Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Ftp Server Menggunakan Mikrotik Pada Ubuntu 10.4 Azwar Hamsir; Hafidudin Hafidudin; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan komputer merupakan hal penting yang harus di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan tersebut, jaringan komputer juga harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan manusia sekarang. Salah satunya yaitu dengan penyediaan layanan FTP (File Transfer Protocol) yang dilengkapi dengan berbagai service yang memberikan kenyamanan terhadap client yang menggunakannya. FTP ini akan sangat membantu client berbagi file. Untuk menunjang hal tersebut maka dibutuhkan suatu implementasi layanan jaringan yang menyediakan layanan-layanan tersebut. Implementasi FTP Server ini di dukung dengan berbagai macam service diantaranya yaitu DNS untuk pemberian domain sehingga client lebih mudah untuk mengakses. VPN digunakan sebagai akses jaringan menggantikan IP Publik. Sedangkan untuk FTP dan DNS diterapkan pada Ubuntu 10.4. Implementasinya antara Mikrotik sebagai routerboard OS dan Ubuntu sebagai OS pada server sehingga dapat diakses oleh client. Kemudian winbox digunakan untuk memantau trafik client. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa tanpa PPTP memiliki hasil pengukuran Quality of Service yang lebih baik dibandingkan dengan PPTP ditandai dengan delay yang lebih kecil sebesar 8 ms, 5 ms, dan 1 ms dengan bandwidth sebesar 64 Kbps, 128 Kbps, dan 256 Kbps sedangkan dengan PPTP sebesar 38.827 ms, 18.391 ms, dan 11.247 ms dengan bandwidth 64 Kbps, 128 Kbps, dan 256 Kbps. Dan throughput yang lebih baik pada tanpa PPTP sebesar 0.091 Mbps, 0.166 Mbps, dan 0.282 Mbps dengan bandwidth sebesar 64 Kbps, 128 Kbps, dan 256 Kbps sedangkan dengan PPTP sebesar 0.024 Mbps, 0.075 Mbps, 0.086 Mbps dengan bandwidth sebesar 64 Kbps, 128 Kbps, dan 256 Kbps. Tetapi, dari segi keamanan penggunaan dengan PPTP lebih baik karena menggunakan VPN yang mempunyai fitur tunneling. Kata kunci : VPN, mikrotik, QoS
Implementasi Dan Analisis Perbandingan Performansi Voip Server Pada Vps Berbasis Openvz Dan Cloud Computing Bahtiar Widayanto; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Virtualisasi adalah sebuah teknologi yang memungkinkan kita tidak melihat secara nyata spesifikasi yang ada didalamnya seperti sistem operasi, storage data, memori dan bahkan bandwidth. Virtualisasi menjadi teknologi yang dapat mendasari munculnya teknologi baru. Teknologi tersebut adalah teknologi cloud computing dan VPS. Cloud computing menjadi trend teknologi masa kini sehingga banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini dengan menawarkan layanan dimana sumber daya komputasi yang meliputi software, infrastruktur, maupun platform divirtualisasikan dan dapat diakses sebagai wujud layanan di internet. Dalam konteks yang sama, teknologi virtualisasi VPS juga menawarkan fleksibilitas yang akan mendukung pula mobilitas pengguna. Dengan menggunakan Proxmox VE sebagai mesin virtualisasi, dalam tugas akhir ini diimpelementasikan dan dianalisis performansi VoIP server dengan teknologi cloud computing dan VPS berbasis openVZ. Dalam hal ini penulis menggunakan asterisk 11 sebagai VoIP server yang akan diimplementasikan untuk membangun layanan VoIP kepada pelanggan. Berdasar hasil pengukuran performansi cloud computing, menunjukkan bahwa CPU usage dari master slave hanya mencapai 0.55 % dan saat idle kondisi Node mencapai 15-16 %. Pada pengukuran QoS diperoleh bahwa delay pada instance cloud computing menujukkan 58.57 ms sedangkan pada delay pada VPS 57.67 ms. Sedangkan performansi MIPS berpengaruh pada kehandalan server dalam menangani jumlah panggilan simultan. Dalam hal ini MIPS VPS lebih kecil dari cloud dan dedicated. Jumlah panggilan sukses tertinggi berada pada dedicated server. Kata Kunci : VPS, OpenVZ, cloud computing, VoIP, Asterisk
