Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Dan Analisis Keamanan Jaringan Virtual Terhadap Serangan Dos Dan Ddos Dengan Menggunakan Hips Snort Riyo Surya Putra; Ratna Mayasari; Nyoman Bogi Aditya Karna
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Web server adalah perangkat yang memberikan layanan berbasis paket data kepada klien melalui protokol HyperText Transfer Protocol (HTTP). Protokol ini memberikan layanan berbagi informasi melalui World Wide Web (WWW) dimana klien akan meminta informasi dari suatu website dan web server akan memberikan informasi yang diminta. Berdasarkan data pengukuran yang dikeluarkan oleh McAfee Labs, selama tahun 2016 36% dari serangan di jaringan menyerang Web Server. Salah satu serangan yang digunakan adalah Denial of Service (DOS) yaitu serangan dengan satu Attacker dan Distributed Denial of Service (DDOS) yaitu serangan dengan lebih dari satu Attacker yang bertujuan untuk membuat layanan Server terganggu bahkan dapat merusak Hardware dari Server tersebut. Oleh karenanya banyak metode ditawarkan untuk menjaga layanan suatu web server agar tetap stabil, salah satunya adalah Host Intrusion Prevention System (HIPS). Kata kunci : Web Server, HIPS, DOS, DDOS, Snort dan TCP SYN Flood. Abstract Web server is a device that provides services based on packet data to the client via the HyperText Transfer Protocol (HTTP) protocol. This protocol provides information sharing services through the World Wide Web (WWW) where the client will request information from the website and the web server will provide the requested information. Based on measurement data released by McAfee Labs, during 2016 36% of attacks on the network invade Web Server. One of the attacks is a Denial of Service (DOS) attacking with one Attacker and Distributed Denial of Service (DDOS) attacking with more than one Attacker which aims to make Server services remain compromised and can even damage the Hardware from the Server. Because of the many ways offered to keep the web server stable, one of them is Host Intrusion Prevention System (HIPS). Keywords: Web Server, HIPS, DOS, DDOS, Snort and TCP SYN Flood
Analisis Throughput Layanan Streaming Pada Wireless Lan 802.11n Non-qos Mochamad Adhi Pratama; Erna Sri Sugesti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar yang digunakan untuk sistem komunikasi Wireless LAN adalah IEEE 802.11. Pada tahun 2009 dirilis standar IEEE 802.11n, standar yang diharapkan mampu memberikan nilai throughput lebih dari 100 Mbps. Permasalahan yang sering terjadi pada suatu jaringan WLAN adalah permasalahan kekuatan sinyal, kualitas sinyal serta jaminan user untuk mendapatkan layanan, sehingga jaminan Quality of Service merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perancangan sebuah jaringan WLAN. Pada tugas akhir ini diimplementasikan jaringan WLAN menggunakan standar IEEE 802.11n berbasis eksperimen implementatif dengan menggunakan metode non QoS untuk memberikan karakteristik dari jaringan WLAN standar IEEE 802.11n menggunakan access point Cisco WAP321. Analisis yang dilakukan fokus terhadap nilai hasil pengukuran throughput pada sisi user yang melakukan layanan streaming video.. Parameter uji yang dilakukan meliputi perubahan nilai Beacon Interval, Fragmentation Threshold, RTS Threshold, dan Transmitt Power. Dengan eksperimen yang telah dilakukan, diperoleh rata rata throughput tertinggi pada saat AP dikonfigurasi beacon interval 20 ms, RTS threshold 1024 Bytes, dan fragmentation threshold 728 Bytes. Throughput terendah didapat pada saat penggunaan mode non-QoS sedangkan cakupan terjauh yang dapat dijangkau oleh AP yaitu pada saat nilai transmit power 100%. Bagi user, rata-rata throughput tertinggi didapat pada kondisi user yang terdapat pada main lobe antena AP dengan keadaan LoS.Kata kunci : WLAN, Throughput, RTS Threshold, Fragmentation threshold, Transmitt Power, Beacon Interval.
