Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Mining Engineering

Kajian Korosi Struktur Conveyor A pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi Ahmad Syarifudin; Elfida Moralista; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.731 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.1185

Abstract

Abstract. Conveyor is a mining transportation tool to move minerals such as coal. This research found that the material of the steel-based conveyor structure experienced a decrease in quality caused by corrosion, because it is directly related to the external environment. The impact caused by corrosion on the conveyor structure is a reduction in thickness which causes the conveyor structure to be low, this results in reduced Remaining Service Life. Under these conditions, monitoring and maintenance activities are needed so that the Corrosion Rate on the Conveyor structure to be observed can be controlled. The purpose of this study is to determine the type of corrosion that occurs, the rate of corrosion, the Remaining Service Life and methods of corrosion control. This research methodology uses the method of measuring the thickness reduction of the Conveyor structure with a length of 118 meters divided into 3 segments above ground level. Measurement of the thickness of the Conveyor structure using the Ultrasonic Thickness Gauge TT 130 at 27 Test Points. The environmental conditions in Bungo Regency consist of moderate plains with an average air temperature of 240C with an average relative humidity of 86,91% and an average rainfall of 223,31 mm/year. The type of corrosion that occurs in the Conveyor structure is uniform corrosion. Control of this corrosion using the coating method. The coating used is a primer coating using Seaguard 5000, intermediate coating sherglass FF and top coating Aliphatic acrylic modified polyurethane. Abstrak. Conveyor merupakan alat transportasi kegiatan penambangan untuk memindahkan material bahan galian contohnya batubara. Penelitian ini diketahui bahwa material dari struktur conveyor berbahan dasar baja mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh korosi, karena berhubungan langsung dengan lingkungan eksternalnya. Dampak yang ditimbulkan oleh korosi pada struktur conveyor yaitu terjadinya pengurangan ketebalan yang menyebabkan struktur conveyor menjadi rendah, hal ini mengakibatkan sisa umur pakai menjadi berkurang. Kondisi tersebut, diperlukannya kegiatan monitoring serta pemeliharaan agar laju korosi pada struktur conveyor yang akan diamati dapat terkendali. Metodologi penelitian ini menggunakan metode pengukuran pengurangan ketebalan struktur conveyor dengan panjang 118 meter terbagi dalam 3 segmen berada diatas permukaan tanah. Pengukuran ketebalan struktur conveyor menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge TT 130 pada 27 Test Point. Kondisi lingkungan di Kabupaten Bungo terdiri dari dataran sedang dengan temperatur udara rata-rata 240C dengan kelembapan relatif rata-rata 86,91% serta rata-rata curah hujan 223,31 mm/tahun. Jenis korosi yang terjadi pada struktur conveyor yaitu korosi merata. Pengendalian terhadap korosi ini menggunakan metode coating. Coating yang digunakan adalah Primer Coating menggunakan Seaguard 5000, Intermediate Coating Sherglass FF dan Top Coating Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane.
Kajian Teknis dan Ekonomis Kegiatan Reklamasi Tambang Andesit di PT. Gunung Bale Desa Argotirto, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Bryan Sapta Etdria; Sri Widayati; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.735 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.2343