Prototype Smart Street Lighting Di Jaringan Sensor Nirkabel Ratih Loviesta Nurbed; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghematan energi merupakan salah satu permasalahan global warming. Keterbatasan akan energi maupun Sumber Daya Alam menyebabkan berbagai pihak memikirkan banyak cara atau sistem yang dapat mengupayakan penghematan konsumsi energi listrik. Penggunaan lampu penerangan di taman saat ini kurang efisien dikarenakan pada malam hari intensitas kebutuhan lampu penerangan tidak begitu tinggi. Untuk penghematan itu, salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan mengatur intensitas cahaya agar lebih efisien, dan data konsumsi energi listrik ini akan dikirim dengan memanfaatkan jaringan sensor nirkabel. Dalam penelitian ini di desain suatu jaringan sensor nirkabel yang hemat energi yang dapat memantau intensitas cahaya pada lampu penerangan di taman beradasarkan ada atau tidaknya pergerakan pada coverage area. Perancangan ini akan menggunakan topologi mesh. Cara kerja sistem ini diawali dengan sensor Light Dependent Resistor (LDR) mendeteksi intensitas cahaya untuk menandakan kapan lampu akan menyala, kemudian sensor Passive Infrared (PIR) akan mendeteksi adanya pergerakan atau tidak di coverage area. Selanjutnya data akan di proses di Arduino Uno R3 dan hasil data tersebut akan dikirim ke Xbee coordinator yang terhubung dengan PC menggunakan Xbee Series 2. Data yang diterima berupa konsumsi energi listrik di end device serta lifetime router node. Data akan diproses dan di tampilkan pada PC sehingga user dapat lebih gampang untuk proses monitoring dan kontrol. Dengan pengontrolan otomatis ini, diharapkan dapat menekan konsumsi energi listrik dengan mengoptimasi lifetime router node sebesar 3.433%. Jaringan yang dibuat ini, kemudian akan di uji pada empat kondisi, saat ada pergerakan dari arah kiri, saat ada pergerakan dari arah kanan, saat ada pergerakan dari dua arah dan saat ada manusia tapi tidak melakukan pergerakan. Kata Kunci : Jaringan Sensor Nirkabel, LDR, PIR, Xbee Series 2.
Implementasi Dan Analisis Server Asterisk Pada Cloud Computing Untuk Layanan Voip Di Jaringan Thin Client Dan Tanpa Jaringan Thin Client Vikry Fadillah; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Voice Over Internet Protocol atau VoIP adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan Internet Protocol. Teknologi Cloud Computing adalah komputasi berbasis internet, dimana didalamnya terdapat sumber daya seperti processor, storage, network dan software menjadi virtual dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet. Konsep dari virtualisasi ini memungkinkan didalam Cloud Computing dibangun lebih dari satu fisik sehingga menghemat sumber daya/ perangkat fisik yang ada. Pengguna layanan atau user biasanya mempunyai media akses dengan mempunyai masing-masing PC yang mereka miliki. Penghematan dari media akses atau PC bisa diatasi dengan jaringan thin client, tapi apakah layanan yang dihasilkan akan lebih baik dari media akses atau PC tanpa jaringan thin client. Dalam tugas akhir ini diimplementasikan server asterisk dalam Cloud Computing yang bersifat dedicated server dengan menggunakan Proxmox VE yang terhubung ke sebuah PC utama. Serta PC utama yang juga terhubung ke thin client untuk mengakses layanan VoIP. Disini thin client digunakan sebagai client yang pada dasarnya adalah berupa alat yang terhubung dengan monitor, keyboard, mouse yang berfungsi layaknya PC utama. Dari hasil pengujian diperoleh parameter QoS terlihat beberapa parameter QoS seperti delay, jitter, throughput dari server asterisk di jaringan thin client dan server asterisk tanpa jaringan thin client. Didapatkan layanan satu panggilan VoIP di jaringan thin client lebih baik yaitu delay 20.41 ms , throughput 1.31 Mbit/s. Pada Jaringan Biasa didapat delay 22.12 ms, throughput 0.21 Mbit/s. Sedangkan QoS dengan dua panggilan VoIP di jaringan biasa yaitu delay 18.26 ms, throughput 0.464 Mbit/s, pada jaringan thin client yaitu delay 20.285 ms, throughput 0.761 Mbit/s.. Kata Kunci : Cloud Computing, Proxmox VE, Thin Client, VoIP, Server Asterisk
