Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perhitungan Volume Batubara Pada Stockpile PT Telen Orbit Prima Menggunakan Metode Fotogrametri Ferdinandus, Ferdinandus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14522

Abstract

PT Telen Orbit Prima adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara yang berlokasi di Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Sistem penambangan batubara yang diterapkan oleh PT Telen Orbit Prima adalah tambang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung volume batubara pada stockpile diperoleh dengan menggunakan metode fotogrametri. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menggunakan metode fotogrametri dalam pengukuran volume. Pengolahan data foto udara dan pengikatan GCP pada foto udara kemudian hasil dari pengolahan diubah menjadi DEM (Digital Elevation Model). Selanjutnya hasil pengolahan foto udara yang berupa DEM akan diekstrak menjadi kontur. Hasil kontur selanjutnya akan diolah untuk keperluan menghitung besar nilai volume. Kemudian hasil volume yang didapat dibandingkan dengan hasil volume pengukuran menggunakan RTK. Hasil pengukuran drone pada ketinggian 60 m overlap 70% dengan kualitas medium memiliki hasil volume yang dihasilkan yaitu sebesar 263,63 m3. Hasil pengukuran teristris memiliki hasil volume yang dihasilkan yaitu sebesar 224,44 m3. Perbandingan hasil pengukuran volume menggunakan drone dan RTK menghasilkan selisih sebesar 39,19 m3.
Pencapaian Target Produksi Penambangan Berdasarkan Metode Survey Dan Bucket Count Di PIT Arwana Pada PT Mitra Barito Situngkir, Jhoni Priadi; Usup, Hepryandi Luwyk Djanas; Fidayanti, Neny; Ferdinandus, Ferdinandus; Murati, Ferra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15777

Abstract

PT Mitra Barito merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan batubara. Jumlah target produksi overburden pada bulan Juni adalah 202.158 BCM dan batubara sebesar 29.689 ton. Hasil produksi yang diperoleh berdasarkan metode survey adalah 105.469,55 BCM, sedangkan berdasarkan bucket count adalah 107.071,48 BCM. Pada perusahaan terdapat material dari longsoran bench yang mana harus diangkut oleh truck tetapi tidak dilakukan pengukuran ulang oleh tim survey. Selisih perhitungan berdasarkan target produksi dengan mine progress dan selisih antara aktual survey dengan perhitungan bucket count inilah yang melatarbelakangi untuk melakukan penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode analisis data kuantitatif. Volume aktual overburden dan batubara didapatkan dari perhitungan survey, yang mana volume batubara dari perhitungan survey akan dikalikan dengan berat jenis batubara sebesar 1,2 ton/m3. Selisih volume overburden berdasarkan metode survey dan bucket count sebesar 1.601,93 BCM (1,49%), kemudian tonase batubara aktual bulan Juni 2024 sebesar 28.852,33 sehingga memiliki selisih volume terhadap target produksi sebesar 836,67 ton (2,82%) dan selisih volume overburden aktual terhadap target produksi sebesar 96.688,45 BCM (47,83%).
Perancangan Sequence Overburden Removal Dengan Metode Strip Mine Pit M45C-Extend PT. Jorong Barutama Greston Meha, Hansen Lim Junior Meha; Luwyk Djanas Usup, Hepryandi; Ferdinandus, Ferdinandus; Nan Setya Putra Tanggara, Deddy; Saptawartono, Saptawartono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18361

Abstract

Dalam kegiatan penambangan, banyak faktor yang perlu di pertimbangkan dalam perencanaannya, salah satau faktor yang krusial adalah rancangan penambangan, dimana dalam perencanaan penambangan memerlukan design penambangan yang berguna untuk mengetahui bagaimana kemajuan penambangannya secara bertahap, baik rancangan short term maupun long term. PT. Jorong Barutama Greston memiliki lubang bukaan tambang baru yang akan dilakukan penambangan dengan menerapkan metode penambangan strip mine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat rancangan design sequence penambangan overburden removal triwulan dari bulan September – November 2024. Geometri jenjang yang digunakan memiliki tinggi 10 meter, lebar 5 meter dengan kemiringan jenjang adalah sebesar 45º yang berlaku baik di highwall maupun lowwall. Sedangkan untuk jalan dirancangan dengan lebar jalan angkut lurus 12 meter dengan grade maksimum jalan adalah sebesar 8%. Berdasarkan hasil penelitian, rancangan sequence bulan September memiliki total volume terbongkar sebesar 256.557 BCM, rancangan sequence bulan Oktober memiliki volume terbongkar sebesar 272.928 BCM, dan rancangan sequence bulan November memilki volume terbongkar sebesar 253.834 BCM.
Analisis Match factor Alat Gali Muat Angkut Pada Kegiatan Ore Getting Di Blok I PT. Billy Indonesia Site Parenggean Geraldo Michel, Odorikus; Kusma Wijaya, Dody Ariyantho; Ferdinandus, Ferdinandus
Action Research Literate Vol. 8 No. 4 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i4.308

