Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Dan Analisis Performansi Qos Pada Video Conference Menggunakan Server Openimscore Dengan Backbone Mpls - Te Riany Erdiyanti; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi mengalami kemajuan dengan mengarahkan semua teknologi agar berbasis IP (Internet Protocol). Teknologi ini akan membuat pengguna bisa berhubungan jarak jauh dengan kualitas yang sesuai standard dan harga yang relatif murah. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, packet loss, dan parameter lainnya. Di sisi lain komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable. Disini akan diuji kelayakan dari layanan suara dan video yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Multi-Protocol label Switching (MPLS) adalah suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi label yang dilekatkan pada paket IP. Dengan jenis routing yang diterapkan pada jaringan MPLS, diharapkan mampu untuk memberikan peningkatan nilai QoS pada jaringan tersebut. Multi-Protocol Label Switching-Traffic Engineering (MPLS-TE) merupakan sebuah teknologi MPLS yang menawarkan kemampuan Traffic Engineering di dalamnya. Hal tersebut sangat efisien untuk memanfaatkan utilitas jaringan secara optimal. Hal ini dilakukan dengan cara memanfaatkan jalur yang utilitasnya rendah sebagai jalur pengiriman paket sehingga bisa meminimalisir terjadinya antrian pada router. Dalam tugas akhir ini dilakukan implementasi MPLS-TE menggunakan router Mikrotik RB750 dengan layanan video conference. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran parameter QoS antara lain delay, packet loss, jitter, throughput di sisi client. Dari pengujian dan analisis diperoleh hasil bahwa penggunaan MPLS-TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik. Dilihat dari perbaikan delay dengan menggunakan jaringan MPLS-TE untuk layanan video conference sebesar rata – rata 2,86 ms. Untuk throughput penggunaan MPLS-TE memiliki throughput lebih besar sebanyak 0,616 Mbps. Packet loss mengalami perbaikan sebesar 84 % dan jitter lebih rendah 4,76 %.
Implementasi Dan Analisis Performansi Glbp ( Gateway Load Balancing Protocol ) Pada Jaringan Vlan Untuk Layanan VOIP Rizal Erwin Irwansyah; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kontribusi teknologi untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan kemampuan untuk membagi sebuah broadcast domain yang besar menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil dengan menggunakan VLAN (Virtual Local Area Network). Teknologi VLAN bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda jaringan menggunakan interVLAN, interVLAN routing adalah proses untuk meneruskan trafik jaringan VLAN satu ke jaringan VLAN yang lainnya menggunakan router. Layanan komunikasi suara saat ini mulai bergerak ke jaringan berbasis paket. Layanan komunikasi yang sedang popular adalah VoIP. VoIP menawarkan sebuah servis yang cukup handal bagi penggunanya untuk saling berhubungan dengan pengguna yang lain secara real-time dan memiliki tingkat kestabilan yang terjaga. Agar mewujudkan jaringan VLAN yang high availabity maka dalam tugas akhir ini diimplementasikan GLBP (Gateway Load Balancing Protocol) yang berfungsi sebagai load balancing dan backup router. Jadi, dengan GLBP router masih bisa melakukan load balancing membagi trafik walaupun router menjadi router forwarding/active ataupun router standby/backup. Dari hasil pengukuran tanpa menggunakan background traffic dan menggunakan background traffic sebesar 20 Mb/s, delay yang didapat dari hasil pengukuran telah memenuhi standar ITU-T G.1010 untuk semua skenario. Jitter yang didapat adalah dibawah 1 ms untuk semua skenario. Hasil throughput yang didapat dapat tetap terjaga karena adanya protokol GLBP sebagai gateway-redundancy. Protokol GLBP mengakibatkan ketika router mati atau terjadi link-failure akan terjadi perpindahan active-gateway, sehingga layanan tetap tersedia. Nilai downtime ketika interface fastethernet 0/0 router 1 down sebesar 9.302 s dan sebesar 12.5 s ketika interface fastethernet 0/0 router 2 down. Kata kunci :Gateway Load Balancing Protocol ( GLBP ), VLAN, VoIP,QoS , Downtime
