Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

EFEKTIVITAS PROGRAM PELAYANAN SOSIAL PADA ANAK CEREBRAL PALSY OLEH SEKOLAH LUAR BIASA Venty, Franzeska; Wibhawa, Budhi; Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.836 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13124

Abstract

Pemenuhan kebutuhan dasar merupakan tantangan besar bagi anak dengan disabilitas dalam hidupnya. Dalam pemenuhannya, anak dengan disabilitas membutuhkan pelayanan khusus yang dapat mengatasi berbagai keterbatasannya. Begitu pula dengan anak cerebral palsy, yang memiliki keterbatasan pada pengendalian fungsi pergerakkan akibat adanya kerusakan pada fungsi otak dan sistem saraf. Sekolah Luar Biasa yang menyelenggarakan pelayanan sosial, sebagai salah satu usaha kesejahteraan sosial, untuk diberikan pada anak cerebral palsy dalam bentuk kegiatan pertolongan agar mereka mampu mengatasi permasalahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus, agar dalam penelitian ini dapat diperoleh gambaran secara empirik tentang program pelayanan sosial apa saja yang diberikan pada anak cerebral palsy oleh Sekolah Luar Biasa, sehingga hasil penelitian ini dapat mencapai tujuan untuk menggambarkan efektivitas dari program pelayanan sosial yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga program pelayanan sosial, yaitu pendidikan, rehabilitasi, dan keterampilan. Program pendidikan belum efektif, karena keterbatasan sumber daya guru dalam mengajari anak cerebral palsy. Program rehabilitasi sudah efektif, karena terdapat terapis yang professional dalam bidangnya memberikan layanan terapi untuk fungsi gerak anak cerebal palsy. Program keterampilan sudah efektif, karena guru dibantu pengasuh dapat mengajarkan anak untuk beraktivitas dalam hal-hal sederhana yang membantu mereka untuk hidup terampil dan mandiri.
MASALAH SOSIAL DAN WIRAUSAHA SOSIAL Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.407 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13822

Abstract

Memahami masalah sosial sangat penting bagi mereka yang bergerak di bidang social entrepreneurs. Dengan memahami keluasan serta kedalaman masalah, maka kita akan terbantumenemukan peluang-peluang untuk aksi penanganan baik yang sifatnya pencegahan, penyelesaian, atau pengembangan. Penyebab masalah sosial sangatlah kompleks merentang dari dimensi yang terkait dengan pola tingkah laku, pola interaksi, perubahan dan konflik nilai, sampai yang diakibatkan oleh situasi ketidakadilan, pengabaian terhadap hak-hak asasi manusia, serta kerusakan ekologis yang parah.Ditengah berbagai masalah sosial yang semakin kompleks baik dari penyebab maupun akibatnya, diharapakan muncul para wirausahawan sosial yang mampu menyumbangkan ide dan aksi untuk masalah-masalah yang selama ini dianggap tidak terpecahkan. Dibutuhkan rumusan-rumusan model kreatif dalam upaya pemecahan masalah sosial yang sebelumnya hanya didekati dengan cara-cara konvensional yang dicirikan dengan penerapan model-model kuratif, orientasi proyek jangka pendek, pengawasan implementsi yang lemah sehingga penuh ketidakkonsistenan antara tatanan ide dengan implementasi, dan tidak mampu memunculkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa mereka adalah aktor utama perubahan. Sering pula terjadi pihak-pihak yang memiliki otoritas baru melakukan upaya pencegahan atau penanganan masalah setelah terjadi kerusakan yang signifikan.Bagi para wirausahawan sosial, keadaan seperti demikian sebaiknya dilihat sebagai peluang untuk menciptakan model-model jitu diluar pendekatan biasa yang tidak menyelesaikan masalah atau bahkan hanya seolah-olah menyelesaiikan masalah. Saat ini banyak masalah sosial di Indonesia yang perlu menjadi perhatian baik itu yang bersumber dari disfungsi sosial individu, keluarga, atau disfungsi kelembagaan dan organisasi termasuk lembaga-lembaga pelayanan sosial dan publik.
EKSISTENSI PEKERJA SOSIAL DI INDONESIA, MALAYSIA DAN AMERIKA SERIKAT Rahma, Adetya Nuzuliani; Nurwati, Nunung; Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.773 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13080

Abstract

Dengan masyarakat sejahtera di dalam suatu negara, dapat dijadikan indikator negara tersebut maju atau berkembang. Sehingga kesejahteraan sosial menjadi salah satu indikator yang penting dalam pembangunan suatu negara. Berbicara mengenai kesejahteraan sosial, sangat erat kaitannya dengan profesi pekerjaan sosial. Pekerja sosial dengan keterampilan, nilai-nilai, dan metode serta pendekatan yang dimilikinya mampu meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial suatu negara. Dengan demikian keberadaan profesi pekerjaan sosial penting dan berpengaruh terhadap kesejahteraan suatu negara.Dalam tulisan ini, penulis menggambarkan profesi pekerjaan sosial di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat dengan tujuan untuk memberikan informasi, gambaran umum dan pengetahuan mengenai eksistensi pekerja sosial di masing-masing negara. Selain itu, dari informasi-informasi tersebut dapat dijadikan rujukan untuk meningkatkan eksistensi pekerja sosial di Indonesia.
TEORI PEKERJAAN SOSIAL DALAM LINTASAN MODERNISME DAN POSMODERNISME Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.314 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13061

Abstract

Adanya perbedaan sudut pandang dalam memahami teori pada ilmu-ilmu sosial termasukpekerjaan sosial seringkali memunculkan pertanyaan seperti: apa sebenarnya teori itu? Apakahpekerjaan sosial memiliki teori? Apa gunanya teori dalam praktik pekerjaan sosial?Paling tidak dalam skema yang besar, pemahaman teori dapat berakar dari dua pandanganutama yang selama ini mempengaruhi pengetahuan pekerjaan sosial yaitu pemahaman teori yangberasal dari pandangan positivis atau modernis dan teori yang berasal dari pandangan posmodernis.Tentunya dilihat dari perjalanannya, teori dari aliran modernis-positivis adalah yang lebih dahuluberpengaruh, yang kemudian berkembang ke arah posmodernis.Struktur pengetahuan positivisme yang dibangun dari tradisi ilmu alam dianggap kurangmemadai dalam mengungkap kompleksitas gejala sosial atau interaksi dan perilaku manusia.Positivisme tidak sanggup mengungkap aspek-aspek yang tidak kasat mata dari fenomena sosial.Pengetahuan hanya sah bila sudah diuji oleh metode ilmiah. Sementara posmodernisme memberiruang yang lebih terbuka dalam mengungkap aspek-aspek penting dibalik sebuah pengetahuan.Realitas tunggal, universalisme dan generalisasi yang luas ditolak oleh pandangan ini. Pengetahuandianggap bukan gambaran sebenarnya dari realitas.Implikasi pada pekerjaan sosial dari dua pandangan ini diantaranya adalah memperkayaconceptual framework dari pengetahuan pekerjaan sosial serta memberi kesadaran baru akanpentingnya memperhatikan konteks, lokalitas, keragaman, relativitas kebenaran pengetahuan, sertaaspek-aspek penting lain dari kehidupan manusia atau dunia klien yang tidak terungkap olehmetode positivis. Terdapat pula relevansi pandangan posmodernisme dengan pekerjaan sosialsebagai ilmu terapan ketika pemaknaan teori tidak lagi dibatasi hanya sebagai penjelasan ekplanatifsaja.
GANGGUAN DISMORFIK TUBUH PADA REMAJA PEREMPUAN Awalya, Keisya Putri; Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.54558

Abstract

Remaja perempuan, terutama di masa pubertas, rentan terhadap kecemasan terkait penampilannya karena tekanan sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis yang diperkuat oleh media. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur untuk mengumpulkan data terkait gangguan dismorfik tubuh, termasuk faktor risiko, pendekatan terapi yang telah berhasil, dan upaya pencegahan yang diusulkan. Gejala dismorfik tubuh mencakup tindakan verifikasi fisik berulang dan menghindari interaksi sosial. Gangguan ini dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri, mengganggu perkembangan, sehingga secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan dismorfik tubuh pada remaja perempuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan fisik signifikan selama remaja. Mereka juga rentan berperilaku destruktif, seperti menggunakan obat-obatan atau alkohol, sebagai cara mengatasi stres dan ketidakpuasan. Gangguan ini dapat ditangani dengan terapi non-farmakologis, terutama Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini dapat dilengkapi dengan terapi farmakologis untuk mengurangi gejala gangguan dan mencegah komplikasi. Penyuluhan dan pendidikan tentang citra tubuh yang realistis serta kesehatan mental diperlukan di sekolah, termasuk melalui kampanye di media sosial. Kelompok dukungan sebaya, orang tua, dan pengajar dapat menjadi sumber dukungan penting dalam mencegah dan mengatasi gangguan ini.   Adolescent girls, especially during puberty, are vulnerable to anxiety related to their appearance due to social pressure and unrealistic beauty standards reinforced by the media. This study employs a literature review approach to gather data related to body dysmorphic disorder, including risk factors, successful therapeutic approaches, and proposed prevention efforts. Symptoms of body dysmorphic disorder include repetitive physical verification actions and avoidance of social interactions. This disorder can lead to depression, anxiety, and low self-esteem, impeding development and overall reducing the quality of life. The study's findings indicate that body dysmorphic disorder in adolescent girls is influenced by several factors, including significant physical changes during adolescence. They are also prone to destructive behaviors, such as using drugs or alcohol, as a way to cope with stress and dissatisfaction. This disorder can be treated with non-pharmacological therapy, particularly Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). This therapy can be supplemented with pharmacological treatment to reduce BDD symptoms and prevent complications. Counseling and education about realistic body image and mental health are needed in schools, including through social media campaigns. Peer support groups, parents, and educators can be important sources of support in preventing and addressing this disorder.
FAMILY SUPPORT GROUP SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN KELUARGA BAGI PENYALAHGUNA NARKOBA Ramadhan, Dhiya Nabilah; Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.52462

Abstract

Kecanduan narkoba yang dialami oleh anggota keluarga berdampak signifikan terhadap fungsi dan peran keluarga. Kurangnya pemahaman keluarga seringkali menghambat pemulihan bagi penyalahguna narkoba sehingga memicu tindakan yang kurang mendukung. Masalah yang dialami akan berdampak pada aspek-aspek kehidupan di dalam keluarga, tidak hanya bagi penyalahguna namun juga pada anggota keluarga yang lain. Family support group dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi kondisi stress yang disebabkan oleh permasalahan penyalahgunaan narkoba yang menimpa anggota keluarganya. Penggunaan family support group melibatkan keluarga dalam proses pemulihan penyalahguna narkoba yang secara langsung berperan untuk memberikan dukungan emosional, instrumental, saran, dan penghargaan kepada penyalahguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran keluarga dalam mendukung penyalahguna narkoba melalui kegiatan family support group serta memahami bentuk dukungan yang efektif dalam memfasilitasi proses pemulihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber literatur mengenai bentuk dukungan keluarga bagi penyalahguna narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran penting dan perlu berkomitmen dalam memberikan dukungan selama proses rehabilitasi dan pasca rehabilitasi untuk membantu penyalahguna narkoba kembali ke masyarakat. Dengan memahami peran keluarga dalam proses pemulihan, penelitian ini menekankan pentingnya family support group sebagai bentuk dukungan keluarga dalam mengatasi masalah akibat penyalahgunaan narkoba. Drug addiction experienced by family members significantly impacts the function and roles within the family. The lack of understanding among family members often hinders the recovery of drug abusers, leading to unsupportive actions. This issue affects various aspects of family life, not only for the drug abuser but also for other family members. Family support groups can be an alternative solution to address the stress caused by the problem of drug abuse affecting family members. The use of family support groups involves the family in the recovery process of drug abusers, directly providing emotional, instrumental, advisory, and appreciative support to the abuser. This study aims to identify and analyze the role of the family in supporting drug abusers through family support group activities and to understand the effective forms of support in facilitating the recovery process. The research employs a qualitative approach, gathering data from literature sources on the types of family support for drug abusers. The findings show that the family plays a crucial role and needs to be committed to providing support during and after rehabilitation to help drug abusers reintegrate into society. By understanding the family's role in the recovery process, this study emphasizes the importance of family support groups as a form of family support in addressing the issues caused by drug abuse.
INTERVENSI PEKERJA SOSIAL PADA SUBJEK YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP Beladiena, Arsy Nafisa; Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i1.59807

Abstract

Toxic relationship merujuk pada hubungan yang merugikan secara emosional, fisik, atau psikologis bagi salah satu atau kedua pihak yang terlibat. Ciri-ciri utama dari hubungan ini termasuk manipulasi, kontrol berlebihan, kekerasan verbal, pengabaian, serta pola-pola destruktif lainnya yang membuat salah satu individu merasa tertekan, tidak dihargai, atau bahkan takut. Toxic relationship dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan masalah emosional lainnya, terutama jika melibatkan kekerasan fisik atau psikologis. Peneitian ini merupakan penelitian tindakan dengan intervensi menggunakan modifikasi kognitif, teknik grounding, dan motivational interview pada subjek yang mengalami kecemasan akibat toxic relationship. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara terhadap subjek. Penelitian menunjukkan bahwa metode dan teknik intervensi yang diterapkan dapat membantu subjek mengidentifikasi dan mengubah pola pikir distortif dan dapat menggunakan keterampilan coping yang lebih baik. Psikoedukasi juga diberikan untuk membantu subjek memahami hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku.  
Stres Pengasuhan dan Risiko Perlakuan Salah pada Anak dalam Keluarga Rentan: Tinjauan Literatur Berbasis Family Stress Theory Sari, Dian Puspita; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.66637

Abstract

Kasus perlakuan salah terhadap anak masih menjadi persoalan sosial mengkhawatirkan, khususnya pada keluarga rentan yang menghadapi berbagai tekanan dan keterbatasan. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur mengenai keterkaitan stres pengasuhan dalam keluarga dengan risiko perlakuan salah terhadap anak dalam kerangka Family Stress Theory (stressor: A, resources:B, perception:C, outcome:X). Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap publikasi tahun 2016–2025 dari basis data Scopus dan EBSCO, yang menghasilkan sembilan artikel terpilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres pengasuhan berperan sebagai mediator penting antara berbagai tekanan sosial ekonomi dan risiko perlakuan salah pada anak. Hubungan ini bersifat dua arah, di mana kekerasan terhadap anak juga dapat memperburuk stres pengasuhan dan menciptakan siklus berulang yang sulit diputus. Penelitian ini merekomendasikan intervensi multilevel yang menyasar berbagai jalur perubahan, mulai dari pengurangan sumber tekanan, penguatan sumber daya serta pembentukan cara pandang keluarga yang lebih adaptif untuk mencegah risiko perlakuan salah pada anak dalam keluarga rentan.