Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK PARIWISATA TERHADAP MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT PESISIR KARANGASEM:PENDEKATAN PRO POOR TOURISM Suardana I Wayan; Susrami Dewi I G A
PIRAMIDA Vol 11 No 2 (2015): JURNAL PIRAMIDA
Publisher : Puslit Kependudukan dan Pengembangan SDM Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.026 KB)

Abstract

Tourism is one of the development activities with high growth prospects. The concern for poverty in touristdestinations becomes the attention of scholars, tourist components, and tourists. Attempts which were made toeradicate poverty, among others are : to engage and make the community as tourism subjects who participateddirectly in alleviating poverty. One district in Bali that support and develop tourism is Karangasem regency. The slowpace of the community in participating in tourism, caused by mental attitude of the society who don’t have idea howto get out of the poverty cycle, so the motivation to work productively still low. There is a positive influence on thedevelopment of tourism on the economic changes of society, especially livelihood. Tourism provides an opportunitychange people’s livelihood that increasingly widespread. The development of the first advanced society has a rolein influencing other people to change mental motivation to work better. Utilization of skills as a fisherman is offsetby enhancement of opportunities for diving tourists, which can be utilized as a sideline to supplement their incomeopportunities.
MODEL HUBUNGAN PARIWISATA, KINERJA PEREKONOMIAN DAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BADUNG, BALI Patera I Made; Suardana I Wayan
PIRAMIDA Vol 11 No 2 (2015): JURNAL PIRAMIDA
Publisher : Puslit Kependudukan dan Pengembangan SDM Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.281 KB)

Abstract

Tourism and poverty’s phenomenon had already been known since the birth of human civilization. In the 1980spoverty became a serious concern of practitioners and scholars in various part of the world, including Indonesia.Poverty is not only understood in understanding as an abstract concept, but also as a reality of economic injusticeand inability to meet basic human needs in some rich countries but also in many developing countries in theworld. The problem of poverty is a fundamental and tourism is one of the many ways to solve this. The objectiveof this paper is to study the role of tourism to poverty alleviation including: 1) to analyze the influence of tourismdevelopment toward economic performance; 2) to analyze the effect of economic performance on poverty eradication;3) to analyze the influence of tourism on poverty alleviation; 4) to formulate a strategy to increase tourism’s rolein poverty alleviation in Badung Regency. This study uses quantitative approach supported by secondary data andqualitative approach using primary data obtained through in-depth interviews and focus group discussions. Researchwas conducted in South Badung Regency in the most developed tourism growth and considered the richest districtamong all regencies in Bali Regencies. Various attempts have been made to alleviate poverty, however have notbeen able to resolve poverty problems.
PENGEMBANGAN BATIK TULIS MOTIF JEPUN BALI DALAM SKALA HOME INDUSTRY DI DESA GETASAN I W. Suardana; I G.N. Sudisma; I N. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.127 KB)

Abstract

Perkembangan seni kerajinan batik masih kalah saing jika dibandingkan dengan seni kerajianan lainnyaseperti seni patung ataupun seni kerajinan kain “endek”, padahal batik apabila digarap secara profesionaldengan ketrampilan yang tepat, terukur, sesuai dengan selera dan permintaan pasar, niscaya akan menjadisalah satu “soko guru” baru perekonomian masyarakat. Desa Getasan sebagai salah satu wilayah diKabupaten Badung memulai melakukan terobosan dengan dikembangkannya seni kerajinan batik denganmotif khusus “Jepun Bali”sebagai trand mark Kabupaten Badung. Di dalam perjalanannya, seni kerajinanbatik di Desa Getasan mengalami pasang surut terutama sekali terhadap masalah kurangnya tenaga kerjapembatik yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar, masih minimnya pengetahuan tentang teknikbatik yang baik dan benar termasuk didalamnya adalah teknik pewarnaan, serta belum tersosialisainya senikerajinan batik diluar kelompok. Didasarkan atas pertimbangan tersebut, maka upaya strategis melaluikegiatan KKN-PPM dapat dijadikan sebagai solusi pemecahannya. Kegiatan diawali dengan tahapankoordinasi program kepada kelompok sasaran sekaligus juga dilakukan sosialisasi di luar Desa Getasanmelalui pembentukan kelompok baru. Dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan yang dituntun oleh instrukturberpengalaman dan diakhiri dengan tahapan sosialisasi seni membatik pada anak usia dini (anak SD) baik diDesa Getasan maupun diluar Desa Getasan. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan batik tulis di DesaGetasan telah berhasil meningkatkan pemahaman dan manfaat mengenai teknik membatik dan mewarnaiyang lebih berkualitas sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas batik Jepun Baliyang sudah diproduksi. Kegiatan pelatihan juga berhasil mengembangkan kelompok seni kerajinan batikyang baru yaitu kelompok batik “Sekar Jepun” yang ada di Desa Samuan Carangsari serta telah berhasilmenanamkan seni membatik sebagai warisan budaya Nasional pada anak-anak usia dini di Desa Getasan dansekitarnya.
PENATAAN JALUR TRACKING DAN PENGEMASAN PAKET WISATA PERDESAAN DESA ADAT PINGE-TUA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN ARIANI. N. M.,; I W. SUARDANA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.374 KB)

