuat dari baja yaitu balok Castella Beam. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui optimalisasi tegangan lentur berdasarkan kuat lenturnya dengan mengubah besar sudut potongannya (Ø). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan besar sudut pemotongan profil pada balok kastela ada indikasi terjadi kerusakan geser pada penampang balok yang berlubang. Jika besar sudut pemotongan profil lebih dari 400, ada indikasi terjadi rusak geser pada penampang balok yang berlubang, akan tetapi pada besar sudut pemotongan profil kurang dari 400 mengalami pergoyangan (buckling) yang paling besar, dan momen, tegangan serta lendutan yang terjadi paling kecil. Ditinjau dari momen, tegangan, lendutan, dan pergoyangan (buckling) maka besar sudut pemotongan profil mulai dari 500 adalah profil yang memenuhi syarat, akan tetapi pada keadaan ini lemah terhadap gaya geser. Kata Kunci      : Castella Beam, tegangan lentur, besar sudut potongan (Ø),gaya geser, momen, tegangan, lendutan, dan pergoyangan (buckling)
Determination of Resultant Forces for 2D Hyperstatic Frames using Android-Based Frame Design Application and Finite Element Analysis Hasibuan, Samsul A Rahman Sidik; Prayuda, Hakas
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 3 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v3i3.109

Abstract

The slope deflection method assumes all joints are considered rigid, which means the angle does not change under any loads. This ensures that compatibility and deflection are neglected due to shear and axial stress. The numerical determination of forces and deformation in structures through applying the slope deflection method necessitates a relatively extended computational time and demands high-precision results. An effective tool can efficiently and precisely determine internal forces and structural deformations. This study utilizes the Frame Design Application version 5177, initially released on 24 June 2012 and has since been updated as of 2 February 2022, an Android-based application. Utilizing the Frame Design Application facilitates the expeditious and precise determination of internal forces and structural deformations. It is a valuable tool for professionals in civil engineering, mechanical engineering, and architecture, as well as students seeking to build 2D hyperstatic frames through Finite Element Analysis (FEA). The primary objective of this paper is to evaluate the precision of the Frame Design Application to determine its suitability for educational purposes. This paper will also evaluate the precision of the analysis outcomes by manual calculations and the utilization of SAP2000 Software. The provided analysis results exhibit negligible disparities. The Frame Design Application is a highly recommended tool for those in civil engineering, mechanical engineering, architecture and students seeking to design 2D hyperstatic frames through Finite Element Analysis (FEA).
Pengaruh Ketidakberaturan Bentuk Bangunan Beton Bertulang Bertingkat Tinggi Terhadap Perilaku Seismik Prayuda, Hakas; Maulana, Taufiq Ilham; Putra, Firhan Mahreza Yunanto; Salsabila, Bella; Saleh, Fadillawaty
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.17