Abstract

Abstract. Mining activities are activities that change the shape of the earth's surface, including andesite mining in Argotirto Village. One of the companies that carry out andesite mining in Sumber Manjing Wetan District is the research location area. Mining activities carried out by the company are using the open pit mining method. This mining causes changes in the shape of the land that are very clear. As mining progresses, it is necessary to make efforts to improve land through reclamation activities.This research was conducted to determine the technical plan for land management, revegetation, maintenance and reclamation costs, as well as to determine the area to be reclaimed. The plan and stages of reclamation activities during the first period are carried out from 2020-2025 with the reclamation area in accordance with the mine opening area. The total area to be reclaimed in the first period is 2.8 hectares.Based on the research results of PT. Gunung Bale is planning reclamation activities in the 1st year to conduct reclamation in block A 1 covering an area of ​​0.4 Ha. In the second year, reclamation is carried out on block A2 with an area of ​​0.6 Ha. In the 3rd year, reclamation was carried out on block A3 covering an area of ​​0.6 Ha. In the 4th year, reclamation was carried out on block A4 covering an area of ​​0.6 Ha. In the 5th year, reclamation was carried out on block A5 covering an area of ​​0.6 Ha. The cost of the reclamation plan required during the first period is Rp. 202.137.609,- Abstrak. Kegiatan penambangan merupakan kegiatan yang merubah suatu bentuk rona muka bumi tidak terkecuali penambangan andesit di Desa Argotirto. Salah satu perusahaan yang melakukan penambangan andesit di Kecamatan Sumber Manjing Wetan adalah area lokasi penelitian. Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan metode tambang terbuka. Penambangan ini menyebabkan terjadinya perubahan pada bentuk lahan yang sangat jelas. Seiring berjalannya penambangan perlu dilakukan upaya perbaikan lahan melalui kegiatan reklamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rencana teknis penataan lahan, revegetasi, pemeliharaan dan biaya reklamasi, serta mengetahui luasan yang akan direklamasi. Rencana dan tahapan kegiatan reklamasi selama periode pertama dilakukan dari tahun 2020-2025 dengan luas area reklamasi sesuai dengan area bukaan tambang. Luas total yang akan direklamasi pada periode pertama yaitu seluas 2,8 Ha.Berdasarkan hasil penelitian PT. Gunung Bale merencanakan kegiatan reklamasi pada tahun ke – 1 dilakukan reklamasi pada blok A 1 seluas 0,4 Ha. Pada tahun ke – 2 dilakukan reklamasi pada blok A2 seluas 0,6 Ha. Pada tahun ke – 3 dilakukan reklamasi pada blok A3 seluas 0,6 Ha. Pada tahun ke – 4 dilakukan reklamasi pada blok A4 seluas 0,6 Ha. Pada tahun ke – 5 dilakukan reklamasi pada blok A5 seluas 0,6 Ha. Biaya rencana reklamasi yang dibutuhkan selama periode pertama yaitu sebesar Rp 202.137.609,-
Pengaruh Geometri Jalan Tambang Terhadap Alat Angkut Kegiatan Pengupasan Overburden Penambangan Batubara PT Tata Bara Utama di Kabupaten Bayung Lencir, Provinsi Sumatera Selatan Nabil Zulfa Maulana; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.158 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i2.4372