Implementasi Dan Analisa Performansi Redundancy Pada Jaringan Multicast Dengan Metode Protocol Independent Multicast Sparse Mode Naufal Dzulfiqar Anwar; Leanna Vidya Yovita; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan layanan multimedia s emakin meningkat menyebabkan trafik yang ada di jaringan s emakin padat. Multicast menjadi metode pengiriman data yang dipilih ketika menggunakan layanan multimedia, karena trafik yang dikirim hanya untuk grup tertentu, s ehingga meningkatkan efis iens i dalam penggunaan bandwidth. Pada penelitian ini akan menggunakan Protocol Independent Multicast Sparse Mode (PIM-SM). Protokol redundancy yang digunakan adalah Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) and Virtual Router Redudancy Protocol (VRRP). Protokol GLBP ini mempunyai fitur yang unik yaitu s elain menjadi gateway redundancy, protokol ini juga memiliki fitur load balancing. Has il yang didapat dari pengujian kali ini adalah, fitur load-balancing yang ada pada protokol GLBP tidak bis a berjalan pada protokol multicas t dengan protokol PIM-SM, karena hanya designated router yang bis a mengirimkan paket – paket protokol PIM-SM. Has il end-to-end delay dan jitter yang didapat telah memenuhi s tandar ITU-T G.1010 yaitu dibawah 10 detik untuk end-to-end delay dan dibawah 1 ms untuk jitter. Pada pengukuran downtime diperoleh has il rata – rata yaitu 94.423 detik untuk VRRP, 92.108 detik untuk GLBP, dan 15.411 detik untuk VRRP s etelah optimas i. Layanan yang digunakan adalah audio streaming. Kata kunci: Multicast, Redundancy Protocols, PIM – SM, GLBP
Analisis Pengaruh Pola Penyebaran Node Pada Jaringan Sensor Nirkabel Ari Satrio; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan infrastruktur jaringan nirkabel yang menggunakan node sensor untuk memonitor fisik atau kondisi lingkungan sekitar dimana salah satu karakteristik WSN yaitu daya power yang terbatas. Salah satu usaha untuk menghemat konsumsi energi adalah dengan menghindari collision (tabrakan data). Salah satu metode untuk menghindari collision yaitu dengan metode control pada node. Control pada node adalah metode penempatan dan pengaturan jarak antar node dengan memperhatikan posisi node tetangganya. Dengan memperhatikan penempatan pada node maka akan menghindari kemungkinan terjadinya collision dimana salah satu penyebab konsumsi energi yang besar adalah adanya collision. Pada penelitian kali ini penulis akan membandingkan persebaran random, persebaran grid dan persebaran regular hexagonal. Dari hasil yang dilakukan pada jaringan dengan traffic padat untuk packet delivery ratio regular hexagonal menghasilkan 36.10% dan 15.82% lebih baik dari random dan gri d. Untuk throughput, regular hexagonal menghasilkan 37.74% dan 18.37% lebih baik dari random dan grid. Untu k energy consumption, regular hexagonal mengkonsumsi energi 6.42% dan 11.05% lebih kecil dari random dan grid. Pada kondisi traffic normal, untuk packet delivery ratio grid menghasilkan 12.92% dan 26.51% lebih besar dari regular hexagonal dan random. Untuk throughput, grid menghasilkan 12.16% dan 28.21% lebih baik dari regular hexagonal dan random. Kata kunci : WSN, Persebaran Random, Persebaran Grid, Persebaran Regular Hexagonal.