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perilaku bangunan beton bertulang bertingkat tinggi yang memiliki ketidakberaturan bentuk arah vertikal dan horizontal terhadap beban seismik. Ketidakberaturan bentuk bangunan gedung bertingkat tinggi memiliki pengaruh dalam menahan beban gempa. Keterbatasan lahan serta pertimbangan efek eastetik menyebabkan seringkali bangunan bertingkat tinggi didesain tanpa mempertimbangkan ketidakberaturan bentuk. Penelitian ini menggunakan bangunan gedung 12 lantai yang didesain dengan dua tipe ketidakberaturan horizontal yaitu berbentuk T dan U. Masing-masing ketidakberaturan horizontal memiliki 5 variasi ketidakberaturan vertikal, sehingga total variasi pada penelitian ini terdiri dari 10 model. Struktur frame di analisis menggunakan software STERA 3D untuk analisis  non-linier dinamik riwayat waktu. Tiga data gempa digunakan sebagai variasi beban seismik untuk masing-masing model yaitu data riwayat waktu gempa El-Centro, Kobe dan Parkfield. Perilaku seismik bangunan gedung yang diinvestigasi pada penelitian ini terdiri dari gaya geser, deformasi lateral, kekakuan bangunan, hubungan gaya geser dasar dengan deformasi, drift ratio dan percepatan maksimum. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa setiap model memiliki perilaku yang berbeda-beda ketika diberikan beban sesimik dan input kualitas material yang sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bangunan arah horizontal dan vertikal sangat mempengaruhi perilaku sesimik bada bangunan gedung beton bertulang bertingkat tinggi Abstract The purpose of this study is to investigate the seismic behavior of high-rise reinforced concrete buildings with irregular shapes in the vertical and horizontal directions. The irregular shape of high-rise buildings has an effect on their ability to withstand earthquake loads. Due to limited area and aesthetic concerns, high-rise buildings are frequently designed without regard for irregular shapes. This study employs a 12-story structure with two different types of horizontal irregularities, namely T and U-shaped. Each horizontal irregularity has five vertical irregularity variations, for a total of ten models in this study.  The frame structure was analyzed using the non-linear dynamics time history analysis software STERA 3D. Three earthquake data sets were used to generate seismic load variations for each model: the El-Centro, Kobe, and Parkfield earthquakes. The seismic behavior of the building investigated in this study included shear force, lateral deformation, stiffness of the structure, the relationship between base shear force and deformation, drift ratio, and maximum acceleration. The numerical analysis results indicate that each model behaves differently when subjected to the same seismic load and input material quality. Thus, the irregularity of the horizontal and vertical directions has a significant effect on the seismic behavior of high-rise reinforced concrete buildings.    
Probabilitas Tingkat Kerapuhan pada Bangunan Masjid Beton Bertulang Bertingkat Rendah Akibat Beban Seismik Prayuda, Hakas; Maulana, Taufiq Ilham; Fattiha, Desti Lailatul Mufida; Haq, Muhammad Mundzirul; Husna, Renita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 2 (2025)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i2.66061

Abstract

Runtuhnya bangunan merupakan salah satu penyebab yang paling dominan adanya korban jiwa saat terjadi gempa bumi. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kerusakan hingga runtuhnya bangunan selama gempa bumi, perlu dilakukan evaluasi pada bangunan terhadap beban seismik. Dengan evaluasi tersebut tentunya dapat memprediksi tingkat probabilitas terjadinya kerusakan pada bangunan apabila terjadi gempa bumi. Penelitian ini menjelaskan tingkat probabilitas dengan menggunakan kurva kerapuhan untuk mengevaluasi kinerja bangunan masjid. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mengatasi kemungkinan kerusakan bangunan akibat gempa bumi. Selain itu, banyak juga bangunan masjid yang dibangun atas asas gotong royong tanpa menggunakan perhitungan teknik secara detail. Oleh sebab itu, evaluasi pada bangunan masjid sangat perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan aplikasi simulasi numerik STERA 3D dengan menggunakan data gempa riwayat waktu. Terdapat lima jenis data riwayat gempa yang digunakan pada variasi penelitian ini. Selain itu, bentuk ketidakberaturan bangunan juga menjadi salah satu faktor yang diteliti. Dengan dilakukannya analisis pushover, maka diperoleh output kurva kapasitas untuk perhitungan menggunakan metode HAZUS sehingga dihasilkan kurva kerapuhan seismik. Hasil evaluasi menunjukkan dengan variasi data riwayat waktu yang berbeda menghasilkan tingkat probabilitas kerusakan yang berbeda-beda.
Probabilitas Kerusakan Gedung Bertingkat Rendah Akibat Beban Seismik Menggunakan Kurva Kerapuhan Hakas Prayuda; Taufiq Ilham Maulana; Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan; Darda Bari Farizqi; Faiik Ilmi; Renita Husna
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17666