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Virtual Private Lan Service-te Tunnel Dengan Openimscore As Multimedia Service Server Nabila Nabila; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya user menggunakan jaringan publik atau jaringan yang telah dibuat oleh Internet Service Provider (ISP) untuk saling berkomunikasi. Permasalahan yang terdapat pada jaringan ISP yakni, tidak adanya jaminan keamanan dan QOS yang terjaga. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat teknologi tunneling tetapi, pada teknologi ini terdapat kekurangan mengenai kompleksitas jaringan backbone yang digunakan serta didukung dengan alat yang memiliki harga tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut munculah teknologi untuk menutupi kekurangan teknologi tunneling yaitu, Virtual Private LAN Services (VPLS). VPLS adalah jaringan dimana beberapa ethernet LANs dari pelanggan yang berbeda lokasi untuk saling berkoneksi melalui jaringan penyedia layanan (service provider), dengan cara demikian mengemulasi segmen Ethernet LAN tunggal untuk pelanggan tersebut. Untuk mendukung kehandalan jaringannya ditambahkan pula fitur Traffic Engineering Tunnel pada jaringan VPLS yang menawarkan fungsi berdasarkan LSP yang menghasilkan forwarding paket menjadi lebih efisien serta untuk menyediakan availability services turut pula diintegrasikan server OpenIMSCore guna memperkaya ketersediaan layanan multimedia untuk melengkapi teknologi NGN. Pada tugas akhir ini, penulis mengimplementasikan VPLS-TE Tunneling pada Router Mikrotik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan VPLS dengan adanya penambahan fitur TE Tunnel didapatkan perbaikan hasil delay sebesar 72.1% untuk layanan VoIP dan layanan Video Call 63.65%. Untuk parameter Throughput didapatkan perbaikan sebesar 1.83% untuk layanan VoIP dan 10.4% untuk layanan Video Call. Kata kunci : VPLS, VPLS-TE, LAN, OpenIMSCore, QoS
Implementasi High Availability Server Menggunakan Metode Load Balancing Dan Failover Pada Virtual Web Server Cluster Maya Rosalia; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Web menjadi media berorientasi bisnis dan antarmuka yang lebih disukai untuk sistem informasi terbaru . Semakin banyak yang mengakses melalui suatu situs web akan menyebabkan beban kerja suatu penyedia layanan yaitu web server menjadi lebih berat dan kurang optimal. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, besar kemungkinan akan terjadi overload dan server menjadi down sehingga request tidak dapat lagi dilayani. Server Clustering merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu suatu teknologi yang menggabungkan beberapa server yang bekerja bersama-sama yang seolah-olah merupakan satu sistem tunggal. Terdapat beberapa metode pada sistem clustering, yaitu load balancing dan failover. Dengan load balancing, sistem akan dapat melayani beban pengaksesan yang besar dan meminimalisir kegagalan dalam melayani request dari user karena load balancing bekerja dengan mendistribusikan secara merata beban trafik ke beberapa server lain yang terkluster. Failover berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan yang tinggi. Jika terjadi kegagalan sistem pada server utama, server cadangan akan langsung menggantikan server utama untuk tetap memberikan layanan. Pada tugas akhir ini telah diimplementasikan load balancing dan failover pada virtual server cluster. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server dengan menggunakan load balancing jauh lebih baik dibandingkan single server, dengan jumlah request per-detik maksimal yaitu sebesar 2352.937 request dan throughput sebesar 3.53 MB/s pada Haproxy penjadwalan least connection. Adanya pembagian beban ke tiga buah server memberikan penurunan terhadap nilai CPU utilization sebesar 21%. Untuk ketersediaan server pada skenario failover didapatkan nilai downtime rata-rata sebesar 1992.8 ms. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa load balancing dengan menggunakan Haproxy memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan dengan Nginx. Kata Kunci: Cluster, Load Balancing, Failover, Virtual, Haproxy, Nginx