Abstract

ABSTRACT Activity of settlement of band of tracking in Pinge tourism village have succeeded to arrange band of tracking as long as 1 km widely road 1,5 m. Besides, this band also has competence to be passed by purposely. From result of discussion with elite figures, travel agent and government hence in earning some potency being competent to be sold in the effort of supporting tourism village. Besides, arranging band of tracking owned by Pinge ancient customary village, this activity have succeeded to make package tour and also establish institute of tourism village to control the activity of tourism. The activity of Yoga at Gate of Beji , moreover, becomes a promising package as well as the tourism village. Gate Hill of Cemeng – a traditional village with artistic activity as the example..
PENATAAN KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN DESA WISATA TISTA, KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN Suardana. I.W; N M. Ariani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.7 KB)

Abstract

Tista village, representing one of the traditional villages of Tabanan Regency owns a unique social aspect, potency and culture so that many tourists pay it a visit. From the result of the discussion with elite figures, travel agencies and government which are competent in terms of supporting tourism village, Tista village has developed the band of tracking. This activity have succeeded in making package tour and also formed institute of tourism village to control tourism activity. The package tour sells what is called ”tourism village” consisting of a package passing enjoyably the ancient commission, tracking, and traditional countryside. In exploiting the tourism attraction, it must keep remaining to pay attention to the value of holy attraction, so that holy cultural value keeps improving our awareness.
PENERAPAN E-MARKETING DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN DAN LOYALITAS WISATAWAN DI KAWASAN TULAMBEN I.W. Suardana; N.M. Ariani; N.G.A.S. Dewi; I.W. Darsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.076 KB)

Abstract

Penelitian ini memberikan gambaran sejauh mana ekonomi lokal dan jasa ekosistem laut berhubungan. Tulamben dan Pemuteran merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya ekosistem terumbu karang yang perlu dikonservasi, selain menjadi tempat rekreasi dengan orientasi pada ekonomi. Penelitian ini menemukan perkiraan jumlah wisatawan yang diving dan snorkeling di kaasan Tulamben dan Pemuteran mencapai 330.835 penyelam per tahun, dengan pengeluaran aktual tahunan sebesar US$456,6 juta per tahun. Dampak pariwisata terhadap perekonomian Bali secara ekonomis diperoleh sebesar 456,6 juta per tahun. Tingginya nilai ekonomis yang diperoleh pemerintah dan masyarakat secara makro, memberikan indikasi akan peningkatan secara signifikan kegiatan diving di kawasan tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi lokal dan jasa ekosistem berhubungan erat, pariwisata dan persepsi yang ditimbulkan saat ini dengan isu-isu lingkungan dan nilainya memberikan peluang pada peningkatan usaha makro pariwisata tetapi juga menimbulkan ancaman pada keberlanjutan ekosistem bawah laut.
SOSIALISASI PENYAKIT ZOONOSIS ESCHERICHIA COLI O157:H7 SERTA PELAYANAN KESEHATAN SAPI DI DUSUN LAMPU DESA CATUR KINTAMANI BANGLI I W. Suardana; I.B.N. Swacita; I.N. Suartha; I G.N. Sudisma; M.D. Rudyanto; I.G.M. Krisna Erawan; I.N. Suarsana; I.W. Batan; P.A. Sisyawati Putriningsih; T. Sari Nindia; A.L.T. Rompis; I.N. Mantik Astawa; K. Karang Agustina; I.H. Utama; I.G.A. Suartini; I.M. Sukada; I.K. Suada; A.A.A. Mirah Adi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.738 KB)

