Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buana Ilmu

KURIKULUM PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROGRAM TAHFIDZUL QURAN Herdian Kertayasa; Mohamad Erihadiana; Deni Tata Kusuma
BUANA ILMU Vol 7 No 2 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v7i2.5364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripiskan tentang kurikulum dan pembelajarandalam meningkatkan kompetensi program Tahfidzul Quran di pondok pesantren Darul Ulum GunungHalu Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mendapatkandata dari hasil observasi dan wawancara kepada pemilik pesantren atau atau pengelola pesantrenmerupakan orang yang berpengaruh dalam kebijakan semua aktivitas di pesantren. Adapun lokasipenelitian di pondok pesantren Darul Ulum Gunung Halu Bandung, Sindangkerta, Kabupaten BandungBarat. Responden atau yang terlibat dalam penelitian ini di titik beratkan kepada stakeholder penguruspesantren. Informasi-informasi yang sudah di dapatkan dan dibutuhkan akan dijadikan sebagai rancangan,pedoman, ataupun acuan dalam pembuatan penelitian. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa:Kurikulum merupakan faktor terpenting dalam menentukan suatu tujuan yang ingin di capai dalampembelajaran al-Qur’an khusunya hafalan al-Qur’an. Program Kurikulum Pondok Pesantren dalammeningkatkan kompetensi Program Tahfidzul Qur’an meliputi; Muroja’ah, Sema’an atau Tasmi, dantadarus al-Qur’an. Langkah-langkah yang ditempuh dalam meningkatkan kompetensi program TahfidzulQur’an di pondok pesantren Darul Ulum Gunung Halu yaitu; tahap awal sebelum mulai pembelajaran,kegiatan mulai pembelajaran tahfidz, membaca dengan teliti ayat yang akan dihafal, guru menyuruh ayatyang telah dibaca bersama mulai untuk di hafalkan sebanyak lima kali plus sesuai dengan hukum tajwid,makhroj dan suaranya dilafalkan, serta guru menyuruh yang sudah hafal masing masing menyetorkanhafalannya. Dengan terpenuhinya hal tersebut maka dapat dinterpretasikan pembelajaran dalammeningkatkan kompetensi program Tahfidzul Quran di pondok pesantren Darul Ulum Gunung HaluBandung telah tercapai dengan baik.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT KAJIAN HADIS Herdian Kertayasa; Aan Hasanah; Bambang Samsul Arifin
BUANA ILMU Vol 8 No 1 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i1.6018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter menurut telaah hadis. Pendidikan adalah sebuah aktivitas manusia yang memiliki maksud mengembangkan individu sepenuhnya. Islam merupakan agama yang sangat menekankan pendidikan bagi manusia. Hal itu terbukti dengan adanya banyak hadis dan ayat al-Quran yang menunjukkan tentang pendidikan, khususnya pendidikan karakter. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan kajian literatur pada hadis tentang pendidikan karakter bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis telaah konsep dan kajian hadis-hadis Nabi Saw tentang pendidikan karakter dan bagaimana relevansinya di lembaga Pendidikan khususnya pada peserta didik yang sangat penting dalam pengembangan diri dalam menjaga nilai-nilai karakter dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan telaah hadis pendidikan karakter meliputi: Semua orang berilmu harus menjadi teladan bagi orang lain dalam tutur kata dan tingkah lakunya, pembentukan karakter yang didasari keteladanan akan menuai kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain, kasih sayang dan hubungan harmonis dalam keluarga dapat terbangun sejak masa prenatal, pendidikan aqidah harus dilaksanakan yang pertama kali sebelum pendidikan-pendidikan yang lain,memerintahkan anak untuk salat pada usia tujuh tahun (syari’ah), mempunyai kesadaran beragama dan bermasyarakat dengan amal ma’ruf nahi munkar, sabar merupakan tahapan terakhir yang dilalui peserta didik dalam menjalankan syari’at agama, pendidikan akhlak seperti berbakti kepada orang tua dan menjauhi karakter tercela, dan hendaklah dalam bersikap itu yang sederhana, rendah hati dan tidak sombong. Implikasi dari penelitian ini bahwa karakter sesuai dengan norma Islam dapat mengantarkan keselamatan dan kebahagian bagi siapapun terutama peserta didik sehingga dapat menunjang proses pendidikan menjadikan ilmu yang bermanfaat dan menjadi nilai hidup bagi dirinya dan masyarakat.
TANTANGAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PAI DI PERGURUAN TINGGI UMUM Herdian Kertayasa; Asep Andi Rahman; Uus Ruswandi; Bambang Samsul Arifin
BUANA ILMU Vol 8 No 2 (2024): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i2.7235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tantangan Pengelolaan Pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi Umum. Dalam visi PAI untuk Perguruan Tinggi disebutkan bahwa PAI bervisi menjadikan ajaran Islam sebagai sumber nilai dan pedoman yang mengantarkan mahasiswa dalam pengembangan profesi dan kepribadian Islami. Dalam dinamika pengelolaan pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi harus diperkuat dengan strategi dan penguatan kebaragaman serta terbuka dalam teknologi informasi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran PAI harus merujuk kepada penguatan pemahaman agama berlandaskan Iman, Islam dan Ihsan. Pendekatan yang dapat digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran PAI; pendekatan psikologis, sosio kultural, dan saintifik. Dari segi kutikulum, mahasiswa seharusnya diajarkan dan dibiasakan tidak hanya dengan materi-materi yang bersifat normatif-doktrinal-deduktif namun juga materi yang bersifat historis-empiris-induktif. Dalam mengadapi tantangannya seperti; banyaknya mahasiswa yang belum lancar membaca al-Qur’an, masih terkontaminasi pemahaman liar dari penggunan gadget, pergaulan di luar norma dan kesusilaan, berkenaan dengan alokasi waktu belajar yang 2 sks, dan menghadapi dunia global tentunya harus disiapkan secara utuh dengan penguatan nilai-nilai Islam dan karakter kebangsaan agar terciptanya pendidikan yang berkualitas dan keunggulan dalam menjawab tantangan zaman.