Implementasi Sistem Pemantauan Dan Pengontrolan Perangkat Listrik Otomatis Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Internet Of Things Rizqi Surya Utama; Ratna Mayasari; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Internet of Things atau yang dikenal dengan IoT semakin berkembang luas pada era kecerdasan komputasi dewasa ini. Pada tugas akhir ini, dibangun sebuah bentuk pengaplikasian IoT seperti smart home. Sistem yang dibangun dapat memantau keadaan rumah dan mengontrol perangkat listrik menggunakan aplikasi android. Sistem dibangun menggunakan NodeMCU dan beberapa sensor seperti sensor DHT11, sensor Light Dependent Resistor (LDR), dan sensor Passive Infrared (PIR), serta relay sebagai aktuator. Data yang diperoleh dari hasil pembacaan sensor-sensor dikirim melalui NodeMCU ke internet, kemudian akan ditampilkan pada aplikasi Android. Sistem kontrol akan dilakukan melalui aplikasi android dan akan dijalankan oleh relay yang telah dirangkai dengan lampu dan kipas angin. MQTT Broker diperlukan sebagai jembatan transfer data dari NodeMCU ke aplikasi Android yang dibangun. Setelah dilakukan pengujian, pada pengujian kualitas jaringan didapatkan bahwa nilai rata-rata delay yang didapatkan dari sistem pamantauan dan pengontrolan adalah sebesar 313,05 milisekon, nilai rata-rata throughput yang didapatkan ketika 1 node aktif adalah 8,992 Kbps, sedangkan pada 2 node aktif adalah 15,614 Kbps, nilai rata-rata packet loss yang didapatkan ketika 1 node aktif adalah 0,17%, sedangkan pada 2 node aktif adalah 0,25%, nilai rata-rata reliability dan availability pada server yang didapatkan adalah sebesar 99,99%. Kata Kunci : Internet of Things, NodeMCU, DHT11, LDR, PIR, Relay, MQTT Broker Abstract Nowadays, Internet of Things or known as IoT is growing up in the era of computing intelligence. In this final project built form IoT application such as smart house. The system built can monitor the state of the house and control electrical devices using the Android application. The system is built using NodeMCU and several sensors such as DHT11 sensors, Light Dependent Resistor (LDR) sensors, and Passive Infrared (PIR) sensors, as well as relays as actuators. The data obtained from the reading of sensors sent via NodeMCU to the internet, will then be displayed on the Android application. The control system will be done through Android applications and will be run by relays that have been connected with lamp and table fan. MQTT Brokers are required as bridge data transfers from NodeMCU to Android application. After several tests, the network quality testing found that the highest average delay in the monitoring system and control was 313,05 milliseconds, the average value of throughput obtained by compiling 1 active node was 8,992 Kbps on 2 active nodes is 15,614 Kbps, the average value of packet loss obtained by compiling 1 active node was 0,17% on 2 active nodes is 0,25%, the average value of reliability and availability is 99,99%. Keywords : Internet of Things, NodeMCU, DHT11, LDR, PIR, Relay, MQTT Brokers
Perancangan Dan Analisis Load Balancing As A Service Menggunakan Openstack Untuk Database Gunung Api Reza Nuryati; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jaringan pada sistem database untuk hasil pengamatan gunung api diperlukan karena Indonesia termasuk negara ring of fire yang memiliki 127 gunung api aktif maupun tidak. Pengamatan gunung api terbagi menjadi dua metode secara visual dan instrumentasi menggunakan sensor analog dan digital. Data hasil metode visual dan instrumentasi menggunakan sensor analog di input melalui web aplikasi. Data hasil metode intrumentasi sensor digital masuk secara otomatis kedalam server database. Semua data hasil pengamatan menggunakan dua metode tersebut masuk ke server database secara bersamaan sehingga menyebabkan down (tidak aktif) pada web aplikasi input data. Hal ini dapat menyebabkan kinerja server database kurang maksimal. Mekanisme sistem antrian dengan menditribusikan beban trafik data ke server dengan teknologi Load Balancing dapat menjadi solusi. Pada penelitian ini dilakukan implementasi Load Balancing pada web server guna