Abstract

PT. Billy Indonesia adalah perusahaan pertambangan yang bergerak dalam penambangan bauksit salah satu nya di site parenggean, dengan melakukan kegiatan kerja dalam proses ore getting atau pengambilan bijih dari Blok I dan mengangkut nya menuju stockore. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa faktor keserasian (match factor) kinerja alat gali muat dengan alat angkut pada kegiatan ore getting di Blok I. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif peneliti meneliti permasalahan yang berkaitan dengan match factor pada kegiatan ore getting di Blok I PT. Billy Indonesia site Parenggean. Hasil didapatkan bahwa untuk mencapai keserasian kerja antara alat gali-muat dan alat angkut yaitu menambahkan unit DT dari yang semula hanya 13unit menjadi 17unit dengan tipe yang sama untuk beroperasi dengan 1 unit excavator untuk mencapai nilai match factor senilai 0,96 agar tidak terjadi waktu tunggu yang terlalu lama antara alat gali-muat dan alat angkut. Dan untuk pencapaian produktivitas bisa dicapai dengan hanya 13unit alat angkut dengan hasil perhitungan produktivitas yang didapatkan senilai 86.705,112 ton/bulan. Agar produktivitas dapat tercapai hanya dengan menggunakan 13unit alat angkut maka harus dilakukan penambahan driver alat angkut cadangan yang dapat menggantikan driver alat angkut yang sedang cuti/sakit. Kesimpulan ini menunjukkan beberapa solusi untuk mencapai keserasian kerja antara alat gali-muat dan alat angkut, seperti menambah unit dumptruck, penambahan manpower, dan pengoptimalan metode pemuatan.
Identifikasi Kandungan Konsentrat Mineral Logam Pada Tailing Penambangan Emas Rakyat Noveriady Noveriady; Novalisae Novalisae; I Putu Putrawiyanta; Ferdinandus Ferdinandus
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 2 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 2 April 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i2.6785

Abstract

Artisanal gold mining in the Kahayan River Basin (DAS Kahayan), Ramang Village, produces tailings that contain metallic minerals such as zircon (Zr), yet their management remains suboptimal. This study aims to identify the zircon content in the concentrate resulting from shaking table separation and to analyze the geological and hydrological factors influencing its distribution. The results show that zircon content in the tailings ranges from 0,002% to 0,112%. The highest concentration was found in the upstream area (Z1), while the lowest was in the downstream area (X1), indicating that river flow direction and tidal influences play a role in zircon particle distribution. The zircon identified is genetically linked to the weathering of granite rocks, particularly the Kapur Granite Formation and Sepauk Tonalite in the upstream region. These findings indicate that current small-scale gold mining practices remain inefficient, allowing zircon to be discarded in tailings. This study emphasizes the importance of improved tailings management through efficient containment systems, the potential for reprocessing, and continuous environmental monitoring to enhance resource utilization and reduce the ecological impact of traditional mining.
Slope Stability Analysis of the Mahakam Monthly Pit Highwall Design at PT Arta Bumi Sakti Insani BaraPerkasa Site East Kalimantan Muhammad Faisal Siddiq; Yossa Yonathan Hutajulu; Ferdinandus Ferdinandus; Nuansa Mare Apui Ganang; Yusias Andri
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.8031

Abstract

PT Arta Bumi Sakti operates within the mining sector, focusing on the Insani Baraperkasa. A major challenge in open-pit mining in this area is maintaining the stability of highwall slopes, particularly in the 2025 Mahakam monthly pit design. This study aims to evaluate slope stability in the highwall region using the Limit Equilibrium Method through the Bishop Simplified, Janbu Simplified, Morgenstern Price, and Spencer. Geotechnical parameters were obtained from laboratory tests and interpretations of geotechnical drilling data, including unit weight, cohesion, internal friction angle, UCS, and GSI. Software was used to analyze the slope and calculate safety factors while considering groundwater levels, earthquake loads, and ground pressure across two representative cross-sections. The results show that both cross-sections have safety factor values exceeding the minimum threshold established by the Ministry of Energy and Mineral Resources Regulation No. 1827 K/30/MEM/2018, namely, FS > 1.1 and PoF < 20%. Thus, mining activities in this period can be conducted safely. In addition, the Spencer Method, which simultaneously satisfies stability in terms of force and momentum, provides stable results, this can be used as the basis that the Spencer can be used as the main method in the analysis of slope stability in the location.
Perancangan Sequence Penambangan Bulan Januari dan Februari Tahun 2025 pada PT Putra Perkasa Abadi Site SKS Eka Taufiqur Rahman; Deddy Nan Setya Putra Tanggara; Ferdinandus Ferdinandus; Noveriady Noveriady; I Putu Putrawiyanta
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7076

