Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Combination of Biofertilizer and Organic Fertilizer to Improve Shallot (Allium ascalonicum L.) Production Widyastuti, R.A. Diana; Hendarto, Kus; Rahmat, Ali; Warganegara, Hayane Adeline; Listiana, Indah; Asmara, Sandi
Journal of Tropical Crop Science Vol. 8 No. 01 (2021): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.8.01.16-21

Abstract

Shallot is one of important horticultural crops in Indonesia; shallot consumption per capita is estimated to be 4.6 kg per year. The objective of this study was to evaluate the effect of combining biofertilizer and organic fertilizer on the production of shallot in Sukabanjar village, Pesawaran, Lampung, Indonesia. The study was set up using a randomized completely block design with two factors, biofertilizers and various organic fertilizers, i.e. cow manure, chicken manure, rice straw compost, oyster mushroom baglog. Our study demonstrated that combining biofertilizer and organic fertilizer significantly increased the number, diameter, and fresh and dry weight of tubers of “Bima Brebes” shallot. Shallots treated with biofertilizer combined with oyster mushroom baglog produced the highest tuber yield of 1788 g compared to 282 g in the control.
Fruit Quality of Guava (Psidium guajava ‘Kristal’) under Different Fruit Bagging Treatments and Altitudes of Growing Location Widyastuti, R.A.D.; Budiarto, Rahmat; Hendarto, Kus; Warganegara, Hayane Adeline; Listiana, Indah; Haryanto, Yoyon; Yanfika, Helvi
Journal of Tropical Crop Science Vol. 9 No. 01 (2022): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.9.01.8-14

Abstract

Fruit quality is an important aspect that requires attention and more study when it comes to commercializing tropical fruits, including guava ‘Kristal’. This study aimed to evaluate the effect of bagging treatment and altitude of growing orchard on fruit quality of guava (Psidium guajava var. ‘Kristal’). This study was conducted at two local orchards managed by small-scale farmers, at Gunung Batu (1000 meters above sea level, m asl) and Brajaselebah (25 m asl), Lampung Province, Indonesia. A nested design was applied to test 5 types of bagging treatments and 2 levels of land altitude. Fruit quality was assessed by measuring both physical and chemical characteristics. Fruit size indicated by fruit weight and diameter was significantly larger in lowland compared to highland. The total soluble solids (TSS) were significantly higher in the lowland compared to the highland, while titratable acid (TA) showed an opposite result. Vitamin C of the fruits varied from140 to 146 mg per 100 g. Different types of fruit bagging and land altitudes did not affect the physical and chemical characteristics of “Kristal” guava fruits. Fruit scar intensity was higher in lowland, especially in fruit without bagging. Fruit bagging is highly recommended for farmers due to the success of this treatment to reduce fruit scar intensity, thus resulting in good fruit quality, irrespective of the growing locations.
PENGARUH APLIKASI Trichoderma sp DAN PUPUK MAJEMUK UNTUK MENEKAN PENYAKIT HAWAR DAUN DAN MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L) Ratih, Suskandini; Hendarto, Kus; Suharjo, Radix; Admaja, Gede Kusuma
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.9853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. dan pupuk majemuk terhadap penyakit hawar daun dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L). Penelitian ini dilaksanakan dilaksanakan di laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah Trichoderma sp. yang terdiri dari 2 level yaitu tanpa Trichoderma sp (T0) dan dengan menggunakan Trichoderma sp. 20 g (T1). Faktor kedua dengan menggunkan pupuk majemuk yang terdiri dari 0 g (T0), 30 g (T1), 60 g (T2), dan 90 g (T3). Variabel yang diamati adalah keterjadian penyakit, keparahan penyakit, panjang tanaman, jumlah bunga betina, jumlah bungan jantan, diameter buah melon, dan bobot buah melon. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan selanjutnya diuji dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian bahwa Trichoderma sp. 20 g dapat menekan keparahan penyakit dan dapat meningkatkan bobot buah melon. Tidak ada interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk terhadap panjang tanaman, keterjadian penyakit, jumlah bunga betina, jumlah bunga jantan dan diameter buah melon. Perlakuan pupuk majemuk 90 g dapat meningkatkan jumlah bunga betina dan meningkatkan bobot buah tanaman melon. Kemudian pada perlakuan pupuk majemuk 30 g dapat meningkatkan bobot buah tanaman melon. Terdapat interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk 0 g yang dapat menekan keparahan penyakit tanaman melon. Kemudian Terdapat interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk 90 g yang mampu meningkatkan bobot buah tanaman melon.