mendistribusikan trafik data hasil pengamatan yang masuk kedalam server database. Infrastruktur jaringan sistem database menggunakan platform cloud computing yaitu OpenStack dengan implementasi Load Balancing as a Service. Penelitian ini membandingkan dua algoritma Load Balancing yaitu Round Robin dan Least Connection. Least Connection memiliki performansi yang lebih baik dari Round Robin untuk segi uji parameter Respon Time, Throughput, Transaction Rate dan Failed Transaction pada web server. Hasil pengujian algoritma Least Connection jika dibandingkan dengan algoritma Round Robin dan Single Web Server berdasarkan skenario pengujian memiliki nilai rata-rata Respon Time lebih kecil 8,49% dan 71,37%, Throughput lebih besar 5,07% dan 93,72%, Transaction Rate lebih besar 5,26% dan 50,16% serta untuk Failed Transaction 0%. Algoritma Least Connection yang diimplementasikan pada web server aplikasi input data hasil pengamatan gunung api dapat mendukung kinerja server database yang kurang maksimal. Kinerja server database yang maksimal dapat mempercepat proses keputusan status level gunung api sebelum terjadi bencana. Kata kunci : Gunung Api, Cloud Computing, OpenStack, Load Balancing as a Service
Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam Pada Open Library Telkom University Yang Berbasis Rfid Muhammad Rizky Ramzani; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak RFID (Radio Frequency Indentification) adalah teknologi wireless yang digunakan untuk mentransformasi dunia komersial. Sebagai teknologi pengganti barcode, RFID dapat melakukan banyak hal. Diantaranya sistem RFID menawarkan peningkatan efisiensi dalam pengendalian diantaranya inventaris, dan logistik. Pada kasus ini penggunaan RFID digunakan untuk meningkatkan efisiensi peminjaman dan pengembalian buku khususnya layanan mandiri yang akan dimplementasikan pada Open Library Telkom University. Dimana saat ini Open Library Telkom University masih menggunakan sistem tradisional dan Beroperasi pada jam oprasional. Dengan timbulnya permasalahan yang di hadapi mahasiswa Telkom University tersebut penulis ingin merancang Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam agar memudahkan mahasiswa untuk mengembalikan buku pinjamannya dengan tepat waktu, fleksibel dalam waktu pengembalian, dan minim tenaga kerja yang dibutuhkan. Dengan adanya layanan ini mahasiswa dapat mengembalikan buku pinjamannya kapan saja dan tanpa khawatir untuk membayar denda akibat keterlambatan pengembalian buku. Oleh sebab itu dibuat lah sebuah perancangan Box Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam. Dimana dalam perancangan Box Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam ini terdapat beberapa perangkat didalamnya seperti RFID reader, Arduino Uno, Database localhost, dan PC Desktop. Kata Kunci : Perpustakaan, RFID reader, Arduino Uno, Database Localhost, PC Desktop. Abstract RFID (Radio Frequency Identification) is a wireless technology used to transform the commercial world. As a barcode replacement technology, RFID can do many things. Among the RFID systems offer increased efficiency in control of the inventory, and logistics .In this case the use of RFID is used to improve the efficiency of borrowing and return of books, especially self-service that will be implemented in Open Library Telkom University. Where now Open Library Telkom University still use a traditional system and Operated on operational hour.With the emergence of problems faced by Telkom University students as an authors want to design 24 Hours Self Service Book Return to facilitate students to return the book loan on time, flexible in the time of return, and minimal labour required. With this service the student can return the loan book anytime and without worry about the compensation to return the book if it is late. Therefore it is a must to make a design of 24 hours Self Service Book Return Service.Where in the design of 24 hours Self Service Book Return Box there are several devices in it such as RFID reader, Arduino Uno, Database localHost, and PC Desktop. Keywords : Library, RFID reader, Arduino Uno, Database Localhost, PC Desktop.