Analisa Perancangan Dan Implementasi Cctv Over Ip Pada Jaringan Broadband Powerline Communication Septhian Dwi Putra Prabowo; Basuki Rahmat; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam perkembangan teknologi dan informasi peran video menjadi hal yang sangat penting. Tidak hanya untuk berkomunikasi saja, pemanfaatan layanan video sekarang ini juga merambah ke dunia layanan keamanan, salah satunya adalah CCTV over IP. Aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun jaringan CCTV over IP adalah Zoneminder. Broadband Powerline Communication (BPLC) adalah jenis baru dari powerline communication (PLC) yang dapat menyediakan laju data yang lebih tinggi dari sistem PLC sebelumnya. Penggunaan jaringan listrik yang telah tersedia dapat menghemat biaya dan menyediakan interkoneksi broadband access antar perangkat. Pada tugas akhir ini dilakukan analisa hasil implementasi CCTV over IP yang ditransmisikan melalui jaringan BPLC pada gedung O Universitas Telkom. Hasil analisa dari implementasi CCTV over IP pada jaringan BPLC mendapati bahwa perbedaan fasa listrik, besar jarak transmisi kabel listrik, pembebanan perangkat listrik, pembebanan trafik dan percabangan jarngan listrik memberikan pengaruh pada QoS dan QoE dari jaringan CCTV over IP. Bandwidth jaringan terendah yang didapat adalah 14,57 Mbps, yang dapat dikatakan Broadband. Throughput terendah pada percobaan adalah 338,4318406 kbps. Nilai delay tertinggi dalam percobaan 0,859581267 s nilai tersebut tidak memenuhi standar ITU-T G114 yaitu < 150ms tetapi masih dalam standart ITU-T G.1010 yaitu < 10 s. terdapat packetloss dalam pengukuran QoE yaitu sebesar 0,814 %. nilai tersebut masih memenuhi standar QoS dari ITU-T G114 dan ITU-T G.1010. pada sisi client Nilai RTT tertinggi 0,003722201 s, dan juga didapati nilai throughput terendah adalah 1,0235 Mbps Kata kunci : CCTV over IP, Zoneminder BPLC, PLC, QoS
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Multicast Vpls (Virtual Private Lan Service) Untuk Layanan Video Streaming Devi Fitriani; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video streaming merupakan suatu layanan yang memungkinkan sebuah server untuk mengirimkan video ke beberapa user yang berada pada suatu jaringan. Sebagai contoh layanan video streaming dapat dimanfaatkan untuk long distance learning. Untuk menyediakan layanan long distance learning dibutuhkan suatu jaringan yang dapat menjaga privasi client dan menyediakan jaminan QoS. Hal ini dapat diatasi dengan teknologi tunneling pada jaringan Virtual Private Network (VPN). Tetapi tunneling ini memiliki kelemahan karena kompleksitas jaringan dan mahalnya perangkat yang digunakan. Sehingga lahirlah teknologi Virtual Private LAN Service (VPLS) yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan penambahan teknologi multicast pada VPLS diharapkan dapat meningkatkan QoS layanan yang bersifat point-to-multipointseperti video streaming. Pada tugas akhir ini dilakukan pengujian jaringan Multicast VPLS untuk layanan video streaming. Skenario pengujian yang dilakukan antara lain untuk melihat perbandingan performansi dari jaringan OSPF dan VPLS, dan pengaruh implementasi multicast pada VPLS, pengaruh variasi bandwidth, variasi bitrate, dan variasi jumlah client yang mengakses layanan video streaming. Dari hasil pengujian dan analisis implementasi sistem Multicast VPLS didapatkan hasil yaitu jaringan VPLS memiliki QoS yang lebih baik daripada jaringan OSPF karena dapat mengurangi delay sampai 20.03%, meningkatkan throughput sampai 23.13%, dan mengurangi packet loss sampai 79.91%. Penambahan teknologi multicast terbukti dapat meningkatkan performansi jaringan VPLS yaitu dapat mengurangi delay sampai 25.66%, meningkatkan throughput 34.27%, tetapi packet loss yang dihasilkan oleh multicast lebih besar yaitu memiliki selisih sampai 3.54% dibandingkan unicast. Kemudian bandwidth, bitrate, dan juga jumlah client yang mengkases layanan video streaming terbukti mempengaruhi performansi dari jaringan multicast VPLS untuk layanan video streaming.