Analisis Dan Implementasi Qos Dengan Kombinasi Mpls-Intserv Dan Mpls-Diffserv Di Ip Multimedia Subsystem Tuntun Aditara Maharta; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan jaminan QoS, ada beberapa metode yang dapat dilakukan yaitu best effort, integrated service (Intserv) dan differentiated service (Diffserv). Best effort adalah metode dimana paket yang datang pertama ke node akan dilanjutkan ke node lainnya. Intserv adalah metode dimana paket yang akan dikirimkan sebelumnya diberi jaminan bandwidth di jaringan, protocol yang berperan adalah Resource Reservation Protocol (RSVP). Sedangkan Diffserv adalah metode dimana paket yang akan dikirimkan diberikan prioritas di jaringan. Untuk menambah performansi forwarding data maka digunakan Multi-Protocol Label Switching (MPLS). Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, diperoleh hasil bahwa MPLS-intserv-diffserv memiliki nilai delay terbesar pada layanan VoIP. Dan MPLS-intserv memiliki nilai delay terbesar pada layanan video conference. Kemudian untuk nilai jitter yang paling kecil ada pada metode MPLS-intserv-diffserv pada layanan VoIP dan MPLS- diffserv pada layanan video conference. Untuk nilai throughput tertinggi ada pada metode MPLS-diffserv pada layanan VoIP dan MPLS-intserv-diffserv pada layanan video converence. Berdasarkan perhitungan MOS dengan pendekatan E-model, ketiga mekanisme tersebut masuk ke dalam kategori “sangat baik”. Tapi dari ketiga mekanisme tersebut, MPLS-diffserv memliki nilai MOS yang paling tinggi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa MPLS-diffserv memiliki kinerja yang paling bagus. Kata kunci : QoS, MPLS, Intserv, Diffserv, IMS
Implementasi Dan Analisis Soft Qos (diffserv) Pada Jaringan Mpls – Te Untuk Layanan Triple Play Alifiyah Pratiwi P.Wedda; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Performansi dan utilitas jaringan menjadi salah satu fokus utama pada pembangunan infrastruktur jaringan packet based. Hal ini menjadi alasan semakin berkembangnya metode forwarding paket seperti MPLS. MPLS diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan performansi jaringan dari sisi kecepatan transfer paket pada jaringan. Namun, selain kecepatan transfer data aspek keandalan dan jaminan kualitas layanan juga menjadi penting untuk menjaga kenyamanan user dalam berkomunikasi. Beberapa metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan kinerja atau keandalan dari suatu jaringan seperti Resource Reservation Protocol (RSVP), Multi Protocol Label Switching (MPLS), dan penggunaan manajemen routing. Multi-Protocol Label Switching (MPLS) merupakan suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi dalam label yang dilekatkan pada paket IP. Seiring dengan perkembangannya, MPLS menawarkan fungsi traffic-engineering yang efisien, dengan memanfaatkan fungsi tunnelling berdasar LSP yang dapat membuat forwarding paket menjadi lebih efisien dan dilengkapi dengan fitur fast reroute yang dapat menjadikan jaringan lebih reliable. Sedangkan untuk menjamin kualitas suatu layanan biasanya digunakan metode Differentiated Service (DiffServ) atau Integrated Service (IntServ). Dalam penelitian ini diimplementasikan teknologi MPLS-TE dan menerapkan metode differentiated service pada jaringan dengan menggunakan router mikrotik sebagai MPLS Router untuk layanan Triple Play. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE, dengan penambahan metode diffserv didapatkan hasil perbaikan delay sebesar 26% untuk layanan VoIP, 51,57% untuk layanan Video streaming, dan 11,14% untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 26,30% untuk layanan voip, 50,51% untuk layanann video streaming. Untuk parameter throughput didapatkan perbaikan sebesar 0,026% untuk layanan voip, dan sebesar 1,22% untuk layanan video streaming, serta sebesar 4,46% untuk layanan FTP. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, DiffServ, Layanan Triple Play
