Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Use Of HPE And Hearing Function Disorder Of Ground Handling Workers At Kualanamu Airport Safrina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v12i1.229

Abstract

Using of hearing protection equipment (HPE) as a preventive measure to prevent the hearing disorder so that it will not be worse. Many ground handling workers of Kualanamu International Airport are not wearing HPE while working at workplaces with niose intensities > 85 dB. This study aims to find out the use of HPE on workers’ hearing disorder. The study used quantitative method with cross sectional design. The population of this study amounted to 128 people. The samples taken in this study amounted to 55 people by using simple random sampling technique. Samples were 20-40 years old and had no history of ear disease. The use of HPE data were gathered with questionnaires and hearing function disorder with Audiometry. Data analyzed by using bivariate analysis with Chi-Square test (α=0.05). The result of the research showed that 21 respondents (38.2%) did not use HPE and and 36 respondents (65.5%) had hearing disorder. The result of bivariate analysis showed that there is a significant correlation between HPE usage with hearing disorder (p=0.001; OR=11.600; 95% CI=3.121-43.120). The conclusion of this study is that hearing protective equipment is a factor affecting hearing disorder, so it is advisable to ground handling workers to always wear earplugs while working in areas with noise above TLV.
Penerapan Manajemen Risiko K3 pada Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit Bagian Manual Handling Najihah, Khoirotun; Safrina Ramadhani; Rupina Kanasia Situmorang; Alyandra Rizky Alfansyah Sinambela; Muhammad Dafi Rifatsyah
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/r4ay1t41

Abstract

A work accident is an unexpected event that occurs in the workplace and results in physical injury, material loss or even death. According to Law No. 1 of 1970 concerning work safety, every work accident needs to be recorded and analyzed to prevent similar incidents in the future. front. There are many factors that cause work accidents in the workplace as well as the causes of work accidents in Palm Oil Manufacturing Company, including the following: Human Factors: Human error, lack of training, and non-compliance with safety procedures, use of inappropriate heavy equipment and machines Procedures are also a factor that can increase the risk of accidents. Environmental Factors: Unsafe workplace conditions, such as damaged equipment, lack of lighting and a dangerous environment can trigger potential work accidents in the workplace. The aim of this Community Services is to minimize the occurrence of work accidents. Service method with Implementating Risk Management. The results of the Community Services obtained were a change in knowledge from previously not knowing about Risk Management Concept to knowing and efforts to prevent work accidents. This Community Services activity is something that is really needed by Company workers as a forum for education or transfer of knowledge and information. beneficial for workers
Sosialisasi Pentingnya Penerapan Manajemen Risiko K3 pada Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit Bagian Manual Handling Siregar, Khoirotun Najihah; Safrina Ramadhani; Rupina Kanasia Situmorang; Alyandra Rizky Alfansyah Sinambela; Muhammad Dafi Rifatsyah
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/9ptf7c59

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa yang tidak terduga yang terjadi ditempat kerja dan mengakibatkan cidera fisik, kerugian material atau bahkan kematian.Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, setiap kecelakaan kerja perlu dicatat dan dianalisis untuk mencegah kejadian serupa dimasa depan. Ada banyak faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja demikian halnya pula penyebab kejadian kecelakaan kerja di Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit, diantaranya adalah sebagai berikut: Faktor Manusia : Kesalahan manusia, kurangnya pelatihan, dan ketidak patuhan terhadap prosedur  keselamatan, penggunaan alat berat dan mesin yang tidak sesuai prosedurjuga menjadi faktor penyebab dapat meningkatnya risiko kecelakaan. Faktor Lingkungan : Kondisi tempat kerja yang tidak aman, seperti alat yang rusak, kurangnya penerangan dan lingkungan yang berbahaya bisa memicu terjadinya potensi kecelakaan kerja ditempat kerja. Tujuan PkM ini adalah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja melalui manajemen Risiko K3. Metode Pengabdian Masyarakat dengan sosialisasi dan Penyuluhan. Hasil Pengabdian Masyarakat yang diperoleh adanya perubahan pengetahuan dari yang semula belum mengetahui tentang konsep manajemen Risiko  menjadi tahu  dan upaya pencegahan kecelakaan kerja, Kesimpulan Kegiatan Pengabdian Masyarakat  ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh para pekerja di perusahaan pabrikasi kelapa sawit sebagai wadah edukasi ataupun transfer ilmu pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi pekerja
Identifikasi Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Toko Makanan Kucing Skala Kecil Safrina Ramadhani; Khoirotun Najihah; Nur Amalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4503