Monitoring dan Kendali Perangkat pada Ruang Kelas Berbasis Internet Of Things (IOT) Ahmad Fauzan Jaya; Muhammad Ary Murti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Monitoring ruang perkuliahan dan pemberian laporan dalam rentang waktu terntu merupakan salah satu hal yang cukup penting. Dengan pengontrolan alat-alat yang diruangan kelas seperti; kipas angin, proyektor, dan lampu. Butuh pengawasan dan pengontrolan lebih lanjut dikarenakan penggunaan alat selalu digunakan saat keadaan ruangan kosong. Sistem terdiri dari 3 (Tiga) bagian yaitu sensor, processor dan aktuator. Bagian sensor terdiri sensor Light Dependent Resistor (LDR), Suhu LM35, dan Passive Infra Red (PIR). Processor yang digunakan adalah NodeMCU untuk mengolah hasil data sensor. Aktuator digunakan relay sebagai switch sebagai tindakan untuk normally closed atau normally open. Sistem monitoring dan kendali perangkat mempunyai dua sistem kontrol, kontrol otomatis dan kontrol manual. Ketika kontrol otomatis aktif akan memutuskan kontrol manual dan akan berjalan sesuai sistem yang dibuat. Hasil data-data tersebut akan ditampilkan di ThingSpeak. ketika kontrol manual aktif, sistem akan mematikan kontrol otomatis dan semua kendali berada pada aplikasi BLYNK. Kata kunci : NodeMCU, Monitoring dan Kendali, Data Abstract Monitoring the lecture hall and giving the report within the time frame is one of the most important things. By controlling the tools in the classroom such as; fans, projectors, and lights. Need supervision and further control because the use of the tool is always used when the room is empty. The system consists of 3 (Three) parts ie sensors, processors and actuators. The sensor section consists of sensor Light Dependent Resistor (LDR), Temperature LM35, and Passive Infra Red (PIR). Processor used is NodeMCU to process the results of sensor data. Actuators are used relays as switches as actions for normally closed or normally open . The device's monitoring and control system has two control systems, automatic control and manual control. When automatic control is active will decide manual control and will run according to the system created. The results of these data will be shown in Thingspeak. when manual control is on, the system will turn off automatic control and all controls are in BLYNK application.. Keywords: NodeMCU, Monitoring and Control, Data
Model Tekno Ekonomi Pada Perencanaan Dan Rancang Bangun Teknologi Komunikasi Untuk Early Warning System (ews) Pada Sistem Public Protection And Disaster Relief (ppdr) Aidil Afdan Pananrang; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan bencana. Kerugian akibat buruknya sistem Public Protection and Disaster Relief (PPDR) di Indonesia mencapai $125,569 milyar atau sekitar 1.632 Triliun Rupiah [1]. Angka kerugian ini merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia. Sehingga harus dilakukan upaya untuk mereduksi kerugian bencana dengan sistem deteksi dini. Pada penelitian ini sistem deteksi dini dirancang menggunakan Wireless Sensor Network (WSN), lalu hubungan antara jumlah Sensor Node terhadap biaya akan dianalisa menggunakan Nett Present Value (NPV) untuk pengimplementasian di beberapa level wilayah tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan kategori green alert level dan yellow alert level (dengan estimasi kerugian minimum) tidak layak untuk pengimplementasian sistem PPDR dikarenakan menghasilkan NPV yang negatif, sedangkan pada wilayah dengan yellow alert level (estimasi kerugian maksimum), orange alert level, dan red alert level layak untuk pengimplementasian sistem PPDR karena menghasilkan NPV yang positif 
mplementasi Dan Analisis Performansi Server Aplikasi Mobicents Dengan Webrtc Ahmad Abdillah Siddiq; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi semakin berkembang pesat. Perkembangan pesat ini ditandai dengan lahirnya layanan komunikasi yang semakin beragam. Layanan yang beragam ini sangat dibutuhkan oleh user. Layanan komunikasi yang dibutuhkan sudah sampai pada layanan suara dan video. Selain keberagaman, tentulah juga layanan diharapkan memiliki kualitas sesuai standar dan dengan biaya yang murah. Layanan komunikasi suara dan video juga harus bersifat realtime dan reliable. Untuk memenuhi layanan komunikasi yang diinginkan tersebut, maka dari itu layanan perlu dikembangkan pada jaringan berbasis IP (Internet Protocol), yang kemudian layanan ini akan dilihat kualitasnya terhadap beberapa parameter. Dalam penelitian ini, mengimplementasikan sever aplikasi Mobicents yang mendukung layanan WebRTC. Server Mobicents sebagai server aplikasi yang berdiri sendiri, mampu mendukung layanan WebRTC. Komunikasi yang dilakukan memanfaatkan browser sebagai medianya. Kemudian dalam implementasinya, akan dilakukan pengiriman suara dan video antar client. Dari hasil tersebut, akan dianalisis performansi dari layanan WebRTC tersebut. Pada penelitian ini dilihat performansinya meliputi parameter QoS yaitu delay, jitter, throughput, dan packet loss dan parameter uji server seperti CPU usage dan memory usage. Dari hasil pengukuran didapat bahwa dengan variasi background traffic dari 0 Mbps sampai 80 Mbps yang diberikan, nilai rata- rata delay sebesar 5,3753254 ms, jitter sebesar 0,4697894 ms, throughput sebesar 275.567,2277 Bps dan packet loss sebesar 0,020305 %. Hasil yang didapat masih memenuhi standar ITU-T. Kemudian, hasil CPU usage tertinggi adalah 30,7 % pada saat proses start server dan hasil memory usage meningkat dari 17,88 % ke 30,7 %. Pada penelitian ini, juga dilakukan implementasi pada jaringan berbeda. Nilai QoS pada jaringan wired dan jaringan wireless tetap memenuhi standar ITU-T. Kata Kunci: WebRTC, Internet Protocol, Mobicents, QoS
Implementasi Dan Analisis Metode Failoverpada Sistem Redundant Dedicated Server Dan Cloud Server Untuk Layanan Voip Devyta Asterina; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan VoIP (Voice Over IP) yang dapat melewatkan trafik suara, data, dan video dewasa ini semakin berkembang  di  masyarakat.  Kebutuhan  akan  layanan  yang  bersifat  realtime  berbasis  IP  ini  pun  menuntut performansi yang baik pula. Salah satu yang memegang peranan penting adalah server yang berperan sebagai penyedia   layanan. Untuk itu perlu memiliki suatu cara agar tetap menjaga performansi layanan VoIP yang memenuhi standar “baik” dari segi QoS adalah dengan menggunakan redundant server apabila master server (utama)  mengalami  down.  Saat  ini,  suatu  infrastruktur  belum  sepenuhnya  bermigrasi  menggunakan  cloud computing. Dedicated server masih digunakan mengingat akan performansi yang dihasilkan lebih baik dibanding dengan cloud server. Peranan backup server pun diperlukan apabila terjadi gangguan dan menggantikan kinerja master server. Dalam tugas akhir ini diimplementasikan mengenai redundant server VoIP antara dedicated server dan cloud server. Dimana dedicated server berperan sebagai master server, dan cloud server berperan sebagai backup server yang menggantikan kinerja dedicated server saat mengalami down. Hal ini untuk mewujudkan kondisi high availability dengan menghasilkan downtime yang kecil baik saat kondisi yang terencana (planned) ataupun saat kondisi (unplanned) sehingga layanan VoIP akan tetap dapat digunakan oleh client. Dengan sistem yang diimplementasikan diatas, hasil untuk segi downtime yang ditangani oleh backup server pada cloud adalah 0.8537 detik/tahun untuk kondisi planned dan bernilai 1.1858 detik/tahun untuk kondisi unplanned,  nilai  ini    lebih  kecil  dibandingkan  dengan  tanpa  menggunakan  server  backup  yang  memiliki downtime  172.6  menit/tahun.  Untuk  nilai  availability  yang  dimiliki  berdasarkan  hasil  perhitungan  adalah 99.9999% baik untuk kondisi planned maupun unplanned  yang telah memenuhi rekomendasi “The-Six Nines”. Sedangkan untuk throughput yakni untuk mengetahui kondisi server sesaat sebelum failover adalah 10790.85367 Bps dan setelah failover yakni pada kondisi planned adalah 10720.54967 Bps serta kondisi unplanned adalah 10718.05172 Bps yang  berarti tidak  mengalami perubahan yang signifikan meskipun telah terjadi failover. Dengan ini implementasi ini layak untuk diimplementasikan. Kata kunci: Failover, Downtime, Master server dedicated, Backup server cloud, High availability, VoIP
Analisis Performansi Virtualisasi Container Menggunakan Docker Dengan Serangan Network Denial Of Service Chrisna Fiddin; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi virtualisasi dalam menyediakan infrastruktur komputasi meningkat cukup tinggi seiring berkembangnya dunia industri IT. Penerapan teknologi virtualisasi dan container merupakan bagian yang sangat penting dalam penerapan cloud computing, karena sangat berpengaruh pada efisiensi pengelolaan sumber daya infrastruktur cloud computing. Pada konsep virtualisasi, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyediakan teknik virtualisasi yang mampu menyediakan sebuah sistem dengan peformansi mendekati atau sama dengan native. salah satu faktor yang memperngaruhi performansi sebuah teknik virtualisasi yaitu dari sisi keamanannya. Terdapat banyak jenis serangan terhadap sistem computer, yaitu salah satunya Denial of service, jenis serangan ini senantiasa berkembang dalam berbagai bentuk. Pada tugas akhir ini akan dilakukan penelitian mengenai performansi container menggunakan platform Docker pada saat mengalami serangan DoS TCP SYN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja mesin dari sisi overall performance, dan layanan web server, yang dijalankan di atas container pada saat keadaan normal dan mendapatkan serangan. Hasil pengujian akan dianalisa performansinya dengan membandingkan mesin native. Dari hasil pengujian didapat bahwa serangan Denial of service memberikan dampak penurunan performansi dari sisi overall performance dan layanan web server, baik mesin native maupun menggunakan teknik virtualisasi container Docker. Pada serangan yang relatif ringan didapatkan hasil bahwa pada parameter request per second menyebabkan penurunan performansi sebesar 40,22% pada native dan 37,65% pada Docker, sedangkan pada parameter response time web server, serangan DoS menyebabkan peningkatan response time pada server native sebesar 40,80%, sedangkan pada Docker sebesar 38,38.
Analisis Perancangan Broadband Access Gpon Dan Ng-pon2 (studi Kasus : Apartemen Cinere Terrace Suite) Fransisca Elisa Rahardjo; Ratna Mayasari; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi saat ini dan kedepan, sudah menggunakan teknologi broadband access atau pita lebar yang berbasis teknologi IP (Internet Protocol), untuk mendukung teknologi ini maka diperlukan jaringan akses ke pelanggan full fiber optic, dimana teknologinya menggunakan arsitektur FTTH (Fiber To The Home). Oleh karena itu, penulis akan meneliti mengenai perancangan broadband access dengan teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network) dan NG-PON 2 (Next Generation Passive Optical Network Stage 2). Dalam penelitian ini, penulis bekerja sama dengan PT. Telkom Akses. dimana lokasi yang akan diteliti di apartemen cinere terrace suites. Dalam teknologi GPON saat ini untuk sisi penerima dan sisi pengirim (bitrate 2.5 Gbps arah downstream dan 1.25 Gbps arah upstream) masih menggunakan dua core optic yang berbeda, sedangan dengan teknologi NG-PON2 untuk sisi penerima dan sisi pengirim menggunakan satu core optic (bitrate diberikan sebesar 40 Gbps arah downstream dan 10 Gbps arah upstream). Diharapkan dalam penelitian ini penulis mendapatkan perbedaan tentang kecepatan membawa data antara tenologi GPON dan NG-PON2 dan efisiensi menggunakan core optik dan penggunaan perangkat aktif maupun pasif yang diletakan di pelanggan dan menjadi rekomendasi untuk pihak PT.Telkom Akses. Kata kunci : FTTH, Broadband Access, GPON, NG-PON2,TriplelPlay Abstract Current and future technologies, already using broadband or broadband access technology based on IP technology (Internet Protocol), to support this technology is required network access to full fiber-optic customers, where the technology uses the FTTH (Fiber To The Home) architecture. Therefore, the author will discuss broadband access with GPON technology (Gigabit Passive Optical Network) and NG-PON 2 (Next Generation Passive Optical Network Stage 2). In this research, writer cooperate with PT. Telkom Access. Where the location to be researched in the apartment cinere terrace suites. In the current GPON technology for receiver side and delivery side (bitrate 2.5 Gbps downstream direction and 1.25 Gbps upstream direction) still use two different optical cores, in contrast with NG-PON2 technology for receiver side and side of road using single core optical (bitrate is given 40 Gbps downstream direction and 10 Gbps upstream direction). It is expected in this research that is making data about speed carrying data between GPON and NG-PON2 tenology and using core and device used also that can be used for customer and PT. Telkom. Access. keywords: FTTH, Broadband Access, GPON, NG-PON2, TriplelPlay
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI