Syibromilisi Syibromilisi
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

METODE TAZKIYAT AN-NAFS AL-GHAZALI DALAM PENDIDIKAN ISLAM UNTUK GENERASI MILENIAL Dewi Aisyah; Naufal, MuhammadZiyan; Syibromilisi, Syibromilisi
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol 7 No 2 (2025): Khulasah: Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM IAI Pangeran Dharma Kusuma Segeran Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kisj.v7i2.330

Abstract

This article was based on the problem of the need to improve spiritual quality by drawing closer to Allah through the tazkiyat al-nafs method. This is to cleanse the spirit of diseases that cause moral damage to humans. The aim of this paper is to produce output to analyze and explain the concept of tazkiyat an-nafs according to Al-Ghazali, in analyzing and explaining the phenomenon of moral crisis that occurs in the Millennial Generation, and explaining al-Ghazali's tazkiyat an-nafs method in overcoming the moral crisis in the Millennial Generation through several detections of the existence of aspects of monotheism, mukhafah, mahabbah, and ma'rifat. These four components must be possessed by someone who wants to meet their God (wushul ilallah) with various applications and stages that must be passed. The tazkiyat an-nafs process is an important method to be applied to the millennial generation in eliminating moral crises, which in general is also needed to make people have akhlakul karimah, pious character and noble behavior and have good quality of worship. If you succeed in carrying out all the tazkiyatun nafs processes properly, it will produce a person of physical and spiritual quality who is free from spiritual crises.
Peran Guru Penggerak Terhadap Penerapan Pembelajaran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Keterampilan Belajar PAI di SDN Timbang Rusmalawati, Eti; Syibromilisi, Syibromilisi; Wardatushobariah, Neng
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v5i2.2994

Abstract

The implementation of Merdeka Curriculum at SDN Timbang aims to create a more flexible and student-based learning environment, but faces challenges in improving students' Islamic Religious Education learning skills. This study aims to identify the role of the Activator Teacher in implementing learning strategies that can increase engagement and Islamic Religious Education learning skills in the elementary school environment. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, in-depth interviews with Master Teachers, and document analysis related to the Merdeka Curriculum policy. The research findings show that the Activating Teacher plays a role in facilitating interest-based learning, implementing collaboration between students, conducting process-based assessments, and building an inclusive learning environment to support students' emotional well-being. In addition, collaboration with parents is also proven to strengthen students' Islamic Religious Education learning skills in project-based learning. The recommendation from this study is that other elementary schools can strengthen the role of the Activator Teacher as an agent of change in improving Islamic Religious Education learning skills and student learning engagement through the Merdeka Curriculum. Keywords: Activator Teacher; Merdeka Curriculum; Learning Skills; Islamic Religious Education
Integrasi Kurikuler Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuningan Sopidi, Sopidi; Nugroho, Dimas Aji; Syibromilisi, Syibromilisi
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v5i2.3014

Abstract

Improving the quality of Islamic education at Madrasah Aliyah requires a holistic approach, one of which is through curricular integration. This research aims to analyze the implementation of synchronization integration in improving the quality of Islamic religious education at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuningan. The research method used is a qualitative approach, aiming to explain phenomena such as implementation, policies, curricular integration, evaluation, etc., holistically. Data collection includes observation, interviews, and documentation, with data analysis techniques involving data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that all elements and activities at MAN 1 Kuningan show integration or interdependence, enhancing effective and efficient learning and producing quality students ready to adapt to society. Additionally, curricular integration at MAN 1 Kuningan focuses not only on knowledge transfer but also on character and ethics development. Results show that students not only understand religious concepts but also apply them in daily life, thus forming a strong foundation for achieving Islamic educational goals of intellectual excellence and moral integrity. Keywords: Integration; Curricular; PAI
Manajemen kurikulum pesantren:Integrasi Antara Kurikulum Salafiyah, Gontor dan Umum (Penelitian Di Pondok Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah) Wardatushobariah, Neng; Sopidi, Sopidi; Syibromilisi, Syibromilisi
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam Berbasis Kritis, Kolaboratif, dan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v7i1.601