Abstract

Usaha mikro dan kecil (UMK) merupakan sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. UMK berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu jenis UMK yang berkembang saat ini adalah toko makanan hewan peliharaan, khususnya toko makanan kucing. Meskipun tidak tergolong sebagai industri berat, kegiatan operasional di toko makanan kucing tetap melibatkan aktivitas kerja fisik dan pengelolaan barang yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko serta menganalisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada usaha kecil penjualan makanan kucing di sektor informal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran K3 pada usaha mikro dan kecil yang sering kali menganggap keselamatan kerja tidak relevan bagi kegiatan non-industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik dan empat karyawan di Toko Makanan Kucing Shanpan, Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip K3 masih sangat terbatas dan belum menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Ditemukan lima temuan utama, yaitu: (1) rendahnya pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap K3, (2) kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis dan berisiko, (3) tidak adanya penggunaan alat pelindung diri (APD), (4) pandangan pemilik usaha yang belum memprioritaskan K3, serta (5) munculnya usulan perbaikan dari karyawan mengenai pelatihan dan penyediaan sarana keselamatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya penerapan K3 di sektor informal disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, fasilitas, dan perhatian dari pemilik usaha. Diperlukan pelatihan sederhana, penyusunan SOP kerja aman, serta pembinaan berkelanjutan dari instansi terkait untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Hubungan Higiene Sanitasi Makanan dan Fasilitas Sanitasi dengan Kepadatan Lalat pada Rumah Makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan  Medan Johor, Medan, Sumatera Utara Neni Ekowati Januariana; Safrina Ramadhani; Ramlaini Ramlaini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.51

Abstract

Pendahuluan: Keberadaan lalat di suatu tempat  merupakan salah satu indikasi dari kebersihan yang kurang baik.Faktor penting pengadaan rumah makan yang harus dijaga kebersihannya yaitu higiene dan sanitasi rumah makan tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi dengan kepadatan lalat di rumah makan di kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desaincross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah makan yang berada di kelurahan pangkalan masyhur dengan jumlah sampel 73 rumah makan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jamban sehat dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan SPAL dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,004<0,05.ada hubungan kondisi tempat sampah dengan kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan antara tempat pencucian peralatan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada  hubungan antara tempat penyajian makanan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,057>0,05. Tidak ada hubungan antara tempat penyimpanan bahan makanan dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,425>0,05.Kesimpulan: hygiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur belum memenuhi syarat kesehatan karena tingkat kepadatan lalat di rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi. Disarankan bagi rumah makan agar meningkatkan higiene sanitasi dan fasilitas sanitasi rumah makan, dan bagi Dinas Kesehatan kota Medan diharapkan melakukan pemeriksaan berkala melakukan pengawasan higiene sanitasi dan pengujian mutu di rumah makan.
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO PENJUALAN MAKANAN KUCING MELALUI SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Safrina Ramadhani; Khoirotun Najihah; Muhammad Crystandy
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/servis.v4i2.225