Abstract

Abstract. PT Tata Bara Utama is a contractor from PT Manggala Alam Lestari which is saved to overcome Over Burden (OB) with a target of reaching 288,200 BCM in one month. The company's production target was not achieved due to unfavorable road geometry conditions. This is because there are several mine road geometries that do not meet the standards of Ministerial Decree 1827 k/30/m/2018, thus hampering the production of conveyances. The conveyance used is the 745 articular dump truck. The conveyance operates from the front of the work to the disposal with a distance of 2700 m. Productivity of hauling equipment is strongly influenced by the geometry of the mine road, so that the 13 segments of the mine road geometry do not meet the standards of Kepmen 1827 and must be repaired immediately. In the results of the study, there were several segments of the mining road that were not in accordance with these standards. There are 3 segments on the straight road and 5 segments on the bend road that do not meet the standards in the geometry of the mining road, but the grade (slope of the road) has met the standards of Kepmen 1827, and there are still some segments of the embankment that do not meet these standards. This means that the productivity produced in each unit of conveyance is 49.67 BCM/hour so that the production of PT Tata Bara Utama reaches 196,700 BCM/Month while the production target is 288,200 BCM, so the production target is not achieved. Therefore, it is necessary to do reconstruction so that the desired production target of the company will be achieved. This means that the greater the cycle time value on the conveyance, the lower the productivity so that production is not reached. Abstrak. PT Tata Bara Utama merupakan perusahaan kontraktor dari PT Manggala Alam Lestari yang bertugas untuk mengupas Over Burden (OB) dengan target mencapai 288.200 BCM dalam satu bulan. Target produksi perusahaan tidak tercapai dikarenakan kondisi geometri jalan yang tidak mendukung. Hal ini terdapat beberapa geometri jalan tambang belum memenuhi standar Kepmen 1827 k/30/m/2018 sehingga menghambat kerja produksi alat angkut. Alat angkut yang digunakan yaitu articular dump truck 745. Alat angkut beroperasi dari front kerja menuju disposal dengan jarak 2700 m. Produktivitas alat angkut sangat dipengaruhi oleh geometri jalan tambang, sehingga dari 13 segmen geometri jalan tambang belum memenuhi standar Kepmen 1827 dan harus segera diperbaiki. Pada hasil penelitian terdapat beberapa segmen jalan tambang yang belum sesuai dengan standar tersebut. Ada 3 segmen pada jalan lurus dan ada 5 segmen pada jalan belokan yang belum memenuhi standar pada geometri jalan tambang, akan tetapi grade (kemiringan jalan) telah memenuhi standar Kepmen 1827, dan tanggul masih ada beberapa segmen yang belum memenuhi standar tersebut. Hal ini produktivitas yang dihasilkan pada tiap unit alat angkut sebesar 49,67 BCM/jam sehingga produksi PT Tata Bara Utama mencapai 196,700 BCM/Bulan sedangkan target produksi 288.200 BCM maka target produksi tidak tercapai. Maka dari itu perlu dilakukan rekontruksi agar target produksi yang diinginkan perusahaan akan tercapai. Hal ini semakin besar nilai cycle time pada alat angkut akan semakin kecil produktivitasnya sehingga produksi tidak tercapai.
Analisis Investasi dan Kelayakan Ekonomi Penambangan Batu Gamping PT Akarna Marindo di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat Kevin Zen Rizal Pratama; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.5207

Abstract

Abstract. PT Akarna Marindo is one of the companies engaged in mining with the commodity of limestone in Cipatat Village, Cipatat District, West Bandung Regency, West Java Province. It is necessary to carry out an analysis of the investment and economic feasibility of the mine to fulfill one of the requirements in extending the ongoing mining business permit. The economic analysis used is based on production costs, investment costs, cash flow and income from the sale of limestone. Considering this, an economic analysis is carried out based on the concept of Discontinued Cash Flow Rate of Return (DCFROR) and sensitivity analysis. The economic criteria used are Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), as well as sensitivity analysis of selling prices and production costs. DCFROR analysis is one of the analytical techniques related to investment, by calculating the value of money against the discount rate using the Weighted Average Cost of Capital (WACC) method which is 8.00%. Then the cash flow calculation is carried out every year to evaluate the cash value based on cash inflows and cash disbursements generated during mining activities. The results of the DCFROR analysis that has been carried out, obtained an NPV value of IDR 5,011,899,460, -, an IRR of 18.60% and a PBP for 3 years and 6 months. It is necessary to evaluate the value of investment uncertainty by determining the level of profit obtained based on changes in various sensitivity parameters. The parameters used in this analysis are selling prices and production costs to the NPV value due to changes in selling prices and production costs. The results of the sensitivity analysis show that selling prices have decreased by more than 8% and production costs have increased by more than 22%. Abstrak. PT Akarna Marindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dengan komoditi batu gamping di Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Perlu dilakukan analisis investasi dan kelayakan ekonomi tambang untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperpanjang izin usaha penambangan yang sedang berlangsung. Analisis ekonomi yang digunakan berdasar pada biaya produksi, biaya investasi, aliran kas dan pendapatan dari penjualan batu gamping. Mempertimbangkan hal tersebut, maka dilakukan analisis ekonomi berdasarkan pada konsep Discontinued Cash Flow Rate of Return (DCFROR) dan analisis sensitivitas. Kriteria ekonomi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Periode (PBP), serta analisis sensitivitas terhadap harga jual dan biaya produksi. Analisis DCFROR menjadi salah satu teknik analisis yang berhubungan dengan investasi, menghitung nilai uang terhadap discount rate menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC) yang didapat sebesar 8,00%. Kemudian perhitungan aliran kas dilakukan setiap tahun untuk mengevaluasi nilai kas berdasar pada pemasukan kas dan pengeluaran kas yang dihasilkan selama kegiatan penambangan. Hasil dari analisis DCFROR yang telah dilakukan, didapat nilai NPV sebesar Rp 5.011.899.460,. IRR sebesar 18,60% dan PBP selama 3 tahun 6 bulan. Perlu dilakukan evaluasi terhadap nilai ketidakpastian investasi dengan menentukan tingkat keuntungan yang didapat berdasarkan perubahan parameter sensitivitas yang bervariasi. Parameter yang digunakan berupa harga jual dan biaya produksi terhadap nilai NPV akibat perubahan harga jual dan biaya produksi. Hasil dari analisis sensitivitas adalah harga jual mengalami penurunan diatas 8% serta biaya produksi mengalami kenaikan diatas 22%.
Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Kegiatan Penambangan Batubara PT Pacific Global Utama di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan Vallen Aurelio Gemilang; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6202

