Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Higiene Sanitasi Makanan dan Fasilitas Sanitasi dengan Kepadatan Lalat pada Rumah Makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan  Medan Johor, Medan, Sumatera Utara Januariana , Neni Ekowati; Ramadhani, Safrina; Ramlaini, Ramlaini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.51

Abstract

Pendahuluan: Keberadaan lalat di suatu tempat  merupakan salah satu indikasi dari kebersihan yang kurang baik.Faktor penting pengadaan rumah makan yang harus dijaga kebersihannya yaitu higiene dan sanitasi rumah makan tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi dengan kepadatan lalat di rumah makan di kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desaincross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah makan yang berada di kelurahan pangkalan masyhur dengan jumlah sampel 73 rumah makan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jamban sehat dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan SPAL dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,004<0,05.ada hubungan kondisi tempat sampah dengan kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan antara tempat pencucian peralatan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada  hubungan antara tempat penyajian makanan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,057>0,05. Tidak ada hubungan antara tempat penyimpanan bahan makanan dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,425>0,05.Kesimpulan: hygiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur belum memenuhi syarat kesehatan karena tingkat kepadatan lalat di rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi. Disarankan bagi rumah makan agar meningkatkan higiene sanitasi dan fasilitas sanitasi rumah makan, dan bagi Dinas Kesehatan kota Medan diharapkan melakukan pemeriksaan berkala melakukan pengawasan higiene sanitasi dan pengujian mutu di rumah makan.
Use Of HPE And Hearing Function Disorder Of Ground Handling Workers At Kualanamu Airport Safrina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v12i1.229

Abstract

Using of hearing protection equipment (HPE) as a preventive measure to prevent the hearing disorder so that it will not be worse. Many ground handling workers of Kualanamu International Airport are not wearing HPE while working at workplaces with niose intensities > 85 dB. This study aims to find out the use of HPE on workers’ hearing disorder. The study used quantitative method with cross sectional design. The population of this study amounted to 128 people. The samples taken in this study amounted to 55 people by using simple random sampling technique. Samples were 20-40 years old and had no history of ear disease. The use of HPE data were gathered with questionnaires and hearing function disorder with Audiometry. Data analyzed by using bivariate analysis with Chi-Square test (α=0.05). The result of the research showed that 21 respondents (38.2%) did not use HPE and and 36 respondents (65.5%) had hearing disorder. The result of bivariate analysis showed that there is a significant correlation between HPE usage with hearing disorder (p=0.001; OR=11.600; 95% CI=3.121-43.120). The conclusion of this study is that hearing protective equipment is a factor affecting hearing disorder, so it is advisable to ground handling workers to always wear earplugs while working in areas with noise above TLV.
Penerapan Manajemen Risiko K3 pada Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit Bagian Manual Handling Najihah, Khoirotun; Safrina Ramadhani; Rupina Kanasia Situmorang; Alyandra Rizky Alfansyah Sinambela; Muhammad Dafi Rifatsyah
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/r4ay1t41

Abstract

A work accident is an unexpected event that occurs in the workplace and results in physical injury, material loss or even death. According to Law No. 1 of 1970 concerning work safety, every work accident needs to be recorded and analyzed to prevent similar incidents in the future. front. There are many factors that cause work accidents in the workplace as well as the causes of work accidents in Palm Oil Manufacturing Company, including the following: Human Factors: Human error, lack of training, and non-compliance with safety procedures, use of inappropriate heavy equipment and machines Procedures are also a factor that can increase the risk of accidents. Environmental Factors: Unsafe workplace conditions, such as damaged equipment, lack of lighting and a dangerous environment can trigger potential work accidents in the workplace. The aim of this Community Services is to minimize the occurrence of work accidents. Service method with Implementating Risk Management. The results of the Community Services obtained were a change in knowledge from previously not knowing about Risk Management Concept to knowing and efforts to prevent work accidents. This Community Services activity is something that is really needed by Company workers as a forum for education or transfer of knowledge and information. beneficial for workers
Penerapan Manajemen Risiko K3 Pada Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit Bagian Perkantoran Najihah, Khoirotun; Ramadhani, Safrina; Situmorang, Rupina Kanasia; Sinambela, Alyandra Rizky Alfansyah; Rifatsyah, Muhammad Dafi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2764

Abstract

A work accident is an unexpected event that occurs in the workplace and results in physical injury, material loss or even death. According to Law No. 1 of 1970 concerning work safety, every work accident needs to be recorded and analyzed to prevent similar incidents in the future. front. There are many factors that cause work accidents in the workplace as well as the causes of work accidents in Palm Oil Manufacturing Company, including the following: Human Factors: Human error, lack of training, and non-compliance with safety procedures, use of inappropriate heavy equipment and machines Procedures are also a factor that can increase the risk of accidents. Environmental Factors: Unsafe workplace conditions, such as damaged equipment, lack of lighting and a dangerous environment can trigger potential work accidents in the workplace. The aim of this Community Services is to minimize the occurrence of work accidents. Service method with Implementating Risk Management. of the Community Services obtained were a change in knowledge from previously not knowing about Risk Management Concept to knowing and efforts to prevent work accidents. Conclusion: This Community Services activity is something that is really needed by Company workers as a forum for education or transfer of knowledge and information. beneficial for workers
Sosialisasi Pentingnya Penerapan Manajemen Risiko K3 pada Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit Bagian Manual Handling Siregar, Khoirotun Najihah; Safrina Ramadhani; Rupina Kanasia Situmorang; Alyandra Rizky Alfansyah Sinambela; Muhammad Dafi Rifatsyah
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/9ptf7c59

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa yang tidak terduga yang terjadi ditempat kerja dan mengakibatkan cidera fisik, kerugian material atau bahkan kematian.Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, setiap kecelakaan kerja perlu dicatat dan dianalisis untuk mencegah kejadian serupa dimasa depan. Ada banyak faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja demikian halnya pula penyebab kejadian kecelakaan kerja di Perusahaan Pabrikasi Kelapa Sawit, diantaranya adalah sebagai berikut: Faktor Manusia : Kesalahan manusia, kurangnya pelatihan, dan ketidak patuhan terhadap prosedur  keselamatan, penggunaan alat berat dan mesin yang tidak sesuai prosedurjuga menjadi faktor penyebab dapat meningkatnya risiko kecelakaan. Faktor Lingkungan : Kondisi tempat kerja yang tidak aman, seperti alat yang rusak, kurangnya penerangan dan lingkungan yang berbahaya bisa memicu terjadinya potensi kecelakaan kerja ditempat kerja. Tujuan PkM ini adalah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja melalui manajemen Risiko K3. Metode Pengabdian Masyarakat dengan sosialisasi dan Penyuluhan. Hasil Pengabdian Masyarakat yang diperoleh adanya perubahan pengetahuan dari yang semula belum mengetahui tentang konsep manajemen Risiko  menjadi tahu  dan upaya pencegahan kecelakaan kerja, Kesimpulan Kegiatan Pengabdian Masyarakat  ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh para pekerja di perusahaan pabrikasi kelapa sawit sebagai wadah edukasi ataupun transfer ilmu pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi pekerja