Abstract

Usaha mikro dan kecil (UMK) seperti toko makanan kucing berperan penting dalam perekonomian lokal, namun masih sering mengabaikan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Padahal, aktivitas kerja di toko ini tetap memiliki potensi risiko, seperti pengangkatan beban berat, penataan barang yang tidak ergonomis, lantai licin, serta postur kerja yang buruk pada posisi kasir. Rendahnya kesadaran dan ketiadaan sistem pengelolaan K3 dapat menyebabkan cedera kerja, menurunkan produktivitas, dan berisiko terhadap kesehatan pekerja. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran K3 pada pemilik usaha makanan kucing Shanpan Cat Shop. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025. Pengabdian dilakukan mulai  dari  persiapan  sampai  dengan  Evaluasi.  Metode  yang  digunakan  dalam  pengabdian  yaitu metode sosialisasi dan penerapan  (aplikatif) langsung di lapangan.
Edukasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Untuk Meningkatkan Keselamatan Masyarakat Reghula Maryeti Sandra; Angriawan Angriawan; Anshar Rante; Safrina Ramadhani; Zaenal Zaenal
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Burn injuries are common incidents in the community and can lead to serious consequences if not properly managed. Lack of knowledge regarding first aid for burns may increase the risk of complications and worsen the condition. This community service program aims to improve public knowledge and skills in providing first aid for burn injuries. The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved 50 community participants. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation. The results showed an increase in knowledge from an average score of 54.6 to 83.8. Participants also demonstrated improved skills in proper burn first aid management. In conclusion, burn first aid education is effective in improving community safety. Keywords: Burn Injury, First Aid, Health Education, Community Safety, Community Service ABSTRAK Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menyebabkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperparah kondisi luka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan melibatkan 50 peserta dari masyarakat umum. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 54,6 menjadi 83,8. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan penanganan luka bakar secara tepat. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama luka bakar efektif dalam meningkatkan keselamatan masyarakat. Kata Kunci: Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Edukasi Kesehatan, Keselamatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Kepatuhan Perawat dalam Pemilahan Limbah Infeksius dan Non Infeksius di RSU Wulan Windy Safrina Ramadhani; Cut Saura Salmira; Rupina Kanasia Situmorang; Dinda Dwi Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12866

Abstract

Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penularan infeksi dan melindungi tenaga kesehatan maupun lingkungan rumah sakit. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204 Tahun 2004, pengelolaan limbah medis padat dilakukan melalui tahapan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan. Kepatuhan perawat dalam melakukan pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius masih belum optimal. Kepatuhan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan motivasi. Di RSU Wulan Windy, rata-rata jumlah limbah medis yang dihasilkan mencapai sekitar 1,6 ton per bulan atau sekitar 400 kg setiap minggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan perawat dalam pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius di RSU Wulan Windy. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 190 perawat dengan sampel sebanyak 65 responden. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius (p = 0,028 < 0,05). Sementara itu, motivasi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan perawat (p = 0,222 > 0,05). Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius, sedangkan motivasi tidak berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan, sosialisasi, dan evaluasi berkala mengenai pengelolaan limbah medis agar kepatuhan terhadap prosedur pemilahan limbah dapat terus ditingkatkan.
Pengaruh Promosi Kesehatan Menggunakan Media Poster terhadap Perubahan Perilaku tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di UPT SD Negeri 064984 Kota Medan Rosdiana; Safrina Ramadhani; Tuty Hertati Purba; Friska Jamila Dawolo
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media poster terhadap perubahan perilaku tentang pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental designs dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini adalah aanak kelas V sebanyak 30 orang dan anak kelas IV 30 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan statistk uji beda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai jawaban responden atau mean pengetahuan pretest 7,36 dan pengetahuan posttest sebesar 10,35 sementara untuk sikap pretest sebesar 38,02, untuk sikap posttest sebesar 45,15, dan untuk tindakan pretest 9,82, untuk tindakan posttest 12,05. Nilai probabilitas pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan menggunakan media poster dan yaitu (sig-p) 0,00 < 0,05. Artinya ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media poster terhadap perubahan perilaku tentang pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian ilmu promosi kesehatan serta memberikan implikasi praktis bagi siswa/i. Rekomendasi selanjutnya adalah peningkatan penyuluhan kesehatan kepada siswa/i, serta dapat melakukan pembaruan alat presentasi untuk memudahkan pemberian edukasi pada siswa/i untuk meningkatkan pengalaman pengetahuan pengguna secara keseluruhan.