Abstract

Abstract. PT Pacific Global Utama is a company engaged in the coal mining industry. Coal mining activities use digging-loading and hauling equipment using the Komatsu PC400 Lc Excavator and the Volvo A40F Articulated Dumptruck. There is a company Fuel Ratio target of 0.4 liters/BCM, which was not achieved as a result of the road geometry not conforming to standards. Efforts to reduce the Fuel Ratio are by studying the geometry of the haul road and making efforts to improve the haul road in order to increase the efficiency of fuel use for the transportation equipment. The purpose of this study is to optimize the mine road geometry which affects fuel consumption. The theory used in this study is based on AASHTO, and Minister of Energy and Mineral Resources Decree 1827K No. 30 of 2018. Production calculations are obtained by taking direct coal mining activities, while road geometry is measured using a roll meter, compass, and GPS, and validated using a map. Contours made using drones. The production of the digging equipment was 225.68 BCM/hour while the means of transportation were 225.43 BCM/hour, with the fuel consumption of the digging and loading equipment being 39.41 liters/hour/tool and the transportation equipment being 23.69 liters/hour/equipment. This study also examines the Fuel Ratio (FR) and Fuel Cost (FC) of transportation equipment before and after the road improvement recommendations, the actual FR is 0.52 liters/BCM with an actual FC of RP 2,029,885.51/shift/tool. Recapitulation of road repairs can increase the production of transportation equipment to 298.54 BCM/hour. There are changes in FR and FC in the road repair recommendations where FR becomes 0.397 liters/BCM and FC becomes RP 1,532,814.74/shift/equipment. Abstrak. PT Pacific Global Utama adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan batubara. Kegiatan penambangan batubara menggunakan alat gali-muat dan angkut memakai Excavator Komatsu PC400 Lc dan Articulated Dumptruck Volvo A40F. Terdapat target Fuel Ratio perusahaan sebesar 0,4 liter/BCM, yang tidak tercapai akibat dari geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar. Usaha untuk menurunkan Fuel Ratio tersebut dengan cara mengkaji geometri jalan angkut dan melakukan upaya perbaikan jalan angkut guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar alat angkut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengoptimalkan geometri jalan tambang yang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Teori yang digunakan pada penelitian ini didasarkan pada AASHTO, dan Kepmen ESDM 1827K No.30 tahun 2018. Perhitungan produksi didapatkan dengan pengambilan langsung kegiatan penambangan batubara, sedangkan untuk geometri jalan diukur menggunakan alat bantu roll meter, kompas, dan GPS, serta divalidasi menggunakan peta kontur yang dibuat dengan menggunakan drone. Produksi alat gali-muat sebesar 225,68 BCM/jam sedangkan alat angkut 225,43 BCM/jam, dengan konsumsi bahan bakar alat gali-muat 39,41 liter/jam/alat dan alat angkut 23,69 liter/jam/alat. Penelitian ini juga mengkaji Fuel Ratio (FR) dan Fuel Cost (FC) alat angkut sebelum dan setelah rekomendasi perbaikan jalan, FR aktual sebesar 0,52 liter/BCM dengan FC aktual sebesar RP 2.029.885,51/shift/alat. Rekapitulasi perbaikan jalan dapat meningkatkan produksi alat angkut menjadi 298,54 BCM/jam.Terdapat perubahan FR dan FC pada rekomendasi perbaikan jalan dimana FR menjadi 0,397 liter/BCM dan FC menjadi RP 1.532.814,74/shift/alat.
Evaluasi Teknis dan Ekonomis dalam Merencanakan Penggantian Alat Angkut pada Pengupasan Overburden di PT Citra Mitra Sehati Site Job PT Bama Ketahun Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu Dandi Leroy Tandri; Iswandaru; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.7010

