Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Persepsi Pedagang Ikan Skala Mikro Terhadap Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan Suprapti, Yuyun
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 23 No. 2 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v23i2.4972

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan Salah satu jenis pelabuhan tersebut yang terletak di Jawa Timur yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang terletak di Brondong Lamongan merupakan salah satu pelabuhan perikanan besar yang ada di Indonesia. PPN Brondong ini termasuk jenis pelabuhan tingkat ll dari jenis pelabuhan perikanan yang ada.Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pedagang ikan skala mikro terhadap sarana dan prasarana Gedung Pelabuhan Pemasaran dan Distribusi Ikan, serta untuk mengetahui pemanfaatan sarana dan prasarana Gedung Pelabuhan Pemasaran dan Distribusi Ikan. Penelitian ini dilaksanakan di PPN Brondong 06 Juni - 04 juli 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan cara purposive sampling, yaitu pedagang ikan skala mikro sebagai responden dengan pengambilan 40 responden secara sengaja dengan metode kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tanggapan pedagang ikan skala mikro terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana Gedung Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan di PPN Brondong sudah baik.berdasarkan presentase responden yang didapat bahwa pemanfaatan sarana dan prasarana Gedung PPDI baik dan terjaga kondisinya, baik kebersihan maupun kelayakannya dikarenakan adanya upaya peningakatan pada sarana dan prasarana Gegung PPDI ditunjukkan dengan prsentase jawaban pada variabel X1 SS sebanyak rata-rata 53% ,S sebanyak 33% dan Ragu-Ragu (RR) rata-rata 13,5 % dan tidak setuju(TS) 0,5%,variabel X2 SS sebanyak 67% rata-rata,S 27,5% rata-rata,Ragu-Ragu (RR) 2,5% dan tidak setuju (TS) sebanyak 3% dan variabel Y  SS sebanyak 63% rata-rata,S 34,5% rata-rata,RR 0,5% dan TS 2%. 
Peran Istri Nelayan Sebagai Buruh Penjemur Ikan untuk Menambah Penghasilan Keluarga di Desa Labuhan Kecamatan Brondong Lamongan Citra Dayyana Putery, Eine; Suprapti, Yuyun
MIYANG Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Miyang Edisi November 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v4i2.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar kontribusi istri nelayan sebagai buruh penjemur ikan asin untuk menambah penghasilan keluarga di pesisir Brondong. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri nelayan di pesisir Brondong yang bekerja sebagai buruh penjemur ikan disebabkan oleh faktor internal, yakni pendapatan suami yang tidak menentu sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari yang cukup banyak. Pekerjaan ini dapat dijadikan sumber peluang pekerjaan dan sumber penghasilan yang stabil bagi istri nelayan dan keluarganya. Hal ini dianggap sebagai bentuk kontribusi perempuan atau istri nelayan dalam mata pencaharian keluarga.
PEMANFAATAN LIMBAH NANAS SEBAGAI CRUDE ENZIM BROMELIN PADA PEMBUATAN KECAP DARI ISI PERUT IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GARAM Rahmaningsih, Sri; Jumiati; Yuyun Suprapti
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 24 No. 1 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v24i1.5603

Abstract

Usaha pembuatan kecap ikan masih belum dilakukan sebagai usaha industri seperti kecap manis dari kedelai, hanya menggunakan metode tradisional dengan penambahan garam dan bersifat usaha rumah tangga. Kecap ikan yang baik memiliki kandungan protein 6%, lemak 1%, karbohidrat 9%, dan kadar air 63%. Pembuatan kecap ikan membutuhkan waktu fermentasi yang lama yaitu 6 sampai 24 bulan. Waktu yang lama dalam pembuatan kecap dirasakan kurang efektif untuk suatu usaha, sehingga dilakukan upaya untuk mengurangi waktu fermentasi, yaitu dengan penggunaan enzim, dari buah nanas sebagai sumber enzim bromelin. Bonggol dan kulit nanas umumnya dibuang, demikian juga dengan isi perut ikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu kecap ikan dari isi perut ikan tongkol dengan penggunaan limbah nanas dan variasi penambahan garam. Parameter mutu berupa lemak, karbohidrat, air, abu, dan Total Plate Count (TPC). Metode experimental, Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor yaitu komposisi sari nanas sebagai crude enzim bromelin (B) sebesar 10% (B1), 15% (B2), 20% (B3) dan komposisi garam (G) sebesar 10% (G1), 15% (G2), 20% (G3). Analisa data dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan menggunakan uji F. Hasil analisa menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0.01). Hasil terbaik untuk lemak, dan TPC pada perlakuan B3G3 sebesar 1.76%, dan 1.58 x 102 koloni/gr. Karbohidrat, air, abu yang terbaik pada perlakuan B1G1 sebesar 6.7%, 65.48%, 20.86%.
Diversifikasi Buah Sukun Melalui Pelatihan Pembuatan Brownies di Desa Maindu Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Jawa Timur Jumiati; Suprapti, Yuyun; Rahmaningsih, Sri
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i1.4487