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi karena berada pada zona cincin api dunia, sehingga banyak bangunan, khususnya bangunan bertingkat rendah, rentan mengalami kerusakan saat terjadi gempa bumi. Bangunan masjid sebagai salah satu fasilitas publik yang umum dijumpai juga tidak terlepas dari risiko tersebut, terutama apabila didesain tanpa perencanaan teknis yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu memprediksi tingkat kerusakan bangunan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi probabilitas kerusakan bangunan beton bertulang bertingkat rendah menggunakan metode kurva kerapuhan. Objek penelitian berupa dua tipe bangunan masjid 2 lantai dengan bentuk tidak beraturan. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan aplikasi STERA 3D dengan beban gempa riwayat waktu (time-history) dari beberapa kejadian gempa (Parkfield, Kobe, Chichi, Tabas, dan Chuetsu-oki). Kurva kerapuhan dikembangkan menggunakan metode HAZUS untuk menentukan probabilitas kerusakan pada berbagai tingkat (slight, moderate, extensive, dan complete). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan dan karakteristik gempa sangat mempengaruhi respons seismik dan tingkat kerusakan. Bangunan berbentuk L cenderung memiliki nilai perpindahan dan probabilitas kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan bangunan berbentuk H. Selain itu, sebagian besar kondisi menunjukkan bangunan berada pada fase plastis, kecuali pada gempa Chichi yang masih dalam kondisi elastis. Dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bentuk bangunan meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perencanaan bangunan masjid mempertimbangkan aspek regularitas struktur serta dilakukan evaluasi kinerja berbasis analisis kerapuhan untuk meminimalkan risiko kerusakan di wilayah rawan gempa.
Effect of Staircase Incorporation on Seismic Performance of 6-Story RC Buildings: A Nonlinear Pushover Analysis Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan; Hakas Prayuda; Masdiana; Baskoro Abdi Praja; Annisa Adika Qolby; Muhammad Rizal; Syarbaini Lubis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17723