Abstract

Abstract. In its production activities, PT Citra Mitra Sehati uses 1 unit of Doosan Dx 500 diggers which have been used for production for 2 years, and 5 units of the new ADT Volvo A40E hauling equipment which has been in operation for 8 years. The condition of mechanical devices that are classified as old and unfit for operation because they often break down and require special maintenance and the greater the operating costs of the equipment, of course affects productivity and production which will decrease. Therefore, so that the mining activities carried out are not disturbed due to equipment problems that are often damaged, it is necessary to replace the equipment. In planning the replacement of mechanical devices, it is necessary to carry out technical and economic studies. For technical studies, it includes studies on the production of equipment, as well as for economic studies, it includes operating costs, ownership costs, Present Worth Cost values and Production Unit Cost values. The purpose of this study was to determine the comparison of the production of old equipment and new equipment, and economic comparisons including operating costs, ownership costs, Present Worth Cost and Production Unit Cost values. The research method used in this research includes the collection of primary data and secondary data. The primary data in this study are working time, volume of excavator bucket material, circulation time, holding time, in-situ density testing, density loose testing, and haul road data. Secondary data in this study are equipment specifications, fuel prices, lubricating oil prices, filter prices, tool life, trade in value, depreciation, tax and insurance, inflation, and interest rates. From primary and secondary data, it is calculated so as to get the results of production values, operating costs, ownership costs, Present Worth Cost and Production Unit Cost for old equipment and new equipment. From the results of a technical study conducted, the old conveyance has a work efficiency of 82.09% with a production of 916.135,48BCM/year, while the new conveyance has a work efficiency of 85.53% with a production of 1,131,547.20 BCM/year. The results of the economic study showed that the operating costs of the old transportation equipment were IDR 3,241,306,604.79/year, and the operating costs for new transportation equipment were IDR 2,537,653,411.82 / year. In addition, the results of the calculation of the Production Unit Cost of the old transportation equipment were Rp. 7.365,17/BCM while for the new transportation equipment, it was Rp. Rp 2.725,38/BCM. Based on the results of the technical and economic studies, the digging and loading equipment needs to be replaced because the productivity of the new equipment is higher and has lower operating costs than the old equipment. From the calculation of the Unit Cost Production, it is known that the new digging-loading and hauling equipment is more economical than the old equipment, and has a better long-term investment. Abstrak. PT Citra Mitra Sehati dalam kegiatan produksinya, menggunakan alat gali-muat Doosan Dx 500 sebanyak 1 unit yang telah digunakan untuk produksi selama 2 tahun, dan 5 unit alat angkut ADT Volvo A40E baru yang sudah beroperasi selama 8 tahun. Kondisi dari alat mekanis yang sudah tergolong tua dan tidak layak beroperasi karena sering terjadi kerusakan dan membutuhkan perawatan yang khusus serta biaya operasi alat semakin besar, tentunya mempengaruhi produktivitas dan produksi yang akan semakin menurun. Oleh karena itu agar kegiatan penambangan yang dilakukan tidak terganggu karena masalah alat yang sering mengalami kerusakan maka perlu dilakukan penggantian alat. Dalam merencanakan penggantian alat mekanis maka perlu dilakukan kajian secara teknis dan ekonomis. Untuk kajian teknis meliputi kajian produksi alat, serta untuk kajian ekonomi meliputi biaya operasi, biaya kepemilikan, nilai Present Worth Cost serta nilai Production Unit Cost. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan produksi alat lama dan alat baru, dan perbandingan secara ekonomis meliputi biaya operasi, biaya kepemilikan, nilai Present Worth Cost dan nilai Production Unit Cost. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pengambilan data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini yaitu waktu kerja, volume material bucket excavator, waktu edar, waktu hambatan, pengujian density insitu, pengujian density loose, dan data jalan angkut. Data sekunder pada penelitian ini yaitu spesifikasi alat, harga bahan bakar, harga minyak pelumas, harga filter, umur alat, nilai trade in value, depresiasi, tax and insurance, inflasi, dan tingkat suku bunga. Dari data primer dan sekunder dihitung sehingga mendapatkan hasil nilai produksi, biaya operasi, biaya kepemilikan, Present Worth Cost dan Production Unit Cost untuk alat lama dan alat baru. Dari hasil kajian teknis yang dilakukan, alat angkut lama mempunyai efisiensi kerja 82,09% dengan produksi sebesar 916.135,48 BCM/tahun, sedangkan untuk alat angkut baru mempunyai efisiensi kerja 85,53% dengan produksi sebesar 1.131.547,20 BCM/tahun. Hasil kajian ekonomi didapatkan biaya operasi alat angkut lama sebesar Rp 3.241.306.604,79 /tahun, dan untuk biaya operasi alat angkut baru adalah sebesar Rp 2.537.653.411,82 /tahun. Selain itu didapatkan juga hasil perhitungan Production Unit Cost alat angkut lama yaitu sebesar Rp 7.365,17/BCM BCM sedangkan untuk alat angkut baru yaitu sebesar Rp 2.725,38/BCM. Berdasarkan hasil kajian teknis dan ekonomis tersebut, maka alat gali-muat dan alat angkut perlu diganti karena produktivitas alat baru lebih besar dan memiliki biaya operasi lebih hemat dibandingkan alat lama. Dari hasil perhitungan Unit Cost Production diketahui alat gali-muat dan angkut baru lebih hemat dibandingkan alat lama, serta memiliki investasi jangka panjang yang lebih baik.
Kajian Ekonomis pada Penambangan Pasir CV Barokah Laksana Jaya di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Muhammad Daffa Naufaldy; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.7014