Abstract

Ternak sapi yang menderita diare berpeluang besar untuk ditemukan adanya agen zoonosis E. coli O157:H7 mengingat sapi sebagai reservoir utama dari agen tersebut.Transmisi penularan strain bakteri ini ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi daging yang kurang dimasak, produk susu yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi feses. Dusun Lampu sebagai salah satu Dusun di Desa Catur merupakan salah satu daerah potensial untuk pengembangan ternak khususnya sapi sehingga menjadikan program pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sangat potensial untuk dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi penyakit zoonosis E. coli O157:H7 serta pelayanan kesehatan ternak sapi di Dusun ini, memperlihatkan respon positif yang dicirikan dengan cukup banyaknya jumlah ternak yang memperoleh pelayanan yaitu sejumlah 65 ekor sapi dari 35 petani ternak. Jenis pelayanan yang dilakukan meliputi tindakan spraying atau pemberian butox terhadap semua ternak sapi yaitu 65 ekor (100%), disusul dengan pemberian vitamin pada 52 ekor (80%), pemberian obat cacing sebanyak 39 ekor (60%), serta pemberian delladryl pada 1 ekor sapi (1,5%). Hasil ini mengindikasikan bahwa program pengabdian yang dilakukan cukup efektif dapat menyentuh kebutuhan dasar petani ternak, sehingga benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.
PELAYANAN KESEHATAN SAPI DI BANJAR BUANGGA, DESA GETASAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG I W. Suardana; I G.N. Sudisma; I K. Suatha; I N. Suartha; Tj. S. Nindhia; I N. Suarsana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.68 KB)

Abstract

Kesehatan ternak merupakan salah satu faktor penting yang amat menentukan tingkat keberhasilan jalannyasuatu usaha peternakan disamping faktor lainnya seperti pakan, manajemen, bibit, dan lain-lain. BanjarBuangga sebagai salah satu Banjar di Desa Getasan merupakan salah satu daerah potensial untukpengembangan ternak khususnya sapi sehingga menjadikan program pelayanan kesehatan di wilayah tersebutsangat potensial untuk dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terhadap ternak sapi di Banjar ini,memperlihatkan respon positif yang dicirikan dengan cukup banyaknya jumlah ternak yang memperolehpelayanan yaitu sejumlah 44 ekor sapi dari 27 petani ternak. Jenis pelayanan yang dilakukan meliputi:pemberian vitamin terhadap semua ternak sapi yaitu 44 ekor (100%), disusul dengan pemberian obat cacingpada 37 ekor (84%), tindakan spraying berupa pemberian gusanex sebanyak 10 ekor (22,8%), pemberianobat butok sebagai anti lalat sebanyak 7 ekor (15.9%), serta pemberian delladryl dan Ivermectin masingmasingpada 2 ekor sapi (4,5%). Hasil ini mengindikasikan bahwa program pengabdian yang dilakukancukup efektif dapat menyentuh kebutuhan dasar petani ternak, sehingga benar-benar dapat dirasakanmanfaatnya.
Satisfaction as Mediators of the Relationship between Motivation and Loyalty of Diving Tourists to Bali I Wayan Suardana; I Komang Gde Bendesa; Made Antara
E-Journal of Tourism Volume 1 Number 1 (March 2014)
Publisher : Centre of Excellence in Tourism Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.26 KB) | DOI: 10.24922/eot.v1i1.16513

Abstract

This study was conducted to determine the relationship between extrinsic motivation, satisfaction with the product loyalty and loyalty to the service provider either directly or indirectly. Intrinsic and extrinsic motivations of tourists were used as predictors in determining the tourist loyalty through satisfaction. The model adopted was tested on 250 travelers who had ever been diving in Bali with structural equation modeling (SEM). The empirical results showed that the causal relationship between intrinsic motivation, extrinsic motivation, and satisfaction with service loyalty and product loyalty could be confirmed. Satisfaction became a full media on the relationship between motivation and loyalty. In this model, it could be proved that there was a positive effect of service loyalty on product loyalty. This study contributes to the development of tourist loyalty which should pay attention to tourist satisfaction arising from intrinsic and extrinsic motivation of tourists. Tourist strong motivation to do diving would have an impact on the perceived satisfaction so that tourists have loyalty in service provider and loyal to the diving tourism product shown by intending to return to Bali and would recommend it to others.
PERENCANAAN PAKET WISATA BUDAYA DI DESA KESIMAN KECAMATAN DENPASAR TIMUR I Made Pradnya Sutara; I Ketut Suwena; I Wayan Suardana
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol 4 No 1 (2016): Jurnal IPTA (July 2016)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.338 KB) | DOI: 10.24843/IPTA.2016.v04.i01.p12