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan yaitu; 1) Implementasi Integrasi ketiga jenis kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran di pesantren 2) strategi pelaksanaan integrasi ketiga jenis kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran di pesantren 3) Dampak integrasi kurikulum terhadap kualitas lulusan pesantren dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan masyarakat, 4) Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengintegrasikan kurikulum Salafiyah, Gontor, dan umum, dan bagaimana solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data diperoleh dari Ketua Yayasan, Kepala bagian Kurikulum, ustadz ustadzah, Para santri dan Alumni Jenis penelitian ini adalah studi kasus . Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Manajemen Kurikulum Pesantren : Integrasi Antara Kurikulum Salafiyah, Gontor dan Umum, Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Dalam Pengimplementasian 3 kurikulum di pesantren condong, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dalam sistem asrama (boarding school) selama 24 jam, Pembelajaran dilaksanakan dari pagi-sore dimana bukan hanya umum saja tapi dicampur dengan pelajaran gontor dan salafiyah, selain itu diluar jam sekolah juga ada kegiatan yang mendukung seperti kegiatan ekstrakulikuler, muhadzoroh, mudzakaroh, mufrodzah, bandongan, sorogan dan lain sebagainya. 2) Strategi pelaksanaan integrasi ketiga jenis kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran di pesantren Condong yakni (a) penggabungan nilai PANCA JIWA dan PANCA JANGKA, (b) mengadakan pelatihan, bimbingan untuk meningkatkan kompetensi para guru, (c) mengadakan evaluasi/supervisi setiap bulan, (d) Pembuatan RPP yang baik dan benar, (e) mengadakan kumpulan setiap minggu dala rangka evaluasi, (f) memberikan reward kepada guru. 3) Dampak integrasi kurikulum terhadap kualitas lulusan pesantren dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan masyarakat yakni : (a) menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi agama yang kuat, (b) lulusannya mampu bersaing di era globalisasi, (c) keterampilan bahasa asingdan kepemimpinannya sangat kental/sangat baik sekali, (d) mampu menjadi Da’i / Ustad-ustadzah, (e) banyak alumni yang melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Ternama di Indonesia dan Perguruan Tinggu Luar negeri, (f) mampu dan siap bersaing di dunia kerja. 4) Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengintegrasikan kurikulum Salafiyah, Gontor, dan umum, dan bagaimana solusi yang diterapkan yakni : santri baru merasa terbebani dan belum bisa adaptasi dengan adanya integrasi tiga kurikulum ini Salah satu solusi yang digunakan yakni setelah sholat isya sampai jam 22.00 WIB anak2 diberi waktu untuk belajar bersama yng dinamakan Mudzakaroh yakni mempelajari pelajaran yang belum dipahami ataupun mengerjakan tugas dengan dibimbing oleh walikelas masingmasing. Selain dari itu solusinya yakni para guru juga tidak sungkan untuk memberikan penjelasn ulang kepada santri yang belum mengerti. Kata Kunci : Strategi, Integrasi, Kurikulum, Pesantren
Strategi Dakwah Digital Berbasis Hadis: Tinjauan Nilai-Nilai Adab Komunikasi dalam Media Sosial Almufassir, A Zamzami; Syibromilisi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v2i1.656

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap dakwah dari ruang fisik ke ruang digital, menuntut pendakwah untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan nilai-nilai Islam, khususnya adab dalam hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai adab komunikasi dalam hadis Nabi Muhammad saw. dalam konten dakwah digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap hadis-hadis terkait etika komunikasi serta konten dakwah di platform YouTube, TikTok, dan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendakwah telah menerapkan prinsip adab seperti berkata baik, bersikap santun, dan menyampaikan pesan dengan hikmah. Namun, ditemukan pula konten dakwah yang menyimpang dari nilai-nilai tersebut, seperti retorika provokatif dan ujaran kebencian. Ketidaksesuaian ini umumnya dipicu oleh orientasi terhadap viralitas dan kurangnya pemahaman terhadap etika dakwah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital yang berlandaskan nilai-nilai hadis mampu menciptakan komunikasi keislaman yang lebih etis, edukatif, dan konstruktif. Diperlukan strategi dakwah digital yang lebih terarah serta pembinaan terhadap dai dan edukasi masyarakat agar komunikasi dakwah di ruang digital tetap sejalan dengan semangat Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kata kunci: dakwah digital, hadis, adab komunikasi, media sosial, etika Islam.
Integration of Pesantren Curriculum and Higher Education Basori, Adib Rofiuddin; Nugraha, Mulyawan Safwandy; Sopidi, Sopidi; Syibromilisi, Syibromilisi
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.516

Abstract

This study analyzes the amalgamation of the pesantren curriculum and secondary education at STIT Buntet Pesantren Cirebon, focusing on Islamic tenets and academic criteria within the framework of modern education. This study aims to elucidate the implementation of the integration of the pesantren and higher curriculum at STIT Buntet Pesantren Cirebon, as well as to identify the elements that facilitate and impede its achievement. Employing a qualitative case study methodology, data are collected via participant observation, in-depth interviews, and document analysis from the Chairperson, Vice Chairperson, Head of Study Program, and students. This study explains that the integration process centers on three fundamental pillars: faith, knowledge, and charity, with a strong emphasis on moderation (wasathiyah) in the curriculum. Although integration has been successful, the problem lies in the use of pesantren values as indicators in academic evaluation, and character development in the classroom takes time. This study emphasizes the importance of optimizing the implementation of an integrative curriculum, contributing to the literature by demonstrating the application of Islamic principles in the context of practical and academic education.
Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial : Perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora Syibromilisi; Neng Wardatushobariah; Sopidi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/et5d2984