Abstract

Abstract. CV Barokah Laksana Jaya is a company engaged in the sandstone mining sector which is located in Leles District, Garut Regency, West Java Province. This research was conducted because the company needed an economic analysis study to obtain profit value and economic feasibility, so that it could proceed to the feasibility study stage and obtain a Production Operation Mining Business Permit. Economic analysis in this study is used to obtain the value of investment capital and production costs, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) and sensitivity analysis. Economic studies are expected to be able to see the feasibility of an investment that can be used in the form of net profit in the future NPV, IRR, PBP. The data collection technique used uses primary data and secondary data which are then processed using the Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) method to obtain NPV, IRR and PBP values. The economic study will be compared with the economic feasibility to get the final result in the form of the economic feasibility of the company. After obtaining the economic feasibility results, a sensitivity analysis is carried out based on the increase in production costs and the decrease in selling prices. The research results were obtained based on the economic studies studied, namely obtaining an NPV of IDR 4,785,181,088 and obtaining a minimum IRR value of 10.35% through the calculation of the Weighted Average Cost of Capital (WACC) and a maximum IRR value of 27.30%. The time to get a return on capital or PBP value is 4.42 years or 4 years and 3 months. Sensitivity analysis was carried out by looking at the parameters of increasing production costs and decreasing selling prices. The results of the sensitivity analysis showed that the maximum increase in production costs was 16%, so the company would suffer a loss. Meanwhile, a decrease in the selling price of 6% will make the company suffer a loss. The results of the comparison of the sensitivity analysis show that the selling price value factor has decreased, which will have a large effect on the profits obtained compared to the increased production costs. Abstrak. CV Barokah Laksana Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan batupasir yang terletak di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dikarenakan perusahaan tersebut memerlukan kajian analisis ekonomi untuk mendapatkan nilai keuntungan dan kelayakan ekonomi, sehingga dapat melanjutkan ke tahap studi kelayakan dan mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Analisis ekonomi pada penelitian ini digunakan untuk mendapatkan nilai modal investasi dan biaya produksi, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) dan analisis sensitivitas. Kajian ekonomi diharapkan mampu melihat kelayakan investasi yang dapat digunakan dalam bentuk keuntungan bersih di masa yang akan datang dalam bentuk NPV, IRR, serta PBP. Teknik pengambilan data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder yang kemudian diolah dengan metode Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) untuk mendapatkan nilai NPV, IRR dan PBP. Kajian ekonomi tersebut akan dikomparasikan dengan kelayakan ekonomi untuk mendapatkan hasil akhir berupa kelayakan ekonomi tambang pada perusahaan tersebut. Setelah mendapatkan hasil kelayakan ekonomi kemudian melakukan analisis sensitivitas berdasarkan kenaikan biaya produksi serta penurunan harga jual. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan kajian ekonomi yang diteliti yaitu didapakan NPV sebesar Rp 4.785.181.088,- serta mendapatkan nilai IRR minimum sebesar 10,35% melalui perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC) serta nilai IRR maksimum sebesar 27,30%. Waktu untuk mendapatkan pengembalian modal atau nilai PBP selama 4,42 tahun atau 4 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat parameter kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual. Hasil analisis sensitivitas didapatkan kenaikan biaya produksi maksimum yaitu sebesar 16%, maka perusahaan akan mendapatkan kerugian. Sedangkan penurunan harga jual sebesar 6%, akan membuat perusahaan mendapatkan kerugian. Hasil perbandingan Analisis sensitivitas didapatkan faktor nilai harga penjualan mengalami penurunan akan berpengaruh besar terhadap keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya produksi yang meningkat.
Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Penambangan Batubara PT Duta Tambang Rekayasa di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Muhammad Alif Adityantono; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8703

Abstract

Abstract. Mining activities are carried out using an open pit mining system using a strip mining system. In overburden stripping, mechanical devices such as Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G and Dumptruck Scania P380CB are used as conveyance tools. . The use of diesel as a fuel has a significant effect on mining operational costs. There are several factors that can affect the use of fuel in mechanical devices, one of which is the road geometry. Therefore the productivity of the hauling equipment is carried out with more efficient fuel consumption. In increasing the productivity of hauling equipment with more efficient fuel consumption, several studies were carried out on several parameters, namely road slope, straight road width, bend radius, Superelevation, Cross Slope, Fuel Ratio, and Fuel Cost. The results of the study were then evaluated based on the AASHTO theory with the standard setting for the maximum road slope of 12% and Ministerial Decree No. 1827/K/30/MEM/2018. Based on the results of observations and calculations on field activities, the actual production of the means of conveyance is 344.06 BCM/hour with an average fuel consumption of 13.82 liters/hour. The actual Fuel Ratio value in research activities for transportation equipment is 0.20 liters/BCM, and the Fuel Cost is Rp. 60,067,335 / month/tool. After a study on road geometry, the productivity value increased to 440.42 BCM/hour with a Fuel Ratio of 0.15 liters/BCM, and the Fuel Cost became Rp. 47,044,368 / month/tool, so after repairs the cost decreased by Rp. 13,022,949 / month/tool. Improvements in road conditions affect production, fuel consumption, Fuel Ratio, and Fuel Cost to reduce operational costs in mining. Abstrak. Kegiatan penambangan dilakukan dengan sistem penambangan terbuka. Dalam pengupasan overburden digunakan alat mekanis seperti alat gali-muat Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G dan Dumptruck Scania P380CB sebagai alat angkut. Penggunaan solar sebagai bahan bakar memberikan pengaruh biaya operasional penambangan yang cukup besar. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan bahan bakar pada alat mekanis, diantaranya kondisi geometri jalan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat angkut dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Dalam meningkatkan produktivitas alat angkut dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, dilakukan beberapa kajian terhadap beberapa parameter yaitu kemiringan jalan, lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, jari–jari tikungan, Superelevasi, Cross Slope, Fuel Ratio, Fuel Cost. Hasil dari kajian tersebut kemudian di evaluasi berdasarkan teori AASHTO dengan ketetapan standar kemiringan jalan maksimal yaitu 12% dan Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan pada kegiatan lapangan, produksi alat angkut aktual adalah 344,06 BCM/jam dengan ratarata konsumsi bahan bakar alat 13,82 liter/jam. Nilai Fuel Ratio secara aktual pada kegiatan penelitian untuk alat angkut adalah 0,20 liter/BCM, serta Fuel Cost sebesar Rp. 60.067.335 /bulan/alat. Setelah dilakukan kajian pada geometri jalan, nilai produktivitas naik menjadi 440,42 BCM/jam dengan Fuel Ratio 0,15 liter/BCM, serta Fuel Cost menjadi Rp. 47.044.368 /bulan/alat, sehingga setelah perbaikan mengalami penurunan biaya sebesar Rp. 13.022.949 /bulan/alat. Perbaikan pada kondisi jalan berpengaruh terhadap produksi, konsumsi bahan bakar, Fuel Ratio, dan Fuel Cost sehingga dapat mengurangi biaya operasional pada penambangan.
Kajian Kelayakan Ekonomi pada Kegiatan Hauling Tambang Tanah Liat PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK Blok Pabuaran di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Syaefan Abdillah Gunawan; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.9308

Abstract

Abstract. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk is a company engaged in cement manufacturing. One of the cement's raw materials is clay, and PT Indocement will establish a new clay mining block located in Pabuaran Village, Sukamakmur District, Bogor Regency. Therefore, an economic feasibility study is required to plan the necessary production costs to address the hauling activities. The objective of this research is to determine production costs, investment costs, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), and sensitivity analysis. The research methodology is divided into three stages: the data collection process, which involves both primary and secondary data obtained from the company's Feasibility Study (FS) documents and several published journals. The gathered data is used to calculate operational costs, production costs, investment costs, cash flow, and to obtain NPV, IRR, PBP, and sensitivity analysis values. In the final stage, the data analysis is conducted based on NPV, IRR, and PBP values. The research findings indicate that the total required capital for the project is Rp 3,805,761,584, with fixed capital of Rp 2,083,647,427, and working capital of Rp 1,722,114,157. Based on the cash flow analysis, the obtained IRR value is 23.7%, exceeding the minimum IRR threshold of 11.9%. The NPV value for a 10-year mine life results in a profit of Rp 3,072,732,250, with a payback period of 4 years and 11 months. Abstrak. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan semen. Salah satu bahan campuran semen adalah tanah liat dan PT Indocement akan membuat blok penambangan tanah liat baru yang berlokasi di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sehingga diperlukan pengkajian kelayakan ekonomi untuk merencakan biaya produksi yang diperlukan dalam memecahkan permasalahan kegiatan hauling yang akan dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui biaya produksi, biaya investasi, nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) dan analisis sensitivitas. Metode penelitian yang dilakukan terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu proses pengambilan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder yang berasal dari dokumen Feasibility Study (FS) perusahaan dan dari beberapa jurnal yang telah dipublikasi. Data yang telah dikumpulkan untuk memperhitungan biaya operasional, biaya produksi, biaya investasi, aliran kas dan didapatkan nilai NPV, IRR, PBP dan Analisis sensitivitas. Tahapan terakhir yaitu proses analisis data hasil pengolahan berdasarkan pada nilai NPV, IRR, dan PBP. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa modal keseluruhan yang diperlukan sebesar Rp 3.805.761.584 dengan rincian modal tetap sebesar Rp 2.083.647.427 dan modal kerja sebesar Rp 1.722.114.157. Berdasarkan aliran kas maka nilai IRR yang didapat sebesar 23,7% dan sudah melebihi nilai IRR minimum sebesar 11,9%. Nilai NPV yang didapat untuk umur tambang 10 tahun didapatkan keuntungan sebesar Rp 3.072.732.250 dengan periode balik modal selama 4 tahun 11 bulan