Putriana Rachmawati
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUKASI TERKAIT KEAMANAN KOSMETIK KEPADA MASYARAKAT Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4308

Abstract

Pengunaan kosmetik Indonesia mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Peningkatan pengunaan kosmetik ini harus diikuti dengan perlindungan konsumen. Pemerintah melakukan perlindungan konsumen dengan dua tahapan, yaitu kontrol sebelum produk dipasarkan (pre market control) dengan mewajibkan pelaku usaha melakukan proses pendaftaran atau dikenal dengan proses notifikasi kosmetik. Selain itu, kontrol juga dilakukan setelah produk tersebut dipasarkan (post market control) melalui inspeksi secara berkala ke tempat produksi dan distribusi, melakukan pengambilan sampel,pengawasan dan pemberian edukasi bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk melakukan seleksi kosmetik yang aman dengan 5 cara, yaitu: memastikan kosmetik memiliki identitas sesuai regulasi, memastikan produk terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memastikan tidak ada kandungan berbahaya pada kosmetik, menghindari kosmetik yang memberikan klaim berlebihan, memastikan ada label halal bagi konsumen muslim. Proses edukasi dilakukan melalui pemasangan poster dan memanfaatkan media sosial (WhatsApp dan Instagram) untuk jangkauan yang lebih luas. Hasil edukasi dievaluasi dan menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kandungan kosmetik (4%) dan pengecekan pada website BPOM (93%).
Edukasi Terkait Bahaya Penggunaan Gawai yang Kurang Tepat di SMTK Bethel Jakarta Rachmawati, Putriana; Yohana; Elda, Yolanda; Tirta, Yovita Aurelia; Caroline, Vanessa
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.4451

Abstract

Pada tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-3 di Asia dengan penggunaan internet tertinggi. Sebanyak 65% usia sekolah di Indonesia telah menggunakan gawai. Berdasarkan lokasi, Pulau Jawa menempati proporsi tertinggi untuk penggunaan gawai. Penggunaan gawai tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk pelajar. Gawai memiliki dampak yang baik bagi proses pembelajaran, namun ketika dilakukan secara tidak tepat dan tanpa pengawasan, resiko terhadap kesehatan fisik dan mental dapat terjadi. Untuk itu, dibutuhkan proses edukasi penggunaan gawai yang tepat guna menurunkan resiko tersebut. Edukasi dilakukan di SMTK Bethel Jakarta dengan target siswa kelas X, XII dan XII. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, video dan banner. Proses evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pemahaman peserta sebanyak 3% berdasarkan nilai rata-rata. Sebaran data nilai peserta bergeser kearah positif. Target peserta edukasi memenuhi kriteria dimana 98% target tepenuhi. Evaluasi kegiatan secara keseluruhan menunjukan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dari seluruh peserta baik dari segi kesesuaian dengan harapan (78%), topik yang menarik (76%), topik sesuai kebutuhan (83%), pelayanan tim pengabdian (83%) dan proses menanggapi keluhan atau pertanyaan oleh tim pengabdi (74%). Kegiatan disebarluaskan melalui live streaming youtube SMTK Bethel Jakarta dan instagram FKIK UAJ agar menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pengenalan Program Studi Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Melalui Edukasi Pembuatan Masker Peel Off Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i2.5494

Abstract

Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ) menyelenggarakan edukasi pembuatan masker peel off sebagai strategi promosi dan edukasi. Pembuatan masker dipilih karena menggambarkan prodi Farmasi. Formulasi dan manufakturing juga merupakan capaian yang harus dimiliki lulusan farmasi. Saat ini kosmetik banyak diminati remaja muda, dan merupakan salah satu industri yang banyak membutuhkan keahlian farmasis. Edukasi pembuatan masker diberikan kepada siswa SMA Karangturi Semarang yang dilakukan di laboratorium FKIK UAJ. Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui google form. Kegiatan diikuti 77 peserta. Hasil kuisioner menunjukan 79% peserta menyatakan topik yang dibawakan menarik dan 72,6% menyatakan topik yang dibawakan sesuai kebutuhan. Sebanyak 95% peserta puas dengan Fasilitas atau Laboratorium FKIK UAJ. Sebanyak 85,5% peserta menyatakan pelayanan pendampingan baik, 74,2% peserta menyatakan mendapatkan pelayanan baik dan 79% peserta menyatakan setiap pertanyaan atau keluhan yang diajukan ditanggapi dengan baik. Hal ini menujukan kesiapan panitia yang baik. Sebanyak 71% menyatakan kegiatan yang dilakukan berlangsung sesuai harapan. Sebanyak 75% peserta menyatakan kesediaannya menjadi peserta apabila Prodi Farmasi FKIK UAJ kembali mengadakan kegiatan dan 85% peserta ingin kembali mengunjungi kampus UAJ. Kegiatan ini berdampak baik bagi pengenalan kampus FKIK UAJ dan meningkatkan ketertarikan peserta terhadap FKIK UAJ, termasuk Program Studi Farmasi.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Keselamatan Listrik demi Kesehatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Yulius Evan Christian; Hamdan Mustopa; Dini Permata Sari; Putriana Rachmawati; Sharon Susanto
Pharmacy Action Journal Vol 5, No 2 (2026): 2026
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v5i2.8972