Abstract

Buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan masyarakat khususnya di pedesaan. Desa Maindu Kecamatan Montong Kabupaten Tuban terletak pada lahan perbukitan dan banyak terdapat tanaman sukun, namun pemanfaatannya hanya sebatas olahan sederhana yaitu dengan digoreng atau dikukus untuk makanan ringan. Kesadaran masyarakat dalam mengolah sukun yang belum maksimal menjadikan buah sukun mempunyai nilai jual yang sangat rendah. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan brownies dari buah sukun pada kelompok PKK Desa Maindu Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan yaitu dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para perempuan bahwa pengolahan buah sukun dapat dilakukan secara optimal yaitu dengan pembuatan olahan yang kekinian yang disukai semua usia, seperti brownies sukun. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para perempuan anggota PKK Desa Maindu sebagai upaya pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesejahteraan. Tahapan pelaksanaan pengabdian berupa survey lokasi, berkoordinasi dengan pengurus PKK, pengajuan surat permohonan ijin pengabdian kepada kepala desa, persiapan peralatan dan bahan, pelatihan pembuatan brownies. Hasil kegiatan pelatihan yaitu pemahaman pengetahuan tentang potensi tanaman sukun yang dapat bermanfaat selain untuk bahan pangan juga untuk kesehatan. Keterampilan mengenai pembuatan brownies dari buah sukun. Diversifikasi hasil pertanian menjadi produk olahan yang bervariasi dapat menambah nilai jual dan menjadi peluang usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.
Pelatihan Cipta Produk Unggulan Desa melalui Pembuatan Abon Ikan Bandeng di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Suprapti, Yuyun; Jumiati, Jumiati; Prayogo, Luhur Moekti; Purwanti, Dewi
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.7414

Abstract

Ikan bandeng memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan. Pemerintah Desa Pliwetan, melalui ibu-ibu PKK, mengembangkan diversifikasi produk berupa abon ikan bandeng. Namun, pandemi menghadirkan tantangan baru, seperti meningkatnya permintaan yang dihadapkan pada proses produksi dan pelabelan yang masih sederhana, sehingga memerlukan waktu lebih lama. Tim PKM Unirow Tuban memberikan solusi melalui metode pengolahan modern, yang meliputi koordinasi, pengadaan alat, dan pendampingan introduksi alat. Tahapan pengabdian dimulai dengan koordinasi bersama mitra untuk menentukan alat dan bahan vital dalam produksi. Selanjutnya, dilakukan pengadaan alat berupa mesin pengaduk abon dan mesin print code. Pengenalan teknologi ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk. Hasilnya, penggunaan mesin pengaduk abon mampu memangkas waktu produksi hingga setengahnya. Sementara itu, mesin print code menggantikan metode pelabelan manual dengan hasil yang lebih rapi dan mudah dibaca, menghilangkan kesan tempelan kertas pada kemasan. Kesimpulannya, pelatihan dan penggunaan teknologi modern ini memberikan dampak positif bagi ibu-ibu PKK Desa Pliwetan. Mereka kini dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menyebarkan pengetahuan kepada pelaku usaha mikro lainnya di desa. Dengan demikian, nilai ekonomi ikan bandeng sebagai komoditas lokal Desa Pliwetan turut meningkat, sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis sumber daya lokal.   Milkfish has high economic value and is often utilized as raw material for processed products. The Pliwetan Village Government, through PKK women, developed product diversification in the form of shredded milkfish. However, the pandemic presents new challenges, such as increased demand faced with a simple production and labeling process, which requires more time. The PKM Unirow Tuban team provides solutions through modern processing methods, which include coordination, procurement of tools, and assistance with tool introduction. The service phase begins with coordination with partners to determine vital tools and materials in production. Furthermore, the procurement of tools in the form of shredded stirring machines and print code machines was carried out. The introduction of this technology aims to improve the efficiency of the production process and product quality. As a result, the use of shredded stirring machines can cut production time by half. Meanwhile, the print code machine replaces the manual labeling method with neater and easier-to-read results, eliminating the impression of paper paste on the packaging. In conclusion, the training and use of modern technology has had a positive impact on the women of Pliwetan Village PKK. They can now improve production efficiency and spread the knowledge to other micro-enterprises in the village. Thus, the economic value of milkfish as a local commodity in Pliwetan Village has also increased, while strengthening the village economy through the development of superior products based on local resources.
PERBEDAAN KUALITAS PETIS YANG DIBUAT MENGGUNAKAN AIR REBUSAN DAN KALDU RAJUNGAN Jumiati, Jumiati; Suprapti, Yuyun
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.5923

Abstract

Air rebusan rajungan (Portunus pelagicus) sebagai limbah pengolahan rajungan umumnya terbuang, padahal dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan produk olahan, salah satunya adalah petis., Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan air rebusan dan kaldu rajungan terhadap kualitas petis. Metode penelitian experimental laboratories dengan rancangan acak lengkap (RAL) 2 perlakuan, yaitu penggunaan air rebusan rajungan dan penggunaan kaldu rajungan. Penggunaan bahan pengisi berupa gula aren 25% dan kombinasi tepung terigu dan tapioka masing-masing 7,5%. Kualitas petis yang diamati berupa analisa protein, karbohidrat, lemak, air, abu dan Total Plate Count (TPC). Data yang diperoleh dianalisa dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P0.05) diantara perlakuan, yaitu 32,63% dan 32,93%; 5,69% dan 5,92%. Penggunaan kaldu rajungan sebagai bahan pembuatan petis memberikan kualitas yang lebih tinggi ditinjau dari komposis gizi dan kandungan bakteri yang lebih rendah daripada penggunaan air rebusan rajungan.