Abstract

Bali have one city, it is Denpasar City, within tourism potencies that can be build to be package tours. Kesiman Traditional Village is one of many villages in Denpasar City that has many tourism potency, the potency is cultural tourism potencies that can be found, such as : art attraction, historical place, traditional fashion and food, villager activities based on culture, hospitality of the villagers. Those cultural Potencies which found in Kesiman Traditional Village can be pack to be cultural package tours. Regard to planning cultural package tour, the formulation of issues are : (1) What is the potencies that can be found in Kesiman Traditional Village, East Denpasar? (2) How the planning cultural package in Kesiman Traditional Village? The technique to collecting data did through observation, interviews, documentation, and books literature. The result of the research is known that Kesiman Traditional Village has cultural tourism potencies and those potencies can be package into cultural package tour, those are : Barong and Keris Dance, Wadah Maker, Pengrebongan Temple, Kesiman Castle, Odah Turut Balinese House, Balinese Dance and Music Lesson in Bale Banjar Ceramcam Kesiman, Made Sudyatmika Paint Lesson, Ananda Balinese Boutique, Kertalangu Tourist Village with jogging track surrounded by rice field, fishing pond, and World Peace Gong, and Kroya Kites House. Those potencies then package into planning cultural package tour in the form of tables, essay, and graphic. Those are package into cultural package tour, those are : (1) History and Spirit of Kesiman Cultural Tour, (2) Beautiful Art of Kesiman Cultural Tour, (3) Art and Local Activities of Kesiman Cultural Tour.
Co-Authors AA. Sagung Amega Indra Theresa Ade Prawita Sari Aida Lousie Tenden Rompis Alicia Sastra Millenium Amanda Hanna Ramadhanty Anggun Raswati ARIANI. N. M., Bayu Anggriawan Citra Yanti Pakpahan Deannisa Hakika Putri Dewa Putu Kiskenda Erwanda P. DWI SURYANTO Dwi Widya Mandasari Ghannez Novaldi Loreza Hibatullah, Naufal I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda I K. SUATHA I Ketut Suada I Ketut Suwena I Komang Gde Bendesa I Made Gede Darma Susila I Made Pradnya Sutara I Made Sendra I Made Sukada I Made Weda Satia Negara I Nyoman Darma Putra I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Nyoman Sudiarta I Putu Andre Adi Putra Pratama I.H. Utama I.W. Batan I.W. Darsana Ida Bagus Ngurah Swacita Juniarta, Pande Putu Kadek Ayu Antari Kadek Karang Agustina Kadek Nova Prasetyo Kurnia Maharani Putri Luh Gede Leli Kusuma Dewi Luh Putu Riska Riana Paramita M.D. Rudyanto Made Antara Made Antara Made Antara MADE KUSUMA NEGARA Mutiara Firdausy Hakim N M. Ariani N.G.A.S. Dewi N.M. Ariani Nasution, Annio Indah Lestari NGAS. Dewi Ni Gusti Ayu Susrami Dewi Ni Kadek Mia Ayu Saputri Ni Made Ariani Ni Made Sofia Wijaya Ni Putu Eka Mahadewi Ni Putu Rika Sukmadewi Ni Putu Windy Pramita Ni Wayan Nonik Ismayanti Ni Wayan Ria Agustini Ni Wayan Setyaningsih Nyoman Ariana Patera I Made Porajow, Christine Patricia Elvano Putu Agus Wikanatha Sagita Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Riza Bella Anggreani Saroyeni Piartini Si Gede Ngurah Bramantya Agustiano Susana Santi Jaimun T. Sari Nindia Tjokorda Sari Nindhia Topan Raditya Winda Leonita Yohanis Umbu Roru