Abstract

Leakage of electrical current is one of the leading causes of electrical accidents and household fires, particularly due to unsafe installations. Low awareness of this hazard, along with limited understanding of safety devices such as Earth Leakage Circuit Breakers (ELCB), prompted the implementation of a community service program in RW 04, Kalibaru Subdistrict, North Jakarta. Educational outreach, interactive discussions, and simulations of ELCB installation using a participatory educational approach were conducted through pre- and post-tests involving 34 participants. The results showed an increase in the average score from 40.30% in the pretest to 100% in the post-test. All indicators showed improvement, particularly in terms of understanding the PUIL, ELCB functions, emergency response to electric shock, and the importance of certified technicians. Statistical analysis revealed a significance value of p < 0.05, indicating a significant difference before and after the program. This activity has proven empirically effective in increasing community literacy on electrical safety and is recommended for replication in other areas with similar conditions.
Optimization of red algae (Kappaphycus alvarezii) lozenges: formulation design and antioxidant evaluation Putriana Rachmawati; Brian Tinanto; Mathias Lourdion Kusnaman; Pretty Falena Atmanda Kambira
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 24 No. 1 (2026): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v24i1.2027

Abstract

Red algae (Kappaphycus alvarezii) are a marine resource containing bioactive compounds, such as flavonoids and carotenoids, with potential antioxidant properties. This study aimed to develop lozenge formulations of red algae powder using direct compression, optimize the excipient composition, and evaluate the physicochemical properties and antioxidant activity. Red algae powder was characterized microscopically and by LC–MS, confirming the presence of quercetin, rutin, kaempferol, and astaxanthin in the powder. Five lozenge formulations (F1–F5) were prepared using varying concentrations of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) and starch. In-process evaluation included flow rate, angle of repose, loss on drying, and particle size distribution, while post-compression testing covered organoleptic properties, weight variation, hardness, friability, surface abrasion, and disintegration time. Antioxidant activity was determined using the DPPH radical scavenging assay, with quercetin as the standard. All formulations met the pharmacopeia standards, with hardness ranging from 74.3–111.1 N, friability 0.61–0.98%, and disintegration times 6.61–15.88 min. Optimization using a Simplex Lattice Design identified Formula 3 (3.5% HPMC and 10.5% starch) as the most desirable composition. The red algae powder and lozenge exhibited weak antioxidant activity, with IC₅₀ values of 5,969 ppm and 6,854 ppm, respectively. These findings demonstrate that lozenges containing red algae powder can be successfully produced with acceptable physical properties; however, improvement of raw material standardization or enrichment is required to enhance antioxidant efficacy.
Literature Review: Treatment Management of Latent Tuberculosis Infection and Novel Drug Delivery Systems Putriana Rachmawati; Lusy Noviani
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i2.4206

Abstract

Pendahuluan: Infeksi tuberkulosis (TB) dapat menetap tanpa manifestasi klinis dan berkembang menjadi TB, terutama pada individu berisiko tinggi. Terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) merupakan komponen penting dalam pengendalian TB. Sistem penghantaran obat melalui paru-paru dan bertarget pada makrofag dikembangkan untuk meningkatkan paparan obat intraseluler serta berpotensi mengurangi toksisitas sistemik. Metode: Tinjauan pustaka naratif terstruktur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi “tuberculosis infection”, “latent tuberculosis infection”, “LTBI”, “tuberculosis preventive treatment”, “drug delivery system”, “nanoparticle”, “nanostructured lipid carrier”, “solid lipid nanoparticle”, “liposome”, “microsphere”, “proliposome”, “pulmonary delivery”, “inhalation”, “alveolar macrophage targeting”, dan “mannose”. Bukti terkini diprioritaskan, sedangkan penelitian lama yang bersifat seminal tetap disertakan apabila relevan secara langsung dengan desain pembawa dan penargetan makrofag. Hasil: Pedoman World Health Organization tahun 2024 merekomendasikan kaskade TPT yang meliputi identifikasi kelompok berisiko tinggi, penyingkiran penyakit TB, pemeriksaan infeksi TB sesuai indikasi, pemilihan regimen secara individual, pemantauan efek samping, dan dukungan kepatuhan. Sistem penghantaran yang diteliti mencakup nanostructured lipid carrier, liposom, mikrosfer, nanopartikel lipid padat, dan proliposom. Formulasi rifampisin atau isoniazid, terutama yang difungsionalisasi dengan ligan terkait manosa, umumnya meningkatkan pengambilan oleh makrofag atau memperpanjang paparan obat lokal pada penelitian formulasi, in vitro, ex vivo, atau hewan. Bukti masih heterogen dan terutama bersifat praklinis. Simpulan: Sistem penghantaran obat melalui paru-paru dan bertarget pada makrofag menunjukkan potensi praklinis untuk meningkatkan penghantaran intraseluler obat antituberkulosis. Namun, efektivitas klinis, keamanan inhalasi, reproduksibilitas, dan kemampuannya untuk mempersingkat TPT belum dapat dipastikan. Penelitian farmakokinetik, toksikologi, dan uji klinis masih diperlukan sebelum penerapan secara rutin.
Integrating Sustainability into Cosmetic Manufacturing and Consumption: Challenges and Innovations Putriana Rachmawati; Sharon Susanto; Yulius Evan Christian
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7353

Abstract

The global cosmetic industry continues to grow rapidly, with revenues projected to exceed USD 800 billion by 2030. However, the use of synthetic ingredients, plastic packaging, and energy- and water-intensive production processes has led to environmental impacts. This study examines the environmental impacts of the cosmetic industry through four key aspects: cosmetic ingredients, packaging, manufacturing processes, and consumer behavior. A literature review of publications from 2000 to 2025 obtained from major scientific databases was used. The results show that ingredients such as parabens, triclosan, and 1,4-dioxane contribute to pollution and environmental toxicity, while plastic packaging remains the main source of MPF. Sustainable alternatives, such as sugarcane straw extract, olive oil, whey protein isolate, and PLA-, cellulose-, and chitosan-based packaging materials, show strong potential to reduce environmental impact. Meanwhile, the adoption of renewable energy, waterloo systems, and recycling technologies in factories improves efficiency and reduces carbon emissions. Changes in consumer behavior, particularly among Generation Z, who are highly concerned about sustainability, also encourage producers to act more socially and environmentally responsibly. This study emphasizes the importance of implementing sustainable cosmetic practices to maintain a balance between industrial growth and environmental preservation.  
Improving Cosmetic Safety Awareness Through an Educational Program and Hands-On Workshop on a Pomegranate-Based Peel-Off Mask for Adolescents Putriana Rachmawati; Lusy Noviani; Sharon Susanto; Yulius Evan Christian; Madeleine Rose Karjono; Sherly Nataya; Hellery Yovanti Joseph; Revista Noveria
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.9365

Abstract

Adolescents are increasingly exposed to cosmetic products and marketing claims, yet their awareness of cosmetic safety remains limited. Interactive educational approaches that combine theoretical knowledge with practical experience are still rarely implemented. This study aimed to evaluate the effectiveness of an interactive educational intervention in improving adolescents’ knowledge of cosmetic safety and the appropriate use of skincare ingredients. A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted on December 3, 2025, involving n = 61 high school students. The intervention integrated BPOM-based education with a hands-on workshop on peel-off mask formulation. Knowledge was assessed using a 10-item questionnaire, which was pilot-tested for clarity and relevance. Data were analyzed using a paired t-test (p < 0.05). The mean knowledge score increased from 72.71±16.72 to 84.67±10.45, with a statistically significant difference (p = 0.002) and a large effect size (Cohen’s d = 1.36). The distribution of scores shifted toward higher categories, indicating improved understanding. Participants also reported high levels of satisfaction with the program. The intervention effectively improved adolescents’ knowledge of cosmetic safety. The novelty lies in integrating regulatory education with hands-on formulation activities as an interactive learning model. However, the absence of a control group and the single-setting design limit generalizability.
Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Dion Notario; Erna Wulandari; Putriana Rachmawati; Evadia Nathalie; Adelia Siddharta; Angeline Jowi; Lim Siu Ling; Richanda Surya Dharmalau; Asiya Maryam Sandoval; Rovita Nia Matondang; Theresia Shekinah Sadia; Ziva Euginia Tanjaya
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Edukasi Pencegahan Stunting dengan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) Lusy Noviani; Catleya Febrinella; Putriana Rachmawati
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7080

Abstract

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat menyelenggarakan penyuluhan daring mengenai pencegahan stunting dan penggunaan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan mengadopsi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar). Proses edukasi dievaluasi melalui kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap pencegahan stunting dan penggunaan PKMK. Seluruh responden (100%) memahami bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan, dan 100% mengetahui bahwa anak stunting memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Namun, 36,4% responden masih keliru terkait penyebab utama stunting. Pemahaman terhadap PKMK hanya 64,5% bahwa produk tersebut memerlukan resep dokter. Sebanyak 98,4% memahami prinsip DAGUSIBU, tetapi 14,9% masih beranggapan bahwa PKMK kedaluwarsa dapat dikonsumsi bila tidak berubah warna atau bau. Hasil evaluasi menunjukan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dasar stunting dan peran apoteker, namun masih terdapat miskonsepsi mengenai penyebab stunting dan regulasi penggunaan PKMK.