Abstract

Pendidikan Islam di era kontemporer menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, sementara praktik Manajemen Pendidikan Islam (MPI) masih cenderung didominasi oleh pendekatan teknokratis-administratif dan normatif-simbolik. Kondisi ini menyebabkan rendahnya sensitivitas sosial lembaga pendidikan Islam serta lemahnya peran pendidikan Islam sebagai instrumen transformasi sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan kerangka konsep Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial melalui perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka ( library study ) yang bersifat konseptual analitis. Data diperoleh dari literatur Studi Islam klasik dan kontemporer, artikel jurnal Manajemen Pendidikan Islam dalam sepuluh tahun terakhir, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan interpretatif-kritis dan sintesis konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan sosio-humaniora ke dalam MPI melahirkan paradigma manajemen pendidikan Islam yang berbasis keadilan, inklusivitas, empati sosial, dan keberpihakan pada kemanusiaan. Pendekatan ini menggeser orientasi fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan dari efektivitas efektivitas administratif menuju manajemen yang kontekstual dan transformatif. Artikel ini berkontribusi secara teoritis pada paradigma pengembangan MPI dan secara praktis memberikan referensi bagi madrasah, pesantren, dan sekolah Islam dalam memperkuat peran sosial lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam isu moderasi beragama, keadilan sosial, serta krisis kemanusiaan dan ekologi.
Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial : Perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora Syibromilisi; Neng Wardatushobariah; Sopidi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/et5d2984

Abstract

Pendidikan Islam di era kontemporer menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, sementara praktik Manajemen Pendidikan Islam (MPI) masih cenderung didominasi oleh pendekatan teknokratis-administratif dan normatif-simbolik. Kondisi ini menyebabkan rendahnya sensitivitas sosial lembaga pendidikan Islam serta lemahnya peran pendidikan Islam sebagai instrumen transformasi sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan kerangka konsep Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial melalui perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka ( library study ) yang bersifat konseptual analitis. Data diperoleh dari literatur Studi Islam klasik dan kontemporer, artikel jurnal Manajemen Pendidikan Islam dalam sepuluh tahun terakhir, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan interpretatif-kritis dan sintesis konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan sosio-humaniora ke dalam MPI melahirkan paradigma manajemen pendidikan Islam yang berbasis keadilan, inklusivitas, empati sosial, dan keberpihakan pada kemanusiaan. Pendekatan ini menggeser orientasi fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan dari efektivitas efektivitas administratif menuju manajemen yang kontekstual dan transformatif. Artikel ini berkontribusi secara teoritis pada paradigma pengembangan MPI dan secara praktis memberikan referensi bagi madrasah, pesantren, dan sekolah Islam dalam memperkuat peran sosial lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam isu moderasi beragama, keadilan sosial, serta krisis kemanusiaan dan ekologi.
Religious Culture Policy Implementation and Learning Quality in Indonesian Madrasah Aisyah, Dewi; Abdussalam, Abdussalam; Subasman, Iman; NZ, Zidni Ilman; Syibromilisi, Syibromilisi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v8i1.473

Abstract

This article examines how the implementation of a religious culture policy is associated with learning quality and whether madrasah climate mediates that relationship at MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon. The study is presented as a transparent mixed-methods journal article model using a simulated yet internally consistent dataset because authentic field data were not supplied. The quantitative phase involved 186 student responses analyzed with SPSS-style descriptive statistics, reliability testing, Pearson correlation, linear regression, and Sobel mediation procedures. The qualitative phase used simulated semi-structured interview excerpts from school leaders, teachers, and students to explain the statistical pattern. The quantitative results indicate that religious culture policy implementation has a positive effect on learning quality (B = 0.521, p < .001) and on madrasah climate (B = 0.702, p < .001). When both the independent variable and the mediator were entered simultaneously, madrasah climate remained a strong predictor of learning quality (B = 0.437, p < .001), while the direct effect of religious culture policy implementation decreased but remained significant (B = 0.214, p = .005), indicating partial mediation. The qualitative findings suggest that the policy works primarily by converting religious routines into behavioral regularity, teacher role modeling, and a more orderly academic atmosphere. The article argues that value-based policy contributes to learning quality not simply because it is religious, but because consistent implementation reorganizes everyday school interactions into a more supportive learning climate.
Strategi Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Daerah Dan Satuan Pendidikan Syibromilisi; Agus Alif Humaydiy; Sopidi Sopidi
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Strategi dan Transformasi Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v8i1.856

Abstract

The quality of education remains a central issue in human resource development and regional competitiveness. However, many regions and education units still face unequal educational quality, uneven teacher professionalism, weak school governance, and limited educational infrastructure. This article aims to analyze strategies for improving education quality at the regional and school levels through a conceptual literature review. The data were obtained from academic books, accredited national journals, selected international references, and official education policy documents published between 2012 and 2026. The literature was reviewed through thematic content analysis by classifying findings into leadership, teacher professionalism, learning process, educational technology, and stakeholder participation. The results show that education quality improvement requires integrated strategies, including strengthening instructional leadership and data-based school governance, developing continuous teacher professionalism, optimizing contextual and inclusive learning, using educational technology strategically, and strengthening community participation. The contribution of this article lies in the formulation of a contextual strategy framework that can guide local governments and education units in designing sustainable quality improvement programs.