Abstract

Mining sequence design is one of the important stages in open pit mining activities that aims to organize the excavation stages so that production activities run effectively, efficiently, and in accordance with the established targets. This research was conducted at PT Putra Perkasa Abadi Site SKS with the aim of designing a mining sequence in January and February 2025. The methods used include analysis of topographic data, geology, pit design, and monthly production targets. The data was processed using mining software to determine the excavation sequence based on elevation, overburden volume, and coal reserves. The design results show that the total planned overburden and coal volume is able to meet the company's production targets by considering slope stability and the efficiency of digging and loading equipment. In addition, the resulting sequence design also takes into account aspects of work safety and field operational conditions, such as mine road access and drainage systems. With a structured design, it is expected that mining activities during this period can run according to schedule, minimize operational obstacles, and support the achievement of production targets and cost efficiency at PT Putra Perkasa Abadi Site SKS.
Analisis kapasitas Daya Tampung Settling Pond di Pit Alfa Utara di PT. Hamparan Mulya Ronal Berkat Tumanggor; Ferdinandus Ferdinandus
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7388

Abstract

PT. Hamparan Mulya operates in the coal mining industry and applies an open-pit extraction system. In this mining method, managing surface water particularly rainwater is essential to ensure smooth operations. An effective drainage system is required to prevent runoff water from contaminating nearby rivers, lakes, and surrounding ecosystems. One practical approach used in mining operations is the construction of settling ponds, which function as treatment units for water collected in the sump before it is released into natural waterways. This study aims to identify the appropriate storage capacity for the settling pond and sump by analyzing rainfall data using the Log Pearson Type III method. The analysis produced a design rainfall value of 507.16 mm/day and a rainfall intensity of 56.94 mm/hour. With a catchment area of 14 km², the resulting runoff discharge reaches 30,782.16 m³/hour. Based on these parameters, the settling pond must be engineered to accommodate a total discharge of 30,782.16 m³/hour.
Analisis Peledakan Tanah Penutup Pit Warute Berdasarkan Geometri Peledakan, Powder Factor, dan SDoB Pada PT. Bina Sarana Sukses (BSS) Jobsite AGM Provinsi Kalimantan Selatan Mars Brein Sembiring; Hepryandi L. Djanas Usup; Dody Ariyantho Kusma Wijaya; Ferdinandus Ferdinandus; Yustinus Hendra Wiryanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter geometri peledakan terhadap nilai Scaled Depth of Burial (SDoB), Powder Factor (PF), fragmentasi, dan waktu gali (digging time) pada kegiatan peledakan tanah penutup di Pit Warute,PT. Bina Sarana Sukses (BSS) Jobsite Antang Gunung Meratus, Kalimantan Selatan. Data diperoleh dari lima belas kegiatan peledakan dengan variasi burden, spasi, kedalaman lubang, dan panjang stemming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SDoB berkisar antara 1,00–1,38 m·kg⁻¹ᐟ³ dengan rata-rata 1,19 m·kg⁻¹ᐟ³, sedangkan PF berada pada kisaran0,11–0,17 kg·m⁻³ dengan rata-rata 0,14 kg·m⁻³. Analisis regresi linier memperlihatkan bahwa hubungan antara SDoB terhadap fragmentasi dan digging time bersifat lemah, dengan nilai koefisien determinasi masing-masing sebesar R² = 0,042 dan R² = 0,015. Demikian pula, PF tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kedua parameter tersebut.Meskipun demikian, secara empiris ditemukan bahwa kombinasi geometri peledakan dengan burden 7 m, spasi 9 m, kedalaman lubang 7–8 m, dan stemming 3 m memberikan hasil fragmentasi yang lebih seragam serta waktu gali yang lebih efisien. Dengan demikian, rentang nilai SDoB antara 1,10–1,25 m·kg⁻¹ᐟ³ direkomendasikan sebagai kondisi optimumuntuk kegiatan peledakan di Pit Warute.
Evaluation of the Level of Physical Damage Due to Erosion in Post-Sand Mining Land Using the Universal Soil Loss Equation (USLE) Method Novalisae Novalisae; Noveriady Noveriady; I Putu Putrawiyanta; Ferdinandus Ferdinandus; Yulius Kahanjak; Grace Any Pasaribu
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 2 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 2 April 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i2.9341

Abstract

Sand mining activities at Km. 29 in Bukit Batu District, Palangka Raya City, have caused significant physical land damage. This study quantifies erosion rates in former sand mining areas using the Universal Soil Loss Equation (USLE) through field surveys and laboratory analysis. Soil samples were collected purposively from four locations (Kolong 1 TL, Kolong 2 TL, Kolong 1 BD, Kolong 2 BD) at 0-20 cm depth with three replications. Results showed erosion rates ranging from 0.54 to 2.52 tons/ha/year, classified as “very low” according to standard erosion hazard categories. However, in post-mining contexts with initial degradation, these rates indicate serious land vulnerability. The dominant factors influencing erosion were high rainfall erosivity (R=998.45 MJ.mm/ha/hr/year), minimal vegetation cover (C=0.8), and the absence of conservation practices (P=1), whereas soil erodibility was inherently very low (K=0.005-0.014). Although numerically classified as very low, the former sand mining land requires immediate conservation intervention. Practical implications emphasize integrated conservation through vegetative approaches (fast-growing cover crops) and mechanical methods (gulud terraces and rorak), focusing on modifying the conservation practice factor (P) as the most easily intervenable variable to prevent increased erosion and restore land conditions.