Implementasi Dan Analisis Jaringan Sensor Nirkabel Sebagai Alat Pendeteksi Kebocoran Tabung Gas Elpiji Menggunakan Topologi Cluster-tree Dengan 7 Titik Aditya Bram Wiratma; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini gas Elpiji telah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk memasak. Bahan bakar dengan wujud gas ini mempunyai efek negatif, yaitu apabila menguap di udara bebas akan membentuk lapisan dikarenakan kondensasi. Lapisan yang terbentuk ini bersifat mudah terbakar, sehingga sangat berbahaya apabila terjadi penumpukan di dalam ruangan tertutup dan berpotensi menimbulkan kebakaran. Kebakaran dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah kebocoran tabung gas Elpiji. Kelalaian pemasangan dan lambatnya penanganan ketika terjadi kebocoran tabung gas Elpiji dapat pula memicu terjadinya kebakaran. Kebakaran biasanya diawali dengan percikan api kecil yang menimbulkan asap. Percikan api kecil tersebut jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan kebakaran yang besar. Seringnya terjadi kebakaran dirumah-rumah maupun tempat industri yang menggunakan gas Elpiji tidak jarang menimbulkan kerugian yang besar, baik kerugian materi maupun korban jiwa. Oleh karena itu, dirancang sebuah alat untuk memudahkan medeteksi kebocoran tabung gas Elpiji dan mempercepat penanganan ketika terjadi kebocoran tabung gas Elpiji. Dalam Tugas Akhir ini dibuat suatu implementasi prototype sistem deteksi kebocoran tabung gas Elpiji menggunakan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem deteksi kebocoran tabung gas Elpiji ini menggunakan mikrokontroller Arduino Uno sebagai pengolah data dari sensor. Sensor yang digunakan adalah sensor MQ-6 yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kandungan gas metana dalam udara. Dari data sensor yang didapat akan dikirim ke node koordinator untuk ditampilkan dalam bentuk GUI dan menampilkan warning yang berada di dalamnya. Setiap sensor akan saling terhubung dan membentuk topologi cluster-tree. Sistem komunikasi pada Zigbee-nya sendiri menggunakan modul transceiver RF Xbee Series 2. Sistem dibagi menjadi dua cluster untuk membagi beban router node. Diharapkan dengan adanya sistem deteksi ini dapat terekam data secara akurat dan real time. Kata kunci Jaringan Sensor Nirkabel, Elpiji, Mikrokontroller, MQ-6, GUI, Cluster-Tree, Xbee Series 2
Analisis Dan Simulasi Wireless Sensor Network (Wsn) Untuk Komunikasi Data Menggunakan Protokol Zigbee Dwima Anggraini; Indrarini Irawati; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan teknologi wireless atau nirkabel memberikan pengaruh yang besar dalam banyak hal, khususnya dalam dunia telekomunikasi. Sejak pertama kali dimunculkan, teknologi wireless terus berkembang pesat hingga memunculkan teknologi – teknologi baru. Salah satunya adalah munculnya teknologi Wireless Sensor Network. Dalam aplikasinya, teknologi WSN ini memerlukan perangkat yang sesuai dengan standar IEEE 802.15.4. Salah satunya adalah perangkat protokol zigbee yang dikembangkan oleh Zigbee Alliance. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis dan simulasi komunikasi data antar node pada WSN menggunakan protokol zigbee. Node zigbee pada simulasi ini merepresentasikan node sensor dalam jaringan WSN. Simulasi dilakukan menggunakan software OPNET Modeler 14.5. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap parameter QoS meliputi Data Dropped, Packet Loss, Delay dan Throughput. Dari simulasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil yaitu nilai data dropped terkecil adalah topologi mesh dengan 3,67 bit/sec. Nilai packet loss terkecil adalah topologi cluster tree sebesar 0,089%. Nilai delay terkecil adalah topologi cluster tree dengan 12,68 ms. Dan nilai throughput terbesar ada pada topologi cluster tree dengan 30,64 kbit/sec. Diantara ketiga topologi, topologi cluster tree memiliki nilai performansi yang lebih baik. Sementara itu topologi star memiliki nilai performansi terkecil diantara ketiga topologi yang digunakan. Jumlah node yang digunakan dalam simulasi ini juga mempengaruhi hasil performansi QoS. Kata Kunci: WSN, OPNET Modeler 14.5, QOS, zigbee
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI