Putriana Rachmawati
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Dion Notario; Erna Wulandari; Putriana Rachmawati; Evadia Nathalie; Adelia Siddharta; Angeline Jowi; Lim Siu Ling; Richanda Surya Dharmalau; Asiya Maryam Sandoval; Rovita Nia Matondang; Theresia Shekinah Sadia; Ziva Euginia Tanjaya
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Edukasi Pencegahan Stunting dengan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) Lusy Noviani; Catleya Febrinella; Putriana Rachmawati
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7080

Abstract

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat menyelenggarakan penyuluhan daring mengenai pencegahan stunting dan penggunaan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan mengadopsi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar). Proses edukasi dievaluasi melalui kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap pencegahan stunting dan penggunaan PKMK. Seluruh responden (100%) memahami bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan, dan 100% mengetahui bahwa anak stunting memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Namun, 36,4% responden masih keliru terkait penyebab utama stunting. Pemahaman terhadap PKMK hanya 64,5% bahwa produk tersebut memerlukan resep dokter. Sebanyak 98,4% memahami prinsip DAGUSIBU, tetapi 14,9% masih beranggapan bahwa PKMK kedaluwarsa dapat dikonsumsi bila tidak berubah warna atau bau. Hasil evaluasi menunjukan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dasar stunting dan peran apoteker, namun masih terdapat miskonsepsi mengenai penyebab stunting dan regulasi penggunaan PKMK.
Hand Hygiene and Soap-Making Workshop at SMA Ricci 1, Jakarta Sherly Tandi Arrang; Yohanes Eko Adi Prasetyanto; Regina Carissa; Angela Lovefrensia Lim; Charlie Angelia; Anna Lithania Kilmas; Gladys Monica Lehman; Natasha Lie; Bintang Salsa Billah Arthani; Agnes Melody; Verent Halim; Vanessa Gracia Santoso; Revista Noveria; Clarissa Tifani Harumi Pasaribu; Putriana Rachmawati
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 2 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i2.9749

Abstract

Contaminated hands are a major route for the transmission of microorganisms and contribute to the spread of infectious diseases, particularly in school environments where close interpersonal contact facilitates transmission. Although awareness of hand hygiene is generally adequate, adolescents' consistent handwashing practices remain suboptimal. Because adolescence is a critical period for establishing lifelong health behaviors, school-based interventions provide an important opportunity to improve hand hygiene knowledge, awareness, and behavioral intention, thereby promoting sustained healthy practices and reducing the risk of communicable diseases. This program aimed to improve students’ knowledge of hand hygiene and to provide practical skills through a soap-making workshop at SMA Ricci 1 in Jakarta. The methods included health education via interactive lectures, pre- and post-tests, and a hands-on workshop, with 141 and 71 students attending the educational session and the workshop, respectively. The results showed an increase in the mean knowledge score from 75.25 to 85.60, with 55.32% to 88.65% of students in the “good” knowledge category. Additionally, over 90% of the participants gave high ratings for the workshop’s clarity, usefulness, and relevance. The program effectively improved students’ knowledge and awareness of hand hygiene while providing practical experience to support healthy hygiene behavior.