Implementasi Web Server Cluster Menggunakan Metode Load Balancing Pada Container Docker, Lxc, Dan Lxd Rivaldy Arif Pratama; Ratna Mayasari; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Load balancing merupakan salah satu metode pada cluster computing yang dapat digunakan untuk meningkatkan skalabilitas serta mengurangi beban kerja sebuah server dengan cara mendistribusikan beban trafik ke beberapa server cluster secara seimbang agar trafik dapat berjalan dengan optimal, sehingga tidak menyebabkan server tersebut kelebihan beban (overload) atau bahkan down. Dalam penerapannya, teknologi virtualisasi berbasis container dapat digunakan untuk mengimplementasikan load balancing dengan memanfaatkan HAProxy sebagai load balancer. Container merupakan sebuah teknologi virtualisasi yang dapat memungkinkan program yang berjalan didalamnya berhubungan langsung dengan linux kernel pada host operating system. Tidak seperti Virtual Machine, container tidak menggunakan hardware untuk virtualisasi. Pada beberapa penelitian, container dipercaya sebagai platform yang ringan dibanding hypervisor, sehingga menjadi alasan yang tepat dan memungkinkan untuk melakukan proses load balancing pada container dalam tugas akhir ini. Tugas akhir ini akan diimplementasikan sistem load balancing yang dijalankan diatas tiga container yaitu Docker, LXC, dan LXD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari ketiga container tersebut dari sisi layanan web server dan resource utilization pada saat server menggunakan load balancing dan tidak menggunakan load balancing (single server). Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server yang menggunakan load balancing memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan single server. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa Docker menunjukkan hasil performansi yang lebih baik pada parameter throughput, response time, dan request per second. Sedangkan LXC menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter request loss dan CPU utilization. Dari segi fairness, algoritma Round Robin lebih fair dibanding Least Connection dengan nilai fairness index mencapai 1. Kata kunci : Load Balancing, Cluster Computing, Container, Docker, LXC, LXD Abstract Load balancing is a method in cluster computing that can be used to increase the scalability and decrease the server workloads by distributing traffic load to several clusters of server in equals, in order that the traffic can run optimally, so that it doesn't cause the server becomes overload or down. In it's implementation, the container-based virtualization can be used to implement the load balancing by using HAProxy image as the load balancer. Container is the virtualization technology that allows the program run directly connects with linux kernel in host operating system. Different from Virtual Machine, container doesn't use hardware to virtualize. In some researches, it's believed that container is more lightweight than hypervisor, so that it allowed to process load balancing on the container in this final project. This final project will implement load balancing system that are run on three containers, those are Docker, LXC, and LXD. This research is to know the performance from those three containers from web server services side and resource utilization when server are using load balancing and not (single server). From the research, we know that the performance of server using load balancing had better result than the single server. In this final project we also got that Docker showed better performance on throughput, response time, and request per second. While LXC showed better result on request loss and CPU utilization parameters. In terms of fairness, Round Robin algorithm is more fair than Least Connection with the fairness index is 1. Keywords : Load Balancing, Cluster Computing, Container, Docker, LXC, LXD
Analisis Quality Of Service (qos) Algoritma Antrian Cbwfq Dan Llq Pada Jaringan Mpls-te Dini Adlina Salman; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan komunikasi yang berbasis packet switch, mengutamakan performansi dan utilitas jaringan packet switch. Jaringan packet switch mengembangkan metode forwarding paket seperti MPLS. Kualitas komunikasi yang berbasis packet switch sangat dipengaruhi oleh  delay, packet loss, throughput dan parameter lainnya. Komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable, karena hal itu dapat menunjang kenyamanan user dalam berkomunikasi. Metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan performansi dan kinerja dari suatu jaringan seperti Multi Protocol Label Switching (MPLS), Resource Reservation Protocol, dan penggunaan metoda routing. Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah sebuah metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informansi dalam label yang diletakkan pada paket IP.Dengan metode routing yang diterapkan dalam MPLS, diharapkan mampu meningkatkan performansi dan meningkatkan nilai QoS pada jaringan tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, MPLS menawarkan fungsi traffic engineering yang effisien. Pada tugas akhir ini, penulis membandingkan algoritma antrian yang ada pada jaringan MPLS yaitu Class-Based Weighted Fair Queueing (CBWFQ) dan Low Latency Queueing (LLQ) untuk mendapatkan QoS terbaik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian LLQ mendapatkan hasil perbaikan delay sebesar 91.99 % pada layanan VoIP, 53.02% pada layanan Video Streaming, dan 84.95 % untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 83.53 % untuk layanan VoIP dan untuk layanan Video Streaming 49.67 %. Hasil pengujian pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian CBWFQ mendapatkan perbaikan delay sebesar 72.64 % pada layanan VoIP, 47.22 % pada layanan Video Streaming, dan 91.44 % untuk layanan FTP. Dan untuk parameter jitter  didapatkan perbaikan sebesar 19.59 %  dan  untuk layanan Video Streaming 48.11 %. Penggunaan MPLS TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik ketika menggunakan algoritma antrian LLQ, dapat dilihat dari throughtput, delay, packet loss dan jitter. Dengan menggunakan jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian mempunyai nilai lebih bagus dibandingkan dengan jaringan MPLS-TE tanpa algoritma antrian. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, CBWFQ, LLQ
Analisis Dan Implementasi Metode Offline Charging Berbasis Sesi Untuk Layanan Video Call Dan Voip Pada Jaringan Ims Di Komputasi Awan Amelia Putri Anggadhini; Danu Dwi Sanjoyo; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Arsitektur IP Multimedia Subsystem yang menjamin konvergensi jaringan serta kualitas sesi sangat mendukung berbagai jenis konsep layanan real-time. Namun keunggulan IMS tersebut tidak dapat terlepas dari beberapa faktor penunjang lain, termasuk mekanisme charging yang handal, fleksibel dan efisien. Salah satu mekanisme charging yang ada di dalam arsitektur IMS adalah mekanisme offlline charging. Dalam penelitian ini, telah diujikan implementasi offline charging berbasis sesi pada jaringan IMS untuk layanan Video Call dan VoIP yang melibatkan Clearwater sebagai server IMS, RestComm jDiameter sebagai Charging Data Function, AWS sebagai penyedia komputasi awan, dan X-Lite untuk softphone pengguna. Setelah dilakukan pengujian, didapatkan bahwa jaringan yang tidak mengimplementasi charging memiliki nilai session setup delay lebih rendah daripada jaringan yang mengimplementasi, dengan selisih 0,34 detik untuk layanan VoIP dan 0,25 detik untuk layanan Video Call. Persentase error keakuratan tarif untuk kedua layanan berada pada kisaran 1,83% hingga 3,13% atau tercatat lebih besar daripada durasi aktual. Sementara pengujian charging dengan parameter volume melalui pendekatan berbasis sesi telah dibuktikan tidak efektif karena pada layanan VoIP and Video Call secara berturut-turut terdapat Rp 0,53 dan Rp 2,80 yang hilang setiap detiknya. Kata kunci: IMS, Video Call, VoIP, session based, offline charging Abstract IP Multimedia Subsystem framework that ensures network convergence as well as session quality strongly supports various types of real-time service concepts. But the benefits of IMS can not be separated from several other supporting factors, including a reliable, flexible and efficient charging mechanism. One of the charging mechanisms in IMS is the offline charging. In this research, the implementation of offline session-based charging is tested over IMS network in Video Call and VoIP using Clearwater as the IMS server, RestComm jDiameter as the Charging Data Function, AWS as the cloud provider, and X-Lite as user softphone. After being tested, the network that doesn’t implement charging has the lower session setup delay value than the network that does, with a difference of 0.34 seconds for VoIP service and 0,25 seconds for Video Call service. The error percentage of rate accuracy itself is within range of 1,83% to 3,13% or greater than the actual duration. While the volume parameter with session-based approaching is proven not effective because the VoIP and Video Call service consecutively lost Rp 0,53 and Rp 2,80 every second the services occur. Keywords: IMS, Video Call, VoIP, Session Based, Offline Charging
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI