Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implementasi STEM-Series Terintegrasi Lingkungan Kaya Teks dalam Pembelajaran Matematika-Sains Terpadu di Gugus II Kecamatan Bebandem Budayana, I Nyoman; Astiti, Kadek Ayu; Yudiana, I Kadek Edi; Putri, Ni Putu Ratih Diana
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika-Sains di SD Gugus II Kecamatan Bebandem melalui implementasi STEM-Series terintegrasi lingkungan kaya teks. Permasalahan mitra meliputi rendahnya hasil belajar siswa, minimnya literasi, serta keterbatasan media pembelajaran dan kreativitas guru. Program dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, pengembangan STEM-Corner, pembiasaan siswa, dan lesson study berkelanjutan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, observasi, serta angket. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar guru sebelumnya belum mengenal STEM-Series, namun setelah pelatihan mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru serta motivasi untuk mengimplementasikannya. Respon peserta sangat positif dengan persentase 95,65%, yang mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kompetensi guru serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berdampak nyata pada peningkatan literasi dan minat belajar siswa di sekolah dasar.
Implementasi Media Pembelajaran E-Comic Interaktif Berbasis PMR Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa: Kajian Literatur Sistematik I Wayan Agus Darma Putra; I Putu Pasek Suryawan; I Nyoman Budayana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran e-comic interaktif merupakan inovasi pembelajaran digital yang mengintegrasikan unsur visual, narasi, dan fitur interaktif untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, berbagai penelitian telah mengkaji penggunaan e-comic interaktif pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa. Namun, hasil penelitian tersebut masih tersebar dan belum disintesis secara sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif implementasi media pembelajaran e-comic interaktif serta kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa melalui metode kajian literatur sistematik (Systematic Literature Review). Sumber data penelitian berasal dari artikel jurnal nasional dan internasional yang dapat diakses secara daring dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-comic interaktif cenderung memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep siswa, meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar, serta lebih efektif apabila diintegrasikan dengan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
Penerapan Metode SAW–WP Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Pemberian Kredit: Application Of The SAW–WP Method In Decision Making For Credit Granting Manurung, Ulina Br; Budayana, I Nyoman; Sukajaya, I. N.
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis metode Simple Additive Weighting (SAW), Weighted Product (WP), serta metode kombinasi Modified SAW dalam sistem pendukung keputusan pemberian kredit koperasi. Permasalahan yang dihadapi koperasi adalah penilaian kelayakan kredit yang masih bersifat subjektif dan berisiko meningkatkan kredit macet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data 50 calon peminjam kredit yang dievaluasi berdasarkan enam kriteria, yaitu usaha, pendapatan, karakter, usia, riwayat kredit, dan jumlah kepemilikan utang. Metode SAW menggunakan pernormalisasian dan penjumlahan terbobot, metode WP menggunakan pendekatan perkalian berbobot, sedangkan Modified SAW mengombinasikan kedua metode tersebut. Penelitian ini berfokus Evaluasi kinerja sistem dilakukan menggunakan confusion matrix untuk memperoleh persentase akurasi berdasarkan perbandingan antara hasil keputusan sistem dan data aktual nasabah, sehingga akurasi yang dihasilkan merepresentasikan kemampuan metode dalam mengklasifikasikan kelayakan kredit. Dengan demikian, metode gabungan SAW dan WP efektif digunakan sebagai alternatif sistem pendukung keputusan dalam pemberian kredit koperasi.
Pengaruh Penerapan Model Case Based Learning (CBL) Berbantuan GeoGebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ni Kadek Santiyani; I Nyoman Budayana; I Gusti Ngurah Pujawan
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i2.3719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Case-Based Learning (CBL) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain posttest-only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di SMP 2 Banjarangkan, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah yang telah memenuhi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model CBL berbantuan GeoGebra lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model CBL maupun pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model CBL berbantuan GeoGebra berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis permasalahan kontekstual, mengkonstruksi konsep secara mandiri, serta memvisualisasikan objek geometri secara dinamis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan CBL berbantuan GeoGebra pada materi matematika lainnya serta meninjau pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi yang lain.
EFEKTIVITAS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERINTEGRASI GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG SISI DATAR Komang Agus Ari Sukrawan; Gusti Ayu Mahayukti; I Nyoman Budayana
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i2.18798

Abstract

Pemahaman konsep matematika siswa Indonesia, khususnya materi Bangun Ruang Sisi Datar masih rendah akibat kurangnya variasi pendekatan pembelajaran dan penggunaan media. Materi ini menuntut visualisasi objek tiga dimensi, sehingga dibutuhkan media yang memfasilitasi eksplorasi konsep secara interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif terintegrasi GeoGebra untuk mendukung visualisasi dan eksplorasi. Dikembangkan menggunakan model ADDIE, menghasilkan media yang bertema petualangan, diakses online, fleksibel, menggabungkan materi, video, praktikum GeoGebra, dilengkapi kuis interaktif, serta latihan dengan sistem umpan balik. Dengan subjek uji coba 38 siswa kelas VII Cempaka SMP Negeri 4 Singaraja. Hasil validitas memperoleh skor rata-rata 4,6 (sangat valid) untuk isi/materi dan 4,7 (sangat layak) untuk media. Kepraktisan media berdasarkan angket respons guru dan siswa berturut-turut 4,80 dan 4,73 tergolong sangat praktis. Efektivitas diuji melalui analisis N-Gain memperoleh skor rata-rata 0,483 (kategori sedang) melampaui kriteria minimal (≥ 0,3). Hasil penelitian membuktikan multimedia interaktif terintegrasi GeoGebra valid, layak, praktis, dan efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa serta berimplikasi sebagai alternatif sumber belajar interaktif yang mendukung pembelajaran mandiri dan fleksibel.
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education Berbantuan PhET Simulation Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Dina Meryarta Galingging; I Nyoman Budayana; Nengah Suparta
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5515

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penerapan pembelajaran yang mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata dan media pembelajaran interaktif, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model RME berbantuan PhET Simulation, model RME, dan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja pada tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri atas 11 kelas dengan total siswa 398 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga terpilih tiga kelas sebagai sampel, kelas eksperimen berjumlah 35 siswa, sedangkan kelas pembanding dan kelas kontrol masing – masing berjumlah 36 siswa. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian sebanyak 5 butir soal untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji ANAVA Satu Jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Rata-rata nilai post-test yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 68, rata-rata nilai post-test yang diperoleh kelas pembanding sebesar 67,50, sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata nilai post-test sebesar 58,14. Hasil uji lanjut Scheffe menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol serta antara kelas pembanding dan kelas kontrol, sedangkan antara kelas eksperimen dan kelas pembanding tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Artinya, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen dan kelas pembanding tidak berbeda secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RME berbantuan PhET Simulation dan model RME lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Tipe AKM Ditinjau Dari Gaya Belajar : Penelitian Nurul Septia Puspitasari; I Nyoman Budayana; I Made Sugiarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Singaraja dalam menyelesaikan soal AKM ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential. Instrumen yang diterapkan mencakup angket gaya belajar, tes numerasi tipe AKM, serta wawancara. Hasil angket menunjukkan gaya belajar visual mendominasi yaitu 36%, diikuti auditori 31%, kinestetik 27%, dan kombinasi sebesar 6%. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,004<0,05. Diperoleh nilai signifikansi dari uji lanjut yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan gaya belajar visual dengan auditori yaitu sebesar 0,001<0,05. Gaya belajar visual dengan kinestetik sebesar Sig. 0,141>0,05 dan gaya belajar auditori dengan kinestetik sebesar 0,088>0,05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Peserta didik bergaya belajar visual lebih sistematis dalam memahami soal dan baik dalam menjelaskan proses penyelesaian daripada auditori maupun kinestetik. Di sisi lain, siswa auditori lebih cenderung mampu menjelaskan secara lisan, sedangkan siswa kinestetik cenderung langsung mengerjakan soal tanpa menuliskan informasi yang disajikan.
Kajian Sistematis Kemandirian Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Anna Tasya Enjelina Br Tumanggor; I Nyoman Budayana; I Made Suarsana
Dharma Acariya Nusantara Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jdan.v4i1.2315

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-regulated learning and mathematical problem-solving skills among junior high school students through a systematic review of recent literature. The study employed a descriptive qualitative approach by analyzing scientific articles published between 2021 and 2025. Relevant articles were collected from databases such as Google Scholar, Scopus, ERIC, and ScienceDirect using keywords related to self-regulated learning and mathematical problem-solving. Based on predetermined inclusion and exclusion criteria, 10 articles were selected for analysis. The findings indicate that self-regulated learning plays a significant role in improving students’ mathematical problem-solving abilities. Students with strong self-regulation tend to be more effective in understanding problems, selecting appropriate solution strategies, carrying out problem-solving procedures systematically, and evaluating their results. Furthermore, student-centered learning approaches have been shown to foster self-regulated learning and enhance problem-solving performance. However, the reviewed studies reveal that most junior high school students still demonstrate low to moderate levels of mathematical problem-solving skills, particularly when dealing with non-routine problems. These findings highlight the need for innovative and student-centered instructional strategies that encourage learning autonomy and active participation. This study provides both theoretical insights and practical recommendations for improving mathematics education at the junior high school level.
Implementasi Metode AHP–Topsis Dalam Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Glamping Terbaik Di Kintamani: Implementation of the AHP–TOPSIS Method in a Decision Support System for Determining the Best Glamping in Kintamani I Ketut Ramiana; I Nyoman Sukajaya; I Nyoman Budayana
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1361

Abstract

Pesatnya pertumbuhan akomodasi glamping di Kintamani, Bali, menimbulkan tantangan bagi wisatawan dalam memilih glamping terbaik yang sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode kombinasi AHP–TOPSIS dalam sistem pendukung keputusan penentuan glamping terbaik di Kintamani. Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) digunakan untuk menentukan bobot kriteria melalui perbandingan berpasangan, sedangkan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) digunakan untuk merangking alternatif berdasarkan kedekatan terhadap solusi ideal. Penelitian ini mengevaluasi 44 alternatif glamping menggunakan 10 kriteria: harga, pemandangan atau lokasi, fasilitas, kebersihan, pelayanan, keamanan, aksesibilitas, sustainability, upaya sustainability, dan edukasi lingkungan. Hasil AHP menunjukkan keamanan  memiliki bobot tertinggi 24,38%, diikuti harga 18,34%, dengan Consistency Ratio 0,0313 (konsisten). Perhitungan TOPSIS menghasilkan alternatif A6 dan A35 sebagai peringkat 1 dengan nilai preferensi sempurna V = 1,000000. Analisis sensitivitas menunjukkan model cukup stabil, dengan harga sebagai kriteria paling sensitif (rata-rata perubahan ranking 3,41%). Penelitian ini memberikan rekomendasi pemilihan glamping yang objektif dan terstruktur bagi wisatawan di Kintamani.
Perbandingan Random Forest Dan Support Vector Machine Dalam Memprediksi Pemilihan Jurusan SMK Dwita Ega Lestari Br Ginting; I Made Candiasa; I Nyoman Budayana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.658

Abstract

The selection of a major in Vocational High Schools (SMK) is an important decision that can significantly influence students' future careers. However, in practice, many students choose their majors without adequately considering their academic abilities. This study aims to compare the performance of the Random Forest and Support Vector Machine (SVM) algorithms in predicting the selection of majors among vocational high school students based on academic data. The research employed a data mining approach using the CRISP-DM methodology, which consists of the stages of data understanding, data preparation, modeling, and evaluation. The dataset comprised students' academic scores in Mathematics, Science, Social Studies, Indonesian Language, and English Language. Model performance was evaluated using a confusion matrix with accuracy, precision, recall, and F1-score as evaluation metrics. The results indicate that both algorithms were able to perform classification effectively. However, the SVM algorithm achieved higher performance with an accuracy of 90%, precision of 91.10%, recall of 89.57%, and F1-score of 89.45%, compared to the Random Forest algorithm, which obtained an accuracy of 86%, precision of 86.62%, recall of 85.88%, and F1-score of 85.27%. Therefore, SVM is considered more effective in predicting vocational high school students' major selection based on academic performance.