Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tourism Socialization: Training in Guiding Educational Songket Weaving Tours Fasandra, Fernando; Khairunnisa, Khairunnisa; Hibatullah, Naufal; Rahman, Fadlul; Girsang, Nitasri Murawaty; Septriani, Septriani
MARAWA: Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 2 No 2 (2023): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/mrw.v2i2.10652

Abstract

Community service activities are one of the main responsibilities of lecturers as educators in the university environment. This community service aims to provide knowledge and improve the ability to guide educational tourism related to woven songket to enhance the promotion of SMEs through tourism. The community service activities are conducted at the SME "Rumah Songket Eka Halaban." The achieved results include an increase in participants' knowledge and skills in communicating with tourists, the hospitality of employees when tourists visit, and the application of the seven charms at Rumah Songket Eka Halaban. With these improved abilities, it is expected to boost the promotion of SMEs through tourism. The limitation of this community service activity lies in participants who are not yet accustomed to dealing with tourists with diverse backgrounds and characteristics. To be more effective in guiding educational tourism, considerable practice is needed. Similar community service activities can be conducted periodically by SMEs to familiarize themselves with dealing with tourists. With enhanced abilities, the training participants, including the owner of SME Rumah Songket Eka Halaban, hope that educational tourism activities related to woven songket can improve even further in the future.
A Comparative Study of Community-Based Tourism Models and Environmental Outcomes in West Sumatra Naufal Hibatullah; Rizki Sumardani; Ayang Khairunnisa
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v6i2.5347

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Community-Based Tourism (CBT) in tourist destinations in West Sumatra and assess its impact on environmental conservation, local economic dynamics, and community resilience to climate change. There is a fundamental research gap in the study of Community-Based Tourism (CBT) in West Sumatra, namely the absence of an approach that simultaneously integrates environmental conservation, climate change mitigation, and local economic dynamics into one comprehensive framework. This study also identifies the key success factors and major obstacles in CBT management from the perspectives of communities, tourism stakeholders, and government institutions. The research method employs a qualitative approach using a comparative case study design across several community-based destinations in West Sumatra. Data collection was conducted through in-depth interviews, field observations, focus group discussions (FGDs), and analysis of policy documents and destination management reports. Research informants were selected using purposive sampling, involving destination managers, tourism awareness groups, MSME operators, local governments, and community leaders. The Research findings indicate that the implementation of CBT in West Sumatra still shows variations in community participation levels, the institutional capacity of local villages, and the quality of destination management. Several destinations have demonstrated success in enhancing local economic empowerment, strengthening cultural identity, and promoting environmental conservation practices through community education and participation. However, various challenges remain, such as limited human resource capacity, weak inter-institutional coordination, unequal distribution of economic benefits, and pressure on ecosystems due to increased tourism activities.
EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING BERBASIS SDGs DESA DI DESA BANYURIPAN, BAYAT, KLATEN Lila Pangestu Hadiningrum; Luthfia Adellia; Nurul Istiqomah; Afifah Zhafirah; Naufal Hibatullah; Rizki Naafi Ramadhan; Satrio Dwi Aryoseno
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang berakar pada kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan lingkungan pengasuhan yang belum optimal. Pencegahannya membutuhkan literasi keluarga karena keputusan mengenai pangan, kesehatan ibu, pemberian makan, kebersihan, dan pemantauan pertumbuhan berlangsung terutama di rumah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu-ibu yang memiliki balita mengenai pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang yang dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 di rumah Ibu Rini, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Audi dan Nurul, mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta, bertindak sebagai pemateri. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif melalui paparan singkat, dialog, tanya jawab, pelurusan mitos, dan refleksi. Materi mencakup pengertian dan ciri stunting, 1.000 Hari Pertama Kehidupan, faktor penyebab, dampak jangka pendek dan panjang, gizi seimbang, pencegahan, serta peran keluarga. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi keterlibatan, pertanyaan peserta, dan rangkuman pemahaman pada akhir kegiatan. Peserta mengikuti kegiatan dengan tertib, aktif merespons materi, dan mampu membedakan stunting dari postur pendek yang tidak dinilai melalui pengukuran pertumbuhan. Diskusi juga menunjukkan penguatan pemahaman bahwa pencegahan dimulai sejak kehamilan, memerlukan pangan beragam dan bergizi, pola asuh responsif, sanitasi, serta pemantauan rutin. Kegiatan ini berkontribusi pada SDGs Desa 2, 3, 4, dan 17, tetapi keberlanjutannya memerlukan edukasi berkala dan kolaborasi dengan Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah desa.
Kepuasan Wisatawan Dan Memorable Tourism Experience Terhadap Minat Berkunjung Kembali Ke Sirukam Dairy Farm Viola Naswa Bulkis; Naufal Hibatullah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1438

Abstract

Sirukam Dairy Farm merupakan destinasi eduwisata berbasis peternakan sapi perah modern di Nagari Sirukam, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang mengalami penurunan kunjungan dari 148.209 wisatawan (2023) menjadi 78.085 wisatawan (2025), atau turun lebih dari 47%, di tengah tren kunjungan wisata Sumatera Barat yang terus meningkat. Penurunan ini diduga terkait belum optimalnya kepuasan wisatawan dan memorable tourism experience yang terbentuk di destinasi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepuasan wisatawan dan memorable tourism experience terhadap minat berkunjung kembali. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Kuesioner Likert 1-5 disebarkan kepada 100 responden wisatawan menggunakan simple random sampling. Hasil menunjukkan kepuasan wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali (koefisien jalur 0,520; T-Statistics 3,985; P-Values 0,000) dan menjadi variabel paling dominan (F Square 0,368). Memorable tourism experience juga berpengaruh positif dan signifikan (koefisien jalur 0,390; T-Statistics 2,837; P-Values 0,005; F Square 0,208). Kedua variabel secara simultan menjelaskan 75,3% variasi minat berkunjung kembali (R Square 0,753, kategori kuat), dengan SRMR 0,053 yang menunjukkan model fit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan wisatawan dan pengalaman wisata yang berkesan perlu dikelola bersamaan untuk meningkatkan minat kunjungan ulang ke Sirukam Dairy Farm.