Abstract

The seismic design of multi-story buildings requires accurate modeling and analysis to ensure structural safety during earthquakes. However, the staircase is often overlooked in traditional structural analyses. Therefore, this study aimed to examine the impact of the staircase on the seismic behavior of a six-story reinforced concrete building using nonlinear pushover analysis. The ETABS Nonlinear v.9.7.4 was used to model and analyze two variants, including one with a staircase and one without a staircase. Both models undergo nonlinear static pushover analysis with lateral loads of 1000 kN applied at each floor in the X and Y directions. Key seismic performance parameters were compared including natural periods, pushover curves, story displacements, drifts, drift ratios, and shears. The results showed that incorporating staircases significantly influences seismic response. The model with the staircase has a shorter natural period (0.71s vs. 0.82s for the first mode), showing increased stiffness. Subsequently, it also shows a higher base shear capacity (5200 kN vs. 4900 kN in the X-direction), suggesting enhanced lateral load resistance. The staircase model experiences reduced story displacements and lower drift ratios, with the maximum drift ratio decreasing from 1.03% to 0.86%. These results highlight the crucial role of staircases in improving seismic performance by increasing stiffness, enhancing lateral load capacity, and controlling displacement. In line with these findings, there is a need to incorporate the staircase in structural modeling to achieve more accurate seismic performance predictions, contributing to safer and more resilient building designs in earthquake-prone regions.
Penilaian Keandalan Bangunan dengan Pendekatan Bangunan Sehat Prayuda, Hakas
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu bangunan ditentukan oleh bagaimana bangunan tersebut dirancang, dibangun, dan dikelola agar mampu mendukung kesehatan, kenyamanan, serta keselamatan penggunanya. Mutu bangunan dapat dijaga melalui pengendalian teknik dengan mengatur ventilasi dan kondisi ruang serta melakukan evaluasi ketahanan struktur agar bangunan tetap berfungsi dengan baik dan memenuhi standar kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan bagunan dalam memenuhi kriteria sebagai bangunan sehat sekaligus mengevaluasi kekuatan strukturnya dalam menghadapi potensi gempa melalui pemeriksaan visual yang sistematis. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan untuk menilai kondisi bangunan sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. 829/Menkes/SK/VII/1999 serta melakukan evaluasi kerentanan bangunan terhadap gempa melalui pemeriksaan visual. Penelitian dilakukan pada beberapa gedung yang berada dilingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Yani, dan Universitas Alma Ata. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa semua gedung memenuhi standar bangunan sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan struktur terhadap gempa dengan visual menunjukkan nilai S = 2,3-3,4 dengan potensi kerentanan yang kecil yaitu sekitar 0,04%-0,50% sehingga gedung secara struktural diniai aman. Secara keseluruhan gedung yang dianalsis memenuhi kriteria bangunan sehat serta memliki tingkat kerentanan terhadap gempa yang rendah sehingga dinilai aman secara struktural untuk mendukung terciptanya fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman.
Evaluasi Perilaku Seismik Akibat Ketidakberaturan Vertikal pada Bangunan Beton Bertulang Bertingkat Tinggi Prayuda, Hakas; Wilasamba, Ogata; Saleh, Fadillawaty; Maulana, Taufiq Ilham; Firdausa, Fadhila
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.41765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perilaku bangunan bertingkat tinggi pada beton bertulang yang memiliki ketidakberaturan vertikal akibat beban seismik. Kekuatan bangunan dalam menahan beban yang bekerja adalah hal yang sangat penting untuk diperhitungkan. Ketidakberaturan bentuk bangunan yang mempengaruhi dari massa bangunan sangat mempengaruhi kekakuan dan kinerja bangunan khususnya ketika terjadi gempa bumi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai efek dari ketidakberaturan vertikal pada bangunan khususnya bangunan bertingkat tinggi. Pada penelitian ini menggunakan bangunan berbentuk S-Shape dengan variasi 5 ketidakberaturan vertikal. Evaluasi yang dilakukan menggunakan analisis numerik melalui aplikasi STERA 3D. Beban gempa yang digunakan berupa data riwayat waktu dari sejarah gempa yang pernah terjadi yaitu beban gempa El-Centro, Kobe dan Parkfield. Perilaku yang ditinjau pada penelitian ini terdiri dari gaya geser, deformasi lateral, kekakuan struktur, perpindahan, hubungan gaya geser dasar dengan displacement, drift ratio, respon percepatan maksimum, kurva kapasitas dan top orbit bangunan. Dari hasil simulasi numerik dapat disimpulkan bahwa dengan setiap model memiki performance yang berbeda-beda meskipun diberikan beban gempa dan material properties yang sama. Dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bangunan arah vertikal sangat mempengaruhi performance seismic bangunan beton bertulang bertingkat tinggi.
Co-Authors Acep Widiyanto Afriandini, Besty Aji, Kartika Restu Al Fajir M Sarita Andi Herius Anita Rahmawati Annisa Adika Qolby Aristyasari, Yunita Furi Arma Rizal Riyandar As'at Pujianto As’at Pujianto, As’at As’at Pujianto Bagus Soebandono Baskoro Abdi Praja Bella Lutfiani Al Zakina Berkat Cipta Zega Cahyati, Martyana Dwi Darda Bari Farizqi Dodi Agusto Wijaya Eri Putra Siswantoro Erlinda, Risky Dwi Fadhila Firdausa Fadhila Firdausa Fadillawaty Prayuda Fadillawaty Saleh Fadillawaty Saleh Fadillawaty Saleh Fadillawaty Saleh Fadillawaty Saleh, Fadillawaty Faiik Ilmi Fattiha, Desti Lailatul Mufida Fauzan, Okta Marzantio Firdausa, Fadhila Fredy Kurniawan Hanif Nursyahid Haq, Muhammad Mundzirul Hasibuan, Samsul A Rahman Sidik Hendy Wijaya Husna, Renita Ibrahim Ibrahim Ikhsan, Muhammad Nur Indra Bagus Kurniawan Istiawan, Istiawan Istiawan, Istiawan Junaidi Abdurazak Lilis Tiyani M Fahrul Hidayat M. Yogi Riyantama Isjoni Martyana Dwi Cahyati Martyana Dwi Cahyati Masdiana Moh. Ervianto Moh. Ervianto, Moh. Monika, Fanny Muhammad Imaduddin Muhammad Nur Ikhsan Muhammad Rizal Muqorrobin, Kholil Nugraha, Yoga Paudel, Satish Pratiwi, Sustika Prayuda, Fadillawaty Pujianto, As'at Pujianto, As'at Purwanto Purwanto Putra, Firhan Mahreza Yunanto Renita Husna restu faizah Saleh, Fadillawaty Salsabila, Bella Samsul A Rahman Sidik Hasibuan Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan Saugani, Muh Sofyan Sinta Rizky Amalia Siti Solihah Soebandono, Bagus Sri Atmaja P. Rosyidi Sri Rezki Artini Suraya Hani Adnan Sustika Pratiwi Syarbaini Lubis Talitha Zhafira Taufiq I. Maulana Taufiq Ilham Maulana Taufiq Ilham Maulana Tengku Anita Raja Hussin Tika Ermita Wulandari Tiyani, Lilis Tri Ananda Putri Wilasamba, Ogata Yanuar Ade Putra Yoga Nugraha